Senin, 04 Januari 2010

Ketika Seorang Hamba Menerima Syafa’at

Nasib orang mukmin di akhirat nanti sebagian banyak akan memasuki surga. Namun ada pula yang harus memasuki neraka. Golongan ini ada kalanya karena terlalu banyak melakukan dosa atau amal kebajikannya lebih ringan dibandingkan amal buruknya. Namun pada mereka inilah – dengan karunia Allah – akan menerima sebuah pertolongan untuk keluar darti neraka. Hal inilah yang dinamakan syafa’at.
Adapun mereka yang diberi mandat syafa’at itu ada kalanya seorang nabi, ulama, shalihin dan para syuhada, bahkan setiap mereka yang memiliki martabat khusus di sisi Allah. Mereka Akan dapat memberi pertolongan kepada keluarga, sanak kerabat, kawan karib, bahkan para handai taulan. Dengan demikian telah seharusnya kita jangan sampai menghinakan orang lain, jangan-jangan dia yang malah akan menolong dalam prahara kiamat nanti. Karena Allah sering menutup para kekasih-Nya dari pandangan orang banyak.
Kita jangan pula meremehkan sebuah kedurhakaan yang dibilang kecil, sebab boleh jadi di situ tersimpan murka Allah yang amat besar. Begitu pula jangan sampai menghinakan sebuah amal kebajikan yang tampak kecil, siapa tahu di dalamnya mengandung ridha Allah yang amat besar.
Diriwayatkan oleh Amru bin Ash Ra bahwasannya Rasulullah Saw. pada suatu kesempatan membacakan ucapan nabi Ibrahim yang tertera dalam sebuah ayat:
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia. Maka barang siapa mengikutiku, sesungguhnya ia termasuk golonganku. Dan barang siapa mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Ibrahim: 36 ).
Berkata pula nabi Isa:
Jika saja Engkau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka itu hamba-hamba-Mu pula. Namun jika saja Engkau memberi ampun mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana (Al-Maidah: 118).
Setelah membaca kedua ayat ini, Rasulullah tampak bercucuran air mata seraya meratapi nasib ummatnya. Ketika itulah Allah segera mengurtus Jibril:
“Wahai Jibril, sekarang segeralah pergi menemui Muhammad dan tanyakan mengenai sebab-sebab dia menangis!. Katakan pula bahwa Aku akan bertindak memuaskan dia mengenai nasib ummatnya, dan sekali-kali tidak akan membuat susah,” begitu Allah bertitah.
(HR. Muslim)


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar