Senin, 04 Januari 2010

Tulisan Di Sebuah Prasasti

Pada sutu musim haji,” kata Abu Zakariya At-Taimiy, “Baginda Sulaiman Abdul Malik berada di Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah yakni thawaf yang menjadi rukun haji. Dan setelah ibadahnya itu selesai, Baginda segera keluar dari Masjidil Haram untuk beristirahat. Namun beberapa saat kemudian seorang pengawal kerajaan telah mendapatkan sebuah prasasti batu bertulis peninggalan sejarah lama yang sudah sulit dibaca.
Baginda begitu tertarik dengan tulisan yang masih jelas itu. Segera saja didatangkan seorang ahli sejarah yang akan bisa menguraikan keterangan yang tercantum di batu itu. Akhirnya tanpa kesulitan seorang ahli sejarah dapat ditemukan sehingga dengan mudah ia membacakannya. Tidak lain ia adalah Wahab bin Munabbih. Maka dia segera bertindak membacakannya:
“Wahai Anak Adam, jika saja kalian menyadarai terhadap kedekatan ajal yang akan segera menjemput kehidupan, kalian jelas akan enggan untuk berangan-angan panjang, malah akan begitu rajin untuk selalu menambah amal kebajikan. Begitu pula kalian akan memberhentikan kerakusan dan segala upaya kotor, dimana semua itu akan berbuah penyesalan nanti pada akhirnya. Ingatlah ketika telapak kaki kalian telah bergeser, kemudian diri kalian diserahkan begitu saja ke liang kubur oleh keluarga dan handai taulan. Kalian telah ditinggalkan sanak saudara dan orang tua sendirian serta dibuang oleh anak-anak kalian, maka tidaklah kalian akan bisa kembali ke dunia, juga tidak pula akan bisa menambah sebuah kebajikan. Dengan demikian cepatlah kalian memperbanyak kebajikan sebelum datang hari kiamat dan sebelum penyesalan tidak akan membawa faedah,”begitu Wahab bin Munabbih membacakannya.
Akan halnya Baginda ketika mendengar nasehat ini, air matanya langsung jatuh bercucuran dengan suara tangis yang mendalu-dalu sehingga para pengawal ikut larut dalam kesedihan itu. Setelah suasana dirasakannya kondusif maka Baginda segera kembali ke markas tempat seluruh berbekalannya berada.



■■■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar