Sabtu, 26 Desember 2009

Jantung Buatan

Terobosan. terbaru di kancah bongkar-pasang jantung manusia. Sama sekali bukan pencangkok an jantung ' hewan yang kontroversial. Juga bukan cangkok jantung palsu seperti tahun 1980an. AbioCor siap menggantikan secara permanen jantung yang rusak berat. Ukurannya relatif lebih kecil, ringan, dan kompak. Rumah sakit di AS, Jewish Hospital, menjadi pionir dalam mencoba AbioCor.
Tanggal 2 Juli 2001 para ahli bedah jarntung di University of Louisville, AS, berhasil membongkar jantung manusia yang nyaris tidak berfungsi dan memasang jantung buatan sebagai pengganti permanen. AbioCor Implantable Replacecement Heart, begitu nama lengkap jantung buatan itu. Resipien pertamanya, pria (50 tahun) penderita gagal jantung, fase akhir. Kerusakan jantungnya parah. Sekaligus juga menderita diabetes, penyakit ginjal, dan mengalami kerusakan otot jantung hebat. Proses bongkar-pasang berlangsung selama tujuh jam di Jewish Hospital, salah satu rumah sakit jantung terbaik di AS. Tim klinis di bawah pimpinan ahli bedah dari University of Louisville, Laman A. Gray, Jr., M.D., dan Robert D. Dowling, M.D., terdiri atas 14 perawat, dokter pembantu, anestesiolog, dan staf pendukung lain. Proses pembedahannya sendiri berjalan lancar.
Selain pertama di dunia untuk jenis penanaman jantung buatan secara permanen, peristiwa ini merupakari langkah percobaan yang berani. Meski begitu, langkah ini menjanjikan harapan baru bagi ribuan penderita gagal jantung.

v Menambah umur 30 hari
Saat ini pasien yang identitas lengkapnya masih dirahasiakan itu tengah memusatkan diri pada pengembalian kekuatan selama proses pemulihan. Penyembuhannya; menurut para ahli bedah, lebih baik dari yang diharapkan. "Kondisi pasien lebih baik ketimbang saat sebelum penanaman (AbioCor)," kata Gray.
Fisik resipier. pascaoperasi, setidaknya empat minggu sejak pembedahan, cukup kuat,' bahkan mampu hilir mudik berkursi roda di luar kamar rumah sakit. Juga dapat berdiri dan berjalan pelahan, dengan dibantu tentu saja. Sempat pula menulis pesan kepada keluarga, tim klinis, dan teman. Fungsi ginjal dan hatinya pun tetap stabil; serta paru-parunya baik-baik saja. Pihak rumah sakit juga menyatakan, pasien terjaga dan responsif.

v Nyenyak Tidur
Sejak ArbioCor dipasang, pasien itu sempat mengalami perdarahan di sekitar lokasi jantung palsunya. Tapi tim dokter telah berupaya mengeringkan cairan dari sekitar tempat baterai alat itu. “Tujuan percobaan jantung buatan adalah untuk memperpanjang dua kali usia harapan hidup pasien hingga 60 hari," kata David Lederman, presiden Abiomed, perusahaan pembuat alat itu, seperti dikuitip Straits Times. Setiap pasien, tentu memiliki peluang meninggal pasca penanaman AbioCor. Perlu dimengerti bahwa penerapan teknologi itu mungkin saja mengalami kegagalan.
Diharapkan, pemasangan permanen jantung buatan itu bisa menambah umur penderita gagal jantung yang sudah kritis (divonis tinggal 30 hari umurnya), paling tidak 30 hari lagi. Harapan itu kelihatannya tidak masuk akal, namun menjadi kenyataan. Bahkan merupakan langkah yang amat penting untuk meraih tujuan yang lebih baik. ArbioCor, jantung pengganti "siap tanam" pertama di dunia ini dirancang sebagai pengganti permanen bagi pasien gagal jantung fase akhir. Ibaratnya, pasien berada di bibir jurang kematian, dan tak mungkin dilakukan pencangkokan jantung, ataupun dibantu dengan terapi lain.
"Teknologi ini sehagai langkah kritis dalam menyelamatkan pasien penderita penyakit jantung fase akhir yang tidak punya harapan hidup," jelas Robert Dowling, M.D. "Jantung pengganti AbioCor menjadi solusi permanen bagi pasien, memberikari mereka kesempatan untuk memperpanjang hidup."
Sungguh menggembirakan, penelitian tahap praklinis itu pun sukses. Keberhasilan uji praklinis AbioCor memberikan bukti nyata kepada Badan Pengawasan Makanan dan Obat, AS (FDA) bahwa jantung buatan terbaru, AbiaCor, memang cocok secara biologis dan mampu menyokong harapan hidup pasien. Otamatis perusahaan Abiomed pun menerima izin dari FDA untuk nielanjutkari penelitian.
Investigational Device Exemption (IDL) yang diberikan oleh FDA memungkinkan dilakukan uji klinis lanjutan, yakni penanaman AbioCor dalam tubuh lima pasien. Keberhasilan uji itu didasarkan pada tinjauan periodik terhadap kelangsungan hidup dan kualitas hidup resipien (penerima) AbioCor.
"Mengukur seberapa baik ia (jantung buatan) bekerja bukan berdasarkan seberapa lama ia memperpanjang hidup, tapi seberapa bagus kualitas hidupnya," kata Dr. David Ledderman, CEO Abiomed.
Yang jelas, sukses awal itu berkat penelitian dan pengembangan AbioCor oleh Abiomed, Inc., di Danvers, Massachusetts, lebih dari 20 tahun. Ditambah lagi tiga tahun be kerja sama dengan University of Louisville dan Jewish Hospital, sebagai pusat uji in-vivo praklinis AbioCor.
v Cara Kerjanya
Omong-omong tentang jantung palsu mengingatkan kita pada Barney Clark, resipien jantung buatan model terdahulu, yang disebut Jarvik 7, pada 1.980-an. Teknologi serupa kini telah mengalami kemajuan dahsyat dengan kehadiran AbioCor. "Jarvik 7 sangat sederhana dibandingkan dengan standar sekarang," kata Dr. Mehmet OZ, kardiolog pada Colombia University yang juga akan menanam salah satu dari alat baru itu.
Jarvik 7 juga dinilai kurang praktis. Jantung buatan terdahulu ini dihubungkan ke panel besar melalui pipa dan kabel. Kabel menjulur keluar dari. rongga dada menembus kulit dan dihubungkan ke baterai eksternal. Pasien.harus terus-menerus terbaring. Meski bagian dari alat itu ditanam dalam tubuh pasien, tapi karena dihubungkan ke mesin berukuran besar, otomatis pasien (Bamey Clark) tak bisa bergerak leluasa.
Kala itu pemasangan jantung buatan setidaknya dimaksudkan untuk menjaga supaya pasien tetap hidup hingga mendapatkan organ jantung siap cangkok. Tapi sayang, akhirnya Clark meninggal 112 hari setelah penanaman jantung buatan akibat terserang stroke dan infeksi gara-gara alat itu.
Sementara itu AbioCor memang sengaja dikembangkan sebagai jantung pengganti secara permanen. Ia dipasang permanen dalam rongga dada pasien. Jadi, tidak terdapat pipa atau kawat yang menjulur keluar tubuh. Juga tidak. dihubungkan ke panel. Abiomed di Massachusetts mengembangkan jantung pengganti (AbioCor) dengan baterai dalam (internal) yang dapat, diisi ulang secara kontinyu untuk jangka pendek. Baterai itu menyimpan cukup tenaga unruk tetap menghidupkan atau memompa jantung selama 45 menit, tanpa suplai energi baterai eksternal.
Hal ini memungkinkan pasien untuk melakukan kegiatan seperti mandi dan berenang. Pada sejumlah kasus, pasien mengenakan baterai luar (ekstemal) ukuran "kecil", sekitar 1,8 kg. Kemudian ia mengirim sinyal elektrik melalui kulit ke baterai internal dan menjaga detak jantung. Apalagi dari segi ukuran, AbioCor relatif kecil, kira-kira seukuran buah jeruk. "Pompa darah" berbahan titanium dan plastik ini cukup ringan dan kompak. Bobotnya berkisar antara 0,9 kg - 1,8 kg. Ini merupakan lompatan teknologi jantung buatan. Bandingkan dengan jantung palsu generasi terdahulu (tahun 1980-an) yang berukuran besar (karena dipenuhi kabel dan pipa); sekitar 2,25 kg beratnya. Yang pasti, AbioCor tidak berisik sehingga perlu stetoskop untuk mendengarkan suara detaknya. Pompa dan klepnya dari Angioflex, material buatan Abiomed.
"Saya kira ini (AbioCor) sebagai langkah maju demi perkembangan jantung buatan," kata Dr. David Faxon, presiden American. Heart Association, seperti dikutip Straits Times. Meski ada baterai intemal, suplai energi dari baterai luar (ekstemal) tetap dibutuhkan. Baterai yang terpasang pada sabuk terhubung ke coil yang ditanam di bawah kulit. Pengiriman tenaga dari baterai diteruskan ke AbioCor melalui coil. Jadi, begitu jantung pengganti ini ditanam secara sempurna, pasien penerima tetap dapat bergerak leluasa. Siap melakukan kegiatan rutin tanpa harus selalu tiduran. Karena tubuh pasien tidak ditembus pipa dan kabel, otomatis menghindari penetrasi ke kulit yang selanjutnya dapat mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
Seperti halnya jantung asli, AbioCor Implantable Replacement Heart terdiri atas bilikbilik. Hanya saja jantung beneran punya empat bilik, sedangkan AbioCor memiliki dua bilik pompa darah. Pompa sebelah kanan menyuplai darah ke paru-paru, sementara pompa sebelah kiri mengirim darah untuk organ vital lain. Masing-masing pompa mampu mengalirkan lebih dari 8 liter darah per menit.

v Mirip jantung manusia
AbioCor mampu merespons segala derajat aktivitas. Ini berkat adanya sensor aktif. Karena itu pula, secara otomatis AbioCor dapat meningkatkan atau mengurangi laju pemompaan jantung. Sistem pemantau aktif juga merangkap sebagai alarm kalau terjadi ketidakteraturan. Pasien diseleksi betul Sukses uji praklinis mengantar Abiomed mendapatkan izin dari FDA untuk. melakukan lima penanaman AbioCor berikutnya.
Kandidat resipien dipilih secara saksama. Mereka berusia di atas 18 tahun, dan harus yang mengalami gangguan jantung sangat parah. Meskipun sudah menjalani pengobatan secara maksimal, mereka diperkirakan cuma tinggal 30 hari masa hidupnya. Lima rumah sakit terkenal, di antaranya Brigham & Women's and Massachussets General di Boston, Hahnemann University Hospital di Philadelphia, Jewish Hospital di Louisville, Texas Heart. Institute di Houston, dan UCLA
Syarat yang juga penting, tubuh mereka harus bisa "menerima" jantung asing itu. Begitu pula organ vital lain harus berfungsi secara normal. Mereka tidak mempunyai kecenderungan infeksi atau gangguan saraf, dan pasien itu tidak dapat berjalan atau melakukan kegiatan rutin sehari-hari. Penilaian terhadap setiap resipien, AbioCor harus disampaikan kepada FDA, 60 hari setelah penanaman. Jika hasil uji dari lima resipien bagus, perusahaan Abiomed berpeluang mendapat izin melanjutkan percobaan lanjutan kepada 15 pasien.
Medical Center di Los Angeles, siap melakukan uji klinis AbioCor untuk tahap berikutnya. Dari penderita gagal jaritung di AS, menurut Robert Dowling bersama koleganya dari University of Louisville, sekitar 2.000-an cangkok jantung dilakukan per tahun. Padahal diperkirakan, banyak pasien bisa memanfaatkan AbioCor. Bisa mencapai 100.000 kandidat resipien jantung pengganti (AbioCor) yang potensial. Menurut sejumlah dokter, termasuk Dr. Robert Higgins, ketua bagian kardiologi pada Medical College of Virginia di Richmond, jantung pengganti dimungkinkan untuk menggantikan donor jantung. "Diharapkan, suatu hari mekanisme ini bisa membawa pasien menuju ke hidup yang relatif normal," ujar Dr. John Watson dari National Heart, Lung and Blood Institute, penyumbang dana AS $ 20 juta untuk penelitian lanjut jantung buatan AbioCor.
Mudah-mudahan jantung pengganti ini jadi berita gembira. Bisa memperpanjang usia harapan hidup dan menjanjikan hidup yang memuaskain bagi penderita jantung yang "divonis" tak mungkin akan hidup lebih lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar