Kamis, 31 Desember 2009

Kemuliaan Bismillah

Dalam kitab Sirri Al-Basmalah karya Al-Buni dikatakan bahwasannya tatkala Allah menurunkan Bismillahirrahmanirrahim maka gunung-gunung yang kokoh bergoncang, pada tujuh lapis bumi dan langit pun terjadi gempa, para malaikat bertambah imannya, dan para makhluk bertambah yakin, sedangkan para jin terjungkal pada wajah-wajahnya, seluruh cakrawala bergerak. Dari situ kemudian seluruh planet pun berputar. Basmalah itu tertulis pada kening nabi Adam As. limaratus tahun sebelum beliau diciptakan. Dan ketika nabi Ibrahim dibakar, Basmalah berada di sayap malaikat Jibril, yang ketika itu segerta turun dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, wahai api, hendaklah engkau padam dan membawa keselamatan kepada Ibrahim. Basmalah juga tertulis di tongkat nabi Musa As dengan bahasa Ibrani. Andaikan tidak begitu, beliau tidak akan mungkin bisa membelah samudera. Basmalah juga tertulis pada lisan nabi Isa As. ketika beliau berucap dalam buaian waktu masih orok. Dengan Basmalah nabi Isa mengajak bicara orang yang telah meninggal dunia, menyembuhkan orang buta dan sopak dengan seizin Allah. Juga tertulis pada cincin nabi Sulaiman As.
Dalam kitab Syams al-Ma’arif diterangkan bahwasannya Rasulullah Saw bersabda: “Barang siapa membaca Bismillahirrahmanirrahim dalam keadaan mengimaninya, maka gunung-gunung membaca tasbih besertanya, hanya saja ia tidak mendengar tasbih mereka.”
Masih dalam kitab Syams al-Ma’arif, bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Jika seseorang membaca Bismillahirrahmanirrahim maka surga mengatakan: Labbaik wa Sa’adaik, aku sambut undangan-Mu ya Allah, aku sambut pula kebahagiaan-Mu. Wahai Tuhanku, hamba-Mu si fulan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah, jauhkanlah dia dari neraka dan masukkanlah ke dalam surga.”
Diriwayatkan pula bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya dari ummatku itu ada kaum yang nanti ketika datang hari Kiamat, mereka selalu mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Hal ini yang menyebabkan kebajikan mereka lebih berat daripada keburukannya. Maka ummat lain pun mengatakan, Subhanallah, apa yang menyebabkan amal-amal ummat Muhammad Saw menjadi amat berat? Para nabi mereka pun mengatakan: Yang demikian itu karena permulaan ucapan mereka berupa tiga asma dari beberapa asma Allah SWT, yang jika saja ditaruhkan dalam Mizan, kemudian seluruh langit dan bumi dan apa pun yang berada di antara keduanya ditaruhkan dalam cawan yang kedua, sungguh asma itu akan menjadikan lebih berat dari keseluruhannya. Tiga asma itu adalah Bismillahirrahmanirrahim. Dengan Basmalah itulah mereka aman dari berbagai bencana, tersembuhkan dari bermacam penyakit, terpelihara dari godaan syetan yang terkutuk. Juga menyebabkan ummat itu aman dari tertelan bumi atau dihujani batu dan tenggelam. Maka hendaklah kalian memantapkannya, pergunakanlah untuk bertaqarrub kepada Dia Yang Mahaagung dan Mahamulia.”
Diriwayatkan bahwa Allah pernah memberi wahyu kepada nabi Isa As: “Wahai Isa ibnu Maryam, adakah engkau tahu, ayat apa yang akan Aku turunkan kepadamu, apa pula keutamaannya? Nabi Isa pun mengatakan: Wahai Tuhan, aku tidak mengerti! Allah pun berfirman: Mengertilah Isa, Aku akan menurunkan kepadamu ayat yang membawa aman, yaitu Bismillahirrahmanirrahim. Hendaklah engkau rajin membaca di waktu malam dan siangmu dan dalam seluruh keadaanmu. Karena barang siapa datang di hari Kiamat nanti, yang dalam buku catatan amalnya tertulis Bismillahirrahmanirrahim delapanratus kali, ia pun beriman dan meyakinkan dengan ketuhanan-Ku, maka ia Aku merdekakan dari neraka, kemudian aku masukkan ke dalam surga Dar al-Qarar.
Dikisahkan bahwa seorang perempuan yang taat beragama memiliki suami yang fasik, yakni selalu enggan mengerjakan perintah agama, malah disertai setring melakukan dosa-dosa besar. Dua insan yang tampak kontras, bagaikan antara langit dan bumi, siang dan malam. Si lelaki sering meracau dan mengoceh dengan umpatan-umpatan yang tidak beradab, sedangkan si wanita amat sering menyebut keagungan Allah, mentaqdiskan dan mengagungkannya. Bukan itu saja, pada setiap aktivitas yang hendak dikerjakannya, ia selalu membaca Basmalah. Inilah yang tampaknya membuat jengkel sang suami, sehingga kehidupan keduanya bagaikan api dalam sekam, di luar tampak onggokan kokoh, namun di dalamnya penuh bara yang setiap saat bisa membubarkan maghligai bahtera rumah tangganya. Seringkali setiap isteri membaca Basmalah, namun segera diiringi oleh olokan sang suami dengan ucapan-ucapan kotor. Namun dalam menghadapi perangai yang tidak layak ini, si isteri tampaknya memang sudah membulatkan tekad untuk bersabar yang di dalamnya jelas mengandung kepatuhan seorang isteri terhadap suaminya, di samping bernilai ibadah di sisi Allah. Adapun ucapan kotornya, itu bukan urusannya, itu urusan dia dengan sang Pencipta. Didiamkan oleh sang isteri, bukan kesadaran yang ditunai, namun malah ngelunjak, sungguh lelaki yang sikapnya sudah tidak bisa ditolerir tampaknya.
Pada suatu hari ia membuat jebakan dengan maksud akan mempermalukan sang isteri. Kini ia membuat siasat dengan menitipkan uang yang cukup banyak kepada sang isteri agar disimpan sebaik mungkin. “Nanti kalau ada kebutuhan mendadak,” kata suami, “Aku akan mengambilnya kembali.
Mendapat amanah sedemikian itu, sang isteri yang salihah itu betul-betul memperhatikan ucapan sang suami. Disimpannya uang itu sebaik-baiknya ditempat yang diperkirakan orang lain tidak akan mengerti. Namun sang suami bertindak licik, ia mengintip ketika sang isteri menaruhkan uangnya itu. Dan setelah mendapatkan kesempatan, sang suami mencurinya dengan tanpa sepengetahuan isteri sama sekali. Kemudian uang itu segera dilemparkan dalam sumur, dengan maksud nanti ketika ia menagih uang itu, dan ternyata sang isteri tidak bisa memberikannya, ia akan memperlakukan sang isteri lebih sadis lagi. Ia akan menghajar dan mempermalukan sampai puas, agar tidak usah menyebut-nyebuit asma Allah.
Dengan pura-pura bertindak sopan, sang suami pada suatu hari mengatakan kepada isterinya:
“Dinda, hendaklah sekarang engkau ambil uang yang aku titipkan dulu, kini aku membutuhkan sekali uang itu untuk keperluan rumah tangga kita.”
Mendapat permintaan seperti ini, sang isteri segera menuju tempat penyimpanan uang, di mana sang suami segera mengikuti dari belakang. Dan dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim ia membuka tempat uang itu. Ketika itulah Allah segera mengutus Jibril As. untuk segera meluncur ke sumur tempat uang itu dibuang, kemudian dengan takdir Allah, uang itu dalam sekejap pun dikembalikan lagi ke tempat penyimpanan uang sang isteri dalam keadaan kering, tanpa setetes pun air yang menempel pada kumpulan uang tersebut. Dengan sopannya sang isteri menyerahkan uang titipan itu pada suaminya.
dalam peristiwa ini, sang suami tampak gemetar, seluruh persendian tubuhnya seolah lunglai seketika, raut wajahnya tampak pucat pasi tanda terlanda keterkejutan yang tiada tara. Dan seketika itu pula dia menyatakan bertaubat di depan isteri dari segala tindak durjananya. Ia berjanji bahwa di masa yang akan datang akan selalu mengikuti peribadatan yang selama ini tercermin dari sikap isterinya. Melihat semua kejadian ini, sang isteri hanya terbengong-bengong, tidak mengerti rangkaian peristiwa apa yang dialami sang suami. Baru setelah keadaan sudah kondusif, sang suami pun menceritakan segala kelakuan buruknya, bahkan ingin mempermalukan isterinya sendiri. Setelah semuanya menjadi jelas, keduanya pun melakukan sujud syukur atas karunia hidayah yang diberikan Allah kepada sang suami, sedangkan sang isteri ternyata mendapatkan kemuliaan (karamah) yang tidak diperkirakan sama sekali. Itulah karamah yang muncul dari sikap istiqamah dalam beribadah, selalu bertawakal kepada Allah, baik dalam kondisi suka atau pun duka, sehingga Allah sendiri memuliakannya begitu rupa. ◙

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar