Kamis, 24 Desember 2009

Dokong Lebih Manis Daripada Duku


Namanya hampir mirip dengan duku. Dokong masih termasuk keluarga langsat atau duku (Lansium domesticum). Bentuk buahnya mirip duku tetapi ujungnya lebih lancip karena rapatnya buah. Rasanya lebih manis daripada duku. Tanaman ini mulai dikembangkan di Malaysia.
Malaysia saat ini mulai mengembangkan dokong, yakni buah sejenis duku yang dipercaya berasal dari Thailand. Tanaman ini diperkenalkan di Daerah Baling Negeri Kedah Darulaman. Awalnya bibit dokong itu diperoleh seorang petani dari keluarganya yang ada di Thailand. Rupanya tanaman itu telah menarik minat petani lain untuk menanamnya.
Perbedaan duku, langsat dan dokong, bentuk buah warna buah besar, buah tebal, sedikit getah. Sedangkan langsat bulat lonjong, kuning pucat dan halus panjang panjang 2-4 tipis ada getah jernih dan kelabu keputihan manis-manis asam, sedangkan dokong kulitnya tipis rasanya manis
Ada dua jenis dokong, yakni dokong kering dan dokong air. Dokong kering kulitnya tebal sedikit bergetah, daging buahnya pejal dan rasanya lebih manis daripada dokong air, serta bijinya sedikit dan kesat. Sedangkan dokong air daging buahnya berair dan manis, bijinya banyak, kulitnya bulat, kuning pucat dan sedikit kasar panjang 2-4 cm, sedikit lebih tebal, tak bergetah kalau masak jernih dan tembus cahaya manis dan kadang asam kebanyakan tidak berbiji, tipis dan bergetah.

Seperti duku, dokong merupakan tanaman buah-buahan tropika basah yang termasuk famili Meliaceae. Ia dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian 600 m dpl. Umumnya bila ada pohon durian dan rambutan di situ terdapat dokong. Dokong akan tumbuh baik di daerah beriklim tropis lembap dengan curah hujan 1.500-2.500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun. Tanah yang diinginkannya yang gembur dan subur di tempat yang terlindung.
Dengan semakin populernya buah ini di Malaysia, Pejabat Pertanian Daerah Baling telah bersiap untuk mempopulerkannya sebagai tanaman komersial mengingat daerah tersebut sesuai untuk pertumbuhan dokong. Malah di beberapa kawasan penanaman sebagian telah mulai menghasilkan.
Bibit dokong yang berumur I-2 tahun sudah bisa ditanam di lahan. Jarak tanam yang baik 6 m x 6 m dengan sistem segi empat atau segi tiga. Pada masa aw-al bibit memerlukan naungan dan air yang cukup. Kekurangan salah satu di antaranya akan menghambat pertumbuhan bibit. Naungan yang dianjurkan misalnya pisang, pohon durian, dan petai.

Pemupukan untuk tanaman muda sebelum menghasilkan dengan NPK Hijau 15:15:15 sebanyak 2 kg per pohon. Setelah dokong mulai berbuah, pupuk yang diberikan NPK Blue 12:12:17, sebanyak 2-3 kg per pohon. Kemudian 30 hari sebelum panen buah dipupuk menggunakan Muriate of Potash (MOP) sejumlah 200 gram per pohon.
Hama yang sering menyerang dan cukup merugikan antara lain penggerek batang, Pencegahannya bisa menggunakan insektisida sistemik dengan dosis sesuai anjuran.
Pohon dokong dari bibit okulasi mulai berbuah pada umur 5-6 tahun, sedangkan yang dari biji baru menghasilkan setelah umur 7 - 10 tahun. Dari tanaman mulai berbunga sampai buah masak diperlukan waktu 4-5 bulan. Buah-buahan yang masak dipetik dengan menggunakan gunting untuk menghindari kerusakan batang atau dahan. Buah yang telah dipctik langsung ditampung dalam ember supaya tidak rusak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar