Senin, 04 Januari 2010

Ketika Rasulullah Saw. Bertakziah

Diriwayatkan dari Barra’ bin Azib bahwasannya pada suatu hari kami pergi bersama Rasulullah Saw. untuk berta’ziah pada janazah seorang lelaki dari kaum Anshar. Ketika janazah itu telah dimakamkan maka Rasulullah duduk di samping kubur itu dengan menekur, kemudian mengatakan:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur (diucapkannya sampai tiga kali).”
Kemudian beliau mengatakan lagi:
“Sesungguhnya jika seorang mukmin itu berangkat menuju akherat (ketika akan mati) maka Allah mengutus para malaikat yang wajahnya bagaikan matahari. Malaikat itu membawa kayu cendana dan kafan kemudian duduk di samping orang tersebut seluas mata memandang. Dan ketika ruhnya telah keluar, maka setiap malaikat yang berada antara langit dan bumi atau yang berada di langit akan memohonkan rahmat. Pintu-pintu langit pun dibuka lebar sehingga setiap pintu itu mengharapkan sebagai jalan masuk ruhnya. Dan ketika ruhnya telah diangkat ke langit, maka terdengar sebuah panggilan:
“Wahai Tuhanku, telah datang seorang hamba-Mu yang bernama fulan!.”
Segera saja Allah mengatakan:
“Kembalikanlah dia agar melihat kemuliaan yang telah Aku sediakan untuknya, sebab Aku telah menjanjikan:
Dari bumi Aku menciptakan kalian, dan di dalam perut bumi Aku akan mengembalikan kalian, dan dari bumi akan Aku keluarkan kalian dalam tahapan yang lain(Thaha: 55).
Sebenarnya ketika itu ia masih mendengar suara terompah mereka yang menguburkannya ketika mereka beranjak untuk pulang. Selanjutnya kepada janazah itu akan ditanyakan:
“Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa nabimu?”.
Maka ia menjawab dengan segera:
“Allah Tuhanku, Islam agamaku dan Muhammad nabiku.”
Maka kedua malaikat pun membentaknya dengan keras sekali, dimana pertanyaan tersebut merupakan akhir sebuah fitnah yang diajukan kepada seorang janazah. Namun ketika ia menjawab dengan benar, segera akan terdengar sebuah panggilan:
“Kau telah menjawab dengan benar”.
Hal ini sesuai dengan firman:
Allah akan meneguhklan orang-oramng yang beriman dengan ucapan yang teguh( Ibrahim : 27).
Kemudian barulah janazah itu didatangi seseorang yang berwajah tampan sekali, berbau wangi dan berpakaian bagus seraya mengatakan:
“Berbahagialah kau dengan mendapat rahmat Tuhan dan surga yang mengandung kenikmatan abadi.”
Segera saja mayat itu menyergah:
“Semoga kau juga diberi kabar gembira oleh Allah dengan berbagai kebahagiaan, kau sendiri siapa?,” begitu tanya si mayat.
“Aku merupakan amal kebajikanmu. Demi Allah, aku telah menyaksikan dirimu sewaktu masih di dunia selalu bergegas ketika mendapati perintah Allah, namun begitu lambat jika saja berhadapan dengan kemaksiatan. Terhadap sikap yang demikian itu semoga Allah membalasmu dengan kebahagiaan,” begitu jawab amal tersebut.
Sejenak kemudian terdengar sebuah panggilan:
“Hamparkanlah untuknya permadani dari surga, kemudian buka pula pintu-pintu menuju surga agar dia memasukinya”.
Ketika itulah mayat tersebut segera mengatakan:
“Ya Allah, segerakan kedatangan hari kiamat!, sehingga saya bisa kembali berkumpul bersama keluargaku dan harta bendaku.”
Adapun mengenai mayat orang kafir, yakni ketika dia berangkat menuju akhirat dan terputus dari dunia, maka akan segera turun kepadanya para malaikat yang kasar dan keras yang membawa pakaian dari api neraka dan tembaga. Mereka segera mengitari mayat tersebut sehingga ketika ruhnya telah keluar, seluruh malaikat yang berada di antara langit dan bumi dan malaikat langit segera melaknatnya. Malah seluruh pintu langit segera ditutup sehingga masing-masing pintu begitu membenci jika saja dijadikan sebagai jalan masuk. Kemudian ketika ruhnya itu diangkat ke langit, ia segera dilemparkan seraya terdengar sebuah panggilan:
“Wahai Tuhanku, hamba-Mu yang bernama si fulan tidak diterima oleh langit dan bumi.”
Allah segera mengatakan:
“Kembalikan dia dan perlihatkan terhadap siksa yang mengerikan yang telah Aku sediakan untuknya, dimana Aku telah menjanjikan:
Dari bumi Aku menciptakan kalian, dan di dalam perut bumi Aku akan mengembalikan kalian, dan dari bumi akan Aku keluarkan kalian dalam tahapan yang lain(Thaha: 55).
Sebenarnya mayat itu masih mendengar suara terompah mereka yang menguburkannya ketika mereka beranjak untuk pulang. Sejenak kemudian mayat itu ditanya:
“Siapa Tuhanmu, siapa pula nabimu dan apa agamamu.”
“Aku tidak tahu, aku tidak mengerti.” jawab mayat tersebut.
“Kau tidak mengerti!.” sahut si penanya dengan sinis.
Baru kemudian datang sosok yang jelek wajahnya dengan bau yang tidak sedap dan pakaian dekil seraya mengatakan:
“Bahagialah dengan mendapat murka dan siksaan yang pedih.”
“Adakah kau memberi kabar kebahagiaan dengan siksaan, siapa kau?.” begitu sergah si mayat.
“Aku merupakan segala perbuatanmu yang menjijikkan itu. Demi Allah sesungguhnya ketika hidup di dunia kau begitu bersegera untuk mengerjakan kemaksiatan, namun begitu bermalas-malasan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Dengan demikian semoga Allah membalas kejelekan kapada dirimu.” sahut sosok tersebut.
“Semoga kau juga dibalas Allah dengan keburukan.” sergah mayat itu.
Kemudian datanglah seorang malaikat yang tuli dan bisu, buta lagi dengan membawa gada dari besi. Padahal jika saja seluruh jin dan manusia berkumpul untuk mengangkat gada itu, mereka tidak akan mampu. Jika saja gada itu dipukulkan ke sebuah gunung, maka dengan seketika ia menjadi debu. Malaikat itu segera memukul mayat tersebut dengan sekali pukul sehingga menjadi debu pula. Kemudian ruhnya dikembalikan lagi dengan tubuh yang kembali utuh. Maka malaikat itu pun segera memukul lagi tepat di antara kedua belah matanya. Suara pukulan itu dapat didengarkan seluruh penduduk bumi terkecuali jin dan manusia.
Kemudian terdengar sebuah panggilan:
“Hamparkanlah dua papan dari neraka dan bukalah pintu menuju neraka!.”
Segera saja dua papan dihamparkan dan pintu menuju neraka juga dibuka.
Demikian keterangan hadits yang diriwayatkan Abu daud dan Al-Hakim dengan memenuhi syarat hadits shahih menurut Syaikhan.
Berkata Abu Hurairah Ra. bahwa rasulullah Saw telah bersabda:
Seorang mukmin itu ketika telah berada di kubur maka ia bertempat pada taman hijau, kemudian kubur itu diluaskan sampai berjarak tujuh puluh hasta dan sangat terang sebagaimana malam tanggal purnama. Kalau demikian adakah kalian mengerti mengenai sasaran ayat:
Maka baginya adalah kehidupan yang sangat sempit (Thaha: 124).
“Allah dan Rasul-Nya saja yang mengetahui.” begitu jawab para shahabat.
“Allah memberi siksaan,” sambung Rasulullah, “Orang kafir di dalam kubur berupa tanin yang berjumlah 99. Adakah kalian mengerti, apakah yang dinamakan tanin itu?. Tiada lain yaitu sembilan puluh sembilan ular, dimana setiap ular memiliki tujuh kepala. Mereka akan mematuk dan memagut orang-orang kafir, bahkan menyemburkan racun di tubuh si kafir itu sampai hari mereka dibangkitkan . Itulah kehidupan yang sangat sempit. (HR. Ibnu Hibban).



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar