Sabtu, 09 Januari 2010

Ketinggian Nilai Al-Qur’an

Seorang yang telah hapal (Hafizh) Al-Qur’an yang terkenal miskin itu pada suatu hari mengadukan kefakirannya kepada Allah. Namun di malam harinya, ia bermimpi melihat seorang lelaki yang mengatakan:
“Adakah kau mau jika saja aku beri uang seribu dinar( 1 dengan syarat kau segera lupa terhadap surah Al-An’am, bagiamana?”
“Aku tidak akan mau.” jawab Hafizh tersebut.
“Kalau begitu kau lupa dengan surah Hud saja, itu kan lebih pendek,” begitu ledek lelaki tadi.
“Tidak mau, jangan,” tukas si Hafizh lagi.
“Jika yang harus kau segera lupa terhadap surah Yusuf, kau akan aku beri seribu dinar, bagaimana?,” tawar lelaki itu pula.
“Jangan, aku tidak mau,” sergah si Hafizh.
Selanjutnya lelaki itu terus menyebut berbagai surah sehingga genap seratus surah, namun si hafizh tetap menggelengkan kepala, tidak sudi Al-Qur’an yang telah dihapalnya itu harus segera lupa karena telah dijual dengan keduniaan. Kemudian lelaki itu mengatakan:
“Kalau demikian kau masih memiliki sesuatu yang harganya mencapai seratus ribu dinar, mengapa masih juga mengadukan kefakiran!,” begitu si lelaki itu memojokkan.
Dan ketika bangun, si Hafizh betul-betul terkesima, kemudian hari-harinya pun penuh dengan kebahagiaan.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar