Selasa, 05 Januari 2010

Umar Menumpahkan Tangis

Pada suatu hari Yazid Ar-Raqqasyi memasuki istana Umar bin Abdul Aziz. Ketika itulah Umar mengatakan:
“Wahai Yazid, nasehatilah diriku agar lebih dekat kepada Allah!.”
“Wahai Amiril Mukminin, dirimu bukanlah khalifah pertama yang akan mati, bahkan maut telah banyak menjemput khalifah-khalifah sebelum Baginda.”
Mendengar penuturan ini, air mata Umar tidak terbendung lagi, segera tumpah ruah membasahi janggutnya.
“Tambahkan nasehatmu itu, wahai Yazid!.”sahut Baginda lagi.
“Wahai Amiril Mukminin, antara diri baginda dan Nabi Adam tidaklah terdapat seorang ayah terkecuali mesti menemui ajal,” tambah Yazid lagi.
Mendengar penuturan yang kedua ini, air mata Umar malah bertambah deras lagi. Sejenak kemudian Baginda mengatakan pula:
“Wahai Yazid, tambahkan lagi nasehatmu itu.”
“Wahai Amiril Mukminin, tidak pernah aku dengar bahwa antara surga dan neraka itu ada suatu tempat yang layak untuk beristirahat.” begitu kata Yazid.
Mendengar nasehat terakhir ini, hati Baginda tidak mampu lagi membendung gejolaknya sehingga ia langsung jatuh pingsan yang cukup lama.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar