Senin, 04 Januari 2010

Khalid Bin Walid Menjelang Wafat

Menjelang datangnya ajal, Khalid bin Walid berkeluh kesah tidak berkesudahan. Ia menangisi kematiannya yang ternyata bukan di medan jihad membela agama Allah. Dalam tangisnya itu ia mengatakan:
“Wahai badan, sudah berapa kali kau maju menyerbu barisan musuh untuk memperoleh mati syahid, namun mengapa ternyata kini kau harus dijemput maut daklam keadaan tidak berdaya sama sekali.”
Dan setelah ia wafat, pada jenazahnya ditemukan delapan ratus bekas luka dari berbagai tebasan pedang, anak panah dan tombak, mengherankan!.
Memang demikian sikap orang-orang muhibbin, yakni mereka yang kecintaannya terhadap Allah telah begitu menyatu dengan darah dan dagingnya. Sehingga dikala mereka maju ke medan perang, seakan mereka sudah bisa mendeteksi bau surga. Mereka begitu sigap untuk memasuki surga itu sebagaimana seorang yang kehausan ketika melihat air yang begitu jernih. Malah banyak pula dari mereka yang begitu menderita batinnya jika saja harus berhadapan dengan maut namun di atas tempat tidur, bukan di medan laga.



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar