Senin, 04 Januari 2010

Manfaat Sebuah Do’a

Manfaat Sebuah Do’a


Dikisahkan oleh Bisyr bin manshur bahwa pernah terjadi epidemi melanda Baghdad dan sekitarnya, sehingga dalam satu hari saja puluhan orang menemui ajalnya dan pemakaman mendadak ramai seketika.
Pada waktu itulah seorang Abid setiap hari begitu rajin mengunjungi makam tersebut untuk mengambil bagian ikut melaksanakan shalat janazah. Dan ketika menjelang sore, ia mesti terpaku berdiri di depan pintu pemakaman itu seraya membaca sebuah do’a:
“Semoga Allah membahagiakan kalian dalam penderitaan ini dan mengasihani pengembaraan kalian serta memberi ampunan segala kesalahan dan menerima segala kebajikan kalian,” begitu do’a yang diucapkan.
Namun pada suatu sore, lelaki itu tidak sempat untuk berkunjung lagi, ia tertidur di rumahnya karena tampak terlalu payah mengerjakan berbagai kesibukan yang telah menumpuk ketika itu, sehingga do’a itu pun lupa pula untuk diucapkannya. Ketika tidur itulah ia bermimpi seakan-akan seluruh orang yang telah mati datang kepadanya.
“Apa keperluan kalian datang ke sini?,” begitu Tanya Abid terhadap mereka.
“Kami merupakan para penghuni kubur!,” jawab mereka.
“Mengapa kalian harus berbondong-bondong ke sini?,” lanjut lelaki itu.
“Engkau telah terbiasa memberi sebuah hadiah kepada kami tatkala telah beranjak dari pemakaman menuju keluargamu. Namun kini mengapa pemberian itu sudah tidak bisa kami terima lagi?,”begitu mereka mengatakan.
“Berupa apa hadiah itu?”. sergah lelaki itu lagi.
“Untaian kalimat do’a yang biasa kau bacakan setiap sore itu.” tukas mereka pula.
Setelah itu ia terbangun dengan dan tertegun menyaksikan peristiwa dalam mimpi tersebut. Kemudian ia berjanji untuk tidak meninggalkan do’a kepada penghuni kubur pada setiap hari.
Begitu pula apa yang telah dikisahkan oleh Bisyar bin Ghalib An-Najrani. Ia merupakan seorang lelaki yang begitu sering berdo’a untuk Rabi’ah Al-Adawiyah yang telah berpulang terlebih dahulu. Maka pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Rabi’ah seraya mengatakan:
“Wahai Bisyar, seluruh hadiahmu telah sampai kepadaku tertata rapi pada sebuah talam cahaya yang ditutupi dengan sehelai sapu tangan dari sutera indah”.
“Mengapa demikian?,” sahut Bisyar.
“Seluruh do’a orang mukmin yang hidup untuk mereka yang telah meninggal dunia akan didatangkan berupa berbagai makanan yang ditaruhkan pada sebuah talam nur yang ditutupi dengan sapu tangan sutera seraya dikatakan bahwa ini merupakan hadiah si fulan dan si fulan untuk kalian,” begitu Rabi’ah menjelaskan.
Rasulullah Saw telah mengatakan:
Seorang janazah itu ketika telah memasuki kuburnya maka ia bagaikan orang yang tenggelam yang sangat membutuhkan pertolongan. Ia menunggu sebuah do’a yang akan diterimanya, baik dari ayah, saudara atau teman sejawatnya. Dan ketika mereka telah menerimanya, maka do’a itu akan lebih membahagiakan mereka dari pada dunia dan isinya. Dan hadiah orang yang masih hidup kepada orang mati tiada lain adalah do’a dan istighfar (HR. Abu Manshur Ad-Dailami dalam musnad Al-Firdaus dari Ibnu Abbas).


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar