Kamis, 24 Desember 2009

Berbagai Manfaat Bambu Kuning

Berbagai Manfaat Bambu Kuning

Bambu kuning tingginya bisa mencapai 10-20 m (batang berbulu sangat tipis dan tebal dinding batang 7-15 mm); 4-10 cm (jarak buku 20-45 cm); kuning muda bergaris hijau tua. Tumbuhnya mulai di dataran rendah hingga ketinggian 1200 m, di tanah marjinal atau di sepanjang sungai, tanah genangan, pH optimal 5-6,5, tumbuh paling baik pada dataran rendah.
Adapun cara membudidayakannya, hendaklah ditanam dengan jarak tanam 8 m x 4 m (312 rumpun/ha). Pemberian pupuk sangat dianjurkan untuk meningkatlkan hasil. Dosis pupuk per ha adalah 20-30 kg N,0-15 kg P, 10-15 kg K dan 20-30 kg Si. Pembersihan cabang berduri dan dasar rumpun tua akan meningkatkan produksi batang bambu dan mempermudah pemanenan.
Pemanenan dapat dimulai setelah tanaman berumur 3 tahun, puncak produksi mulai umur 6-8 tahun. Rebung dapat dipanen 1 minggu setelah keluar dari permukaan. Satu rumpun dalam setahun dapat menghasilkan 3-4 batang baru. Produksi tahunan diperkirakan menghasilkan sekitar 2250 batang atau 20 ton berat kering/ha.
Menurut penelitian yang bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan interaksi ketiga jenis bambu terhadap penambahan sekam padi pada media tumbuh semai yang dilaksanakan pada bulan Maret – Agustus 2006, di Kebun Koleksi Lembaga Penelitian Hutan Bogor di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjungan, Kabupaten Lampung Selatan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan dasar RAK yang terdiri atas tiga kelompok dan masing-masing kelompok terdiri atas enam unit percobaan dan tiap unit percobaan terdiri atas lima stek cabang. Petak utama adalah jenis bambu yaitu bambu kuning (A1), dan bambu duri (A2), sedangkan sebagai anak petak adalah media tumbuh yaitu tanah (B1), campuran tanah dan sekam padi (B2), dan campuran tanah dengan serbuk gergaji (B3). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett. Jika ragam yang dihasilkan homogen, dilanjutkan dengan Analisis Sidik Ragam (Uji F). Pembandingan nilai rata-rata perlakuan diuji dengan uji BNT pada taraf nyata 5 %.

Hasil penelitian ini mendapatkan persentase hidup untuk bambu kuning adalah 100% untuk media tanah dan campuran tanah + sekam padi, dan 86,66% untuk media campuran tanah + serbuk gergaji. Untuk bambu duri 33,33% pada media tanah dan campuran tanah + sebuk gergaji, dan 26,66% untuk media campuran tanah + sekam padi. Pada parameter panjang tunas hasil yang didapat adalah, bahwa untuk bambu kuning rata-rata panjang tunas untuk media tanah sebesar 24,7 cm; media campuran tanah + serbuk gergaji 22,56 cm; dan media tanah + sekam padi 14,59 cm. Untuk bambu duri rata-rata panjang tunas adalah 26,35 cm media tanah; 7,9 cm media tanah + sekam padi; dan 24,94 cm media tanah + serbuk gergaji.
Pada parameter jumlah tunas, rata-rata jumlah tunas untuk bambu kuning adalah 5,53 untuk media tanah; 5,66 media tanah + serbuk gergaji, dan 4,96 untuk media tanah + sekam padi. Rata-rata jumlah tunas bambu duri adalah 0,76 media tanah; 0,73 media tanah + sekam padi dan media tanah + serbuk gergaji.

Pada parameter jumlah daun, rata-rata jumlah daun untuk bambu kuning adalah 28,07 untuk media tanah; untuk 27,07 media tanah + sekam padi, dan 17 untuk media tanah + serbuk gergaji. Rata-rata jumlah daun bambu duri adalah 6,4 untuk media tanah; 3,47 untuk media tanah + sekam padi, dan 6,93 untuk media tanah + serbuk gergaji. Hasil penelitian ini, adalah bahwa pemberian sekam padi dan serbuk gergaji pada media tumbuh semai memberikan pengaruh yang sama. Tidak ada interaksi antara jenis bambu dengan media tumbuh semai. Pertumbuhan stek cabang dipengaruhi oleh jenis bambu. Dalam penelitian ini bambu kuning merupakan jenis bambu paling baik pertumbuhannya.
Mengenai khasiat rebung bambu kuning (Bambusa vulgaris) mengandung saponin dan iavonoida. Rebung Bambusa vulgaris berkhasiat sebagai obat sakit kuning dan obat bengkak.Bambu kining juga mengandung para hidroksi bemsaldehid, suatu fenol yang mirip sebagian gugusan silimarin dan kurkumin, yang berkhasiat untuk mengatasi gangguan lever. Untuk obat sakit kuning dipakai ± 300 gram rebung Bambusa vulgaris, dicuci, diparut, diberi madu 3 sendok makan, diaduk sarnpai rata diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore. Juga untuk mengobati penyakit hepatitis. Batangnya banyak digunakan untuk industri mebel, bangunan, perlengkapan perahu, pagar, tiang bangunan dan juga sangat baik untuk baha baku kertas.
Selain itu, di zaman ninja bergentayangan di Jawa Timur, para tetua mengisyaratkan untuk bersenjata dengan bambu kuning yang dibuat tombak. Logis saja, lha Jepang saja takut. Kalau ditembak, bisa jadi matinya cepet. Namun bila terkena bambu, bisa jadi sakitnya minta ampun, dan tidak mati-mati. Ini yang membuat miris. Pantas bila bambu runcing sampai dimonumenkan.
Perhatikan cerita R. Euis Oemar, Jl. Lembursitu 30, Ciamis, Jabar. “ Tatkala ibu saya menderita penyakit lever, maka orang menyarankan minumai perasan bambu kuning sebagai obat tradisionil. Ternyata hasilnya memuaskan, karena ibu saya sembuh.

Rebung bambu kuning kira-kira sejengkal dikupas kulitnya, dibagi 4 bagian dan dicuci bersih. Yang 4 bagian tadi diparut, lalu diperas airnya, campur dengan madu asli, tapi bisa juga dengan Royal Honey, asal jangan dicampur air. Minum sesudah makan pagi.
Untuk pertama kali sesudah minum obat tadi terasa pusing, tapi kalau sudah terbiasa rasa pusing hilang. Yang 4 bagian tadi diminum 4 kali sehari yakni pagi, siang, sore, dan malam hari. Nah, bagi Anda yang mengalami penyakit lever, silahkan mencoba obat tradisional ini.”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar