Senin, 04 Januari 2010

Rindu Sampai Mati

Ketika Ibrahim bin Adham terlanda syauq, yakni derita hati yang selalu merindukan Allah, maka ia pernah mengatakan:
“Wahai Tuhanku, jika saja Engkau pernah mengobati kerinduan seseorang sebelum mereka bertemu dengan-Mu (mati), maka aku pun memohon kepada-Mu untuk mendapatkan hal yang serupa itu. Sebab diriku sekarang betul-betul telah terserang kerinduan yang hebat sehingga membahayakan jiwaku sendiri.”
“Setelah do’a itu,” lanjut Ibrahim lagi, “Aku panjatkan, maka ketika aku sedang tidur, seakan diriku di hadapkan kepada Allah. Ketika itu Dia mengatakan:
“Wahai Ibrahim, adakah kau tidak merasa malu kepada-Ku, dimana kau memohon sesuatu yang menjadikan hatimu tenang sebelum dirimu berjumpa dengan-Ku. Adakah seorang yang terlanda kerinduan itu akan tenang hatinya sebelum berjumpa dengan Sang Kekasih(mati)?,” begitu jawab Allah.
“Wahai Tuhan, aku merasa kebingungan dalam mencermati kerinduan dengan-Mu sehingga aku tidak menyadari terhadap segala yang aku ucapkan. Maka dari itu ampunilah aku, kemudian sadarkan diriku terhadap apa yang akan aku ucapkan,” begitu pinta Ibrahim lebih lanjut.
“Ucapkanlah,” kata Allah, “Sebuah do’a:“Ya Allah berilah saya hati yang ridha dalam menghadapi segala keputusan-Mu, kemudian berikan kesabaran pada diriku dalam menanggulangi ujian-Mu, dan gerakkan hatiku untuk mensyukuri segala nikmat yang telah Engkau berikan.”
Begitulah hati seorang kekasih Allah. Cinta dan kerinduan mereka selalu bermuara pada sang Khaliq, bukan hanya terbatas pada makhluk yang lemah dan hina. Kecintaan itu pula yang akan membahagiakan mereka ketika di dunia sampai di akherat nanti.


■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar