Senin, 04 Januari 2010

Rabi’ Seorang Pembunuh Tanpa Bayaran

Dikisahkan bahwa Kahmas bin Al-Hasan itu pada setiap harinya mesti melaksanakan shalat sunnah tidak kurang seribu raka’at. Dan setelah usianya cukup tua hingga tubuhnya begitu renta, ia mengurangi sehingga tinggal lima ratus raka’at. Ketika itulah ia sering menangis seraya mengatakan:
“Separoh amalku telah hilang!.”
Begitu pula apa yang dilakukan oleh Rabi’. Ia begitu rajin melaksanakan ibadah siang dan malam sehingga ibunya sangat kasihan melihat anak satu-satunya yang tidak pernah mengenyam kebahagiaan sebagaimana para pemuda seusianya. Maka pada suatu hari ibunya mebngatakan:
“Wahai anakku, adakah kau pernah membunuh seseorang sehingga kau begitu suntuk bertaubat dengan tangis yang tiada henti dan berjaga sepanjang malam?” begitu tanya ibunya dengan penuh kasih sayang.
“Benar apa yang dikatakan ibu,”sahut Rabi’ singkat.
“Kalau begitu siapa ahli warisnya, aku akan sanggup untuk memintakan maaf atau membayar konpensasinya (tebusan). Demi Allah, jika saja mereka melihat penderitaanmu, mereka akan segera memaafkan kesalahanmu, malah akan menaruh kasihan kepadamu pula,” begitu tukas ibunya dengan polos.
“Wahai ibu, tiada lain yang aku bunuh itu adalah nafsuku sendiri.”
Terbelalak mata ibu mendengarkan jawaban seperti ini.



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar