Senin, 04 Januari 2010

Berprasangka Baik Kepada Allah

Ketika Yahya bin Aktsam telah wafat, maka ada seseorang yang bermimpi melihat dia. Ketika itu Yahya segera ditanya:
“Bagaimana tindakan Allah terhadapmu ?.”
“Aku dihadapkan di muka Allah, kemudian Dia mengatakan:
“Hai orang tua busuk, perbuatanmu sudah tidak memakai aturan lagi.”
Mendapat teguran seperti ini ketakutanku langsung memuncak, namun segera saja aku mengatakan:
“Ya Allah, hadits yang pernah aku dengar, Engkau tidak bersikap menakutkan.”
“Bagaimana hadits yang kau dengar?,” tukas Allah.
“Aku telah mendengar hadits,” kata Yahya, “Dari Abdur Razaq dari Ma’mar dari Az-Zuhri dari Anas dari Nabi-Mu Saw. dari Jibril As bahwasannya Engkau telah mengatakan:
“Aku akan selalu sesuai dengan prasangka hamba-hamba-Ku, dengan demikian hendaklah mereka berprasangka kepada-Ku dengan apa saja yang mereka kehendaki,” demikian bunyi hadits.
“Padahal,” lanjut Yahya lagi, “Aku telah menyangka bahwa Engkau tidak akan pernah menyiksaku atau pun menyakitiku, ya Allah!.”
“Memang benar,” kata Allah, “Apa yang telah dikatakan Jibril, benar pula Nabi-Ku, demikian juga Anas bin Malik, Az-Zuhri, Ma’mar dan Abdur Razaq, sedangkan Aku juga benar.”
“Kemudian aku,” kata Yahya, “Diberi pakaian indah, lantas banyak anak kecil yang begitu menakjubkan selalu berlari-lari kecil mengitariku sembari berjalan menuju surga. Aku pun begitu gembira dan selalu tersenyum penuh arti.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar