Senin, 04 Januari 2010

Bukti Ucapan Rasulullah

Jika ada kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Ummu Waraqah putri Abdullah bin al-Haris bin Uwaimir bin Naufal al-Anshariyah, maka kata itu adalah semangat. Ummu Waraqah selalu bersemangat dalam mengamalkan ajaran Islam, bersemangat mempelajari ilmu bacaan Qur'an, dan bersemangat untuk menggapai syahid. Semangat menggapai syahid itu pula yang mengantarkannya pada Rasulullah Saw menjelang perang Badar untuk kemudian mengatakan dengan berharap:
"Ya, Rasulullah, aku ingin berangkat bersama engkau dalam perang Badar agar aku dapat mengobati orang yang terluka di antara kaum Muslimin, merawat yang sakit, dan agar Allah mengaruniai diriku syahadah.
Mendengar permohonan ini Rasulullah berkata:
"Sesungguhnya Allah akan memberi karunia kepadamu mati syahid, namun tinggallah kamu di rumahmu karena sesungguhnya engkau adalah syahidah," begitu jawaban Rasulullah padanya.
Jawaban sekaligus do'a yang kelak diijabah oleh Allah SWT. Sejak itu pula orang mengenal Ummu Waraqah dengan panggilan Syahidah. Semangatnya dalam mempelajari ilmu qira'at atau ilmu bacaan Al-Qur'an membuat Ummu Waraqah binti Abdullah, menjadi seorang yang ahli membaca Al-Qur'an. Ia juga adalah seorang hafidzah atau seorang penghafal Al-Qur'an. Kualitas inilah yang membuat Rasulullah saw memercayakan dan memerintahkan Ummu Waraqah untuk menjadi imam shalat bagi para wanita muhajirin. Tak hanya itu, beliau Saw pun menyediakan seorang muadzin khusus untuk Ummu Waraqah.
Abdurrahman bin Khalad menceritakan bahwa Rasuluhah mengunjungi rumah Ummu Waraqah kemudian memberikan seorang muadzin untuknya.
"Aku melihat muadzin tersebut adalah seorang laki-laki yang sudah tua," tutur Abdurrahman bin Khalad.
Sejak itulah keberkahan dalam rumah Ummu Waraqah bertambah. Rumah yang di dalamnya selalu ditegakkan shalat lima waktu berjama'ah.
Ummu Waraqah wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab Ra. Umar sendirilah yang pertama kali menemukan Ummu Waraqah dalam keadaan sudah meninggal dunia. Saat itu Khalifah Umar bin Khattab merasa heran karena tidak mendengar suara Ummu Waraqah membaca Al-Qur'an pada malam harinya.
"Demi Allah, aku tidak mendengar bibiku membaca Al-Qur'an semalam," begitu ucap Umar.
Segera dimasukinya rumah Ummu Waraqah untuk mencari tahu kabar tentang wanita mulia tersebut. Di dalam ruangan yang dimasukinya Umar tidak menemukan seorang pun. Namun saat memasuki kamar, Umar menemukan jasad Ummu Waraqah yang sudah meninggal. Kemudian diketahui bahwa pembunuh Ummu Waraqah adalah sepasang laki-laki dan perempuan yang tak lain adalah budak Ummu Waraqah. Dalam satu riwayat disebutkan kedua budak itu telah dibebaskan oleh Ummu Waraqah. Riwayat yang lain menyebutkan bahwa kedua budak tersebut baru akan dibebaskan oleh Ummu Waraqah kalau ia wafat. Maka mereka membunuh Ummu Waraqah dengan cara membekapnya dengan selimut kemudian keduanya melarikan diri.
Menemukan peristiwa ini, Umar pun naik mimbar dan berkata pada kaum muslimin:
“Barangsiapa menemukan kedua budak ini hendaklah membawanya padaku." Terbnukti dua budak itu dapat ditemukan, dan sesudah dibawa ke hadapan Umar, kedua budak tersebut pun mengakui perbuatan mereka. Keduanya dijatuhkan hukuman mati dengan cara disalib.
Ketika mengenang Ummu Waraqah, Umar bin Khattab berkata:
"Alangkah benar Rasulullah Saw ketika bersabda: Marilah pergi bersama kami untuk mengunjungi wanita yang syahid.”
Terbukti ucapan Rasulullah Saw sesuai dengan kenyataan. Itulah kekuatan pandangan hati seorang nabi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar