Minggu, 03 Januari 2010

Menghormati Sesama

Aisyah Binti Saad Bin Abu Waqqash lahir di masa khalifah Ustman Bin Affan. Ayahnya termasuk sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah Muhammad Saw akan masuk surga. Aisyah Binti Saad termasuk anak perempuan yang cerdas dan suka menuntut ilmu. Ia rajin menuntut ilmu dari istri-istri Rasulullah, termasuk dari Aisyah Binti Abu Bakar.
Aisyah tidak hanya belajar, tapi ia juga mengamalkan ilmu yang didapatnya. Aisyah juga termasuk wanita yang rajin menghadiri shalat jamaah di masjid Nabawi, termasuk shalat Isya dan Subuh. Pengamalannya terhadap ajaran Islam sangat bagus, termasuk salah satunya adalah menghargai bahwa seluruh manusia sama derajatnya dihadapan Allah SWT, hanya ketakwaan yang membedakan mereka.
Suatu ketika Aisyah memiliki seorang budak bernama Findu. Findu adalah budak yang lugu dan setia kepada Aisyah. Suatu hari seorang keponakan Aisyah Binti Saad Bin Abu Waqqash, yaitu Saad Bin Ibrahim menyakiti Findu. Ia memukul Findu, sehingga Findu marah dan kesakitan. Mendengar cerita itu Aisyah marah kepada keponakannya. Ia meminta keponakannya meminta maaf kepada Findu dan meminta keridhaan Findu.
"Jika Findu tidak memberi maaf kepadamu, aku juga tidak akan memaafkanmu,"ucap Aisyah kepada keponakannnya.
Rupanya kata-kata Aisyah membuat Saad Bin Ibrahim takut. Demi mendengar kata-kata itu, ia segera pergi menemui Findu. Didapatinya Findu sedang terbaring di kamarnya menahan rasa sakit akibat pukulan itu.
Kepada Findu, sepupu Aisyah itu mengutarakan maksud kedatangannya, juga keinginannya untuk meminta kepadanya.. Saad Bin Ibrahim mengucapkan salam kepada Findu, Findu memalingkan mukanya dan tidak mau bicara dengan Saad Bin Ibrahim. Akhirnya Saad bicara kepada Findu:
"Hai Abu Zaid, bibiku dari jalur ibu, yaitu Aisyah Binti Saad, bersumpah tidak akan bicara denganku, hingga engkau memberi maaf kepadaku. Aku tidak akan meninggalkan tempat ini hingga engkau memaafkan aku:"
Mendengar itu Findu benjawab:
"Adapun aku, aku bersaksi engkau adalah pemurka, kasar, dan pemarah. Aku maafkan perbuatanmu itu. Karena itu, silahkan engkau pergi dariku, hiburlah aku dengan tidak melihat wajahmu."
Maka Saad Bin Ibrahim kembali kepada Aisyah dan menyampaikan apa yang dikatakan Findu kepadanya. Mendengar itu Aisyah berkata:
“Findu berkata benar."
Setelah itu Aisyah binti Saad memberi maaf kepada Saad Bin Ibrahim dan berdamai dengannya.
Aisyah Binti Saad Bin Abu Waqqash yang cerdas dan anak seorang sahabat yang mulia saja bisa mengatakan tidak akan memaafkan keponakannya, hanya karena sang keponakan berbuat kasar kepada budaknya. Begitu tingginya ajaran Islam dalam pandangan dan keyakinan Aisyah. Sehingga Aisyah tahu bagaimana caranya menghargai seorang budak yang juga seorang manusia. Semoga Allah SWT merahmatinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar