Sabtu, 09 Januari 2010

Ketika Ummul Mukminin Shalat Dhuha

Dikisahkan bahwa betis Shafwan bin Salim selalu terlihat bengkak karena berdiri panjang untuk melakukan shalat sunnah. Ia begitu rajin membaktikan diri kepada Allah sehingga jika saja hari itu dikatakan kepadanya bahwa esok pagi akan terjadi kiamat, ia sudah tidak mendapatkan celah lagi untuk menambahkan ibadahnya.
Biasanya ketika datang musim penghujan, ia akan naik ke loteng agar tubuhnya kedinginan. Dan jika saja musim kemarau datang, ia akan berbaring di rumah agar tubuhnya kepanasan sehingga tidak bisa tidur. Dan ketika mati, didapatkan ia sedang menjalankan sujud, dimana sebelumnya terdengar memanjatkan do’a:
“Ya Allah, aku sangat bahagia jika bertemu dengan-Mu. Maka dari itu bahagialah Engkau bertemu denganku.”
Qasim bin Muhammad mengatakan:
“Bila saja aku memulai sebuah aktivitas di pagi hari, maka mesti aku mulai dengan berkunjung ke rumah Ummul Mukminin Aisyah Ra hanya untuk mengucapkan salam kepada beliu. Kebetulan rumahku memang berdekatan. Namun pada suatu pagi aku menjumpai beliau sedang melaksanakan shalat Dhuha. Aku dengar beliau membaca sebuah ayat:
Maka Allah memberi karunia kepada kami dan memelihara kami dari siksa neraka (Ath-Thur:27)
Kedengarannya satu ayat itu diulang-ulang terus dengan suara tangis yang samar. Maka aku menunggu saja di luar pintu sampai beberapa lama sehingga aku merasa bosan. Aku pun segera beranjak pergi menuju pasar untuk mendapatkan kebutuhan keluarga sehari-hari, kemudian pulang untuk menaruhkan barang yang baru saja aku beli. Sejenak kemudian aku pergi lagi menuju rumah beliau. Ternyata beliau tetap posisi berdiri dengan membaca ayat tersebut. Begitu pula tangisnya tetap terdengar.”
Subhanallah, begitu Ummul Mukminin melakukan shalat. Semoga kita bisa meniru perilaku mereka dan hati ini diberi kemampuan oleh-Nya untuk mencintai mereka. Amin.

■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar