Senin, 04 Januari 2010

Bangkitnya Penghuni Kubur

Sekelompok orang dari kaum Bani Israel melintasi sebuah pemakaman, dimana seseorang dari mereka mengatakan:
“Akan lebih baik jika kita berdo’a kepada Allah agar salah seorang penghuni kubur ini dibangkitkan untuk bercakap-cakap dengan kita!,” begitu pendapat yang diucapkan.
Ternyata ucapan itu disetujui oleh mereka sehingga dengan serentak mereka mengadakan do’a bersama agar Allah memperkenankan permohonannya. Sejenak kemudian keluarlah seorang lelaki dari sebuah liang lahat dengan kening yang masih terkena debu bekas melakukan sujud. Segera saja penghuni kubur itu mengatakan:
“Wahai kaumku, apa yang kalian kehendaki dalam mengeluarkan diriku dari kubur ini?.”
“Kami akan bertanya kepadamu mengenai perihal yang kau alami selama dalam kubur ini?,” begitu sahut mereka.
“Demi Allah, sejak lima puluh tahun yang lalu ketika aku memasuki kubur sampai kini belumlah hilang pahit getirnya maut serta rasa sakitnya dari sekujur tubuhku,” begitu jawabnya terakhir.
Kemudian penghuni itu segera memasuki kuburnya lagi dengan tanpa memberi salam sedikit pun.
Seorang lelaki yang bernama Aswad Al-Habasyi melaksanakan shalat dengan gerakan yang tampak aneh. Ia banyak menoleh ke kiri dan ke kanan seakan tanpa disertai rasa khusyu’. Maka ketika telah salam sahabatnya bertanya kepadanya demi memperingatkan agar tidak berbuat seperti itu lagi. Namun betapa terperangah, ia malah mengatakan:
“Aku selalu menunggu malaikat Maut, dari mana ia akan datang untuk mengambil nyawaku, apakah dari kanan atau kiri, dari depan atau belakang. Dari itu aku selalu menoleh setiap saat, baik ketika shalat atau pun di luar shalat.”
Syaddad bin Aus mengatakan:“Maut merupakan perihal yang paling menyusahkan bagi orang-orang mukmin, baik ketika di dunia atau pun di akhirat. Peristiwa itu akan lebih menyakitkan dibanding ketika sebuah tubuh digergaji, atau ketika dipotong-potong dengan sebuah gunting raksasa, bahkan lebih sakit dari pada direbus dalam belanga. Sehingga jika saja seseorang yang telah mati itu disuruh untuk menceritakan pegalamannya pada manusia yang masih hidup ini, mereka akan segera tidak bisa bekerja apa pun, tidak pula akan bisa tidur.” Masya Allah!.



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar