Minggu, 27 Desember 2009

Jeruk Anti Nyamuk

Jeruk Anti Nyamuk


Penyakit demam berdarah, yang virusnya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, tetap mencemaskan. Jika sekarang penyakit itu pergi, jangan-jangan saat lain muncul lagi. Maka tak ada salahnya kita ikuti anjuran banyak pihak. Membersihkan lingkungan, melakukan penyemprotan, dan lainnya.
Namun, ada kemungkinan cara yang kita tempuh tak menuntaskan masalah. Penyemprotan, misalnya, hanya menjangkau wilayah tertentu di perkotaan. Sementara daerah pedesaan atau pedalaman belum terjangkau.
Ada cara praktis, sederhana, mudah, dan murah menghindari gigitan nyamuk. Cara inilah yang secara tradisional ditempuh masyarakat pedesaan di Flores, terutama Ende. Caranya, ambil buah jeruk atau lemon jenis apa saja. Belah dan peraslah airnya, lantas oleskan pada bagian tubuh yang rawan gigitan nyamuk. Tentu saja, badan setelah diolesi air jeruk akan berbau seperti sambal atau soto babat dicampur jeruk. Tapi justru air jeruk yang baunya menyengat itulah yang menyebabkan nyamuk tak mau mendekat, atau kalaupun mendekat tak mau menggigit. Boleh jadi, di mana pun Anda berada, di situ bebas nyamuk, karena bau soto.

v Jeruk Keprok Memusingkan
Waktu kami bertiga bertandang ke rumah teman lama di Kabupaten Karanganyar, Surakarta,” kata Fahmi, “kami dipersilakan menikmati buah jeruk hasil kebunnya yang terkenal lezat itu. Tetapi tuan rumah berpesan, bahwa bila masih berkeringat, seyogyanya jangan makan jeruk dulu. Nanti saja, kalau sudah beristirahat sebentar, boleh makan jeruk sepuas-puasnya.
Tetapi seorang teman saya yang suka menyerempet bahaya, sebentar saja sudah mengupas buah yang ketiga. Saya sendiri tidak berani mengambil risiko, meskipun sudah ingin sekali menikmati jeruk selagi sclera masih besar.
Apa yang dikatakan oleh tuan rumah tadi ternyata benar. Ketika kami sedang minum wedang serbat, teman saya yang suka menyerempet bahaya itu sudah peringas-peringis sambil memijat-mijat kepalanya.
Petang harinya, ketika kami tanyakan kepada pemilik kebun, apakah buah jeruknya yang menggiurkan itu tidak pernah dicuri orang, ia menerangkan bahwa sampai kini belum pernah terjadi. Sebab, bila jeruk dipetik pada malam hari, (para pencuri umumnya mencuri pada waktu malam), ia mengeluarkan bau khas yang dapat tercium sampai jauh. Jadi kita mesti bangun, kalau mencium bau jeruk dicuri malam-malam itu.
Mengapa jeruk keprok bisa membuat pusing kepala kalau dimakan selagi orang masih berkeringat? Mengapa jeruk mengeluarkan bau tajam bila dipetik pada malam hari? Pada saat berkenngat, orang yang bersangkutan telah mengerahkan tenaga yang berasal dari gula cadangan dalam hatinya, berbentuk glikogen untuk dibakar hingga menghasilkan energi (tenaga) dan air keringat.
Pada saat menghasilkan tenaga dan keringat ini, suhu permukaan badan (kulit) memang terasa tinggi, tetapi suhu badan di bagian dalam justru rendah. Ini pada orang sehat yang tidak sedang demam. Kalau pada saat suhu badan bagian dalam sedang rendah itu orang makan buah manis yang kadar glukosanya lumayan, seperti semangka, sawo, atau air es sirup, maka suhu badan di bagian dalam turun lebih rendah lagi. Untuk mcngimbangi penurunan suhu ini, badan mengerahkan energi baru lagi dari glikogen, dan menghasilkan keringat lebih banyak. Orang itu berpeluh dingin yang tidak wajar.
Pada jeruk keprok, efek seperti yang dihasilkan oleh semangka atau air es sirup, tidak begitu hebat, memang. Tetapi bagian dalam dari badan akan menyerap panas dari bagian lain juga, dalam rangka mengimbangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penurunan suhu itu. Antara lain dari kepala. Maka kepala yang akan diserap panasnya itu mencoba menghalang-halangi penyerapan panas tersebut, dengan jalan mempersempit pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, suplai darah bersih dari jantung terhalang pula. Penyempitan pembuluh darah inilah yang menyebabkan kepala terasa pening.
Mengenai buah yang berbau bisa lebih tajam mengeluarkan bau pada waktu malam, hal ini disebabkan oleh suhu rendah dari udara malam, yang bisa menyebarluaskan molekul-molekul minyak asiri yang berbau itu, sebagai bentuk utuhnya yang asli. Tetapi bila suhu naik karena hari sudah siang, minyak asiri yang seharusnya berbau itu cepat terbang dan rusak tak karuan lagi rimbanya. Yang tinggal melayang di dekat hidung kita hanya molekul pecah yang sudah tidak berciri bau lagi.
Itulah sebabnya, bau-bauan seperti bunga sedap malam hanya "berbau" pada waktu malam, sedang pada siang hari yang bersuhu panas, hanya kalau diendus-endus dengan lubang hidung yang sangat dekat saja. Karena bau itu, ia aman maling.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar