Selasa, 05 Januari 2010

Hati Yang Terkunci

Ibrahim bin Adham mengatakan:
“Hati kita sulit menerima petunjuk tersebab tertutup tiga macam masalah. Hati itu akan selalu terkunci bila saja kita tidak berusaha untuk membuka tutupnya itu. Pertama, kita berbangga hati jika saja mendapatkan barang yang kita idamkan (farah bil maujud). Kedua, kita sangat menderita jika duniawi yang kita harapkan tidak kunjung terjangkau ( huzn bil mafqud). Ketiga, kita sangat puas jika saja sikap atau perbuatan kita ada yang menyanjung ( surur bil madh).
Ketiga sikap itu jelas akan mempunyai dampak yang negatif. Lihat saja jika seseorang berbangga jika mendapatkan barang, ia tidak boleh tidak mestilah hatinya terjangkiti rakus untuk mendapatkannya.
Begitu pula jika seseorang menderita jika saja duniawi tidak bisa didapatkan, maka ia akan selalu bermuram durja. Padahal kondisi ini sudah cukup sebagai siksaan batin. Dan jika saja seseorang bergembira ketika ada yang menyanjungnya, dengan pasti ia terjangkiti penyakit ujub. Padahal ujub bisa meruntuhkan pahala amal.



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar