Kamis, 24 Desember 2009

Kiat Menghasilkan Manggis Berkualitas

Kiat Menghasilkan Manggis Berkualitas

Rita Sugiharto pernah menyanyikan: hitam …kulitnya hitam… tetapi… putih isinya…, itulah… manggis namanya. Manggis bagaikan personifikasi pribadi yang di luarnya tampak tak berharga, namun jiwanya begitu sempurna, dagingnya berbentuk bagaikan bintang yang siap menyinari dalam kegelapan. Berbeda dengan kedondong, yang dari luar tampak halus, namun isinya mawut, pating selengkrah, sebagai personifikasi pribadi yang dari luarnya tampak anggun mempesona, namun hatinya buas, penuh duri. Masih mendingan durian.
Bila durian disebut king of the fruit, maka manggis dijuluki queen of the fruit oleh para penggemarnya di Eropa. Warna daging buahnya yang putih bersih,dan terasa lezat membuat buah khas daerah tropis ini disukai orang. Ciri khas itu hanya tercapai jika memenuhi standar kualitas, seperti yang sudah bisa dihasilkan oleh para petani manggis di Thailand.

Manggis memang sedang naik daun. Selama tiga tahun terakhir, Garcinia mangostana ini menduduki peringkat pertama ekspor buah Indonesia. Melimpahnya permintaan manggis dari Singapura, Hongkong, clan Jepang juga dialami oleh Thailand dan Malaysia. Dari ketiga negara produsen manggis itu, tampaknya Thailand yang sudah melangkah lebih maju. Ini terbukti dari keberhasilan mereka menembus pasar Jepang yang terllenal memiliki peraturan ketat.

v Kualitas ekspor
"Kami mengekspor manggis ke Jepang, Taiwan, Kanada, clan Amerika," tutur Niwat, pemilik Uncle Soon Rayong, perkebunan manggis tersohor di distrik Rayong, Thailand. "Khusus untuk Jepang, manggis dibekukan dahulu," tambahnya. L ntuk membekukan manggis, bualt yang siap ekspor dibelah clan kemudian kedua belahan itu dikatupkan lagi. Selanjutnya dibungkus dap dibekukan pada suhu - 40° C.
Menurut petani yang sudah menanam manggis sejak 20 tahun ialu ini, dilihat dari ukuran ada tiga standar kualitas manggis, yakni besar,
sedang, dan kecil. Yang pertama bobot buah 100 gram/butir; kedua, 55 gram/ butir; ketiga 43,5 gram/butir. Jika akan diekspor, kulit buah harus bersih, tidak cacat, clan tebal. Tidak ada cairan kuning (resin) p4da kulit dan tangkai buah.


Untuk memenuhi persyaratan tersebut, penanganan panen dan pascapanen harus benar. Faktor terpenting, waktu dipetik manggis tidak boleh jatuh atau diletakkan di tanah. Sebab, kulit manggis mudah rusak. Selain itu, tangkai buah harus disisakan sekitar 2 cm. Di Thailand, manggis yang letaknya tinggi dipetik dengan galah yang dilengkapi jaring penampung.
Manggis yang sudah dipetik ditampung di wadah beralaskan daun pisang. Bila man dimasukkan ke dus, dus tersebut juga dialasi daun pisang. Setelah penuh, bagian atas ditutup lagi dengan daun pisang. Teknik pengemasan yang biasa dilakukan Niwat ini hanya cocok untuk pengangkutan jarak jauh.
v Waktu petik pas
Selain penanganan pascapanen, penentuan waktu petik juga sangat penting untuk manggis yang akan diekspar. Manggis berkulit hijau kekuningan tidak boleh dipetik karena masih terlalu mentah. Bila dibelah, kulit buah masih bergetah. Daging buah masih melekat kuat di kulit. Andaikata kulit buah masih berwarna merah kekuningan, manggis perlu diperam 3-4 hari sebelum dimakan. Saat yang paling tepat memanen manggis ialah ketika kulit buah sudah berwarna kemerahan atau cokelat kemerahan. Pada tahap ini kulit memang masih bergetah, tapi daging buah sudah bisa dimakan. Niwat selalu memanen manggis seperti ini bila akan mengekspornya ke luar negeri.
Begitu warna kulit sudah ungu kemerahan atau ungu gelap kehitaman, maka daya tahannya semakin berkurang. Manggis seperti ini hanya cocok untuk dijual lokal. Perubahan warna-warna kulit itu berselang setiap satu hari pada suhu 25°-30°C.


Manggis yang mudah rusak itu ternyata bisa tahan disimpan sampai lebih dari satu bulan. Syaratnya, buah dipetik waktu kulitnya kemerahan atau cokelat kemerahan. Selanjutnya manggis dibungkus plastik (polivinyl chlorida) dan disimpan pada suhu 2°C. Dengan cara ini manggis bisa tahan sampai 42 hari. Jika disimpan pada suhu 13°C. Pembungkusnya hanya plastik -berlubang, daya tahannya cuma 30 hari.
Khusus untuk ekspor, manggis dikemas di corrugated fibre-broad berukuran 25;4 cm x 38,1 cm x -.C cm. Dasar kotak dialasi kertas tipis atau plastik. Setiap kotak bica diisi 15 butir manggis. Dalam kemasan seperti inilah manggis-manggis di Thailand dikirim ke mancanegara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar