Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2010

Produktivitas ASI Menurun

Seorang ibu yang bernama Mardhiah menanyakan:
Saya seorang ibu rumah tangga, punya bayi usia 3 bulan. Selama ini saya hanya memberikan ASI saja, tetapi saya rasakan produksi ASI semakin menurun. Payudara saya. sudah tidak terasa penuh lagi. Ketika saya perah, ASI yang keluar tidak banyak. Padahal saya ingin sekali memberikan ASI eksklusif dan menyusui sampai 2 tahun. Bagaimana caranya supaya produktivitas ASI kembali banyak?
Jawab
Ibu Mardhiah, di awal kehadiran bayi, atau pada 3 bulan pertama secara alami ASI akan di produksi berlebih sesuai dengan kebutuhan bayi untuk meningkatkan berat badannya. Bila ingin mengetahui apakah bayi sudah c'ukup minum ASI, kita bisa melakukan sebuah tes sederhana yaitu memeriksa apakah pipis bayi lebih dari 6 X dalam sehari. Bila iya, pertanda bahwa si bayi sudah cukup ASI. Namun, tes ini hanya berlaku bila bayi masih minum ASI saja, atau ASI Ekslusif.
Ibu Mardhiah harus percaya diri bahwa ASI-nya pasti cukup, karena dengan percaya diri dan tidak khawatir, maka produksi ASI tidak terganggu. Makanlah dengan gizi seimbang, perbanyak makan sayuran hijau atau makanan lain yang mengandung kalsium tinggi. Namun sebelumnya, rasa "percaya diri" bahwa ibu mampu dan ASI pasti cukup harus terus ditanamkan dalam hati. Semoga sukses memberikan ASI ekslusif dan meneruskan hingga 2 tahun.

Menyusui Anak dengan Benar

Seorang ibu yang bernama Hani menanyakan: Saya ibu rumah tangga berusia 30 tahun. Saya sedang hamil anak kedua. Apa ada kegunaan ASI selain sebagai makanan/minuman bayi. Karena ketika anak pertama masih bayi pernah matanya merah dan keluar kotoran berwarna putih. Oleh orang tua, saya disuruh mengobati dengan ditetesi ASI 3 kali sehari. Beberapa hari kemudian matanya sudah tidak merah dan tidak ada kotorannya lagi. Yang saya tanyakan apakah ASI dapat menyembuhkan sakit mata pada bayi atau hanya kepercayaan turun-menurun bukan obat yang sudah terbukti benar secara ilmu kesehatan ataukah ada halyang lain?
Bila ditanyakan apakah ASI bisa menyembuhkan mata pada bayi? Sampai sekarang belum ada penelitian ilmiah tentang hal ini. Namun mungkin saja ASI bisa menyembuhkan mengingat tingginya tingkat antibodi yang ada pada ASI.
Lain lagi dengan pertanyaan ibu Zulfa. Ia menanyakan: Saya ibu dari putra yang berumur 2 bulan dan masih memberinya ASI eksklusif.
1. Ada teman bilang jika memerah ASI dengan pompa bisa membuat "kapur ASI" pecah. Apa maksudnya. Bagaimana cara memerah dengan tangan?
2. Setelah memeras ASI, saya tak meyimpannya di freezer, karena memang kami belum punya, Berapa lama ASI tahan dalam suhu kamar?
3. Sebaiknya sekali perah berapa lama waktunya dan biasanya berapa banyak ASI yang didapatkan?
4. Jika bayi sudah 6 bulan, selain makanan tambahan dan ASI, perlukah dlberi susu formula?
5. Adakah makanan yang dipantang selama menyusui?
Mungkin ada baiknya jika Ibu bertanya kepada teman ibu, tentang apa yang dimaksudkan dengan "kapur ASI", Dalam manajamen laktasi, istilah ini tidak dikenal. Beberapa literatur mengungkapkan bahwa penggunaan pompa datam jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan jaringan payudara. Yang pasti, penggunaan pompa tidak dianjurkan terutama karena alasan kebersihan. Bentuk pompa yang berkelok-kelok, membuat kita suiit membersihkannya. Akibatnya, kotoran mungkin bertumpuk dan menjadi sarang bakteri. Jadi, ASI yang asalnya sudah steril mungkin menjadi tercemar oleh kotoran ini.
Memerah dengan tangan memang memerlukan keterampilan dan kesabaran yang lebih, tetapi kebersihannya lebih terjamin, dan lagi dapat menghasilkan jumlah susu yang lebih banyak. Dengan pemerahan tangan, biasanya diperlukan sekitar 3-5 menit hingga AS! keluar lancar. Ini berhubungan dengan proses hormon yang memang tidak bisa segera berproses.
Tips memerah dengan tangan :
a. Cuci tangan ibu dengan sabun
b. Bayangkan wajah bayi anda Ibu, untuk merangsang hormon yang mempengaruhi produksi susu.
c. Letakkan ibu jari di atas puting, berdekatan dengan tepi areola dan jari tengah serta telunjuk di bawah, berdekatan dengan tepi areola.
d. Tekankan bagian areola, kemudian dengan perlahan-lahan tekan ibu jari secara bersama, sambil sedikit ditarik.
e. Arahkan aliran ASt ke dalam gelas penampung yang bersih.
f. Ulang beberapa kali untuk mengosongkan payudara.
g. Perah setiap sisi payudara selama 5-10 menit secara bergilir.
Ibu yang sudah terampil, biasanya dapat memerah susu selama 15-20 menit dari tiap sisi payudara. Setelah berlatih selama 2 minggu, produksi sebetah payudara akan berktsar dari 70 -90 ml. ASI pada suhu kamar dapat bcrtahan 10-12 jam. Jika ada warna kecoklatan, jangan khawatir, karena itu adalah proses enzim biasa (browning).
Setetah 6 bulan, selain makanan pendamping, teruskan pemberian ASI (seperti anjuran Qur'an dan juga WHO). Susu formula sama sekali tidak diperlukan, karena ASI jauh lebih unggul dalam semua hat, termasuk nilai nutrist maupun kekebalan yang disediakan.
Tidak ada pantangan khusus, tetapi sebaiknya hindari makanan yang ekstrim seperti yang pedas atau berbau. Makanan yang seimbang dan bergizt, akan memenuhi kebutuhan ibu menyusui. Ingat 98% ibu bisa menyusui dengan sempurna, tergantung cara kita mengelola.

Cara Menyimpan ASI

Sabrina bekerja di perusahaan swasta dan sedang hamil 7 bulan, Sabrina berniat memberikan A5I eksklusif kepada anak Sabrina nanti. Bagaimana cara menyimpan ASI yang sudah diperas? Misalkan nanti ASI yang baru diperas ini dimasukkan dalam plastik kemudian diletakkan di kulkas di kantor. Lama perjalanan Sabrina menuju rumah sekitar 1 jam. Bagaimana kondisi ASI saat suhunya berubah selama di perjalananan? dan apakah masih layak diberikan pada bayi atau ada cara yang aman membawa ASI ini pulang ?
Itu semua ada solusianya! Para ibu bekerja tetap bisa sukses memberikan ASI ekslusif, dengan cara menabung ASI perahan. Sebaiknya menabung ASI dilakukan minimal 1 bulan sebelum kembali ke kantor. Ketika kembali ke kantor, tetaplah memerah ASI minimal 4 kali sehari. ASI perahan bisa disimpan dalam kantong plastik bersih sejenis plastik kiloan, lalu dibekukan dalam freezer di kantor untuk di bawa pulang. ASI yang dibekukan dapat bertahan selama 6 bulan.
Perubahan suhu selama perjalanan ke rumah bisa disiasati dengan menggunakan "cooler box" atau yang paling mudah menggunakan kotak stereofoam seperti yang digunakan abang sayur untuk menyimpan ikan jualan. Kotak ini tidak mahal, dan bisa menjadi alternatif pengganti termos untuk menjaga kondisi ASI tetap beku. Sampai di rumah, ASI langsung dimasukkan ke dalam freezer untuk penyimpanan.

Payudara Membengkak Karena Bayi Meninggal

Seorang ibu yang bernama Mirna menanyakan:
Saya seorang ibu (30) yang berencana memberikan ASI eksklusif pada anak-anak saya. Namun anak pertama saya meninggal sebelum saya lahirkan. Hari ke-3 setelah melahirkan, payudara saya bengkak. Lalu saya kompres dengan air hangat dan memerah ASI, tapi segera saya hentikan karena saya paham, semakin diperah maka produksinya semakin banyak. Lalu saya coba membalur payudara dengan menggunakan pucuk daun kacang panjang yang ditumbuk. Alhamdulillah, ASI saya menetes sehingga payudara tidak bengkak.
Saat kontrol ke bidan saya diberi pil putih kecil, sehingga payudara tidak bengkak dan ASI tidak keluar. Namun tak lama, payudara saya bengkak lagi, jadi saya balur lagi dengan daun pucuk kacang panjang sehingga ASI menetes lagi. Setelah 3 minggu ASI tetap menetes walau semakin hari semakin sedikit dan saya tidak melakukan perlakuan apapun terhadap payudara.
Yang ingin saya ditanyakan :
ü Sampai kapan ASI akan tetap menetes? Apa penyebabnya?
ü Apa sebenarnya yang harus dilakukan jika payudara bengkak tapi bayi meninggal?
ü Apakah pengalaman saya ini mempengaruhi produksi ASI untuk anak berikutnya?
ü Apakah tindakan yang saya lakukan dapat berpengaruh terhadap kesehatan fisik saya kelak, misalnya kanker?
Jawaban:
Berikut adalah jawaban atas pertanyaan Ibu:
ü ASI akan tetap diproduksi jika hormon yang berperan dalam produksinya masih tinggi {hormon prolaktin dan oksitosin). Selama bayi masih menyusui, maka ASI akan terus diproduksi. Jika bayi berhenti menyusui, maka ASI akan mengering. Lamanya proses kering ini sangat tergantung pada individu masing-masing. Pada prinsipnya, ASI akan kering jika hormon-hormon tersebut di atas dihambat. Secara umum, jika tanpa perlakukan khusus, maka ASI akan sama sekali kering dalam waktu sekitar 8 minggu setelah penyusuan berhenti. Cara lain adalah diberi obat yang dapat menghambat hormon-hormon tersebut di atas. Jika obat diminum secara teratur sesuai petunjuk dokter, biasanya ASI akan kering sekitar 1 minggu.
ü Hendaklah Ibu pergi ke dokter dan minta dokter untuk menghentikan ASI. Jika terasa bengkak, Ibu bisa memerah ASI dengan tangan (jari telunjuk, tengah dan ibu jari). Selain itu, Ibu bisa mengompres payudara dengan air es (bukan air panas) atau bisa juga dengan kol yang sudah dihaluskan. Kompres dengan kol disarankan 20 menit, 2 kali sehari.
ü Setiap kelahiran memiliki keunikan sendiri. Insya Allah pengalaman pertama ini tidak akan mempengaruhi kelahiran berikutnya. Yang paling penting:
a) usahakan agar bayi segera disusui setidaknya 30 menit setelah kelahiran—tanpa minuman apapun
b) usahakan agar ibu dan bayi selalu bersama 24 jam (rawat gabung)
c) tidak seperti susu formula, pemberian ASI tidak ada batasnya.
ü Banyak sekali yang mempengaruhi kesehatan kita. Tetapi salah satu hal yang paling penting adalah berpikir positif dan meminta yang terbaik kepada Allah. Jika nanti menyusui anak "kedua, ingatlah, semakin lama menyusui, maka peluang kanker payudara akan semakin kecil.

Senin, 04 Januari 2010

Bayazid dan Orang Bodoh

Pada suatu hari, seseorang mengomel kepada Bayazid, seorang ahli mistik pada abad kesembilan, mengatakan bahwa ia telah berpuasa dan berdoa dan berbuat segalanya selama tiga puluh tahun namun tidak juga menemukan kesenangan seperti yang digambarkan Bayazid. Bayazid menjawab, orang itu bisa saja melanjutkan perbuatannya tiga ratus tahun lagi tanpa mendapatkan kesenangan juga.
"Mengapa begitu?" tanya si Sok Saleh.
"Sebab kesombonganmu merupakan halangan utama bagimu."
"Coba katakan apa obatnya."
"Obatnya tak akan bisa kau laksanakan."
"Bagaimanapun, katakan sajalah."
Bayazid pun berkata:
"Kau harus pergi ke tukang pangkas rambut untuk mencukur janggutmu, (yang terhormat, itu). Lepaskan semua pakaianmu dan kenakan korset. Isi sebuah kantong kuda dengan kenari sampai penuh, lalu gantungkan di lehermu. Pergilah ke pasar dan berteriaklah:
“Akan kuberikan sebutir kenari kepada setiap anak yang memukul tengkukku. Kemudian lanjutkan perjalananmu ke sidang pengadilan agar semua orang menyaksikanmu," kata Bayazid.
"Tetapi aku tak bisa melakukan itu; coba katakan cara lain yang sama manfaatnya," sahut si Sok saleh yang merasa tak kelar nengangkat beban.
"Itu langkah pertama, dan satu-satunya cara," kata Bayazid, "Tetapi sudah aku katakan kepadamu bahwa kau tak akan bisa melakukannya; jadi tak ada obat bagimu."

Minggu, 27 Desember 2009

Manfaat si Buah Noni

Manfaat si Buah Noni


Si buah noni, alias, pace, alias bentis, alias mengkudu yang bermata seribu dan terasa seberti sabun, menurut penelitian bisa menormalkan tekahan darah tinggi, buah "ajaib" ini membantu penyembuhan kencing manis (diabetes mellitus), menghambat pertumbuhan sel kanker, memperlancar buang air besar, buah mengkudu ini juga dikenal mampu meningkatkan kesehatan organ reproduksi pria dan wanita, nyeri haid. Karena buah mengkudu juga memperlancar sistem peredaran darah dan saluran pencernaan, maka kondisi tubuh menjadi lebih baik, daya tahan tubuh meningkat, dan mencegah berbagai penyakit lain.
Tahukah Anda dimana letak daya sembuhnya, hingga buah ini makin dicari orang? Setiap penyakit terjadi karena rusak atau hilangnya sel-sel tubuh. Mengkudu mengandung lebih dari 60 zat berkhasiat. Xeronine misalnya .berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Zat ini juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Damnachantal adalah zat yang dapat menahan pertumbuhan tumor. Karena khasiatnya itu, kini di pasaran banyak beredar produk buah mengkudu. Ternyata dari sekian jenis merek yang ada di pasaran, Pacekap-lah yang paling disukai. Salah satu alasannya Pacekap praktis, dan mudah dikonsumsi. Pacekap terbuat dari 100 persen sari buah mengkudu, tanpa zat tambahan apa pun. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Farmasi Universitas Padiadjaran (Unpad), 450 mg sari buah mengkudu setara dengan 100 ml jus mengkudu.
Pace yang baik adalah diproses secara "Freeze Dried", yaitu sari buah mengkudu dimasukkan ke dalam pendinginan hingga-40 derajad Celcius hingga menjadi kering (diuapkan) dengan pendinginan, lalu hasilnya diproses ekstrak hingga menjadi powder atau serbuk. Inilah yang membedakan sari buah mengkudu yang diproses dengan pengepresan dan penyaringan.
Dengan cara freeze dried, khasiat yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Berbeda jika diproses dengan cara diuappanaskan yang menyebabkan rusaknya zat-zat yang terkandung dalam mengkudu. Khasiatnya akan semakin terasa maksimal jika esktrak buah pace ini diminum secara teratur dua kali dua kapsul sehari.
Pace ini aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui, karena terbuat . dari 100 persen sari buah mengkudu. Anak-anak pun dapat mengkonsumsinya, baik dengan cara menelan kapsul atau diambil serbuknya dengan cara membuka kapsulnya. Bagi Anda yang sedang minum obat dokter, boleh minum pace, sebab pada dasarnya pace adalah buah, dan bukan bahan kimia.

Jeruk Anti Nyamuk

Jeruk Anti Nyamuk


Penyakit demam berdarah, yang virusnya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, tetap mencemaskan. Jika sekarang penyakit itu pergi, jangan-jangan saat lain muncul lagi. Maka tak ada salahnya kita ikuti anjuran banyak pihak. Membersihkan lingkungan, melakukan penyemprotan, dan lainnya.
Namun, ada kemungkinan cara yang kita tempuh tak menuntaskan masalah. Penyemprotan, misalnya, hanya menjangkau wilayah tertentu di perkotaan. Sementara daerah pedesaan atau pedalaman belum terjangkau.
Ada cara praktis, sederhana, mudah, dan murah menghindari gigitan nyamuk. Cara inilah yang secara tradisional ditempuh masyarakat pedesaan di Flores, terutama Ende. Caranya, ambil buah jeruk atau lemon jenis apa saja. Belah dan peraslah airnya, lantas oleskan pada bagian tubuh yang rawan gigitan nyamuk. Tentu saja, badan setelah diolesi air jeruk akan berbau seperti sambal atau soto babat dicampur jeruk. Tapi justru air jeruk yang baunya menyengat itulah yang menyebabkan nyamuk tak mau mendekat, atau kalaupun mendekat tak mau menggigit. Boleh jadi, di mana pun Anda berada, di situ bebas nyamuk, karena bau soto.

v Jeruk Keprok Memusingkan
Waktu kami bertiga bertandang ke rumah teman lama di Kabupaten Karanganyar, Surakarta,” kata Fahmi, “kami dipersilakan menikmati buah jeruk hasil kebunnya yang terkenal lezat itu. Tetapi tuan rumah berpesan, bahwa bila masih berkeringat, seyogyanya jangan makan jeruk dulu. Nanti saja, kalau sudah beristirahat sebentar, boleh makan jeruk sepuas-puasnya.
Tetapi seorang teman saya yang suka menyerempet bahaya, sebentar saja sudah mengupas buah yang ketiga. Saya sendiri tidak berani mengambil risiko, meskipun sudah ingin sekali menikmati jeruk selagi sclera masih besar.
Apa yang dikatakan oleh tuan rumah tadi ternyata benar. Ketika kami sedang minum wedang serbat, teman saya yang suka menyerempet bahaya itu sudah peringas-peringis sambil memijat-mijat kepalanya.
Petang harinya, ketika kami tanyakan kepada pemilik kebun, apakah buah jeruknya yang menggiurkan itu tidak pernah dicuri orang, ia menerangkan bahwa sampai kini belum pernah terjadi. Sebab, bila jeruk dipetik pada malam hari, (para pencuri umumnya mencuri pada waktu malam), ia mengeluarkan bau khas yang dapat tercium sampai jauh. Jadi kita mesti bangun, kalau mencium bau jeruk dicuri malam-malam itu.
Mengapa jeruk keprok bisa membuat pusing kepala kalau dimakan selagi orang masih berkeringat? Mengapa jeruk mengeluarkan bau tajam bila dipetik pada malam hari? Pada saat berkenngat, orang yang bersangkutan telah mengerahkan tenaga yang berasal dari gula cadangan dalam hatinya, berbentuk glikogen untuk dibakar hingga menghasilkan energi (tenaga) dan air keringat.
Pada saat menghasilkan tenaga dan keringat ini, suhu permukaan badan (kulit) memang terasa tinggi, tetapi suhu badan di bagian dalam justru rendah. Ini pada orang sehat yang tidak sedang demam. Kalau pada saat suhu badan bagian dalam sedang rendah itu orang makan buah manis yang kadar glukosanya lumayan, seperti semangka, sawo, atau air es sirup, maka suhu badan di bagian dalam turun lebih rendah lagi. Untuk mcngimbangi penurunan suhu ini, badan mengerahkan energi baru lagi dari glikogen, dan menghasilkan keringat lebih banyak. Orang itu berpeluh dingin yang tidak wajar.
Pada jeruk keprok, efek seperti yang dihasilkan oleh semangka atau air es sirup, tidak begitu hebat, memang. Tetapi bagian dalam dari badan akan menyerap panas dari bagian lain juga, dalam rangka mengimbangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penyerapan panas tersebut, dengan jalan mempersempit pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, suplai darah bersih dari jantung terhalang pula. Penyempitan pembuluh darah inilah yang menyebabkan kepala terasa pening.
Mengenai buah yang berbau bisa lebih tajam mengeluarkan bau pada waktu malam, hal ini disebabkan oleh suhu rendah dari udara malam, yang bisa menyebarluaskan molekul-molekul minyak asiri yang berbau itu, sebagai bentuk utuhnya yang asli. Tetapi bila suhu naik karena hari sudah siang, minyak asiri yang seharusnya berbau itu cepat terbang dan rusak tak karuan lagi rimbanya. Yang tinggal melayang di dekat hidung kita hanya molekul pecah yang sudah tidak berciri bau lagi.
Itulah sebabnya, bau-bauan seperti bunga sedap malam hanya "berbau" pada waktu malam, sedang pada siang hari yang bersuhu panas, hanya kalau diendus-endus dengan lubang hidung yang sangat dekat saja. Karena bau itu, ia aman maling.

Jeruk Anti Nyamuk

Jeruk Anti Nyamuk


Penyakit demam berdarah, yang virusnya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, tetap mencemaskan. Jika sekarang penyakit itu pergi, jangan-jangan saat lain muncul lagi. Maka tak ada salahnya kita ikuti anjuran banyak pihak. Membersihkan lingkungan, melakukan penyemprotan, dan lainnya.
Namun, ada kemungkinan cara yang kita tempuh tak menuntaskan masalah. Penyemprotan, misalnya, hanya menjangkau wilayah tertentu di perkotaan. Sementara daerah pedesaan atau pedalaman belum terjangkau.
Ada cara praktis, sederhana, mudah, dan murah menghindari gigitan nyamuk. Cara inilah yang secara tradisional ditempuh masyarakat pedesaan di Flores, terutama Ende. Caranya, ambil buah jeruk atau lemon jenis apa saja. Belah dan peraslah airnya, lantas oleskan pada bagian tubuh yang rawan gigitan nyamuk. Tentu saja, badan setelah diolesi air jeruk akan berbau seperti sambal atau soto babat dicampur jeruk. Tapi justru air jeruk yang baunya menyengat itulah yang menyebabkan nyamuk tak mau mendekat, atau kalaupun mendekat tak mau menggigit. Boleh jadi, di mana pun Anda berada, di situ bebas nyamuk, karena bau soto.

v Jeruk Keprok Memusingkan
Waktu kami bertiga bertandang ke rumah teman lama di Kabupaten Karanganyar, Surakarta,” kata Fahmi, “kami dipersilakan menikmati buah jeruk hasil kebunnya yang terkenal lezat itu. Tetapi tuan rumah berpesan, bahwa bila masih berkeringat, seyogyanya jangan makan jeruk dulu. Nanti saja, kalau sudah beristirahat sebentar, boleh makan jeruk sepuas-puasnya.
Tetapi seorang teman saya yang suka menyerempet bahaya, sebentar saja sudah mengupas buah yang ketiga. Saya sendiri tidak berani mengambil risiko, meskipun sudah ingin sekali menikmati jeruk selagi sclera masih besar.
Apa yang dikatakan oleh tuan rumah tadi ternyata benar. Ketika kami sedang minum wedang serbat, teman saya yang suka menyerempet bahaya itu sudah peringas-peringis sambil memijat-mijat kepalanya.
Petang harinya, ketika kami tanyakan kepada pemilik kebun, apakah buah jeruknya yang menggiurkan itu tidak pernah dicuri orang, ia menerangkan bahwa sampai kini belum pernah terjadi. Sebab, bila jeruk dipetik pada malam hari, (para pencuri umumnya mencuri pada waktu malam), ia mengeluarkan bau khas yang dapat tercium sampai jauh. Jadi kita mesti bangun, kalau mencium bau jeruk dicuri malam-malam itu.
Mengapa jeruk keprok bisa membuat pusing kepala kalau dimakan selagi orang masih berkeringat? Mengapa jeruk mengeluarkan bau tajam bila dipetik pada malam hari? Pada saat berkenngat, orang yang bersangkutan telah mengerahkan tenaga yang berasal dari gula cadangan dalam hatinya, berbentuk glikogen untuk dibakar hingga menghasilkan energi (tenaga) dan air keringat.
Pada saat menghasilkan tenaga dan keringat ini, suhu permukaan badan (kulit) memang terasa tinggi, tetapi suhu badan di bagian dalam justru rendah. Ini pada orang sehat yang tidak sedang demam. Kalau pada saat suhu badan bagian dalam sedang rendah itu orang makan buah manis yang kadar glukosanya lumayan, seperti semangka, sawo, atau air es sirup, maka suhu badan di bagian dalam turun lebih rendah lagi. Untuk mcngimbangi penurunan suhu ini, badan mengerahkan energi baru lagi dari glikogen, dan menghasilkan keringat lebih banyak. Orang itu berpeluh dingin yang tidak wajar.
Pada jeruk keprok, efek seperti yang dihasilkan oleh semangka atau air es sirup, tidak begitu hebat, memang. Tetapi bagian dalam dari badan akan menyerap panas dari bagian lain juga, dalam rangka mengimbangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penyerapan panas tersebut, dengan jalan mempersempit pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, suplai darah bersih dari jantung terhalang pula. Penyempitan pembuluh darah inilah yang menyebabkan kepala terasa pening.
Mengenai buah yang berbau bisa lebih tajam mengeluarkan bau pada waktu malam, hal ini disebabkan oleh suhu rendah dari udara malam, yang bisa menyebarluaskan molekul-molekul minyak asiri yang berbau itu, sebagai bentuk utuhnya yang asli. Tetapi bila suhu naik karena hari sudah siang, minyak asiri yang seharusnya berbau itu cepat terbang dan rusak tak karuan lagi rimbanya. Yang tinggal melayang di dekat hidung kita hanya molekul pecah yang sudah tidak berciri bau lagi.
Itulah sebabnya, bau-bauan seperti bunga sedap malam hanya "berbau" pada waktu malam, sedang pada siang hari yang bersuhu panas, hanya kalau diendus-endus dengan lubang hidung yang sangat dekat saja. Karena bau itu, ia aman maling.

Menghadang Kanker dengan Teh Hijau

Menghadang Kanker dengan Teh Hijau



Apakah minum teh setiap hari sampai bergelas-gelas itu tidak mengganggu kesehatan? Jawabannya sudah tentu bisa mengganggu dan bisa juga tidak. Kalau yang minum itu kebetulan sedang lemah lambung, dan cara minumnya salah, memang mengganggu. Lambung yang tidak kuat (mungkin baru sembuh dari sakit) akan merasa mulas, tapi kalau yang minum itu sehat-sehat saja lambungnya, sedangkan cara minum tehnya juga betul, maka minum teh tidak akan mengganggu. Dulu, ketika pertama kali diumumkan bahwa daun teh mengandung tanin, di antara nenek moyang kita memang ada yang memperingatkan, "Jangan minum teh terlalu banyak! Nanti tipis ususmu karena digerus tanin!" Tetapi itu kekhawatiran yang kadaluwarsa. Sebab, ternyata kemudian, tanin teh tidak berbahaya. Ia tidak seperti taninnya jambe atau gambir yang bisa menyamak kulit kerbau menjadi kulit sepatu. Sejak ditemukan pengetahuan ini, teh lalu tidak ditakuti lagi. Tetapi orang yang ketinggalan cerita sudah tentu masih saja risau terhadap teh.
Daun teh mengandung 3 zat utama: kafein, minyak asiri dan tanin. Kalau di-cong dengan air mendidih, mula-mula minyak asirinya yang larut dan menghasilkan bau sedap khas teh, kemudian kafeinnya (penyebab kesegaran), dan terakhir taninnya, kalau dibiarkan larut sampai berlarut-larut.
Karena penemuan inilah, membuat teh yang benar harus menyeduh sari daun teh dengan air mendidih hanya selama 3 - 5 menit saja. Dulu dilakukan dalam teko, dengan daun teh yang dimasukkan ke dalam wadah berbentuk telur dari porselin atau monel yang berlubang-lubang seperti alat penyaring. Tetapi kalau tehnya berupa teh celup dalam kantung kertas, minuman bisa dibuat langsung dalam cangkir atau gelas minum masing-masing. Waktu celupnya lebih singkat. Hanya sekitar 2 menit. Semuanya dalam rangka usaha mencegah jangan sampai taninnya ikut larut terlalu hanyak.
Minum teh dengan tata cara orang Inggris dan Belanda ini tidak akan mengganggu kesehatan, asal tehnya tidak jamuran atau wayu (sudah menginap dan di-cong lebih dari dua kali). Untuk mencegah jamuran ini, daun teh kering bahan minuman harus disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, agar tidak menyerap lembap dan bau-bauan lain dari udara luar. Wadah ini dulu berupa kotak kayu dengan dinding yang di-lak, atau berupa kaleng pembungkus teh itu sendiri, sekarang berupa aluminium foil dalam dos karton. Teh kering (apa lagi yang halus) sangat higroskopis, kuat sekali menyerap air. Kalau disimpan sembarangan, atau wadah penyimpanannya tidak ditutup rapat di lemari bersama terasi, cempedak, atau bawang bombay, teh bisa cepat menjadi sampah.
Sejak Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka menemukan fakta bahwa penduduk Shizuoka yang gemar minum teh hijau itu ternyata lebih jarang terserang kanker lambung daripada orang Jepang propinsi lain yang tidak membiasakan diri minum teh hijau, maka teh hijau naik daun.
Teh yang dikeringkan langsung dalam oven tanpa fermentasi itu, sebenarnya juga sudah sejak dulu digemari orang jepang. Bukan karena urusan kanker, tapi karena daya diuretiknya yang besar. Orang yang tadinya sulit buang air, sesudah minum teh hijau akan segera berkeringat, lalu terbirit-birit ke kamar kecil. Tetapi yang lebih penting dari pengamatan Itaro ialah ditemukannya epigallocatechin-galat dalam tanin teh hijau itu. Diduga, zat inilah yang mencegah kanker pada penduduk Shizuoka.
Untuk membuktikan itu ia disuntikkan pada tikus percobaan yang sebelumnya diberi natriumnitrit dan sarkosin pembentuk nitrososarkosin, yang merangsang pembentukan tumor tenggorokan. Hasil penyuntikan tanin untuk melawan tumor (buatan) itu ternyata positif. Tikus itu sembuh tumornya.
Dari dua pengamatan itu (yang satu terhadap orang-orang Shizuoka perninum berat teh hijau, dan yang lain terhadap tikus-tikus percobaan), Itaro menarik kesimpulan hahwa tercegahnya tumor tenggorokan itu gara-gara tanin epigallocatechin-galat ini. Sudah tentu ia baru. bisa dikatakan begitu kalau diberi kesempatan seawal mungkin mencegah setiap tumor yang mau muncul. Jadi minum tehnya sudah harus dimulai sejak kecil. Caranya minum pun mesti seperti cara Jepang dari Propinsi Shizuoka. Yaitu setiap hari, setiap kali kalau haus, dan setiap kali kalau menjamu tamu. Bukan hanya kalau sedang ingat saja.

v Dari Teh Kocok sampai Gi-Tel
Minum teh hijau itu di kalangan masyarakat Jepang lainnya kadang-kadang dilakukan dengan upacara resmi chado. Walaupun dalam kehidupan mereka sehari-hari minum teh dilakukan secara modern dengan teh celup yang praktis, tapi upacara minum teh secara tradisional masih sering digelar di rumah-rumah teh tertentu. Masih hanyak orang (termasuk turis asing) yang ingin mengalami sensasi menghadiri chado (upacara minum) semacam itu di tempat yang khusus ditata sunyi sepi. Alat yang dipakai begitu sederhana tapi juga indah dan bermutu, menimbulkan pesona tersendiri.
Setelah diseduh dengan air mendidih dalam mangkuk besar, teh hijau serbuk dikocok dengan mixer tangan dari bambu sampai timbul busa tipis di lapisan atas teh itu. Ketika sedang berbusa inilah, teh hangat itu diminum. Kalau orang Barat minum bir yang berbusa, para pelestari tradisi chado ini minum teh koook.
Di Indonesia kita yang tidak mengenal tea shop, teh ternyata dihidangkan juga di coffee shop, warteg, kantin murah atau warung bubur kacang ijo dan ketan item. Warung khusus teh tidak ada. Bahkan di Pasundan yang banyak perkebunan tehnya pun tidak ada warung teh. Yang ada ialah warung-warung makan yang menghidangkan enteh (air teh tanpa gula) sebagai minuman gratis pengiring nasi yang dipesan. Enteh diberikan Cuma-cuma, bukan karena pemilik warung itu kebanyakan teh murah, tapi untuk memberi tanda (dengan warna kuning coklat teh), bahwa air minum yang dihidangkan itu bukan air mentah berisi bakteri, melainkan sudah direbus sampai bebas kuman. Baru kalau ada orang yang memesan teh manis, pemilik warung menghidangkan teh yang amis. Bukan en teh lagi!
Di daerah Tegal dan Pekalongan, masyarakatnya gemar minum teh gi-tel yang legi kentel (manis dan kental). Daun teh diseduh dalam poci dari tanah liat. Minuman yang terbentuk pekat sekali sampai terasa agak sepat, tapi tidak pahit. Setelah dituang ke dalam cangkir masing-masing, air teh diseduh dengan gula batu. Ini gula juga, tapi tidak berupa pasir, melainkan gumpalan besar seperti batu split. Tehnya benar-benar terasa gi-tel.

v Amat Mahal
Teh hasil perkebunan sedunia dipasarkan melalui pelelangan dulu di bursa teh. Sesudah dibeli para pedagang besar, teh itu di-blend (dicampur-campur) agar mampu mempertahankan aroma khas tehnya, jangan sampai berubah dan turun mutunya selama diperdagangkan berbulan-bulan kian kemari nanti.
Pencampuran ini dilakukan dengan jasa para pencicip teh di laboratorium pengendalian mutu perusahaan dagang yang bersangkutan. Merekalah yang menentukan, teh varietas hasil perkebunan mana yang harus dicampur dengan teh varietas lain dari perkebunan tertentu. Hasil pencampuran kemudian dikemas sebagai teh lepas (kalau ukurannya besar) dan teh celup dalam kantung kalau ukurannya lembut. Teh kemudian dipasarkan dengan merek dagang perusahaan campur-mencampur ini.
Di antaranya yang terkenal ialah Twining, Lipton, Brooke Bond, Lyons-Tetley. Kebanyakan merek dagang Inggris. Teh mancanegara ini ada yang diimpor ke Indonesia dalam kaleng berwarna-warni menarik sekali, sampai ada yang mengumpulkan kaleng bekas teh ini sebagai klangenan. Harga tehnya sangat mengherankan dan hampir tidak masuk akal. Satu kaleng teh Twining 2 ons lebih sedikit harus kita beli Rp 50.000,-. Bahkan lebih.
Di pasaran dalam negeri, merek dagang teh nasional yang beredar juga bermacam-macam. Ada yang terkenal, ada yang tidak. Ada yang sebentar muncul, tapi kemudian hilang lagi. Mungkin karena kurang promosi, tapi mungkm juga karena teh hasil campur-mencampurnya tidak disukai konsumen.
Sekarang jenis teh apa yang bisa kita nikmati sebagai minuman yang nyaman? Samuel Twining, penerus generasi ke-8 dari pedagang teh Inggris Thomas Twining (yang mendirikan usaha campur-mencampurnya sejak tahun 1706), menganjurkan agar pagi-pagi kita sarapan dengan English breakfast tea. Yaitu teh Assam dari timur laut India yang sudah diramu dengan teh lain sehingga berkurang pahitnya. Teh ini masih terasa agak keras, tapi menyegarkan sampai menggugah semangat bekerja.
Tengah hari, sesudah makan siang, sebaiknya juga minum teh, tapi kali ini teh Darjeeling, dari lereng Himalaya. Ia kurang begitu keras, sampai tidak mampu memelekkan orang, tapi malah menenangkan urat saraf, karena teofilin yang dikandungnya. Zat ini bersifat vasodilator, memperlebar pembuluh darah, sehingga mampu menenangkan ketegangan oleh penyempitan pembuluh darah. Baunya pun sedap bukan kepalang, sampai benar-benar dapat dinikmati sebagai teh.
Tetapi kalau udara siang kebetulan panas sekali (biasanya pada musim kemarau), boleh juga mengganti Darjeeling dengan Lapsang souchong. Ini sejenis teh hitam yang terasa agak seperti mengandung asap, karena tadinya dikeringkan dengan api kayu bakar. Ia lebih ringan lagi daripada Darjeeling.
Pada waktu sore sesudah mandi tapi sebelum makan malam, sebagian orang ada yang suka minum teh sore, sambil menikmati udara sejuk menjelang senja di serambi depan. Bahkan orang mengundang sopir duta besar negara sahabat untuk ngerumpi pun sering memanfaatkan "jam teh" sore-sore ini. Sebaiknya memilih teh yasmin yang lebih ringan lagi. Teh yasmin ialah sejenis teh hijau yang tidak sempurna fermentasinya (sebelum dikeringkan), lalu ditutup kain flanel yang ditaburi kuncup-kuncup bunga melati gambir Jasminum multiflorum (dulu dikenal sebagai J. pubescens). Di India, melati yang dipakai ialah J. officinale. Harum bunga ini diserap oleh daun teh yang sedang mengering itu.
Sesudah makan malam, Twining menganjurkan minum teh Earl Grey. Ini sejenis teh yang dicampur minyak wangi bergamot, dari buah sejenis jeruk manis Citrus bergamia. Ia disebut Earl Grey karena resep pembuatannya yang ditemukan oleh seorang Cina pedagang teh, dikirimkan ke Earl Grey, seorang bangsawan Inggris yang kebetulan menjadi perdana menteri pada tahun 1830-an. Jiwa pedagang Cina itu diselamatkan oleh seorang diplomat Inggris, dan sebagai tanda terima kasih ia memberikan resep pembuatan teh yang sedap itu kepada Earl Grey.
Karena lezat tapi mahal, teh berbau sedap jeruk ini tak terjangkau oleh rakyat berpenghasilan normal. Kemudian kita menirunya saja dengan mencampur langsung air teh celup yang sudah jadi dalam cangkir, dengan irisan buah jeruk sitrun. Bahkan kalau tak ada jeruk sitrun, jeruk nipis pun jadi.
Memang kita tidak jadi minum teh Earl Grey, tapi teh lemon. Tetapi itu serupa rasanya, meskipun tak sama baunya. Belakangan juga sudah beredar teh celup yang diberi bau-bauan jeruk lemon, dan dijual sebagai lemon tea.

v Teh yang Bukan Teh
Daun-daunan lain kalau diseduh seperti daun teh juga akan disebut "teh". Ini dilakukan pada daun tanaman obat, seperti daun tempuyung Sonchus arvensis, misalnya. Daun jamu penggempur batu ginjal ini dijual sebagai teh tempuyung, yang sama sekali tidak mengandung teh, walaupun dikemas sebagai "teh" celup. Biang keladi khasiatnya ialah kandungan kalium dan mannitnya yang sangat diuretik.
Begitu juga dengan daun kumis kucing Orihosiphon spicatus yang dijual sebagai "teh" remujung. Istilah teh lalu berkembang mencakup daun-daun kering lain yang bukan teh, tapi cara minumnya seperti teh.
Di kalangan penjual jamu keringan juga beredar daun-daunan yang mendorong gencarnya pembuangan air kecil. Daun peluruh air seni ini dijual sebagai slimming tea atau herbal tea, yang sama sekali tidak mengandung teh juga. Ia dipromosikan sebagai obat pelangsing, karena takhayul modern, bahwa orang bisa menjadi langsing kalau banyak mengeluarkan air dari tubuhnya (meskipun sebenarnya tidak). Pelangsingan baru terjadi kalau tubuh berhasil membakar lemak kelebihan yang ditimbunnya, dan tetap menjaga keseimbangan antara lemak yang masuk dan lemak yang dibakar. Bukan membuang air.
Terlepas dari kontroversi karena kandungan kafeinnya, ringkasnya, minum teh membawa banyak manfaat. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Menurunkan berat badan (reducing diet). Air teh mengandung serat tinggi sehingga mempermudah pencernaan dan mempunyai efek diuretik (merangsang ekskresi urine) sehingga memperlancar pengeluaran cairan.
2. Bisa mengurangi risiko kanker. Ini dikarenakan teh memiliki zat antimutagen seperti antioksidan dan flavanoid yang dapat mencegah dan menekan pertumbuhan sel kanker.
3. Memperlambat proses penuaan. Antioksidan yang dikandungnya bisa memperpanjang usia sel tubuh dan memperlancar regenerasi sel sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup.
4. Mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Teh mengandung kalium lebih banyak dibandingkan dengan natrium (Na) sehingga dapat menjaga tekanan osmotik darah, keseimbangan asam-basa, dan kandungan zat inhibitor enzym yang menstimulasi tekanan darah.
5. Memelihara kesehatan gigi dan mencegah karies. Air teh mempunyai kadar fluor dan polifenol yang cukup tinggi sehingga dapat mencegah plak gigi dan mengacaukan aktivitas bakteri penyebab karies.
6. Mengendalikan kadar gula. Unsur mangan (Mn) dari teh mempunyai peran sebagai koenzim pada metabolisme gula dalam tuhuh sehingga memperlancar proses pembentukan energi dalam ATF (adenosin trifosfat).
7. Mengobati migren atau sakit kepala. Kandungan alkaloid dalam teh sangat berperan dalam proses pengobatan migren atau sakit kepala.
8. Mengurangi risiko penyakit jantung. Unsur serat yang dimiliki teh mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga artherosclerosis dapat dicegah. Menurut penelitian doktoral Hertog (1994), konsumsi teh yang tinggi di Jepang (lebih dari 80%) dan di Belanda (60%) membuat angka penyakit jantung koroner di kedua negara itu rendah.

Sang Penyembuh Luka

Sang Penyembuh Luka




Meski berasal dari Afrika, tanaman jenis kaktus ini sudah tak asing lagi bagi masyarakat kita. Bahkan sebagaian besar mengenalnya sebagai tanaman khasiat obat.
Masyarakat umumnya lebih mengenal lidah buaya (Aloe vera) untuk perawatan rambut dan kulit. Namun tanaman ini juga diketahui punya khasiat obat, yakni untuk penurun panas pada anak-anak, obat pencahar, nyeri lambung (maag), radang tenggorokan, dan penyembuh luka, dan sebagainya. Seperti halnya tanaman obat lainnya, kandungan zat-zat yang berkhasiat obat di dalam lidah buaya ini sulit diisolasi. Kalaupun zat-zat itu bisa diisolasi, khasiatnya akan berkurang, bahkan bisa hilang sama sekali. Zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya yaitu lignin, saponin, senyawa antra-kuinon, senyawa kuinon, vitamin, senyawa gula, enzim, dan asam amino.
Karena kandungan zat-zat itu pula, tanaman dari keluarga Liliaceae ini menjadi punya nilai komersial. Dari sekitar 300 jenis Aloe, hanya beberapa yang ke-mudian dikomersialkan, antara lain Aloe vera (Aloe barbadensis), Aloe perryi, dan Aloe ferox. Dari ketiganya, Aloe vera mempunyai potensi tertinggi sebagai bahan baku industri farmasi.
Untuk tujuan komersial, lidah buaya ditanam pertama kali di Persia, kira-kira pada abad X. Pengolahan yang dilakukan tidak berubah selama berabad-abad. Pada saat panen, pangkal daun lidah buaya dipotong untuk diambil cairannya. Lalu cairan itu direbus sampai habis, sehingga diperoleh suatu senyawa menyerupai resin berwarna gelap. Belakangan senyawa ini, menurut Farmakope Indonesia, disebut aloe, dan terutama dimanfaatkan sebagai obat pencahar.
Selanjutnya lidah buaya dipergunakan secara luas, antara lain di kawasan Laut Tengah, Timur Tengah, Spanyol, Portugal, dan beberapa negara Karibia. Adanya pengiriman misionaris menyebabkan lidah buaya tersebar semakin luas lagi.

v Sebagai Obat Luka
Tentang penggunaan lidah buaya sebagai tanaman berkhasiat obat tercatat dalam sejarah. Bukti itu tercantum dalam naskah kuno (1522 SM) yang ditemukan di dekat Thebes, Mesir. Dalam naskah tersebut diceritakan penggunaan lidah buaya sebagai penyembuh luka yang terinfeksi, kemerahan pada kulit, dan juga sebagai penghasil obat aloe.
Demikian juga buku DeMateria Medico, karangan Deocorides, seorang pandai Yunani, pada tahun 74, menyebut-nyebut lidah buaya sebagai salah satu tanaman yang mempunyai efek penyembuh penyakit. Dalam buku tersebut, lidah buaya dikatakan mempunyai efek purgative, yang berarti memiliki efek pencahar dan efek menyembuhkan luka.
Sementara suatu penelitian modern tentang manfaat lidah buaya baru dimulai belakangan, yakni setelah menjamurnya pemakaian radiasi sinar-X. Seperti diketahui bahwa radiasi sinar-X dapat menyebabkan luka bakar pada kulit. Luka tersebut nyaris sulit disembuhkan, sampai-sampai para dokter mempergunakan kembali resep kuno, yaitu gel (cairan) yang diambil dari daging daun lidah buaya.
Lidah buaya makin diyakini mempunyai kemampuan untuk mengobati luka terbuka dan efektif dalam menyembuhkan radang kulit. Bisa demikian karena lidah buaya mengandung saponin yang mempunyai kemampuan sebagai pembersih sekaligus antiseptik, serta senyawa antrakuinon dan kuinon sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit. Sifat merangsang pertumbuhan jaringan sel baru dari kulit (epitelisasi) juga dimiliki oleh lidah buaya.

v Cepat Tempel
Senyawa yang terkandung dalam gel lidah buaya mudah teroksidasi oleh udara maupun cahaya. Akibatnya, daging daun lidah buaya yang sudah dikupas dan berwarna hijau jernih itu akan cepat berubah warna menjadi kecoklatan dan sifat fisiknya cenderung berubah menjadi cairan. Oleh karena itu, dalam praktik pengobatan luka terbuka pada kulit dengan lidah buaya, perlu dilakukan dengan cepat.
Mula-mula potong lidah buaya pada pangkal daunnya, kemudian dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran atau tanah. Setelah itu lidah buaya dikupas hingga didapatkan daging daunnya yang berwarna jernih kehijauan. Agar tidak berubah warna menjadi coklat karena teroksidasi, daging daun lidah buaya yang sudah terkupas tersebut segera dicuci kembali, dan langsung ditempelkan pada luka. Kemudian dibebat dengan kain perban supaya tidak jatuh, sekaligus untuk mengurangi kontak dengan udara dan cahaya.
Dari percobaan, penyembuhan luka terbuka dengan mempergunakan lidah buaya segar ternyata menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan sediaan kasa steril yang diberi antibiotik (buatan pabrik). Selain harganya lebih murah, lidah buaya pun mudah diperoleh.
Untuk mengurangi kekurangan yang dimiliki lidah buaya, kini sedang diupayakan pengeringan pada suhu sangat rendah (di bawah 0°C dan tekanan udara minimum). Dengan demikian zat-zat yang terkandung dalam lidah buaya tidak mengalami kerusakan sampai akhirnya didapat bahan sediaan luka yang tahan lama, tidak mudah rusak oleh pengaruh udara dan cahaya.

v Sebagai Pelembap Kulit
Sebagai pelembap kulit, tanaman lidah buaya telah dipercaya sejak zaman Cleopatra. Pada masa itu diketahui bahwa hampir 70% produk kosmetik mengandung gel lidah buaya. Gara-gara gel ini pula, tanaman lidah buaya menjadi begitu istimewa sebagai bahan sediaan kulit. Hal ini juga karena di dalam gel terkandung lignin. Lignin dalam gel mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Dengan begitu gel akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga kulit menjadi tidak cepat kering dan tetap terjaga kelembapannya. Sedangkan sifat berbuih pada senyawa ini biasa dipergunakan untuk bahan sediaan kosmetik.
Beberapa kegunaan lidah buaya bisa kita temukan pada krim cukur, suntan lotion, pelembap kulit, pembersih muka, penyegar, antideodorant, sampo, dan hair conditioner. Sementara akhir-akhir ini sedang diteliti penggunaan lidah buaya sebagai penghambat pertumbuhan tumor (tumor inhibitor). Bahkan di AS dan Australia, lidah buaya juga dikonsumsi dalam bentuk minuman dengan kadar kalori rendah (4 kal/100 g), yang diperuntukkan bagi orang yang sedang menjalani diet dalam rangka mengurangi berat badan.

Jamur Merah Bertuah

Jamur Merah Bertuah



Obat bertuah selalu dicari orang. Namun, apakah manfaatnya juga disertai risiko atau bahaya? Konsep pengobatan yang berbeda ternyata menuntut pemahaman yang berbeda pula. Bagaimana dengan jamur ganoderma atau ling zhi ini?
Di tahun 1980-an, sudah menjadi kebiasaan orang-orang kampung di Negeri Kedah, Malaysia bagian utara, untuk berburu jamur di hutan. Di tempat lembap dan batang pohon yang tumbang, pasti ada jamur jenis itu. Setelah dipetik, lalu dijemur dan dibakar. Abunya dicampur dengan minyak kelapa untuk obat oles luka atau penyakit kulit. Bisa juga diaduk dengan madu untuk diminum bagi penderita asma, juga mengusir penat. Setelah diteliti Lim Siow Jin, jejaka anak sinshe, insinyur teknik sipil dari Institut Teknoogi India, ternyata jamur itu dari marga ganoderma.
Bagi orang awam, ling zhi (demikian jamur kayu itu disebut sejak abad XI, atau reishi di Jepang, atau ganoderma) barangkali tak terlalu bergaung. Jamur panjang umur ini dalam sejarah pengobatan dan budaya Cina disebut juga jamur spiritual karena khasiatnya dipandang melampaui batas-batas kesejahteraan fisik.
Sinshe mana pun tahu jamur ini, karena dalam buku pegangan medik setiap dinasti di negeri itu, ling zhi selalu disebut. Catatan terlengkap dibuat oleh Li Shih chen di masa dinasti Ming, yang menghabiskan 26 tahun hidupnya untuk menyusun Ben Cao Gang Mu, kamus besar ilmu pengobatan Cina.
Oleh Siow Jin jamur ini diteliti lebih lanjut, meskipun untuk membiayainya dia rela hidup sederhana sampai-sampai VW kodoknya ikut amblas dijual. Setelah, sekitar 10 tahun, barulah bisa disimpulkan ganoderma tidak mengandung racun bila dikonsumsi.

v Di Jepang untuk Obat Kanker
Keampuhan jamur ini sampai di telinga ahli herbal Kanada, Dr. Terry Willard. Dibantu Kenneth Jones dalam melakukan penelitian ilmiah. Willard pun bekerja bagai detektif meneliti dan mencari kesinkronan antara khasiat ganoderma seperti didengarnya di alam mitos dan fakta di dunia ilmu pengetahuan, yang kemudian dituangkan dalam sebuah buku menarik berjudul Reishi Mushroom (Sylvan Press, 1990).
Di dalam jamur itu ternyata ditemukan kandungan polisakarida amat tinggi yang dapat mendongkrak daya tahan tubuh, sampai-sampai beberapa klinik di San Francisco menggunakannya untuk merawat penderita AIDS.
Pada 1979, secara tidak sengaja peneliti di Polandia menemukan manfaat ganoderma dalam riset tentang antivirus. Di Institut Mikrobiologi dan Biokimia Universitas M. Curie-Sklodowska, ditemukan bahwa injeksi intravena berkali-kali ribonucleic acid (RNA) dari G. applanatum pada tikus percobaan sebelum diberi dosis mematikan virus ensefalitis, ternyata memperpanjang usia binatang tersebut. Itu terjadi karena RNA mendorong produksi interferon di tubuh tikus. Interferon adalah zat yang dikeluarkan oleh tubuh untuk melindungi diri terhadap serangan virus. RNA ini juga ditemukan dalam tubuh buah G. lucidum, bahkan dalam tingkat lebih tinggi di miseliumnya, yaitu struktur berbentuk benang yang menjadi cikal bakal pertumbuhan jamur.
Peneliti dari OHAI (Oriental Healing Arts Institute) di Taiwan menemukan, tikus percobaan yang diberi saripati air ganoderma 48 jam sebelum diinjeksi bakteri E. coli yang mematikan, ternyata 60 - 85%-nya tetap hidup, sementara kelompok kontrol 100% tewas. Menurut mereka, ini berkat polisakarida. Mengapa bisa demikian? Ternyata, menurut hasil penelitian di Beijing, polisakarida meningkatkan RNA dan DNA di sumsum tulang belakang, pabrik sel B (limfosit) yang akan memproduksi antibodi.
Peneliti di Beijing menyimpulkan, polisakarida dari ganoderma, yang sebagian besar terdiri atas asam amino dan polisakarida dengan bobot molekul rendah, menyebabkan semakin aktifnya macrophagus menelan sel-sel asing, dalam percobaan pada tikus. Bahkan peneliti di Institut Penelitian Obat di Toyama, Jepang, menemukan, saripati G. applanatum memperkuat respons yang dikeluarkan antibodi, khususnya immunoglobulin G (IgG) dengan cara memperkuat "memori" sel T.
Seperti diketahui, IgG terdiri atas antibodi-antibodi di dalam serum manusia yang memperluas terjadinya phagocytosis (aksi menelan sel oleh sel-sel kekebalan tertentu) dan menetralkan racun. Defisiensi IgG dikaitkan dengan infeksi berulang-ulang pada saluran pernapasan. Ini cocok dengan kenyataan di lapangan, di bidang pengobatan tradisional Cina, di mana ganoderma paling umum dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan. Berkaitan dengan pengobatan kanker, di Jepang, si jamur merah ini diakui secara resmi oleh pemerintah sebagai salah satu zat untuk mengatasi kanker.

v Peringatan Dari POM
PUKO (Pusat Uji Klinik Obat) memang lembaga yang bertugas meneliti efek-tivitas dan ada-tidaknya efek sampingan pada obat. Namun, perintah untuk ditelitinya produk tertentu harus turun dari Depkes, dalam hal ini POM. Berkaitan dengan kasus ini, Januari lalu Dirjen POM Drs. Sampurno, MBA dalam suatu konferensi pers menyatakan pihaknya sedang dalam tahap pengumpulan data. Diakuinya, ada tiga pengaduan langsung via telepon mengenai produk ganoderma Daxen (atau DXN), di samping ada pula yang lewat laporan dokter, yang semuanya sedang dalam pengawasan tim pemantau.
Pihak Dirjen POM juga mengeluarkan public warning bagi masyarakat umum. Khasiat kapsul RG dan GL DXN yang terdaftar di bawah kategori Obat Tradisional Asing ini (sesuai dengan klaim pihak produsen yang disetujui pihak POM saat mendaftarkan kedua produk itu) adalah "melancarkan peredaran darah untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh" (bagi kapsul RG) dan "melancarkan peredaran darah sampai ke cerebraf (bagi kapsul GL). Maka pihaknya menyesalkan bila produsen mengklaim khasiat produknya melebihi dari yang sudah disetujui saat pemberian nomor registrasi oleh POM.
Nomor telepon, hotline dan faks bahkan disediakan bagi yang merasa dirugikan oleh penggunaan produk ganoderma DXN. Tentu laporan itu harus disertai bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan berikut jatidiri pelapor.
Lebih jauh lagi, untuk melindungi masyarakat dari produk-produk berbahaya, POM sedang mengkaji untuk mempersiapkan peraturan perundang-undangan yang melarang obat, obat tradisional, dan makanan kesehatan dipasarkan dengan sistem Multi Level Marketing (MLM). Ini karena, sistem pemasaran MLM dilakukan door to door, tidak melalui jalur distribusi yang lazim (sehingga menyulitkan pengawasan dan info yang disampaikan kepada pihak konsumen cenderung berlebihan.

v Kapsul yang Berpasangan
Untuk membudidayakannya, Siow Jin memilih sistem penanaman organik dengan teknologi kultur jaringan dengan media tanam bernutrisi tinggi, seperti sekam atau beras, Pupuk kimia sama sekali dijauhi apalagi insektisida, karena dipandang membawa pengaruh negatif bagi kesehatan.
Awam biasanya mengkonsumsi ganoderma dengan cara merebus. Namun, Siow Jin yakin, pamanasan mengurangi khasiat jamur ini. Dipilihnya sistem pengeringan dalam suhu rendah. Setelah kering, ganoderma dihancurkan, lalu dimasukkan dalam mesin pemisah spora dari daging jamur. Spora diambil, daging jamur dibuang. Dinding spora kemudian dipecahkan karena yang diambil hanya inti spora supaya lebih mudah diserap ketika dikonsumsi manusia. Teknik pemecahan dinding spora itu, menurut pengakuan Siow Jin, asli temuannya bersama tim penelitinya.
Diakuinya, penyemaian spora sampai menjadi jamur menuntut tingkat sterilitas tinggi. Kamar persemaian harus steril, dengan cahaya dan kelembapan terkontrol. Sporanya pun diekstraksikan tanpa air dan alkohol. Dengan teknik demikian, dari 20 kg ganoderma segar dihasilkan 1 kg serbuk kering, yang menjadi 3.000 - 3.500 kapsul. Dari saat .meletakkan benih sampai jamur siap dipetik, dibutuhkan waktu 2,5 - 3 bulan,
Tahun 1993 kapsul ganoderma mulai dipasarkqn insinyur yang dua tahun lalu meraih gelar doktor dalam bidang pengobatan holistik dari Dewan Pengobatan Alternatif India ini di bawah bendera DXN (singkatan dari Daxen). Pemasarannya, yang menggunakan sistem MLM, dengan cepat berkembang dari Kedah ke seluruh Malaysia, kemudian Singapura, Brunei, Thailand, dan Indonesia. Tidak mengherankan bila keanggotaan distributor mereka telah mencapai 400.000 orang dengan omzet per bulan lebih dari RM 10 juta dan di Malaysia termasuk nomor tiga terbesar.
Kapsul ganoderma DXN dikonsumsi berpasangan: 1 kapsul RG (Reishi Gano) merupakan saripati jamur G. Jucidum usia 18 hari matang, dan 1 kapsul GL (Ganocelium), yang berbahan miselium dari jamur sama. Fungsi keduanya, menurut Siow Jin, bersifat komplementer. RG mendeteksi penyakit, membersihkan racun, menyeimbangkan fungsi tubuh, memulihkan kesehatan yang pada gilirannya akan mem-bantu membuat konsumennya awet muda. Sedangkan GL lebih bersifat mendukung ka-rena kandungan vitamin dan zat aktifnya lebih pekat.
Untuk memahami cara ker-janya, mungkin perlu dipa-hami dulu konsep pengobatan yang melatarbelakanginya. "Ada tiga macam pengobatan: modern atau Barat, herbal (macam pengobatan menurut cara tradisional Cina), dan holistik. Bidang keahlian saya adalah pengobatan holistik," tutur Slow Jin.
Jangan tinggalkan dokter
Pada pengobatan modern dan herbal, dokter atau tabib meneliti - adanya gejala penyakit. Gejala A diterapi dengan obat A, gejala B dengan obat B, dan seterusnya. Namun, praktisi holistik melihat, hanya dua hal yang menyebabkan orang sakit: kalau bukan ra-cun, tentu ketidakseimbangan di dalam tubuh, sehingga organ-organ tubuh tidak dapat berfungsi dengan sempurna. Fungsi paru-paru, pertama untuk bernapas, kedua untuk menyimpan air. Bila fungsi kedua ini terlampau kuat, orang yang bersangkutan akan terserang batuk dengan banyak dahak. Sebaliknya, bila seseorang kekurangan air, ia akan menderita sakit tenggorokan, tenggorokan menjadi merah karena radang.
Maka tabib holistik tidak mencari gejala penyakit seca-ra spesifik. Yang dilakukannya hanya membuang racun dan menyeimbangkan kembali sistem tubuh penderita. Oleh Siow Jin, fungsi pertama itu dilaksanakan oleh kapsul RG, fungsi kedua oleh kapsul GL.
Sesuai dengan yang tersi-rat dari istilah holistik, para pelgku pendekatan holistik percaya, pendekatan terpadu-lah yang terbaik. Jadi kita tak dapat bilang I mau berobat dengan cara holistik saja, tak mau cara herbal atau modern. Bila ia mempunyai tumor, bukankah tumor itu perlu dioperasi? Jadi bila karena mengkonsumsi RG dan GL, obat dokter ditinggalkan, itu salah," jelasnya lebih lanjut.
Sayang sekali, pada praktiknya sulit memantau apa yang diutarakan para distributor MLM kepada para colon pembeli. Apakah pihak manajemen perusahaan DXN dapat menjamin, pesan-pesan yang mereka sampaikan me-lalui pelatihan bagi para distributor, diterima dengan sama baiknya seperti yang diharapkan, mengingat tingkat pendidikan dan keluasan wawasan yang amat berbeda-beda di antara para distributornya?
Dr. H. Moh. Nasrun, M.A.R.S, Medical Adviser & Consultant Dept. Manager pada DXN Indonesia menuturkan perkenalannya dengan ganoderma DXN sebagai sebuah testimoni. "Waktu itu sudah 12 tahun saya diganggu migren, sampai harus minum tiga macam obat secara rutin. Kalau kena, saya bisa menderita selama 2 - 3 hari. Setelah dua minggu minum kapsul RG & GL, saya mulai merasakan bedanya. Satu tahun berlalu, saya tidak pernah lagi kena serangan migren. Tindak balas yang saya alami: bibir kering dan pecah-pecah."
Namun, sebagai dokter ia tetap menekankan perlunya ditanamkan pada konsumen dan distributor bahwa orang tidak boleh meninggalkan pengawasan dokter.
Banyak konsumen ganoderma yang lupa kepada dokter, padahal perjalanan penyakit mereka tak dapat diketahui tanpa pengawasan dokter. Misalkan penderita hipertensi, akibat mengkonsumsi ganoderma mungkin merasa lebih segar karena oksigenisasinya lebih baik. Namun, sejauh mana hipertensinya telah membaik, yang tahu dokter. Saya khawatir, karena terlampau percaya diri, penderita lalu mengkonsumsi makanan yang terlarang bagi penderita hipertensi, seperti sate kambing atau diet tinggi garam. Padahal tekanan darahnya masih tinggi. Maka hipertensinya tidak kunjung sembuh, malah bisa kena stroke.
Terus terang diakuinya, kecenderungan fanatisme para distributor DXN harus diluruskan. Dikhawatirkan, fanatisme itu dapat berakibat fatal bila terkait dengan kasus penyakit yang berbahaya. Konsumen pun tak boleh lupa bahwa ganoderma hanya salah satu faktor yang membuat kesehatan lebih baik. Konsumen tetap perlu berolahraga dan menjalankan pola hidup yang baik.

v Efek Sampingan
Apakah kekhawatiran dr. Nasrun itu terjadi di depan Prof. Iwan Darmansjah, D.S.F.K, yang kebetulan juga kepala Pusat Uji Klinik Obat (PUKO) Departemen Kesehatan RI?
"Memang, saya menjumpai seorang pasien saya yang menderita kebutaan akibat niftum ganoderma DXN. Ia minum tiga pasang. Kebutaannya itu sembuh setelah empat minggu," kata Iwan. "Selain itu, ada lagi dua pasien dokter lain yang terserang stroke, yang saya curigai juga akibat minum produk ini."
Ketika ditanya apakah ia telah melakukan penelitian, Iwan menjawab, "Belum. Justru hasil observasi ini merupakan awal dari kerja saya. Memang menjadi tugas saya untuk melaporkan temuan saya kepada Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan dan mengusulkan untuk melakukan pengujian terhadap produk ini. This is a potent drug dan obat yang kuat biasanya mempunyai efek sampingan."
Di satu sisi ia tak menampik kemungkinan produk ini mempunyai kebaikan, namun ia pun berharap pihak produsen tidak mengabaikan begitu saja efek sampingan yang telah ia observasi. "Kalau benar produk ini bekerja dengan membuang racun, barangkali pada kasus tertentu bisa saja ia merontokkan trombus (bekuan darah), lalu trombus ini merontokkan embolus (bekuan. darah atau sumbatan lain). Kemudian terjadi penyumbatan dan loss of function. Ini perlu diteliti," ujarnya.
Siow Jin sendiri, yang menyebut produk kapsul ganoderma-nya sebagai makanan kesehatan, berpendapat produknya sama sekali tak menimbulkan efek sampingan. Yang ada hanyalah "tindak balas" yang sebenarnya adallah proses pengaktifan sistem kekebalan tubuh penderita.
Penderita gangguan lever yang minum ganoderma DXN akan merasa pening karena sistem kekebalan tubuhnya sedang melakukan penyeimbangan fungsi levernya. "Pening ini tak dapat disebut efek sampingan,” kilahnya, "karena yang merasakannya hanya penderita gangguan lever. Sedangkan penderita asma akan batuk-batuk samipai muntah dan di dalam muntahnya ada dahak."
Terry Willard sendiri mengklaim bahwa berdasarkan telaah klinis, efek sampingan yang berat tidak pernah ditemukan. Yang umum terjadi adalah ruam kulit, diare, mulut terasa kering, atau perut sedikit mual. Menurut pengamatannya, semua efek sampingan lenyap dalam waktu satu minggu. Tak heran bila ia lebih melihatnya sebagai reaksi pembersihan.
Kendati demikian, pandangan dr. Nasrun sebagai praktisi medis dan peringatan Dr. Lim Siow Jin sebagai produsen tetap patut diketengahkan.

Kegunaan Siung Putih

Kegunaan Siung Putih


Sejak bawang putih diakui sebagai jamu ajaib, orang Amerika tergila-gila memasukkannya ke berbagai masakan. Sarinya malah ada yang dimasukkan ke dalam es krim.
Sebagai pemilik restoran Stinking Rose di Columbia Avenue, San Francisco, Dante Serafini menyebarluaskan umbi bawang melalui masakan kreasi barunya. Ada kentang rebus bunbu bawang, ayam panggang 40 siung, umbi bawang panggang, dan es krim bawang putih yang sudah disebut di atas. Penggemarnya ternyata banyak. Di samping para kawula muda yang masih gemar mencari sensasi baru, juga para manula dan lansia yang masih ingin hidup lebih lama lagi. Ketika ditanya oleh wartawan, mengapa memakai nama Stinking Rose, Dante menjelaskan bahwa nama itu cukup nyentrik, sehingga sangat "menjual."

v Tak Perlu Difestivali
Sejak tahun 1975, permintaan masyarakat Amerika akan bawang putih menanjak terus, sampai pada tahun 1994 mencapai 493 juta pon (± 222 juta kg). Kalau pada tahun 1975 konsumsinya hanya 0,6 pon per orang, pada tahun 1994 sudah meroket menjadi 1,6 pon per orang. Sayang produksi bawang dalam negeri tidak cukup. Jadi mereka terpaksa mengimpornya tahun 1994 itu sebanyak 97,3 juta pon dari Meksiko, Argentina, Cile, dan bahkan dari Taiwan dan Cina.
Karena permintaan lebih besar daripada pasokan, bawang putih merijadi mahal, sampai beberapa petani Kalifornia tergiur ingin menanamnya. Ternyata penanaman tidak bisa digenjot sesuka dengkulnya. Kekurangan air irigasi ketika bawang sedang tumbuh, membuat umbinya tidak montok seperti diharapkan. Sebaliknya, terlalu banyak hujan ketika umbi sudah mulai masak, hasilnya banyak yang busuk. Inilah yang membuat mereka tidak berani bertanam besar-besaran. Sampai tahun 1994, masyarakat Amerika tetap kekurangan bawang putih.
Namun, bukan pengusaha kalau tidak banyak akal. Mereka tetap berusaha menanam bawang, meskipun kecil-kecilan, tetapi mereka koergabung membentuk Fresh Garlic Association. Jumlah creal kebun bersamanya jadi luas, meskipun tiap anggota asosiasi cuma bertanam sedikit.
Untuk menjamin harga yang stabil, pengurus asosiasi ini selain melakukan survai pasar dan suplai bawang di seluruh negeri (agar dapat senantiasa menyesuaikan produksi dengan permintaan), juga menyelenggarakan festival pada tahun 1979 di Gilroy. Sebuah desa, yang menjadi pusat industri bawang putih di Kalifornia.
Ternyata masyarakat sulah sadar bawang, dan tidak perlu difestivali lagi. Sebanyak 15.000 orang tercatat mengunjungi festival, termasuk para editor masak-memasok dari berbagai media massa. Bermacam-macam resep masakan yang memakai bawang putih kemudian beramai-ramai masuk koran.
Bagi orang Amerika, umbi bawang putih sebenarnya bukan "barang" baru. Tanaman Asia Tengah ini dibawa ke Benua Amerika oleh para emigran asal Italia. Masakan mereka kebanyakan memakai bawang putih sebagai bumbu. Orang Italia itu sendiri berkenalan dengan bumbu ini gara-gara nenek moyang mereka dari zaman Romawi menerimanya sebagai oleh-olehdari balatentara yang pulang dari medan perang Turki. Tentara pulang kampung inilah yang memperolok-olok tanaman itu sebagai Stinking Rose. Stinkingnya sudah betul, karena memang berbau busuk, tetapi Rose-nya salah, karena tanaman itu bukan dari keluarga mawar-mawaran Rosaceae, melainkan dari bakung-bakungan Liliaceae.
Bawang putih Allium sativum yang berkerabat dekat dengan bawang merah Allium ascalonicum itu diusahakan semata-mata karena umbinya. Umbi ini terdiri atas sekelompok umbi kecil, yang dapat disempal menjadi siung. Siung inilah yang dipakai sebagai bumbu yang aneh, tapi nyata. Kalau dipakai sedikit, baunya sedap, tani kalau dipakai banyak, baunya busuk.
v Gampang-gampang Susah
Melihat pengaturan produksi dan pemasaran bawang putih nasional itu berhasil (dengan membolehkan impor dari luar, kalau kurang), Don Christopher ingin memasok bawang yang masih kurarig itu. Ia membangun kebun bawang berikut pabrik pengolahannya sekalian pada tahun 1995 di sebelah selatan San Francisco. Dari ratusan varietas bawang putih yang tersedia, ia hanya menanam varietas unggul yang komersial. Ada yang dapat dipanen awal, seperti California early, dan ada yang dapat dipanen lambat, seperti California late. Ia tidak menanam varietas yang early semua, supaya pasar tidak kosong setelah bawang dipanen. Dengan mengatur penananam yang cerdik, ia dapat menghasilkan bawang terus-menerus sepanjang musim semi dan panas. Ada saja yang dilempar ke pasar. Hanya pada akhir musim dingin ia tidak mungkin memanen bawang. Ini tidak mengapa, karena pemerintahnya toh membuka keran impor, sehingga bawang tidak melonjak harganya, dan tidak menjadi barang catutan spekulasi perusak tata niaga.
Bibit bawang mulai ditanam pada akhir musim panas bulan Oktober dan November. Umbi bibit dimasukkan dulu ke dalam mesin pemisah yang menyempalnya menjadi siung-siung. Sesudah tanah dibajak dan dilumatkan dengan garu yang ditarik traktor sampai siap tanam, siung-siung itu ditanam dengan mesin pula di atas bedengan penanaman yang panjang. Dalam beberapa minggu, siung sudah bertunas. Pertumbuhannya kemudian dipacu dengan pemupukan dan pengairan yang teratur, dan pada bulan Mei tahun berikutnya sudah ada beberapa yang masak. Pada saat inilah air malah merupakan pembunuh kejam. Para pekerja kebun menghentikan pengairan, lalu diajak berdoa agar bawang piaraannya tidak diguyur hujan.
Kalau pucuk tanaman bawang sudah kering, mereka membabatnya sampai hampir ludes. Kemudian ada yang menjalankan mesin penggali umbi yang ditarik dengan traktor. Sesudah traktor berlalu, barulah para pekerja lain mencabut pangkal batang tanaman berikut umbinya dari tanah yang sudah amburadul digaruk lepas. Mereka mengebaskan tanah kering yang mengotori akar umbi itu.
Bawang kemudian dijemur selarna 2 minggu. Akar dan pangkal batangnya dipotong, dan umbi yang sudah bersih dikumpulkan untuk diangkut ke pabrik pengolahan. Di sinilah, umbi disortir dengan tangan para pekerja pabrik. Umbi yang bagus ditaruh di atas ban berjalan menuju ke mesin sortasi, yang memisah-misahkannya berdasarkan ukuran.
Sesudah dinaikkan dan dijatuhkan lagi untuk diembusi udara bertekanan, umbi yang bebas dari selaput luarnya itu kemudian dikemas dalam botol, kaleng, atau kantung, bergantung pada tujuan pengepakan. Umbi yang penampilannya kurang menarik diolah langsung menjadi acar bawang botolan, saus bawang, dan hawang asin.

v Menjadi Incaran
Bawang saja kok ditangani seperti barang industri? Soalnya, umbi itu dibayar mahal, karena selain produksinya tidak bisa banyak, (tujuh bulan baru bisa dipanen), juga dipercaya mampu menjaga kesehatan. Makan bawang dalam santapan sehari-hari bisa menambah zat pembersih alami. Jadi tanpa harus menelan obat sintetik yang mahal dan kadang berdampak sampingan yang tak menyenangkan, mereka sudah membersihkan darah kotor masing-masing secara murah, kalau menyantap bawang putih sehari-han. "Satu siung sehari, membuat penyakit lari," semboyan mereka yang tergila-gila bawang.
Pemujaan ini gara-gara laporan penelitian beberapa pakar kesehatan mereka yang disebarkan melalui berbagai majalah ilmiah populer. Bawang itu bersifat antiseptis, sampai pernah disebut "penisilin Rusia", berkat allicin (sebuah ester ally thiopropen sulfinic acid) yang ditemukan oleh Cavallito dan Bailey tahun 1944, dan alliin (sejenis protein propenyl suffinyl alanina) yang ditemukan oleh Stoll dan Seebeck, 4 tahun kemudian (1948).
Kalau ester antiseptis, itu tidak mengherankan. Tetapi kalau protein bisa antiseptis, ini menimbulkan pertanyaan bagaimana duduknya perkara. Protein alliin ternyata memang baru bisa antiseptis, kalau ia dibongkar oleh enzim alliinase yang sudah terbawa dalam umbi bawang itu, tetapi baru bekerja kalau jaringan selnya rusak. Misalnya karena dikunyah atau digerus menjadi sambal bawang. Sulfur (belerang) yang terbebas dari ikatan protein kemudian menunjukkan sifat antibiotik seperti ester allicin di muka. Sayang jumlah kedua zat itu tidak begitu banyak, sehingga baru berkhasiat kalau hawangnya dimakan cukup banyak. Supaya tidak usah banyak sekaligus, disantaplah ia sedikit demi sedikit dalam makanan sehari-hari.
Kita di Indonesia sudah tidak heran lagi melihat orang makan bawang putih sehari hari. Boleh dikata semua jenis masakan asli Indonesia diberi bawang putih. Rawon, soto, bumbu pecel, sayur asam, lodeh tolo.
v Tak Perlu dimitoskan
Karena umbi bawang itu mengandung kalium (346 mg dalam setiap 100 g bahan), ia bersifat penenang, lalu dinyatakan sebagai jamu antihipertensi. Istilah inilah yang kadang ditafsirkan secara berlebihan sampai salah. Bawang putih hanya bersifat mencegah hipertensi. Kalau ia ditafsirkan sebagai menurunkan hipertensi, kita akan kecewa. Pasien yang sudah menderita tekanan darah tinggi, tidak mempan diobati dengan bawang putih. Ia perlu diobati dengan obat antihipertensi biasa yang tepat dulu. Baru sesudah tensinya normal, kemudian ia berobat diet bawang putih, maka tensi itu bisa dicegah jangan sampai naik lagi. Antihipertensi dengan pengertian mencegah ini jelas berbeda dengan antihipertensi dengan pengertian menurunkan tensi.
Pasien yang bersemangat biasanya mengunyah umbi bawang putih mentah karena percaya bahwa umbi segar lebih berkhasiat daripada yang sudah dimasak. Ini tidak dibenarkan oleh Barbara Levine, seorang ahli nutrisi dari New York Hospital, Cornell University Medical Center, Manhattan. Ia memperingatkan bahwa bawang putih mentah dapat membuat lambung kacau. Sebaiknya menyantap bawang putih yang sudah diolah (direbus, digoreng, atau dipanggang), karena sesudah diolah, belerang yang berkhasiat sudah lepas dari ikatan ester dan proteinnya. Ia lebih bermanfaat dalam keadaan lepas ini. Selama bawang putih yang masuk ke dalam tuhuh itu masih masuk akal jumlahnya, tidak ada masalah. Akan tetapi kalau yang disantap sehari-hari itu banyak sekali (misalnya dalam hentuk kapsul dosis tinggi), maka bau badan kita tidak enak. Itu gara-gara belerang yang dikandungnya berkeliaran secara berlebihan.
Kita sudah berhasil menghindari bau bawang dengan menelan kapsul yang tidak berbau, tetapi badan kita sendiri kemudian menyebar bau bawang. Orang lain bersusah payah merogoh kocek membeli parfum pengharum badan untuk "menyelamatkan lingkungan", kita malah tampil dengan bau bawang! Alamak!
v Pencegah Tumor
Kalium dalam umbi Stinking Rose itu juga membantu memperlancar usaha tubuh untuk menyingkirkan radikal bebas. Radikal bebas ialah fragmen molekuler yang terbentuk karena oksidasi bahan makanan yang berlebihan dalam tubuh. Biasanya ini terjadi pada warga masyarakat yang makanannya lebih dari makmur.
Karena mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak. berpasangan, senyawa radikal bebas itu berusaha menggaet elektron dari molekul lain. Kalau tidak ada yang bisa digaet, ya menggaet molekul dinding sel tubuh saja. Dinding sel yang rusak ini kemudian bisa merangsang pembentukan tumor.
Bawang putih melepaskan kalium dalam tubuh (kalau ia disantap), dan kalium ini diduga mau dan senang digaet oleh radikal bebas yang agresif tadi. Dengan begitu ia boleh dikatakan menjinakkan para radikal bebas. Tubuh jadi aman, terhindar dari zat perangsang pembentukan tumor, Seberapa amannya, masih perlu pengamatan dan pengumpulan data bukti yang lebih banyak dulu. Akan tetapi bawang putih sudah keburu dilaporkan sebagai pencegah kanker (padahal yang dimaksud itu tumor), dan dipercaya. Kepercayaan itu timbul di Amerika, karena pernyataan Barbara Levine yang sudah disebut di atas. "Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa bawang putih memberi harapan untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi," tulisnya dalam brosur yang disebarkan melalui Garlic Information Center. "Tampaknya ia membantu memperkuat ketahanan tubuh. Mungkin juga mencegah kanker."
Agak runyam kalau bahan yang masih "memberi harapan" dan masih "mungkin" itu ditafsirkan sebagai kepastian berkhasiat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi dan mencegah kanker. Boleh jadi memang begitu faktanya. Hanya penjelasan ilmiahnya yang belum ada, karena pembuktiannya dengan penelitian yang sahih masih kurang cukup.
Untuk sementara im, yang pasti memuaskan ialah memakai bawang putih sebagai bahan makanan yang antiseptis dan yang menenangkan saja. Jadi tidak kecewa kalau bawang itu gagal menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.

v Penggasak Logam Berat
Logam berat hasil limbah industri diam-diam sering meracuni kita. Bawang putih temyata mampu mencegah keracunan logam berat merkuri dan kadmium.
Logam berat sudah lama kita ketahui bersifat racun, seperti merkuri (air raksa), timah hitam, arsen dan kadmium. Terutama air raksa dan kadmium yang terkenal sering meracuni kita, padahal keduanya banyak dipakai dalam berbagai industri, seperti pembuatan cermin, lampu-lampu merkuri, termometer pengukur suhu dan masih banyak lagi hasil industri memakai air raksa. Sedangkan kadmium dipakai besar-besaran untuk membuat campuran logam peluru lager roda, pelapis tabung TV, batu baterai, kawat listrik tegangan tinggi dan masih banyak lagi lainnya. Jumlah air raksa dan kadmium yang dihabiskan tiap tahun bisa sampai puluhan ribu ton. Limbahnya dibuang ke luar pabrik dan mengotori air dan udara lingkungan pemukiman di sekitar kawasan industri itu.

v Sepele tapi Mengerikan
Air raksa yang terhirup tiap hari dari udara tercemar, bisa merusak gusi, merontokkan gigi dan merusak ginjal. Penyakit-penyakit sepele. Akan tetapi di samping itu, bisa juga orang jadi mudah tersinggung dan gampang kaget, kalau yang terkena itu sel-sel otak. Lagi-lagi sepele, kalau dibandingkan dengan kanker, TBC atau jantungan, tetapi berapa juta jam kerja yang hilang oleh kumpulan orang-orang malang yang tidak bisa bekerja segiat sebelum mereka keracunan itu? Ada pengangguran terselubung yang tidak pernah diakui adanya.
Sedangkan kadmium yang terhirup dan udara tercemar menimbulkan kegelisahan, kering tenggorokan, radang paru-paru dan muntah. Kalau terminum bersama air tercemar, selain menyebabkan muntah, juga diare dan kegagalan fungsi ginjal. Kalau diteruskan, orang yang bersangkutan akan mendenta anemia.
Keracunan itu timbul karena logam berat tersebut diikat oleh radikal (gugus) belerang tiol, dari protein dan enzim. Akibatnya, tugas protein dan enzirn dalam tubuh orang yang bersangkutan terhambat. Lalu timbul macam-macam gejala keracunan di atas, bergantung pada bagian mana yang terkena.

v Jamu Alam
Dalam upaya mencegah keracunan itu sudah banyak penelitian yang dilakukan di negara industri, untuk mencari zat yang mengandung radikal tiol itu, yang mampu mengikat racun dengan khelasi (pengikatan untuk memindah atau membuang jauh senyawa yang tak dikehendaki) dari tempatnya semula. Senyawa yang ditemukan antara lain dimerkaprol (yang menawar racun air raksa, arsen dan Lewisite) dan penisilamin yang menawar racun tembaga. Semuanya dibuat secara sintetik.
Bawang putih Allium sativum yang sudah lama dikenal sebagai bumbu masak dan "penisilin Rusia" yang antiseptik, di samping mampu menurunkan tekanan darah tinggi, pada tahun 1987 diteliti oleh Chui-Whan Cha dari Fakultas Kedokteran Universitas Korea, di Seoul, bagaimana pengaruhnya terhadap keracunan air raksa dan kadmium. Bawangnya diberikan bersama metilmerkurokhlorida (senyawa air raksa) dan kadmiumkhlorida (senyawa kadmium) pada tikus putih dan diamati pengaruhnya apakah ada penumpukan logam berat itu dalam hati, ginjal, testis, otak dan jaringan tulang.
Hasil penelitiannya menunjukkan, bawang putih yang ditambahkan dalam makanan menyebabkan turunnya akumulasi air raksa dan kadmium dalam tubuh tikus percobaan itu. Kerusakan pada jaringan tubuh juga lebih kecil, dibandingkan dengan tikus-tikus "blanko" yang hanya diberi logam berat itu saja tanpa bawang putih.
Menurunnya kadar logam berat itu berbeda-beda, bergantung pada jumlah bawang putih yang diberikan. Efeknya tidak tampak pada kelompok tikus yang diberi bawang putih 1,7% dalam makanannya. Baru tampak, kalau kadarnya 3,35%. Akumulasi air raksa dan kadmium dalam jaringan tubuh menurun lebih dari 40% kalau bawang putih diberikan sebanyak 6,7%.

v Penyebab Utama
Khasiat bawang putih terhadap keracunan logam berat itu disebabkan oleh senyawa aktif berisi gugus belerang yang mirip dengan dimerkaprol, yaitu allisin (suatu alilester dari asam tiopropensulfinat) dan alliin (sejenis proteida propenil-sulfinilalanina). Gugus-gugus belerang inilah yang suka mengikat air raksa dan kadmium dengan khelasi.
Studi pendahuluan oleh Chui-Whan Cha itu sudah tentu perlu penelitian lanjutan. Misalnya, berapa takaran bawang putih yang efektif, untuk tiap bobot badan (orang) yang keracunan air raksa? Berapa untuk mengobati keracunan kadmium?
Penggunaan bawang putih jelas jauh lebih murah karena mudah didapat dan aman, daripada obat-obat khelasi yang dihasilkan secara sintetik, seperti dimerkaprol dan penisilamin.

Mimba, sang Insektisida

Mimba, sang Insektisida


Sudah sejak dulu, orang India memanfaatkan minyak margosa dari biji nim sebagai obat kudis Belakangan biji itu makin digalakkan pemanfaatannya sebagai insektisida yang tidak hanya mencegah kudis, tapi juga serangga yang mengganggu keselamatan hidup kita.
Keampuhan minyak kudis itu gara-gara ia mengandung nimbidin yang berisi belerang. Belerang terkenal antikuman dan antiserangga, seperti kutu gatal Sarcoptes scabiei. Kutu mini ini suka membuat terowongan untuk main sepur-sepuran dalam kulit, sampai menyebabkan gatal-gatal. Penderitanya tak tahan lagi untuk menggaruk-garuk, sehingga penyakitnya pun disebut scabies (dari scabere Latin) yang jelas sekali menggaruk-garuk.

v Dari Mebel sampai Kayu Bakar
Pada tahun 1913, India pernah mengekspor minyak itu ke Inggris sebagai minyak margosa, untuk membuat sabun antikudis. Tapi setelah diteliti dan dicoba oleh pabrik sabun di sana, ternyata hasilya tidak bermutu. Lebih runyam lagi, proses unfuk memeras minyak itu dari biji berbau busuk seperti bawang putih. Pabrik yang akan mengolahnya tidak diberi izin, karena mengganggu lingkungan pemukiman di sekitarnya.
Kini, minyak gayuk-garuk itu sudah tidak di pakai lagi, tapi biji penghasil minyak itu makin banyak dimanfaatkan sebagai obat anti serangga dalam bentuk lain. Di samping nimbidin yang dilaporkan Shiddiqi tahun 1942, biji itu juga mengandung azadirachtin yang baru ditemukan kemudian. Biji itu diambil dari pohon nim atau neem.
Azadirachta indica, dari suku Meliaceae. Kalau dibiarkan hidup menua, pohon asli India ini membulat bagus tajuknya, sampai mampu memberi naungan yang teduh di bawahnya. Tingginya bisa sampai 25 m, dengan gemang (garis tengah batang) 1 m. Di Pulau Jawa ia disebut mimba, karena masuknya pertama kali dari India dulu dibawa dengan nama Sansakerta nimba yang disalahlafalkan oleh lidah Jawa. Batangnya yang pendek dan bercabang rendah, membuatnya tidak memenuhi syarat untuk dijadikan penghasil kayu yang panjang lurus seperti jati dan sengon. Tapi walaupun begitu, di daerah gersang yang tidak ada pohon lain yang lebih baik, sampai di gurun gersang padang Arafah, Arab Saudi pun mulai rimbun dihijaukan dengan neeb. Kayu mimba dimanfaatkan juga sebagai bahan pembuat perabot rumah tangga seperti dingklik, peti penyimpan pakaian, dan balai-balai.
Di India, kayu pohon neem dihargai kayu yang baik dan awet, asal ditebang dari pohon yang sudah tua bangka. Mutunya sama bagus dengan kayu mahoni yang memang masih sesuku. Gubalnya (bagian. batang yang lunak di luar terasnya) berwarna kelabu, sedangkan terasnya sendiri merah. Agak kurang sedap memang, tapi semuanya dapat diampelas dengan baik.
Karena rimbunnya daun, pohon yang di Arab Saudi disebut neeb itu akhir-akhir ini dimanfaatkan secara besar-besaran sebagai pohon peneduh yang menghijaukan padang Arafah, tempat para jemaah haji menunaikan wukuf yang merupakan salah satu di antara beberapa kewajiban orang naik haji, dengan berada di gunung itu ketika matahari mulai terbenam pada tanggal 9 Zulhijah, sampai matahari terbit pada tanggal 10 Zulhijah esok harinya. Daerah yang semula kering kerontang kini hijau sejuk.
Di beberapa perkebunan tebu Jawa Timur, mimba juga pernah ditanam besar-besaran untuk menghijaukan tanah kritis yang berisi rumput liar melulu. Ini baik sekali kalau ditiru oleh perkebunan-perkebunan dataran rendah lain yang kewalahan berperang melawan rumput di tanah kritis. Kayu mimba (meskipun tidak bagus) dapat dipanen untuk bahan bakar bagi dapur rumah tangga pekerja perkebunan dan penduduk desa sekitarnya. Panen kayu masih lebih mending daripada panen rumput.

v Kesasar ke Mindri
Daun mimba juga sudah sejak dulu dimanfaatkan sebagai jamu pembangkit selera makan nenek moyang. Nimbiol yang dikandung dalam daun (ditemukan Sengupta tahun 1958) dianggap bersifat tonik dan antibilious. Bilious ialah kondisi badan yang rasanya ingin muntah seperti kalau sedang mabuk laut. Karena ingin muntah (tapi tidak jadi terus), penderitanya jadi kurang nafsu makan, dan lemah badan. Minum daun mimba dipercaya dapat mengatasi kondisi kurang nafsu makan ini.
Tidak jelas, siapa yang pertama kali member! nama mindri di daerah pantai utara Jawa Barat. Tapi nama itu beredar cukup lama bagi pohon nimba Sansekerta, dan mimba Jawa. Pada tahun 1985 ada yang memandang mindi sebagai mindri. Dikiranya kedua tanaman itu sama, dan hanya lafal namanya yang berbeda. Persis seperti nimba dan mimba.
Tapi akibatnya, daun mindi juga diedarkan sebagai jamu penambah nafsu makan seperti mimba. Tahun 1986 berikutnya, niasyarakat Jabotabek, Cirebon, dan Semarang dibanjiri daun mindi dalam kemasan plastik kaki lima. Di antara indikasi (alasan kuat untuk percaya bahwa minum jamu yang bersangkutan itu perlu) yang disertakan dalam kemasan, terdapat tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah. Yang tinggi bisa turun, dan yang rendah bisa naik. Ini jelas indikasi yang dilebih-lebihkan, sehingga banyak yang tidak percaya. Tapi sebelum tidak dipercaya, daun itu sudah sempat merenggut korban jiwa.
Supaya tidak timbul salah paham lagi di kemudian hari, sebaiknya mimba yang berkhasiat antibilious sehingga menyegarkan badan itu tidak disebut mindri lagi, tapi mimba saja.
Sepintas lalu pohon mindi yang Melia azedarach memang mirip dengan mimba yang Azadirachta indica. Daunnya sama-sama lonjong bergerigi dan sama-sama bersirip. Tapi kalau daun mindi yang lebih kecil itu bersirip ganjil, daun mimba yang lebih besar bersirip genap.

v Insektisida Rumahan
Menanam pohon mimba kini digalakkan di mana-mana. Tapi ada masyarakat yang ikut galak, dan ada yang tidak. Para pakar botani dan pertanian, mulai dari Barat sampai ke Timur, yakin setelah sekian banyak penelitian dan percobaan, bahwa ekstrak biji mimba akan menjadi juara pestisida harapan di kemudian hari. Ia tidak beracun bagi binatang berdarah panas (seperti kambing, sapi, anjing, kucing) dan manusia, sehingga pemakaiannya tidak sengeri insektisida sintetis yang kita kenal sejauh ini.
Insektisida mimba tidak meninggalkan residu pada tanaman yang disemprot, sehingga tidak meracuni tanah, air, dan udara sekeliling tanaman. Ini suatu keuntungan yang sangat berarti, kalau kita memelihara tanaman hias dalam ruangan, serambi, dan taman pekarangan rumah dekat kamar tidur bayi.
Kedengarannya tidak ada orang yang menyanggah pendapat itu. Tidak ada yang keberatan kalau kita beralih memakai azadirachtin dari biji mimba sebagai pengganti insektisida sintetis. Tapi siapa yang mau menghasilkan biji itu yang cukup besar-besaran untuk memasok kebutuhan dunia? Belum ada.
Sementara menunggu adanya perkebunan besar yang menanam pohon mimba secara besar-besaran (untuk menghasilkan insektisida azadirachtin yang bisa dibeli di warung-warung kaki lima), bagaimana kalau kita sendiri sudah mulai menanam pohon itu di halaman rumah masing-masing?
Pohon ini dapat diperbanyak dengan mudah, baik dengan biji maupun okulasi, cangkokan, dan steknya. Biji dapat dibeli pada perusahaan penyedia bibit tanaman. Sementara menunggu pohon itu berbuah, kita dapat mengekstrakkan insektisida azadirachtin dari biji pembelian, untuk memberantas ulat, kutu daun, semut ireng, dan hama lain yang menyerang tanaman hias kesayangan kita. Itu tidak mengganggu pernapasan kita, dan tidak meracuni hewan piaraan. Juga tidak mungkin dipakai untuk bunuh diri anak-anak yang sedang patah hati.

v Membuat Pestisida Sendiri
Untuk membuat larutan insektisida mimba sebanyak 5 liter diperlukan 250 g biji mimba. Setelah ditumbuk (atau digiling dengan penggiling kopi) biji dilarutkan dalam air 5 liter, dan dikocok yang cukup kuat.
Semuanya dibiarkan mengendap (ampasnya) dan larut (sarinya) selama satu malam. Esok harinya cairan disaring dengan kain mori, dan air saringannya ditampung dalam botol sebagai persediaan. Larutan inilah yang sewaktu-waktu dipakai untuk menyemprot hama serangga dengan penyemprot nyamuk.

v Mimbanisasi Gurun
Dewasa ini pemerintah Arab Saudi telah berhasil merimbunkan daerah sekitar Riyadh dan kota besar lainnya, seperti Mekah, Medinah, Jedah, yang semula kering gersang menjadi daerah hijau sejuk menyenangkan. Kerimbunan daun pohon mimba benar-benar memenuhi syarat sebagai pohon peneduh di tepi jalan kota dan daerah pemukiman.
Juga padang Arafah, tempat para jemaah haji menunai-kan salah satu tugasnya dalam rangka naik haji, kini mulai rimbun dipenuhi pohon mimba sebagai peneduh setinggi 3 meteran. Kelak kalau sudah dewasa, pohon itu dapat setinggi 25 m. Keistimewaan pohon ini sebagai tanaman penghijauan ialah daunnya yang jatuh di tanah kalau sudah mati masih ampuh menumpas serangga. Kalau membusuk dan meresap ke dalam tanah, senyawaan anti serangga yang dikandungnya dapat dimanfaatkan untuk sanitasi tanah dan penyehatan lingkungan yang bebas dari hama serangga. Azadirachtin yang dikandung dalam daun dan buah (termasuk bijinya) membuat pohon itu dijauhi oleh kaum serangga hama tanaman.
Pohon yang di India disebut neem ini memang sudah lama dimanfaatkan penduduk sebagai obat antiserangga, baik serangga pembawa penyakit, seperti nyamuk malaria dan demam berdarah, maupun yang menjadi hama tanaman pangan.
Daun mimba kering dibakar oleh penduduk desa, untuk mencegah nyamuk jangan sampai mendekati pemukiman orang. Petani kapas di Sudan menaruh daun mimba di antara barisan tanaman kapas, agar batang bagian bawah dan tanah sekelilingnya tidak didatangi serangga.
Ini perlu kita catat, karena dapat kita tiru untuk melindungi tanaman budidaya kita. Daun mimba yang kita jadikan mulsa penutup tanah yang terbuka di antara barisan tanaman pangan, seperti umbi-umbian dan buah-buahan, niscaya akan terhindar dari hama serangga dan cendawan tanah penyebab busuk batang.
Nama mimba yang beredar di Pulau Jawa, berasal dari istilah Sansekerta nimba. Di Jawa, Madura dan Bali, pohon mimba sudah lama ditanam sebagai pohon peneduh tepi jalan daerah dataran rendah, seperti Cikampek, Subang, dan Indramayu. Baru sesudah PD II, ada yang ditanam secara terbatas di kota dataran tinggi seperti Bandung.

Ketika Dilanda Obesitas

Ketika Dilanda Obesitas



Siapa yang tak gemas melihat bocah balita berbadan gemuk. Tangan rasanya gatal kalau tak mencubit pipinya yang kayak bakpau. Namun kalau badan subur itu keterusan sampai usia akil baligh, apalagi anak itu perempuan, orang tua jadi kebingungan sendiri. Selain karena mengurangi estetika penampilan, kegemukan yang terus berlanjut pada anak-anak bisa mendatangkan secara dini berbagai penyakit orang tua. Berikut ini disajikan apa itu kegemukan, cara menilainya, bagaimana mengatasinya yang dikemukakan oleh dokter dalam dan luar negeri.
Badan gernuk berisi sering kali berkorelasi dengan tingkat kemakmuran. Belakangan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, jumlah anak-anak, dari usia balita hingga belasan tahun, yang tubuhnya kelewat gemuk cenderung meningkat. Pendataan oleh poliklinik gizi IKA FKUI-RSCM tahun 1980 - 1987 mengungkapkan adanya 102 kasus kegemukan pada anak, 59,8 % di antaranya terjadi pada anak 6 - 12 tahun dan sebagian besar berasal dari DKI Jakarta (Kompas, 25 Maret 1995).
Contoh lain di Eropa - ambil misal Jerman – satu dari delapan anak mengalami obesitas. Di kota-kota besar negara itu lebih-lebih lagi, satu dari sepuluh anak kelebihan bobot 30% dari yang normal. Di Amerika Serikat, jumlah anak dan remaja yang kelebihan berat bertambah dua kali lipat dalam masa 30 tahun terakhir. Di Hongkong, penelitian dr. Sophie Leung dari Chinese University's Paediatric Department menunjukkan, 13,4% anak laki-laki dan 10,5% anak perempuan berusia 5 - 18 tahun dalam kondisi gendut. Sampai usia 11, satu dari setiap lima anak lelaki sekarang dalam keadaan gemuk.
Dalam penelitian sebelumnya, dr. Leung menemukan anak-anak Hongkong memiliki tingkat kolesterol darah tertinggi di dunia setelah Finlandia. Begitu juga di Inggris, berdasarkan The Third National Health dan Nutrition Examination Survey, dikutip Cathy Suehisa dalam informasi Internet "Watching Your Child's Weight", sampai Maret 1995, 20% remaja pria dan 22% remaja wanita mengalami kegemukan.

v Membuat Orangtua Bingung
Sampai usia tertentu anak yang badannya gemuk memang bikin gemas. Kehadirannya selalu mengundang kegembiraan dan kelucuan. Namun bagi si anak tubuh gembrot bukan kemauannya. "Masa depan gua suram nih," begitu gumamnya andaikata dia sudah memahami keadaan tubuhnya. Memang, kalau gendutnya keterusan, si anak mengandung potensi bermacam masalah. Di masa kecil ia bisa jadi bahan olok-olok teman sebayanya, dan ini dapat merusak perkemhangan mentalnya. "Si anak merasa dijauhi teman-temannya, harga dirinya merosot, citra dirinya anjlok, sehingga rasa percaya dirinya pun menipis," kata dr. Larry Hammer dari Packard Children's Hospital, AS.
Kalau gemuknya kelewatan, jalannya pun jadi rada susah. Paha bagian dalam bisa lecet karena saling bergesekan. Persendian di bagian panggul atau pangkal paha bisa terserang nyeri akibat menahan beban yang terlalu berat (padahal untuk menanganinya sering kali diperlukan tindakan pembedahan). Lalu saat sedang tidur, hocah gendut sering menghadapi gangguan, di antaranya sesak napas. Kelak ketika dewasa, dia sangat berpotensi mengidap penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes, stroke dini, asma, rieurodermitis, alergi, dan masalah-masalah persendian. Bahkan bukan tak mungkin penyakit orang tua itu menyerang anak-anak yang kebangetan gemuknya.
Mula-mula kondisi anak macam itu memang bikin bangga orang tuanya. Namun pada titik-titik tertentu justru acap merepotkan. Mencarikan pakaian untuknya tidak mudah. Mesti memberi dukungan mental yang merosot akibat diolok-olok. Kalau gemuknya keterusan, ortu jadi kebingungan dan "terpaksa" meluangkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk menurunkan berat badan anaknya. Sesudah itu harus membiascikan si anak menjalani pola hidup sehat.

v Sama Bobotnya, Beda Gemuknya
Menurut dr. Leane, M.Sc., dokter ahli gizi, untuk menilai anak kegemukan atau tidak, perlu dilihat proporsi dan kecenderungannya berdasarkan kondisi tubuh orang tuanya. Kalau tubuh ortunya tergolong melar, si anak punya kecenderungan menjadi gemuk. Proporsi pertambahan bobot badan anak ada patokannya. "Pada usia 1 tahun bobot badannya 3 kali bobot badan lahir. Selanjutnya, sampai masa puber, pertambahannya 2 - 2,5 kg per tahun," jelas Leane. Sampai usia 5 tahun masih bisa digunakan patokan grafik pada kartu menuju sehat (KMS).
Ada periode di mana pertumbuhan anak laki-laki berbeda dari anak perempuan, yakni sejak lahir hingga umur setahun dan mulai puber. Pada waktu SD, wanita tumbuh lebih cepat ketimbang pria. Setelah puber, akan dikejar lagi oleh yang laki-laki. Untuk orang dewasa, bobot badan biasanya dibedakan atas bobot badan normal (BBN) dan bobot badan ideal (BBI). Bagi pria atau wanita BBN setelah 35 tahun adalah tinggi badan (sentimeter) dikurangi 100. Sedang BBI diperoleh dengan mengurangi BBN sebescir 10%-nya. BBI ini mencerminkan nilai keindahan bentuk tubuh. Wanita sering kali malah ingin bobotnya di bawah hobot badan idealnya.
Ada lagi lagi patokan lain yang disebut Body Mass Index (BMI). Lembaga Kesehatan Nasional AS menganggap, BMI itu cara terbaik memperkirakan bobot ideal. Indeks ini diperoleh dari bobot badan (kilogram) dibagi nilai kuadrat tinggi badan (meter). Pada wanita angka indeks yang diinginkan antara 21 - 23 dan pada pria 22 - 24.
Kelebihan bobot badan pada wanita terjadi bila angka indeks mencapai angka 27,5, sedangkan pada pria 28,5. Jika angka tersebut sudah mencapai 31,5 (pada wanita) atau 33 (pada pria), maka kegemukan itu sudah mencapai tahapan serius. Penggunaan BMI untuk balita memang helum ditemukan. Namun, untuk anak-anak sampai remaja sudah ada. Di AS, BMI sudah digunakan oleh Hammer LD dkk. dalam penelitian untuk membuat kurva BMI standar bagi anak dan remaja. Dr. Facharzt Gadi M. Maqbool dari King Faisal University, Dammam, Arab Saudi, kemudian melakukan studi perbandingan data tadi dengan BMI anak berusia 6 - 16 tahun di propinsi bagian timur Arab Saudi.
Meski patokan-patokan dalam menemukan bobot badan ideal tersedia, namun diakui menentukan kegemukan atau tidaknya seorang anak lebih sulit ketimbang pada orang dewasa atau remaja. Kegemukan pada anak memang dapat ditentukan dengan sederhana, yakni dengan melihat bentuk tubuhnya. Namun, cara ini bisa pula keliru.. Michael D. Lebow, dalam bukuny'a Child Obesity: A New Frontier of Behavior Therapy menggambarkan kesalahan penentuan kegemukan sederhana berdasarkan penimbangan hadan seperti ini.
Ada dua anak berusia 11 tahun, masing-masing bobotnya 50 kg dan tingginya 142 cm. Yang satu sosok bocah yang bermain hoki di musim dingin, sepakbola di musim semi, dan berenang di musim panas, menyenangi pertandingan sepakbola (Amerika), sangat senang bermain kejar-kejaran, lari-larian, dan petak umpet, dia tipe anak tak bisa diam. Anak yang satunya juga cinta atletik, tapi kesenangannya itu sebatas menonton TV. Dia benci olahraga keras, dia mencari olahraga tontonan, dia bukan tipe anak yang tak bisa diam.
Walaupun kedua bocah itu sama bobot dan tingginya, sosok mereka berbeda. Mereka mengenakan celana dengan nomor berbeda karena hocah yang pendiam jauh lebih gemuk ketimbang anak yang aktif. Bobot mereka cukup tinggi, meskipun sama, menunjukkan tingkat kegemukan yang berbeda. Jadi, penimbangan melibatkan komponen lemak dan nonlemak, mungkin membuat orang tua salah dalam menentukan bobot badan anak mereka berada dalam rentang bobot badan yang diinginkan atau tidak. Untuk meyakinkan sebaiknya datang ke dokter untuk dilakukan pengukuran skinfold (lipatan kulit), kulit dan lapisan otot pertama dari trisep dan otot daerah perut. Ini merupakan penentuan kandungan lemak yang lebih baik dari sekadar menimbang.

v Pentingnya Konsumsi Sayuran
Kegemukan sebenarnya bisa merupakan akibat penumpukan lemak dan atau kelebihan cairan dalam sel. Dalam proses seseorang menjadi gemuk, jumlah sel akan bertambah terus. Tapi ada waktunya penambahan jumlah sel bakal berhenti, lalu ukurannya hertambah. Kelebihan lemak terjadi karena makanan, terutama sumber karbohidrat, yang masuk dan diubah menjadi tenaga tidak digunakan. Karena tidak dimanfaatkan, lalu disimpan menjadi lemak.
Dari sudut metabolisme tubuh, anak gemuk sebenarnya metabolisme tubuhnya baik. Sementara, pada anak kurus kemungkinan laju metabolismenya terlalu cepat dan penyerapannya kurang bagus.
Prof. Bertold Koletzko, dokter anak pada poliklinik anak Universitas Munchen, Jerman, melihat kegemukan sebagai buah kesalahan makan yang menjadi kebiasaan. Pada dasarnya setiap bayi tahu takaran makanan yang dibutuhkannya. Namun, tidak semua ibu mampu menangkap sinyal itu. "Banyak ibu berpendapat, kalau bayi menangis, itu tandanya lapar, sehingga mereka langsung menjejalinya dengan ASI atau susu botol. Padahal, bayi mungkin menangis karena sakit perut, bosan, atau takut gelap, misalnya," kata Koletzko. Hal yang sama terjadi pada anak gemuk. Tadinya mereka tidak ingin gemuk, tapi sang ibu menjadikan mereka gendut.
Pola makan memang faktor yang lebih domman sebagai penyebab kegemukan ketimbang faktor keturunan. Ini terutama terjadi di kota-kota besar. Dia mengamati, banyak ibu yang bekerja ingin memberikan kesenangan atau kepuasan pada anak dengan memberi makan. Kasarnya, karena mereka punya rasa bersalah terhadap anak, kalau pulang mereka membawakan makanan. Atau, kalau ada waktu sepulang kantor mereka mengajak anak mereka ke tempat-tempat makan. Makanan enak dan bersih bagi anak adalah makanan cepat saji. Kita tcihu, makanan enak itu lemaknya tinggi. Itulah penyebab anak kelebihan bobot hadan dan makin tidak menyukai sayur.
Yang merupakan unsur ketiga dalam pola makan 4 sehat 5 sempurna, sebetulnya tidak enak. Pada umumnya anak-anak yang suka sayur memang sejak kecil ditanamkan hahwa sayur itu sehat, Misalnya, makan wortel supaya matanya bisa bagus. Penanaman itu secara tidak sadar terserap oleh anak sehingga kegiatan makan bukan karena enaknya, tapi karena ada tujuan menjadi sehat.
Kalau para ibu bekerja dari anak-anak diserahkan pada pembantu, yang tidak diberi Oengetahuan baik, maka agar mau makan, anak-anak itu diberi makanan enak. Bukan berarti dengan begitu anak hdak sehat. Tetapi yang jelas, pola makannya berubah. "Anak dikasih daging, lemak. Lamakelamaan sayuran jadi berkurang sampai tidak ada. Padahal komponen sayur itu bikin sehat.
Kebiasaan ngemil makanan kecil yang banyak mengandung gula dan terigu menyumbang terjadinya obesitas. Seperti diketahui, terigu merupakan sumber karbohidrat yang mestinya dihindarkan. Demikian juga dengan gula. Sidney Leung, ahli gizi sebuah kursus pelangsingan tubuh di RS Kwong Wah, Hongkong, pun menilai, makanan kecil merupakan salah satu penyebab kegemukan pada anak-anak di sana. “Orang tua dan kakek-nenek suka memberi anak-anak makanan kecil tinggi lemak dalam jumlah terlalu banyak sebagai suguhan atau imbalan," ungkap Leung. "Mereka menjanjikan pada anak-anak, jika mendapat nilai A di sekolah atau dapat menyelesaikan PR, si anak akan mendapat imbalan. Mereka pikir memberi makan anak-anak dalam jumlah banyak merupakan bentuk ungkapan cinta mereka," tambahnya.

v Biang Keladinya Kurang Gerak
Tingginya kadar lemak makanan yang dikonsumsi anak-anak juga dituduh Sidney Leung sebagai bagian dari biang keladi timbulnya kegemukan. Ketika Sidney Leung menanyai setiap keluarga tentang makanan anak-anak mereka, makanan tertentu disebut-sebut secara tetap. Dia menemukan paling banyak anak makan daging yang terlalu banyak mengandung lemak pada menu utamanya. Daging babi goreng atau panggang, sosis dan ayam goreng dimakan setiap hari.
The New York HospitalCornell Medical Center's Nutrition Information Center, dalam jaringan Internet Parenting News edisi 22 November 1996 menyatakan, peningkatan yang tajam dalam konsumsi minuman ringan bergula ikut memberi andil dalam peningkatan 21% jumlah kegemukan antara anak usia belasan tahun dan anak remaja. Lembaga itu. menyatakan konsumsi minuman ringan bergula oleh anak berusia 6 - 11 tahun dua kali lipat lebih sejak 1978.
Peningkatan dramatis dalam konsumsi ininuman berkalori tinggi antara anak-anak dan remaja belasan tahun ini, menurut laporan tersebut, terjadi pada masa yang sama dengan terjadi penambahan jumlah anak-anak dan remaja yang mengalami kegemukan. Disebutkan pula, "Asupan berbentuk cair secara serius berpengaruh kuat terhadap diet anak Amerika secara keseluruhan," kata dr. Barbara Levine, penulis laporan dan kepala lembaga itu.
Selain faktor makanan dan minuman, aktivitas fisik juga punya andil dalam terjadinya kegemukan pada anak. Dalam suatu penelitian terhadap anak berusia 12 - 17 tahun, William Dietz, M.D., Ph.D., dan Steven Gortmaker, Ph.D. dari New England Medical Center di Boston menemukan, menonton TV dan kegemukan sering terjadi bersamaan. Prevalensi (kejadian) kegemukan remaja ini bertambah sampai 2% untuk setiap jam penambahan waktu menonton TV
Sementara Rebecca Wong, ahli fisioterapi kursus pelangsingan RS Kwong Wah, Hongkong, juga menyebutkan orang tua sebagai faktor kunci yang membuat anak kurang gerak. Mereka sering kali tanpa sadar mengarahkan anak menjadi malas. Lihat saja, beberapa di antara anak-anak itu begitu manja. Mereka tidak tahu cara mengikat tali sepatu dan mengenakan pakaian. Mereka juga dilindungi secara berlebihan. Jika melihat mereka sedikit kecapekan, orang tua segera menyuruh mereka duduk dan beristirahat.
Paksaan orang tua agar anak sukses di sekolah, kata Wong, juga membuat anak-anak kurang banyak bergerak. Kecakapan intelektual sepertinya lebih penting ketimbang prestasi fisik. Begitu mulai masuk sekolah dan menjalani ujian, mereka tidak memberikan anak waktu luang untuk melakukan banyak aktivitas fisik. Beberapa keluarga berpendapat, pergi ke luar rumah untuk bermain itu berbahaya, membuat mereka bakal belajar hal-hal buruk. Orang tua tidak mengajak mereka keluar dan menganjurkan mereka untuk bermain permainan komputer. Jemari mereka mungkin benar-benar bugar tapi lainnya tentu saja tidak.

v Kursus dan Klinik
Untuk mengembalian kondisi tubuh anak gembrot menjadi ideal bukan pekerjaan mudah. Perlu kesabaran dan ketelatenan si anak dan orang tua. Aspek yang mesti disentuh dalam upaya pelangsingan tubuh anak ini meliputi gizi, medis, dan aktivitas fisik.
Sayangnya, di Indonesia saat ini belum ada lembaga yang khusus membantu penanganan anak-anak gendut. Namun, di Hongkong, Murnau (Jerman), dan Xiao Tangshan (RRC) telah dibuka kursus atau klinik yang mendidik anak gemuk untuk menjalankan pola hidup sehat. Menurut Dr. Robert Yuen Karngai, dokter anak kursus pelangsingan tubuh di RS Kwong Wah, Hongkong; kursus ini dimaksudkan untuk sebanyak mungkin mendidik ulang mereka dan orang tuanya. Orang tua diminta hadir selama kursus berlangsung. Kursus di RS Kwong Wah didukung oleh tim dokter anak, ahli diet, dan ahli fisioterapi. Programnya terdiri atas pelajaran kebugaran dan nutrisi, serta kelas olahraga. Kursus diarahkan pada pendidikan tentang makan sehat jangka panjang dan kegunaan olahraga rutin. Dengan mengubah kebiasaan makan dan olahraga sekarang, kami berharap mereka bakal terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan kegemukan di kemudian hari," ujar Wong.
"Kami tidak menekankan pada penurunan berat badan. Soalnya, cukup berbahaya melakukan diet ketat sementara mereka masih dalam masa pertumbuhan. Kenaikan berat badan tentu sulit dihindarkan dalam masa pertumbuhan ini. Yang kami inginkan adalah menghambat kenaikan berat badan yang terlalu cepat sehingga mereka akan tumbuh ke atas, tidak ke samping," demikian dr. Yuen.
Kursus berlangsung 9 kali selama 4 minggu. Setiap latihan berlangsung dua jam. Untuk meningkatkan kekuatan jantung, latihan bisa ditambah 10 sampai 40 menit setiap kali hadir. Sebelum dan sesudah latihan, kadar lemak dan tingkat kebugaran dites untuk mengetahui perbedaannya. Berat dan tinggi badan diukur untuk menentukan BMI. Untuk mengetes lemak digunakan arus listrik dari Body Composition Analyser. Kekuatan jantung pun dapat diukur sementara si anak lari di atas treadmill. Sebelum kursus, anak dilatih berlari. Yang paling bugar maksimal mampu berlari selama 10 menit. Anak yang paling tidak gemuk kurang dari 6 menit. Saat pemanasan mereka mesti mengelilingi lapangan basket beberapa kali. Namun, di antara mereka cuma mampu melakukan dengan diselingi jalan kaki dan hanya sekali-kali lari sejauh 30 m. Di bawah terik matahari, sekitar 30 ºC, latihan biasanya ditambah. Dengan begitu, selang beberapa menit keringat mereka bercucuran.
Anak-anak juga diberi latihan stretching (peregangan). Latihan ini kadang sulit bagi anak-anak gemuk tertentu. Misalnya anak yang "tidak mempunyai" leher akan sulit memutar kepala atau kesulitan lain kalau mereka harus berlatih meraih ibu jari kaki. Meskipun sulit melatih anak-anak yang masih sangat muda usianya (3 - 4 tahun), para ahli fisioterapi di sana berusaha membuat latihan-latihan yang menyenangkan, sehingga anak-anak tidak merasakan latihan ini sebagai siksaan, tapi suatu permainan menyenangkan. Umumnya yang dirasakan berat buat mereka adalah berlari, loncat, serta kompetisi bola basket. Namun, semangat berkompetisi justru memunculkan energi sebenarnya yang tersembunyi di balik anak-anak ini. Saat itulah terjadi pembakaran lemak.
Tak begitu banyak berbeda, klinik di Murnau juga didukung oleh dokter anak, psikolog, pendidik sosial, ahli gizi, ahli fisioterapi, dan guru. Di sana, selama enam minggu anak-anak bertubuh subur diberi kiatkiat menurunkan bobot badan. Meski harus berdiet 1.000 kalori, mereka senang karena boleh ikut mengolah makanan yang hendak disantap. Hasilnya, anak-anak yang bobotnya di atas 100 kg dapat menurunkan timbangan tubuhnya 14 kg selama enam minggu. "Anak-anak memang lebih bersemangat. Tapi enam minggu berada di klinik tentunya tidak cukup jika tidak diteruskan di rumah," kata Wilhelm Rasthofer, psikolog klinik itu.

v Hilangkan Kebiasaan Ngemil
Apa yang dilakukan di tempat kursus itu, bisa pula dilakukan di rumah. Yang perlu diperhatikan, upaya itu perlu dilakukan secara bertahap. Penuruan bobot hadan secara drastis justru membahayakan si anak. Penurunan bobot badan yang baik adalah 1 - 1,5 kg per minggu. Kalau tambah olahraga bisa 2 kg per minggu. Lebih dari itu tidak bagus. Dia bakal lemas, efek sampingannya besar.
Cara yang digunakan untuk mengembalikan bobot badan ke kondisi normal lebih mengutamakan pengaturan makanan. Metode ini sebenarnya alamiah. Tidak ada orang gemuk kalau dia tidak makan berlebihan. Dengan demikian biasanya lebih efektif memakai pola makan, apa yang boleh dan tidak boleh dimakan.
Pertama-tama si gemuk mesti membuang dulu kebiasaan ngemilnya. Untuk orangorang yang gemuk karena ukuran selnya yang bertambah gampang menguruskannya, yakni dengan menghentikan kebiasaan ngemilnya. Kemudian mereka dibiasakan makan setiap 3 jam. Akhirnya, mereka diupayakan untuk menjaga keseimbangan input dan output. Penghentian kebiasaan ngemil sebenarnya lebih ditujukan pada makanan kecil bertepung atau bergula tinggi. Pilih tahu atau tempe saja, pasti sehat deh. Asal jangan tempetahu yang dibungkus dengan terigu. Kalau memungkinkan, boleh juga diisi daging, macam tahu isi. Memang, untuk itu biayanya lebih mahal ketimbang makanan dari tepung.
Minuman ringan seperti Coke juga sangat tinggi kalorinya juga perlu dihindari. Diet Coke boleh. Tapi sekali-kali saja. Jangan dibiasakan, karena kalau tidak ada Diet Coke, dia akan ambil yang biasa. Laporan The New York Hospital-Cornell Medical Center's Nutrition' Information Center dalam Parenting News juga menyarankan agar dokter anak, ahli gizi, orang tua dan care providers berupaya mengajari anak cara memilih minuman sehat sebagai bagian penting dari diet seimbang dan bergizi. Termasuk di dalamnya mengganti jus buah-buahan atau soda dengan air bila dianggap perlu. Pusat itu juga menyarankan untuk mencampur minuman manis dengan air mineral untuk mengurangi pengaruhnya.
Kepada anak perlu disampaikan dua pesan, berhentilah makan malam bila kalian ingin makan pencua mulut dan Hentikan makan makanan terlalu manis bila kalian tidak ingin gemuk. Jumlah hidangan yang disajikan hendaknya lebih sedikit ketimbang biasanya. Makanan pencuci mulut sebaiknya didahulukan sebelum menu utama. Diupayakan pula untuk menahan keinginan makan di luar rumah. Kalau mau keluar rumah, hendaknya anak diberi makanan ringan terlebih dahulu di rumah, supaya ketika di luar rumah si anak tidak banyak minta jajan.

v Batasi Sumber Karbohodrat
Pengaturan diet dengan cara menentukan takaran kalori makanan umumnya sulit dilakukan. Yang bersangkutan atau orang tua si anak mesti menimbang nasi dan lauk pauknya. Untuk orang akademisi di bidang ilmu gizi bisa melakukannya. Nasinya berapa gram, lauknya berapa gram, mereka sudah tahu. Tapi untuk orang awam mungkin susah. Apalagi untuk orang kerja.
Karenanya, cara yang lebih praktis adalah dengan membatasi makanan berkarbohidrat tinggi. Di dalam tubuh, karhohidrat dipecah menjadi energi yang berguna untuk metabolisme, pemecahan zat-zat makanan. Makanan sumber karbohidrat itu di antaranya nasi atau makanan dari tepung terigu, seperti roti atau mi, juga bubur. Bubur ini lebih gawat dibandingkan dengan nasi. Pada bubur, dinding sel beras sudah hancur. Begitu dinding selnya pecah, makanan tersebut jadi mudah diserap, dan gula darah cepat naik. Si anak pun cepat lapar lagi.
Pengendalian makanan sumber protein tak perlu terlalu ketat. Kalau karbohidrat dibatasi, protein dan lemak tidak bisa dipecah. Bagaimana harus dipecah kalau tenaga untuk memecahnya saja tidak ada. Pilih yang praktisnya saja. Kalau dia sakit ginjal, maksimum 40 g protein, sekali makan hanya boleh makan 1 butir telur ayam, 1 potong daging, tempe, atau tahu. Pagi 1 potong, siang 1 potong, malam pun 1 potong.
Penurunan bobot badan terbaik untuk anak dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayuran. Begitu pula dengan orang dewasa, terutama yang takut naik kolesterol darahnya. Selama dia masih mau makan sayur, lebih baik ia disuruh makan sayur banyak. Proteinnya cukuplah. Jangan terlalu banyak makan daging. Makan lebih banyak tahu, tempe, ikan, atau ayarn tanpa kulit. Umumnya ternak berkaki empat menyusui mengandung kolesterol tinggi
Bila menemukan pasien kegemukan yang tidak menyukai sayur. Mau dikasih makan apa? Karbohidrat sudah dikurangi, masak disuruh makan daging atau protein saja? Protein tinggi memiliki risiko pada orangorang tertentu. Efek sampingannya ke ginjal kurang baik. Tapi kalau dikombinasi dengan sayur, jadi baik. Sayur akan membuat kita gampang kenyang, tahan lama, dan kalorinya tidak terlalu banyak.
Penderita kegemukan juga dianjurkan tidak mengkonsumsi buah-buahan secara serampangan. Buah-buahan sebetulnya ada 2 macam, manis dan kurang manis. Tentunya yang makin banyak airnya makin bagus. Tetapi yang banyak air pun banyak yang manis. Itu yang tetap perlu dihindari, karena dalam buah manis terdapat fruktosa yang tetap menjadi glukosa di dalam darah Begitu juga dengan madu, yang mengandung gula dalam bentuk fruktosa dengan kadar tinggi. Kalau kita makan madu, badan kita terasa segar. Tapi, kalau secara fisik tidak dipakai, ya bisa jadi gemuk juga.
Lemak juga tidak dilarang, asal tidak untuk diminum. Kalau untuk menggoreng saja silakan, karena kita berada di daerah tropis. Kalau tanpa lemak, kulit jadi kering. Vitanihi A, D, E, dan K juga memerlukan lemak untuk bisa larut. Kalau tak ada lemak, vitamin jadi tidak terserap. Meski begitu perlu diingat, lemak merupakan senyawa dengan rumus bangun panjang sekali, sehingga pemecahannya susah. Kalau lemak terlulu banyak, hati bekerja lebih berat.
v Hati-hati dengan Obat!
Penggunaan obat-obatan juga masih boleh digunakan sebatas dalam dosis terbatas dan terkontrol oleh dokter. Obat-obatan yang diberikan biasanya sebatas amphetamin. Pengalaman menunjukkan, obat itu tidak bikin pusing dan efek sampingnya mengurangi keinginan untuk makan sehingga terjadi pemecahan lemak (tubuh). Amphetamin menyebabkan jalannya metabolisme tidak dipacu besar sekali, karenci itu efek sampingannya tidak dirasakan.
Bila ada dokter yang memberi amphetamin dengan dosis tinggi, orang tua si anak mesti mengkonsultasikannya dengan si dokter. Dosis tinggi bisa mengkibatkan jantung berdebar-debar. Jantung berdenyut terns seperti mesin tak dihentikan. Padahal seharusnya ada basal metabolisme. Saat istirahat, jantung juga "istirahat".
Obat-ohatan lain yang juga biasa digunakan adalah obat-obatan diuretik. Namun, jenis ini biasanya digunakan sebagai jalan pintas. Dengan obat itu, pasien menjadi sering kencing. Lalu, sel menjadi kecil, karena cairan sel berkurang. Tentu saja dia jadi kurus. Soalnya, sel cepat mengecil. Tapi efek sampingan diuretik ini besar. Kalau dia sakit ginjal, ginjalnya bakal terserang. Jamu-jamu pelangsing, sifat diuretiknya juga besar.
Obat-obatan lainnya yang biasanya digunakan sebagai jalan pintas adalah laksans. Dengan laksans, makanan yang diberikan tidak sempat diserap tapi langsung dibuang. Seperti halnya diuretik, jenis obat ini juga herbahaya, bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi. Ini sering terjadi. Kalau pengontrolannya tidak ada citau dia sensitif terhadap obat ini, dia bisa mati.. Segera setelah menghentikan penggunaan obat ini pasien segera gemuk lagi.
Pada anak-anak atau remaja, obat diuretik sebaiknya tidak digunakan. Apalagi bagi mereka yang suka minum teh. Yang terbaik adalah pengubahan. pola makan. Mereka 'kan banyak gerak. Dr. Hammer juga menyatakan, jangan pernah beri anak pil diet. Appetite supressants (obat penekan nafsu makan) hanya akan merampas vitamin dan mineral penting yang diperlukan anak-anak untuk tumbuh.

v Matikan TV lalu Jalan Kaki
Pengaturan diet yang dilakukan untuk anak gemuk akan memberikan hasil lebih baik bila disertai dengan aktivitas fisik yang lehih banyak ketimbang sebelumnya. Bentuknya bisa permainan, kegiatan lain yang mebuat anak aktif secara fisik, atau olahraga.
Sebaiknya orang tua bijaksana dalam memberikan waktu kepada anak untuk menonton TV. Kegiatan ini sangat membuat anak pasif. Cara termudah untuk mengurangi ketidakaktifan adalah mematikan pesawat TV (khususnya saat programnya bukan jatah mereka). Hampir setiap kegiatan lainnya memerlukan energi lebih banyak ketimbang nonton TV" kata dr. Dietz. Yang penting, penderita harus bergerak sebanyak mungkin," jelas dr. Hermann Mayer, dokter anak dan kepala klinik pelangsingan di Murnau, Jerman. Jalan kaki di musim salju, bersepeda di musim panas, dan kegiatan apa saja bisa menurunkan berat badan. Mereka juga bisa masuk pusat kebugaran untuk memperkuat otot, berenang, atau melakukan olahraga lainnya. Perlu diingat, olahraga atletik atau olahraga pertandingan bukanlah jenis yang nyaman bagi mereka. Kalau berlari, kaki mudah terkilir, sementara sepakbola membuat napas mereka terengah-engah. Bersepeda dan berenang merupakan olahraga yang baik bagi mereka.
Para peneliti sepakat, jalan kaki merupakan aktivitas paling aman, membakar kalori cukup banyak, mudah dilakukan, murah, dan dapat dilakukan di mana saja. Jalan kaki juga merupakan olahraga yang rendah intensitasnya sehingga mampu dilakukan mereka yang gemuk. Tapi, hagi yang kelewat subur jalan tidak begitu cocok karena bisa menimbulkan masalah pada otot, tulang, dan persendian. Bagi mereka berenang merupakan aktivitas yang baik. Aktivitas fisik di dalam air lebih kecil kemungkinannya menyebabkan cedera.
Bila anak memilih berlatih jalan, berdasarkan penelitian Peter Davis, Ph.D., dianjurkan melakukannya sebanyak mungkin yang bisa dilakukannya. Paling sedikit tiga kali sepekan. Sementara program ciptaan Universitas Minnesota menganjurkan latihan 3 - 4 kali sepekan masing-masing paling cepat selama 30 menit. Patokannya, dalam setiap latihan si anak haruslah masih dapat berbicara dengan normal.
Dengan program diet yang baik dan melanjutkan pola hidup aktif diharapkan kegemukan dapat teratasi. Yang berpotensi gemuk pun bisa terhindar dari pemekaran tubuh ini. Anak-anak pun jadi lebih giat belajar, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, dan tak menjadi bahan olokon teman sebayanya. Yang lebih menggembirakan, masa depannya menjadi lehih baik karena rentetan penyakit akibat kegemukan enggan menghadang.