Senin, 04 Januari 2010

Memilih Pahala Yang Kekal

Pada sekali waktu seorang Nabi mengadukan perihalnya kepada Allah:
“Ya Allah, bagaimana nasib seorang mukmin, dimana ia selalu melaksanakan ibadah kepada-Mu dan selalu menjauhi larangan-larangan-Mu. Namun mengapa ia selalu Engkau sempitkan duniawinya dan malah sering tertimpa bencana pula. Sebaliknya begitu bahagia nasib orang kafir yang tidak pernah melaksanakan ibadah kepada-Mu, malah berani pula melanggar larangan-Mu dan melakukan kemaksiatan kepada-Mu, namun dia selau Engkau jauhkan dari bencana, dan malah Engkau luaskan duniawinya,” begitu Nabi itu memprotes kebijaksanaan.
Allah pun segera menurunkan wahyunya:
“Seluruh hamba adalah milik-Ku, sedangkan bencana itu juga milik-Ku pula, keduanya selalu memaha sucikan zat-Ku. Ingatlah, jika saja orang mukmin itu melakukan dosa, kemudian ia aku jauhkan dari duniawi dan malah aku hadapkan pada bencana, yang demikian itu akan sebagai penghapus terhadap segala dosanya, sehingga ketika ia berjumpa dengan-Ku nanti, ia akan Aku balas dengan kebajikannya saja.
Namun bagi mereka yang kafir, jika saja mereka melaksanakan kebajikan, segera saja mereka Aku balas ketika di dunia ini dengan diluaskan rizkinya, malah Aku jauhkan pula dari segala bencana. Dengan demikian seluruh kebajikannya telah terbalaskan di dunia. Dan ketika mereka berjumpa dengan-Ku nanti, mereka akan menerima balasan dosa-dosanya.”
(Abdullah bin Abbas)


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar