Senin, 04 Januari 2010

Mengharap Rahmat Allah

Syeikh Hasan Bashri mengatakan: “Aku pernah bersama suatu kaum yang bersikap begitu aneh. Mereka tidak pernah merasa bahagia jika saja harta duniawi datang kepada mereka. Juga tidak pernah merasa susah jika duniawi itu pergi meninggalkan mereka. Dikarenakan keduniaan menurut mereka itu lebih hina dari pada debu.
Seorang dari mereka ada yang telah berumur lima puluh atau enam puluh tahun, namun baju mereka belumlah pernah dilipat. Mereka juga tidak pernah menanak dengan periuk, tubuh-tubuh mereka tidak pernah ada jarak dengan tanah. Tidak juga pernah menyuruh keluarganya untuk memasak makanan.
Namun jika saja malam telah tiba, mereka serentak berdiri dengan tumit-tumit yasng seakan dipancangkan, serta mengalaskan wajah mereka ke debu dengan air mata yang mengalir ke pipi. Mereka begitu suntuk memohon ampunan kepada Allah agar diri mereka terlepas dari azab.
Dengan demikian jika mereka berhasil melaksanakan sebuah kebajikan, rasa syukur segera mereka panjatkan seraya memohon kepada Allah agar sudi menerimanya. Dan jika saja mereka terjerumus dalam suatu dosa, mereka begitu bersedih dan segera memohon ampunan kepada-Nya. Begitulah sikap mereka pada setiap kesempatan. Namun demikian, mereka masih merasa bahwa diri mereka tidak pernah akan bisa selamat dari segala bidikan dosa terkecuali jika saja mendapat ampunan dan rahmat Allah.”


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar