Senin, 04 Januari 2010

Tangis Bahagia

Ketika seorang Nabi berjalan-jalan, maka ia menemukan sebuah batu kecil yang memancarkan air cukup banyak. Hal ini yang menjadikan ia tertarik untuk menyelidikinya. Tiba-tiba batu itu diberi kekuatan berkata oleh Allah.
“Sejak aku mendengar bahwa bahan bakar Jahanam itu terdiri dari tubuh manusia dan bebatuan, aku selalu menangis karena takut jika saja diriku termasuk batu yang disebutkan itu. Untuk itu mohonkan kepada Allah agar diriku terselamatkan dari keganasan Jahanam, wahai Nabi,” begitu batu itu mengadu.
Nabi itu lantas berdo’a untuk keselamatan batu tersebut sehingga Allah pun memperkenankan do’anya. Namun beberapa waktu kemudian, Nabi itu pun kembali memeriksa lagi. Kali ini ternyata ia tetap menangis dengan memancarkan air yang cukup banyak pula.
“Mengapa kini kau tetap menangis, wahai batu, padahal kau telah diselamatkan Allah?,” tanya Nabi itu.
“Wahai Nabiyullah, yang pertama dulu merupakan tangis karena takut siksa, namun yang sekarang ini merupakan tangis bahagia dan bersyukur karena akan selamat dari bencana.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar