Senin, 04 Januari 2010

Bertawakal Kepada Allah

Seorang ahli ibadah tampak berdiam diri di sebuah masjid dengan tanpa membawa bekal yang akan cukup sebagai penopang hidupnya. Akhirnya imam masjid tersebut mengetahui terhadap sikap lelaki itu sehingga berucap:
“Jika saja kau bekerja, kondisimu akan lebih baik. Untuk itu bekerjalah!.”
Namun lelaki itu tampak diam saja sehingga sang imam mengulangi ucapannya sampai tiga kali. Dan ternyata tetap tidak menjawab sehingga sang imam mengatakan lagi dalam kali yang ke empat.
Dengan suara lantang, lelaki itu segera mengatakan:
“Seorang Yahudi yang bersebelahan dengan masjid ini telah menjamin diriku setiap hari dua bungkus roti.”
“Jika saja Yahudi itu betul-betul menjamin kehidupanmu,” sahut sang imam,” kau akan lebih baik berdiam di masjid.”
Mendapat jawaban seperti ini, lelaki tersebut naik pitam, kemudian mengatakan:
“Tuan, akan lebih baik jika tuan tidak bertindak sebagai imam yang menjadi penghantar antara Allah dan hamba-Nya dengan akidah yang timpang itu, dimana hati Tuan lebih memprioritaskan jaminan seorang Yahudi dari pada jaminan Allah SWT, khususnya mengenai masalah rezeki.” begitu lelaki itu menjawab dengan tegas.
Mendapat jawaban seperti ini, sang imam langsung beranjak pergi dengan tanpa menukas ucapannya sama sekali.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar