Sabtu, 02 Januari 2010

Nabi Isa As dan Fosil Dinosaurus

Telah maklum bahwa Nabi Isa diciptakan Allah dan terlahir dengan tanpa memiliki ayah. Sedangkan Nabi Adam As. malah tidak berayah dan beribu, namun Isteri Nabi Adam, ibunda Hawa, ia diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam sendiri, tegasnya ia bisa disebut berayah namun tidak beribu. Dan manusia yang lain diciptakan secara normal melalui ayah dan ibu. Semua kebijaksanaan ini jelas membuktikan atas kekuasaan Allah yang telah menciptakan apa saja dengan kehendak-Nya sendiri dan ‘semau-Nya’ sendiri.
Akan halnya nabi Isa, merupakan seorang Nabi yang terkenal zuhud dan termasuk jajaran Ulul Azmi, yakni mereka yang sikapnya begitu teguh, tidak mudah tergoncangkan jika terlanda badai yang akan merusak prinsip-prinsip dan aturan yang dikehendaki Allah.
Seperti sudah maklum bahwa ketika nabi Isa di utus adalah saat ilmu kedokteran mencapai kemasyhurannya. Pada bbiasanya, mukjizat seorang nabi akan disesuaikan dengan pengetahuan publik. Jika di zaman nabi Musa As, ilmu sihir amat digandrungi, sehingga nabi Musa pun di beri mukjizat yang bisa mengalahkan eksistensi mereka. Dan ketika nabi Muhammad diutus, orang Arab amat mahir bersyair sehingga Allah menurubnkan Al-Qur’an sebagai pengetahuan yang tak tertandingi. Sedangkan di zaman nabi Isa, beliau diberi mukjizat bisa menyembuhkan penyakit vetiligo dengan sekejap. Membuat burung dari tanah, kemudian ditiup, maka jadilah burung yang sesungguhnya. Menyembuhkan segala jenis penyakit, sampai bisa menghidupkan orang mati.
Diceritakan oleh syeikh Jalaludin Rumi dan lainnya, bahwa pada suatu hari Isa As berjalan-jalan di padang pasir dekat Baitul Muqadas bersama-sama sekelompok orang yang masih suka mementingkan diri sendiri. Mereka meminta dengan sangat agar beliau memberitahukan kepada mereka Kata Rahasia yang telah dipergunakannya untuk menghidupkan orang mati. Nabi Isa pun mengatakan:
"Kalau aku katakan itu padamu, kalian pasti menyalahgunakannya."
Mereka berkata:
"Kami sudah siap dan sesuai untuk pengetahuan semacam itu; tambahan lagi, hal itu akan menambah keyakinan kami."
"Kalian tak memahami apa yang kalian minta," katanya.
Tetapi karena nabi Isa didesak terus untuk segera menguraikan rahasia ucapan itu, pada akhirnya kalimat itu diberitahukannya juga. Segera setelah itu, orang-orang tersebut berjalan di suatu tempat yang terlantar dan mereka melihat seonggok tulang yang sudah memutih, mereka pun mengatakan:
"Mari kita uji keampuhan kalimat yang diajarkan kepada kita, sekarang juga. Ini merupakan kesempatan yang paling bagus, apakah kalimat itu betul-betul benar, atau kalimat lain yang tidak berarti, yang artinya kita hanya dibohongi," kata mereka.
Mereka lantas mengucapkan kalimat itu. Begitu kalimat diucapkan, tulang-tulang itupun segera terbungkus daging dan menjelma menjadi seekor dinosaurus yang kelaparan, yang kemudian merobek-robek mereka sampai menjadi serpih-serpih daging. Dan ajal pun menjemput mereka satu persatu.
Melalui kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa terbukti amat banyak pihak yang tidak respek dan tidak mempercayai ucapan seorang nabi. Hal inilah yang pada akhirnya membawa kebinasaan mereka. Masih untung jika kebinasaan itu hanya disandang di dunia. Namun betapa celakanya bila sampai berlanjut di akhirat.
Mereka yang dianugerahi nalar akan mengerti. Sedangkan mereka yang nalarnya terbatas bisa belajar melalui kisah ini. Mereka yang meminta apa yang tidak berhak untuk dirinya, pada akhirnya kecelakaan juga yang ditemukannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar