Sabtu, 09 Januari 2010

Kebijaksanaan Allah Mengatur Dunia

Dikisahkan bahwa seorang yang terkenal zuhud pada suatu hari mengungsi dan menjauh dari keramaian kota, kemudian berdiam diri di kaki sebuah bukit selama tujuh hari dengan tidak membawa bekal sama sekali seraya bergumam:
“Aku sekali-kali tidak akan meminta-minta pada seseorang, akan aku coba bagaimana Allah mendatangkan rezeki kepadaku.”
Ternyata dalam jangka tujuh hari itu tidak seorang pun memberinya makanan sehingga ia hampir saja mati kelaparan. Ketika itulah ia memanjatkan do’a kepada Allah:
“Ya Allah, jika saja aku masih Engkau beri umur, hendaklah rezeki yang sudah Engkau pastikan untukku itu Engkau datangkan. Namun jika bagianku telah habis, segeralah Engkau mencabut ruhku agar aku tidak mengalami penderitaan ini.”
Allah segera memberi ilham kepadanya:
“Demi kemuliaan zat-Ku, Aku tidak akan mengucurkan rezekimu selagi kau tidak segera kembali lagi ke kota dan meminta bantuan kepada orang lain.” demikian bunyi ilham itu.
Maka lelaki itu dengan langkah gontai kembali ke kota lagi dan segera berusaha mendapatkan makanan. Ternyata dalam jangka sekejap saja, orang-orang segera berdatangan dengan membawakan berbagai makanan dan minuman. Dengan lahapnya lelaki itu segera memakan apa yang didapat, namun batinnya belum bisa menerima mengenai perlakuan Allah kepada dirinya itu. Maka Allah segera memberitakan lagi:
“Kau menghendaki untuk menghapus segala kebijaksanaan-Ku yang Aku jalankan di dunia ini. Adakah kau belum mengerti bahwa rezekimu yang Aku sampaikan melalui tangan orang lain adalah lebih Aku sukai dari pada langsung jatuh dari langit melalui kekuasaan-Ku. Adakah kau belum mengerti bahwa seluruh apa yang berjalan di dunia ini telah Aku tetapkan dengan memakai sebab dan akibat. Dengan demikian jika saja hukum sebab-akibat itu Aku hapus, maka keberaturan dunia ini akan segera lenyap pula, mengertilah.”
Lelaki itu pun baru memahami atas kehendak Sang Penciptanya.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar