Selasa, 05 Januari 2010

Menahan Derita

Pada suatu kesempatan, ketika Ibnu Muthi’ telah selesai membangun rumahnya yang cukup indah itu, ia pun mengelilingi seraya memandang penuh ketakjuban. Namun sejenak kemudian air matanya tidak tertahankan lagi. Ketika itulah ia mengatakan:
“Demi Allah, jika saja aku tidak akan mati, maka hatiku akan sangat senang ketika memandangmu, wahai rumah!. Andaikan saja aku tidak menjadi penghuni kubur yang menyesakkan itu, aku betul-betul terhibur dengan duniawi seperti ini.”
Setelah itu ia menangis panjang sehingga suaranya serak dan samar.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar