Minggu, 03 Januari 2010

Memasuki Surga dengan Merangkak

Di sebuah pemakaman, pada suatu hari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib memberikan kata sambutan untuk melepas jenazah seorang sahabat yang mulia. Seseorang yang disebutkan mampu menggenggam dunia namun tak pernah tunduk pada dunia.
"Anda telah mendapatkan kasih sayang Allah dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda," ucap Ali saat itu. Ucapannya itu tak lain ditujukan untuk Abdurrahman bin Auf.
Abdurrahman bin Auf terlahir dengan nama Abd Amr. Nama Abdurrahman adalah nama pemberian Rasulullah saw yang didapatnya ketika memeluk Islam. Dua hari setelah Abu Bakar memeluk Islam.
Abdurrahman bin Auf mendapat banyak kemuliaan antara lain karena ia termasuk delapan orang yang pertama masuk Islam serta termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah Saw. Ia termasuk pula dalam tim formatur yang berjumlah enam orang yang bertugas mengadakan musyawarah pemilihan khalifah sesudah kepemimpinan Umar bin Khattab.
Ketika Rasulullah masih hidup Abdurrahman bin Auf bahkan dipercaya menjadi seorang mufti yang memberi fatwa di Madinah. Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan kepribadian Abdurrahman bin Auf selain kata pemurah. Walaupun ia seorang saudagar kaya raya, tak pernah sekalipun ia tempatkan harta dalam hatinya. Dengan ringan diberikan hartanya di jalan Allah.
Ketika kaum muslimin bersiap menghadapi perang Tabuk Madinah sedang mengalami musim panas, dana yang minim serta jumlah kendaraan yang tak mencukupi membuat sebagian kaum Muslimin tak dapat ikut dalam rombongan perang menuju Tabuk. Tak terkira rasa sedih yang menimpa mereka yang tak dapat ikut. Saat itulah Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk berinfak fi sabilillah. Segera Abdurrahman bin Auf menyerahkan hartanya sebanyak dua ratus uqiyah emas.

Saat itu Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman bin' Auf:
“Apa yang ia tinggalkan untuk keluargamu?”
"Ada, bahkan saya tinggalkan lebih banyak dari yang saya infakkan. Bahkan sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah," tegas Abdurrahman.
Dalam kisah lain diceritakan suatu ketika bumi Madinah bagai berguncang ketika kafilah dagang milik Abdurrahman bin Auf memasuki Madinah. Rombongan dari Syam itu mengendarai 700 ekor unta yang sarat dengan pangan, sandang serta segala kebutuhan penduduk Madinah.
Saat itu Aisyah Ra. Berkata:
"Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.”
Mendengar ucapan Aisyah Ra. tersebut Abdurrahman bin Auf segera menemui Aisyah dan mendapatkan penegasan tentang kebenaran ucapan Rasulullah tersebut.
Mendengar keterangan ini, betapa hati Abdurrahman bagaikan diiris-iris sembilu. Ia lantas bersumpah dengan mengucapkan:
"Aku ingin masuk surga dengan berjalan normal," ucap Abdurrahman bin Auf.
Dan pada saat itu juga menginfakkannya 700 ekor unta beserta isinya untuk jihad fi sabilillah.
Kabar bahwa dirinya akan masuk surga tak lantas menghilangkan sifat pemurah Abdurrahman bin Auf. Justru semangatnya kian berkobar untuk berinfak lebih banyak lagi. Harta yang ia infakkan antara lain 40.000 dirham perak, 40.000 dinar emas, 200 uqiyah emas, 500 ekor kuda, dan 1500 ekor unta.
Menjelang wafat Abdurrahman bin Auf memerdekakan sejumlah besar budak yang ia miliki. Dalam wasiatnya ia bahkan memberikan masing-masing 400 dinar emas untuk seratus orang pejuang Badar. Ia juga mewasiatkan untuk memberikan hartanya kepada para istri nabi sebagai tanda kecintaan kepada mereka.
Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman mendapat tugas mulia menjaga kesejahteraan dan keselamatan istri-istri nabi. Dengan penuh tanggung jawab dipenuhinya segala kebutuhan ummahatul mukminin tersebut. Dikawanya para istri nabi jika mereka hendak melaksanakan ibadah haji ke Mekah. Dia pula yang membantu istri-istri nabi tersebut menaiki kendaraan mereka.
Suatu hari dibelinya sebidang tanah seharga empat ribu dinar dan ia bagikan kepada fakir miskin dari bani Zuhrah yaitu kabilah dari suku ibunda Rasulullah. Tanah tersebut juga ia bagikan untuk ummahatul mukminin. Mendapat pemberian tersebut Aisyah Ra berkata:
"Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Tidak akan merasa kasihan kepada kalian (istri-istri nabi) sepeninggalku kecuali orang-orang yang bersabar. Dan Allah akan memberi minum dari sebuah mata air di surga kepada Abdurrahman bin Auf.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar