Sabtu, 26 Desember 2009

Bunyi-Bunyi Tanda Kehidupan



Anda mungkin pernah merasa malu gara-gara. maaf, kentut yang tak bisa diajak kompromi. Tapi jangan salah, di Amazon perbuatan itu justru membanggakan. Malah bunyi yang dihasilkan menimbulkan kecemburuan bagi orang di sekeliling. Bersama dengan sendawa, bersin, bunyi "keroncong" perut, dan lainnya, buang gas itu merupakan bagian dari mekanisme biologis yang tak perlu dirisaukan.
Adat kita, mungkin juga adat bangsa-bangsa lain, tidaklah setoleran masyarakat Amazon. Meskipun buang angin dari "kutub selatan" itu sifatnya alamiah akibat fungsi tubuh. Begitu juga bebunyian lain yang dikeluarkan oleh tubuh seperti bersin, perut keroncongan, sendawa, cegukan, dan sebagainya. Namun, nilai-nilai budaya yang tertanam dalam masyarakat membatasinya dan menabukan beberapa bunyi untuk diperdengarkan di depan khalayak ramai.
Kalau Anda sembarangan mengeluarkan bebunyian itu, orang akan berburuk sangka. Bisa jadi Anda dituduh berasal dari kalangan tingkat sosial rendah. Atau Anda pelihaman serigala.

v Jangan Banyak Berbicara
Bunyi yang diharapkan oleh masyarakat Amazon itu dihasilkan oleh dorongan gas dan cairan yang melalui usus besar ke arah tujuan akhir mereka. Sayangnya, ketika udara berada di saluran pencernaan, hanya ada dua cara untuk melepaskan diri, dan celakanya, tak satu pun yang sopan. Yang satu lewat mulut yaitu bersendawa, yang lain lewat "lubang pelepasan" dan menghasilkan suara (kadang-kadang juga tak bersuara) plus aroma tak sedap.
Setiap hari, rata-rata seseorang memproduksi sekitar 250 cc gas. Sebagian diserap, sisanya harus dikeluarkan. Kata sejumlah dokter dalam suatu forum kesehatan yang membahas soal penyakit perut serta gas dalam perut di Singapura, buang gas lewat "knalpot" itu normal saja dan sama sekali tidak berbahaya. Kita baru khawatir jika pengeluaran gas itu ditemani keluarnya darah, perubahan gerak perut, penurunan herat badan, atau dibarengi tanda-tanda sakit kuning.
Kata seorang ahli gastroenterologi, "Merasa khawatir atau mencemaskan soal buang gas justru bisa memperburuk penyakit perut seperti kembung dan mual." Soalnya, itu berarti si penderita akan semakin banyak menahan gas dalam usus dan perut akan terasa semakin kembung.
Pelepasan itu akan mengeluarkan udara dan produk-produk bergas dari bagian bawah saluran pencernaan. Jika kelakuan gas-gas ini tidak dikendalikan, suara yang keluar bisa menciutkan harga diri pemiliknya. Anggota masyarakat yang "beradab" harus bisa berjuang mengendalikan keluarnya gas atau membuangnya di tempat yang aman.
Jika bersendawa atau perut berbunyi keroncongan dapat dihapus rasa malunya setelah orang meminta maaf, bunyi yang satu ini agak lain. Sepertinya orang lebih sulit untuk memberi maaf atas ketelanjuran keluarnya bunyi yang terkadang disertai aroma yang jauh dari harum itu. Namun, andaikata otot lingkar pada anus tidak bisa diajak kolusi dan dengan seenaknya membiarkan gas keluar, padahal sudah masuk daftar cekal, tak perlu merasa ewuh pekewuh untuk meminta maaf.
Kalau ingin mengurangi banyaknya gas yang masuk ke dalam tubuh, sebaiknya tidak minum atau makan tergesa-gesa. Selagi makan, tidak pula banyak berbicara sebab udara bisa lebih banyak yang masuk dan perut akan terasa kurang enak. Usahakan untuk santai sebab semakin mengkhawatirkan kondisi diri, semakin hanyak udara yang masuk.
Usahakan untuk buang air besar (BAB) secara teratur. Hindari pula minum pencahar untuk menggantikan pola BAB agar lebih lancar dan teratur. Hal ini akan mengacaukan fungsi tubuh yang normal dan menyebabkan kita semakin stres.
Terlalu banyak makan serat juga membuat produksi gas lebih banyak. Makanan yang memperbesar produksi gas antara lain kacang-kacangan, brokoli, kol, tauge, serta sayuran lain yang mengandung banyak karbohidrat yang sulit diserap.
Ihwal "kualitas" bau gas yang keluar banyak tergantung pula pada makanan yang dikonsumsi, dan biasanya tidak ada hubungannya dengan kondisi kesehatan seseorang. Idealnya, bila ditemukan jenis makanan tertentu yang bila dikonsumsi akan menghasilkan gas buang yang wangi, mungkin tak ada orang keberatan menghirup aromanya. Sayangnya, sampai sekarang formula makanan semacam itu belum ada.

v Sekejap Menyemprot 10 m
Berbeda dengan pengeluaran gas dari "pintu belakang", bersin di depan umum adalah satu di antara bebunyian tubuh yang masih bisa diterima oleh masyarakat. Bersin itu peristiwa alamiah yang terjadi spontan ketika saluran pernapasan kemasukan benda pengganggu sehingga menghasilkan desakan udara yang hebat. Dengan bersin maka keluarlah sang pengganggu bersama air dan ingus dalam bentuk semprotan dengan kecepatan tinggi. Ada seloroh, tidak ada yang bisa mengalahkan kecepatan semprotan bersin ini. Dalam waktu yang sekejap itu, bersin mampu menyemprotkan isinya sejauh 10 m! Di beberapa masyarakat ada persepsi yang keliru bahwa bersin menyebabkan jantung berhenti berdetak.
Dalam menyikapi bersin ini, Rasulullah Saw memberi tuntunan sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللَّه عَنْه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
Dari Abu Hurairah Ra, Rasulullah bersabda, "Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap. Jika kalian bersin, pujilah Allah, dan setiap orang yang mendengar pujian itu berkewajiban untuk menjawabnya. Adapun menguap, itu dari setan. Lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka setan pun tertawa karenanya".
(HR. Bukhari, dalam Kutub al-Tis’ah, hadits nomor: 5755(
Makna cinta dan benci pada hadits ini,” menurut Al-Khathabi, “dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Berbeda dengan orang yang menguap yang lazimnya terjadi karena kekenyangan atau terasa berat untuk beraktivitas karena banyaknya makan . Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fath-hul Baari: 10/6077)
Para dokter mutakhir mengatakan, "Menguap adalah gejala yang menunjukkan bahwa otak dan tubuh orang tersebut membutuhkan oksigen dan nutrisi; dan karena organ pernafasan kurang maksimal dalam menyuplai oksigen kepada otak dan tubuh. Ini terjadi ketika kita sedang kantuk atau pusing, lesu, dan orang yang sedang menghadapi kematian. Menguap adalah aktivitas menghirup udara dalam-dalam melalui mulut, dan bukan mulut dengan cara biasa menarik nafas dalam-dalam. Karena mulut bukanlah organ yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. Maka, apabila mulut tetap dalam keadaan terbuka ketika menguap, akan masuk juga berbagai jenis mikroba dan debu, atau kutu bersamaan dengan masuknya udara ke dalam tubuh. Oleh karena itu, datang petunjuk Rasulullah Saw agar kita melawan "menguap" ini sekuat kemampuan kita, atau pun menutup mulut saat menguap dengan tangan kanan atau pun dengan punggung tangan kiri.
Bersin adalah lawan dari menguap yaitu keluarnya udara dengan keras, kuat disertai hentakan melalui dua lubang: hidung dan mulut. Maka akan terkuras dari badan bersamaan dengan bersin ini sejumlah debu, bakteri, virus dan sebagainya, bahkan atau kutu, atau mikroba yang terkadang masuk ke dalam organ pernafasan. Oleh karena itu, secara tabiat bisa dikatakan, bersin datang dari Allah yang dalam hadits diistilahkan Ar-Rahman, sebab di situ terdapat manfaat yang besar bagi tubuh. Dan menguap datang dari setan, sebab ia mendatangkan bahaya bagi tubuh. Dari itu ajaran Islam menekankan, hendaklah memuji Allah ketika bersin, dan agar meminta perlindungan dari setan ketika menguap.
Rasulullah bersabda Apabila seseorang di antara kamu bersin, hendaklah mengucapkan Alhamdulillah. Lantas saudara atau temannya mengucapkan, “Yarhamukallah,” (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu). Bila teman atau saudaranya mengucapkan demikian, bacalah, “Yahdikumullah wa yushlihu baalakum
(Semoga Allah memberi petunjuk kepa-damu dan memperbaiki keadaanmu).
Barangkali sebagian besar pembaca pernah mengalami, setiap kali keluar rumah dan menatap matahari, tak lama kemudian mata berair kemudian bersin. Kasus ini sebetulnya bukan barang aneh. Menurut penelitian antara 25 - 33% warga dunia merasakan hal yang sama. Malah ada yang lebih fatal, bersin hanya karena terkena sinar, baik langsung maupun sekadar pantulan sinar dari sumber apa pun.
Beberapa pakar berpendapat, bersin itu disebabkan oleh sinar. Mestinya, sinar ini hanya mampu membuat mata teriritasi. Namun, sinar ini juga mempengaruhi saraf-saraf lain yang punya peran dalam proses bersin. Rembetan itu terjadi karena letak sensor penglihatan berdampingan dengan sistem saraf untuk organ penciuman. Selain itu informasi rangsangan ini tiba di otak pada titik yang sangat berdekatan. Para ahli masih belum bisa menjelaskan bagaimana persisnya proses "korsleting" antara saraf penciuman dan penglihatan itu.
Bisa jadi, secara tidak sengaja saraf mengelabui otak, sehingga otak menganggap ada barang aneh yang menyebabkan iritasi di bagian saraf hidung. Sesuai fungsinya, otak segera memberi perintah untuk membebaskan hidung dan rongga pernapasan dari debu atau serbuk-serbuk yang sebetulnya tidak ada itu. Terjadilah bersin.
Sementara itu John W. Lawrence, ahli penyakit dalam dan rematologi, menyatakan iritasi mata hanya penyebab awal, namun yang punya andil besar dalam kasus itu adalah air mata. Mata yang peka terhadap sinar biasanya memproduksi air mata dalam jumlah berlebihan untuk mencegah iritasi. Air mata itu mengalir melalui pembuluh air mata ke bagian belakang nasofaring. Tetesan cairan yang mengalir ke bagian belakang hidung inilah yang memicu bersin.
Sebuah sumber menyatakan para ahli dari Scripps Clinic and Research Foundation di La Jolla, {California, telah menemukan bukti bahwa pengobatan tertentu terhadap alergi pada hidung yang mengakibatkan orang gampang bersin karena sinar, yang selama ini penyebabnya dianggap selalu dari faktor keturunan. Kalau penyebabnya ini, dengan mengganti obat, terbebaslah si pasien dari masalah yang meski sepele tapi cukup menjengkelkan itu.
Jika bersin masih bisa ditampilkan di muka umum, tidak demikian dengan sendawa. Peristiwa yang di Jawa Tengah dikenal dengan glegekan ini sebenarnya cara tubuh untuk melepaskan kelebihan udara dari perut melalui esofagus dan mulut. Orang sering menghubungkannya dengan kepuasan atau kekenyangan setelah makan.
Bunyi yang sering terdengar lainnya adalah berderaknya tulang dan sendi. Hal ini terjadi ketika Anda sedang duduk, pada cairan sambungan antartulang terbentuk gelembung-gelembung karbondioksida yang kemudian meletus saat Anda bangkit atau bergerak. Anda tak perlu minta maaf untuk itu, juga tak ada orang yang akan mendoakan keselamatan Anda setelah mendengar suara itu. Bahkan pada sebagian orang justru senang memperdengarkan "orkestra" ini. Satu tangan bahkan bisa menghasilkan 11 derak, nan ritmis. Namun, begitu mendengar Anda mengeluarkan bebunyian derak macam itu, banyak orang spontan akan memberi komentar bahwa usia Anda telah bertambah sambil memperingatkan kondisi umum tubuh Anda pasti mulai menurun.
Selain bunyi yang menyenangkan, tubuh juga menghasilkan bebunyian yang menjengkelkan. Cegukan dan mendengkur contohnya. Cegukan hanyalah tindakan nakal dari tubuh Anda. Belum diselidiki apa maksud dan tujuan dari cegukan. Yang jelas, pria empat kali lebih mudah terserang dibandingkan dengan wanita.
Ada pendapat, cegukan hanya sebagai tanda kekejangan pada diafragma (sekat rongga badan antara rongga dada dan perut). Hal ini terjadi bila seseorang menelan terlalu banyak udara sehingga tekanan terjadi pada diafragma dan terjadi kontak di situ. Minum air, menyuruh seseorang untuk membuat kaget penderita, atau menahan napas sebentar sebenarnya tidak selalu menghentikan gangguan ini, walaupun otak kita berusaha untuk memeranginya.
Pendapat lain menyatakan, cegukan terjadi ketika pusat cegukan di ujung bagian atas dari urat saraf tulang belakang diaktifkan, menyebabkan kontraksi otot-otot pernapasan secara ritmis dan berulang-ulang. Kontraksi ini mendorong dengan kuat udara dari paru-paru melalui pita suara, menghasilkan salakan khas di akhir setiap cegukan.
Berbeda dengan cegukan yang lebih banyak menjengkelkan penderita, mendengkur justru mengganggu orang di sampingnya yang sedang berusaha tidur. Dengkuran merupakan hasil dari getaran frokuensi tinggi dari jaringan di hidung dan tenggorokan. Meskipun mendengkur merupakan satu dari bebunyian paling keras yang berasal dari tubuh manusia, pendengkur tidak menampakkan rasa malu, pun rasa bersalah akan kebisingan yang dia timbulkan. Tentu saja karena yang mendengkur 'kan sedang enak-enak tidur. Bahkan ketika diberi tahu kalau sewaktu tidur ia mengorok, mereka cenderung tidak percaya. Rupanya, untuk memberi tanda-tanda kehidupan, tubuh melahirkan aneka suara yang beragam. Padahal peristiwa-peristiwa itu penting. Namun, demi nilai-nilai tertentu (norma, kesopanan, etika pergaulan, dan sebagainya), suara-suara itu acap kali terpaksa "dibunuh" atau dinomorduakan "hak suaranya". Bukankah hidup akan lebih mudah bila kita bersikap seperti masyarakat Amazon yang riang, merayakan "nada-nada musik" yang dikeluarkan dari tubuh dengan memberi selamat kepada yang bersangkutan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar