Senin, 04 Januari 2010

Tanda-Tanda Orang yang Bertakwa

Abu Laits As-Samarkandi mengatakan bahwa seseorang yang masih mempunyai rasa takut kepada Allah itu memiliki cici-ciri yang tidak kurang dari delapan macam. Pertama, tanda itu akan tampak sekali pada lisannya, dimana ia tidak akan pernah mempergunakannya untuk mengumpat, berdusta atau pun ucapan lain yang tidak bermanfaat. Ia akan mempergunakannya untuk membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah atau untuk memperjelas berbagai disiplin ilmu yang bermanfaat.
Kedua, selalu menjaga urusan perut. Dengan demikian ia tidak akan sembarangan memasukkan makanan apa saja yang didapat. Ia akan berusaha mendapatkan makanan halal namun tidak perlu banyak, bahkan dengan ukuran sekedar cukup.
Ketiga, selalu menjaga pandangan agar tidak melihat kepada apa pun yang dilarang agama. Tidak pula untuk melihat ke arah duniawi dengan pandangan tertegun keheranan, bahkan ia memandang semua itu sebagai ‘ibrah.
Keempat, selalu menjaga tangannya agar tidak bertindak dan melakukan berbagai kemaksiatan, namun berusaha bagaimana agar apa yang dilakukan tangan itu selalu penuh manfaat.
Kelima, memperhatikan tindakan kaki agar tidak terjerumus kepada perkara yang haram, namun selalu berusaha agar apa yang dikerjakan kaki selalu menjadi bagian ibadah.
Keenam, Mencermati apa saja yang terlintas dalam hati, dan berusaha agar selalu terjauh dari menyimpan dendam, permusuhan, mendengki sesama kawan dan berbagai penyakit hati yang lain. Bahkan selalu berusaha agar dalam hati tertanam jiwa berharap bagaimana agar handai taulan selalu mendapat kebahagiaan yang diridhai Allah (nasehat), juga berbelas kasih kepada mereka.
Ketujuh, ia akan selalu bersabar, baik ketika menjalankan berbagai perintah Allah atau pun dengan cara selalu menjauh dari pberbagai kedurhakaan yang akan menguindang murka-Nya. Bahkan sangat berlapang dada ketika berbagai bencana kehidupan menimpa dirinya.
Kedelapan, berusaha agar pendengarannya terjauh dari apa pun yang dilarang Allah sehingga akan terbiasakan mendengar berbagai kebenaran dan kebajikan.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar