Sabtu, 26 Desember 2009

E. Mencegah Penyakit Jantung


Ras yang paling tahan bantingan dari serangan jantung terbukti adalah masyarakat Eskimo. Selama bertahun-tahun para peneliti medis dan ilmuwan tahu bahwa orang-orang kutub ini jarang sekali terkena penyakit jantung. Yang lehih mengherankan mereka mengkonsumi banyak ikan paus, salmon, serta binatang-binatang berlemak jenuh. Padahal semua orang tahu daging binatang berlemak jenuh justru dituding sebagai "biang" terjadinya stroke maupun sakit jantung.
Penelitian yang dilakukan oleh dua pakar kesehatan AS, H.O. Bang dan J. Dyerberg, atas 2.600 warga Greenland fahun 1968 - 1978 amat mencengangkan. Tak satu pun orang Eskimo meninggal dunia gara-gara sakit jantung. Periode sebelumnya dari tahun 1963 - 1967 hanya ada tiga kematian karena arteriosklerosis.
Yang dipakai acuan adalah data statistik tahun 1974 tentang penyakit jantung koroner warga Greenland usia 45 - 64. Golongan usia ini sengaja dipilih sebagai sampel karena dianggap, mewakili kelompok rentan terhadap penyakit jantung. Ketika hasil ini dibandingkan dengan data serupa pada penduduk AS, hasilnya: tingkat kematian penduduk Greenland akibat penyakit jantung hanya 5,3%, sementara penduduk AS mencapai 40,4%. Itulah sebabnya pada saat itu, penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di AS. Karena belum menemukan jawaban yang pasti para ilmuwan tersebut lantas membuat hipotesis sementara bahwa orang Eskimo memiliki semacam "pelindung genetik" untuk melawan penyakit jantung dan efek dari daging hewan berlemak tinggi.
Toh, akhirnya misteri kekebalan manusia Eskimo ini sedikit demi sedikit terkuak. Terbukti ketika sejumlah warga Eskimo pindah untuk menetap di Amerika dan dalam kehidupan sehari-hari mereka mengubah pola makannya sesuai dengan masyarakat AS, ternyata prevalensi serangan jantung pada diri mereka pun naik.
Tergerak oleh bukti baru tersebut Bang dan Dyerberg lantas menyelidiki dengan teliti makanan khas orang Eskimo sebelum akhirnya menemukan bahwa "makanan laut" merupakan tulang punggung menu sehari-harinya. Terutama jenis khusus ikan air dingin seperti salmon, paus, dan binatang laut lainnya. Inilah bedanya dengan orang AS dan bangsa lain.
Untuk menambah bukti yang lebih kuat, mereka membandingkan kemunculan penyakit jantung ini di antara pengkonsumsi ikan air dingin lain seperti masyarakat Norwegia. Selama berlangsungnya PD II tingkat kematian penduduk Norwegia karena sakit jantung cenderung turun. Setelah diselidiki terdapat fakta, selama perang, penduduk negeri ini mengurangi makanan mengandung lemak susu untuk kemudian beralih meningkatkan konsumsi ikan-ikan air dingin seperti salmon dan haring.
Potret serupa terdapat di Jepang. Meski tingkat kematian akibat penyakit jantung warga Jepang sedikit lebih tinggi daripada orang Eskimo, dibandingkan dengan orang AS dan Eropa tetap masih lebih rendah. Pola makan orang Jepang pun ternyata juga tidak banyak berbeda dengan Eskimo. Tingkat kematian warga pesisir Jepang akibat penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan sesamanya yang kebetulan tinggal di dararan tengah. Nah, petunjuk semakin jelas, resep panjang usia sehingga terhindar dari serangan jantung adalah berkat ikan yang mereka makan. Elemen penting pelindung hati pada jenis ikan air dingin itu adalah minyaknya, Omega 3 fatty acid yakni EPA (eicosapen taenoic acid) dan DHA (docosaheaenoic acid). Inilah sebenarnya rahasia hidup manusia Eskimo, Norwegia, maupun Jepang. Ikan air laut khususnya banyak mengandung asam lemak Omega 3 yang bisa menurunkan kadar kolesterol maupun trigliserida.
Ketika mereka diteliti oleh tim peneliti dari Denmark pada tahun 1970, ternyata darah mereka kurang begitu kental, kalau dibandingkan dengan darah rata-rata orang Amerika. Mereka mudah berdarah. Luka sedikit saja, perdarahannya cukup lama, sebelum sembuh. Begitu juga kalau mereka mimisan (berdarah hidungnya). Lama baru berhenti, karena darah mereka encer. Namun, justru karena lebih encer itulah, darah mereka tidak begitu gampang menyumbat pembuluh nadi jantung.
Keenceran darah mereka ternyata karena lemak yang mereka makan dari ikan dan sea food berbeda dengan lemak daging sapi yang biasa kita makan.
Pada penelitian di Universitas Ilmu-ilmu Kesehatan Oregon yang dilakukan kemudian, ternyata lemak ikan (makanan orang Eskimo) itu mengandung sekelompok asam lemak tak jenuh, yang untuk gampangnya disebut kelompok omega-3. Ikan-ikan mendapat bahan ini dari ganggang laut yang mereka makan atau dan ikan lain yang sebelumnya makan ganggang itu. Kelompok omega-3 .ini memang banyak terdapat dalam sel ganggang dan rumput laut.
Pendapat lain yang mengatakan bahwa bila kita membiasakan makan ikan terus-menerus sepanjang minggu sebagai pengganti makanan lain/daging, bisa jadi tubuh kita malah kekurangan zat-zat lain yang dibutuhkan.
Ada pendapat bahwa kuning telur tidak berbahaya buat kadar kolesterol. Pendapat ini ternyata disangkal oleh banyak ahli, karena dalam satu butir kuning telur jelas terkandung 275 mg kolesterol, padahal mereka yang berkolesterol tinggi hanya dianjurkan menelan maksimal 300 mg kolesterol/hari.
Menggoreng makanan untuk penderita kolesterol tinggi sebaiknya menggunakan minyak jagung atau kedelai yang mengandung asam lemak tidak jenuh dibandingkan minyak goreng kelapa atau lemak hewani.

v Kiprah Omega 3
Para ahli menegaskan, Omega 3 fatty acid berfungsi untuk menghilangkan efek fisiologis pada sistem kardiavaskuler dengan cara mencegah terjadinya proses menumpukan gumpalan-gumpalan sel darah mierah yang tak berhemoglobin serta mencegah pembentukan butiran darah beku. Dengan kata lain, thromboxane A3 yang dihasilkan oleh Omega 3, akan memproduksi butir-butir darah yang lebih kokoh dan tak mudah menggumpal sehingga bisa lebih lancar mengalir di arteri. Sementara itu. pada saat yang sama kadar plasma trigliserida akan diturunkan. Sebaliknya kolesterol HDL (high density lipoprotein) akan naik. Inilah fungsi ganda yang tidak dipunyai obat-obat penurun kolesterol pada umumnya.
Dari kalangan dunia ilmu pengetahuan, penemuan formula EPA ini bahkan diberi hadiah Nobel. Seorang ilmuwan. lnggris, Dr. Reginald Saynor, seperti yang termuat dalam jurnal kedokteran terkemuka Lancet, Juni 1983; telah membuktikan minyak salmon. Selama 3 tahun 150 pasiennya diberi minyak ikan salmon yang kaya dengan EPA. Kebanyakan dari pasiennya pernah terserang myocardial infarction, angina, pernah menjalani pembedahan by-pass arteri. Ternyata setelah pengkonsumsian EPA berjalan 2 tahun, kadar serum kolesterol mereka lebih rendah dan HDL-nya menunjukkan kenaikan yang amat berarti. Padahal penurunan serum kolesterol 1 % saja, sudah menurunkan tingkat kematian akibat sakit jantung 2%.
Selain itu melalui serangkaian penelitiannya, Dr. William Conor, kepala bagian klinik gizi Universitas Oregon, AS, membuktikan bahwa orang sehat yang makan ikan salmon selama 10 hari, kadar kolesterol dalam darahnya bisa turun lebih dari 17%. Sementara pada mereka yang kadar kolesterolnya sudah tinggi, dengan mengkonsumsi salmon bisa turun 20%. Hasil penelitian yang relatif sama juga ditemukan di Harvard Medical School, Albany Medical College, St. Luke's Medical Center di Chicago, Memorial/ Sloan-Kettering Cancer Center di New York dan University of Cincinnati School of Medicine.
Dari uraian di atas nampak jelas bahwa konsumsi ikan air dingin seperti salmon, makarel maupun haring sangat membantu kita untuk menjaga kesehatan jantung.

v Si Pengembara
Ikan salmon atau salem (Salmo dan Onchorhynchus) yang hidup di alam bebas populasinya semakin lama semakin sedikit. Di samping selalu diuber-uber manusia karena dagingnya amat lezat serta minyaknya berfaedah untuk kesehatan. King salmon, bahan utama Newrise, ikan jenis ini memiliki Omega 3 EPA Extra. perilaku aneh.
King atau chinook salmon (Onchorhynchus fshawytscha) yang panjangnya bisa mencapai 91 cm dan berat 4,5 kg, merupakan jenis terbesar di antara rekan-rekannya seperti cherry salmon, chum salmon, pink salmon, Atlantic salmon, dan sockeye salmon. King salmon inilah yang sari minyaknya dipakai untuk membuat formula Newrise Omega 3 Expa Extra.
Keluarga besar salmon selalu lahir di aliran sungai. Kemudian berkelana ke laut dingin dan akan kembali ke tempat kelahirannya setelah satu tahun berlalu untuk keperluan bertelur. Salmon Pasifik hanya akan bertelur sekali untuk kemudian mati, sedangkan kolega mereka di Atlantik bisa pulang kembali ke lautan setelah bertelur, begitu seterusnya sampai sekitar tiga kali.
Ikan salmon dewasa berenang dan tengah laut ke hulu sungai ketika akan bertelur, biasanya pada musim panas atau gugur. Terkadang harus berenang mengarungi samudera sampai sejauh 3.200 km. Perjalanan mudik ini bisa memakan waktu beberapa bulan. Barangkali tak ada hewan air lainnya yang memiliki perilaku seunik salmon. Ikan ini dikenal memiliki fighting spirit yang tinggi. Betapa tidak? Dengan sekuat tenaga mereka akan berenang melawan arus yang deras naik ke hulu sungai, melewati pusaran air, bahkan kalau perlu mampu melompati air terjun sampai setinggi 3 m.
Ikan lezat ini suka makan enak. Ikan-ikan kecil, kepiting, dan plankton adalah santapannya. Namun ia akan membiarkan makanan itu lewat pada waktu mengadakan perjalanan "mudik", begitu mencium air tawar tempat kelahirannya. Selama di "kampung halaman" ia akan berpuasa sampai musim bertelur. Begitu saatnya tiba, nyonya-nyonya salmon bertelur di balik bebatuan. Kulitnya akan berubah dari hijau kelabu keperakan menjadi merah. Sekali bertelur mampu mengeluarkan 2.000 - 10.000 butir telur. Setelah 3 - 4 bulan calon-calon bayi salmon itu menetas.
Begitu merasa kuat berenang, para balita salmon itu kembali ke laut bebas untuk melakukan pengembaraan. Memang tak semuanya akan hidup, barangkali yang kuat mencapai laut bebas hanya sekitar 10%. Di perjalanan, sebagian dimangsa ikan besar, yang lain mungkin terkena polusi air. Selama pengembaraannya tubuh ikan salem berkembang. Hampir 80% dari tubuhnya berupa otot daging dan sekitar 15% berupa lemak. Mereka bermasyarakat dan "berumah tangga" di laut bebas selama 6 bulan sampai 5 tahun. Kalau mendekati musim bertelur, seperti yang dilakukan orang tua dan leluhurnya, mereka pun akan berjuang "mudik" ke tempat kelahirannya.
Para ilmuwan menganalisis kemampuan navigasi salmon mengarungi. lautan karena mereka memiliki kekuatan medan magnetik rasa berdasarkan pantulan permukaan bumi dan aliran sungai. Inilah yang barangkali mendasari litani kehidupan unik keluarga salmon beruaya (hilir-mudik) dan lautan ke hulu sungai.

F. Agar Jantung Lebih Sehat
Bantulah jantung Anda untuk menjadi lebih sehat dengan berbagai tip berikut ini.
1. Lakukan aktivitas lebih banyak
Penelitian oleh dr. Ralph Paffenbarger dari Stanford Medical School memmjukkan, mereka yang menghabiskan lebih dari 2.000 kalori untuk seluruh aktivitasnya per minggu dapat meningkcrtkan angka harapan hidupnya menjadi dua tahun lebih panjang. Kecuali itu, hal tersebut sangat mengurangi risiko terserang penyakit jantung.
Sebanyak 2.000 kalori yang terbakar itu hampir sama dengan kalau Anda melakukan joging sejauh 20 mil (± 32 km). Jumlah itu termasuk kegiatan yang bermanfaat lainnya seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, bekerja di kebun, dan melakukan pekerjaan rumah tangga.
2. Stop merokok
Dengan menghentikan kebiasaan merokok, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena emfisema (paru-paru bengkak karena pembuluh darahnya kemasukan udara), kanker, dan juga penyakit jantung. Karena itu sebaiknya berhentilah merokok. Pastikan "hari putus rokok" Anda paling lama sqtu bulan sejak hari ini. Untuk itu siapkan diri Anda untuk hal-hal berikut:
- Catat kapan dan di mana saja Anda merokok, dan mengapa (cemas, jenuh, stres, dan sebagainya) dalam kurun seminggu. Berdasarkan catatan itu mulailah mengganti rokok dengan kebiasaan yang lebih bermanfaat. Misalnya, sewaktu Anda dilanda rasa cemas, lakukan latihan relaksasi.
- Beritahukan kepada orang lain kalau Anda berniat untuk berhenti merokok, lalu mintalah dukungannya.
3. Mengubah sikap hidup
Cara untuk menghadapi situasi pembangkit stres berikut ini mungkin bisa Anda coba. Kenali berbagai situasi yang bisa bikin Anda stres atau mungkin perilaku tipe A (menunggu dalam antrean, deadline, dan sebagainya). Belajarlah untuk menyesuaikan diri terhadap stres tanpa harus terperangkap di dalamnya. Untuk itu, lakukan hal-hal ini:
- Mengubah persepsi
Jangan bayangkan seonggok tanah bagaikan gunung yang menjulang tinggi. Pandanglah situasi secara realistis dan objektif, tanpa harus membayangkannya menjadi sesuatu.
- Mengubah reaksi
Apakah jantung Anda berdebar-debar dengan otot-otot menegang? Yakinkan diri Anda dengan kata-kata, "Aku sanggup mengendalikan diri." Lalu tersenyumlah, dan usahakan untuk santai.
- Mengubah kebiasaan
Mengatasi stres dengan mengkonsumsi minuman berkafein, beralkohol, atau obat, itu cara yang titdak positif. Lebih baik mencoba cara lain yang bisa menjaga kesehatan dan hubungan antarsesama secara positif, seperti relaksasi, mengkonsumsi makanan bergizi, percaya diri, mendengar aktif, dan sebagainya.
- Menu rendah lemak, rendah kolesterol
Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menganjurkan agar kalori yang berasal dari lemak jangan lebih dari 30% jumlah kalori harian. Begitu juga kalori yang berasal dari lemak jenuh jangan rnelebihi seperriga dari jumlah kalori harian. Yang juga penting, sebaiknya tidak mengkonsumsi kolesterol lebih dari 300 rag per hari. Cobalah cara diet berikut ini:
· Pilihlah ikan, unggas (tanpa kulit) dan daging tak berlemak, dan sajikan dalam porsi yang kecil saja.
· Kurangi rnakan daging kukus, sosis, dan daging berlemak.
· Gemarlah makan sayuran dan buah-buahan, atau bahan makanan yang berasal dari padi-padian atau polong-polongan.
· Pilihlah susu atau keju yang kadar lemaknya rendah, dan margarin, jangan mentega.
· Kurangi makanan goreng-gorengan, dan hindari makanan yang diolah dengan minyak dari lemak hewan.

4. Olahraga tanpa emosi
Kolesterol memang banyak diproduksi oleh hati, tapi ini bukan berarti kalau kolesterol tinggi, pasti lever terganggu. Namun, ada kalanya kadar kolesterol atau trigliserida naik gara-gara penyakit primer lain seperti diabetes (gangguan pankreas-endokrin), ginjal, gangguan kantung empedu, atau abses hati. Penyakit had sirosis (hat mengerut dan kurang berfungsi) malah menurunkan kadar kolesterol. Di Indonesia penderita diabetes dengan trigliserida tinggi rnencapai 40%, sedangkan di luar negeri mencapai 65%, karena mereka lebih banyak makan makanan berprotein tinggi. Berolahraga secara teratur amat baik untuk menjaga kesehatan tubuh. Berjalan kaki atau berlari-lari kecil selama setengah jam setiap hari atau minimal 3 kali seminggu baik untuk menurunkan kadar kolesterol ataupun trigliserida. Bagi mereka yang sudah mempunyai kelainan jantung atau tekanan darah tinggi sebaiknya jangan melakukan olahraga yang penuh emosi seperti tenis atau bulutangkis. Apalagi kalau olahraga berat ini tidak rutin dilakukan sejak muda.
Olahraga terarah dapat mengatasi risiko PJK. Malah ada kalanya pembuluh jantung yang menyempit dapat longgar kembali. Olahraga yang dianjurkan adalah yang melibatkan sebagian besar otot besar dalam badan, dengan gerakan ritmis dan berkesinambungan. Seperti jalan kaki, berenang, mendayung, naik sepeda, senam aerobik.
Lama berolahraga antara 20 dan 30 menit. Paling tidak, dilakukan 3 kali dalam seminggu. Denyut nadi maksimal yang boleh dicapai 220 per menit dikurangi umur (dalam tahun). Kalau berlatih olahraga dengan intensitas di bawah 70% dari denyut nadi maksimal akan kurang nampak manfaatnya.
Bagi yang berusia 45 tahun ke atas sebaiknya berlatih sampai denyut antara 126 dan 152 per menit. Kalau Anda baru mulai aktif berolahraga setelah usia 35 tahun hendaknya berlatih secara bertahap. Misalnya, latihan awal treadmill (jalan cepat atau lari di atas bantalan ban berjalan) cukup 20 menit setiap hari, selama 2 minggu. Setelah itu, secara bertahap ditambah 10% sampai mencapai sasaran, misalnya 60 menit.
5. Tes tekanan dan kolesterol darah
Periksakan tekanan darah dan kolesterol darah Anda kepada ahlinya. Umumnya cukup sekali setahun. Pemeriksaan kolesterol darah mestinya dimulai sejak umur 20. Jika hasil tes Anda masuk dalam kategori "risiko rendah" di bawah 200 mg%, pemeriksaan yang dianjurkan adalah 5 tahun sekali.
Apabila tekanan darah maupun kolesterol darah Anda kedapatan tinggi, sebaiknya ikuti perawatan kesehatan sesuai petunjuk dokter, yang barangkali mencakup perubahan menu makanan dan latihan, ataupun segi pengobatannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar