Sabtu, 09 Januari 2010

Fudhail Menjadi Sapi

Dikisahkan bahwa seorang khalifah telah mengirim berbagai hadiah ke seluruh para fuqaha’ Baghdad. Mereka pun menerima hadiah tersebut dengan suka cita. Malah banyak yang memuji sikap Baginda yang sudi mendekati para ulama itu. Tidak luput pula Fudhail mendapat bagian sepuluh ribu dirham, namun anehnya orang terakhir ini tidak mau menerima. Segera saja anak-anak Fudhail memprotes sikap sang ayah yang tampak aneh itu.
“Seluruh fuqaha’ telah menerima hadiah itu, wahai ayah. Mengapa ayah tetap bersikukuh untuk menolaknya,” begitu kata anak-anaknya.
Mengetahui sikap anak-anaknya yang demikian itu, Fudhail hanya bisa menangis seraya mengatakan:
“Wahai anak-anakku, aku dan diri kalian adalah semisal kaum yang memiliki seekor sapi yang kesehariannya untuk membajak sawah. Namun setelah sapi itu tua, mereka segera menyembelihnya dengan alasan untuk diambil kulitnya.
Demikian pula kalian, sikap kalian itu jelas mengarah pada penyembelihan diriku yang sudah renta ini. Kalau demikian akan lebih baik kalian mati tersebab lapar dari pada kalian mengorbankan Fudhail.”
Anak-anaknya pun diam seribu bahasa melihat ketegaran sang ayah yang besikap zuhud ini.

■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar