Sabtu, 26 Desember 2009

Kendalikan Kehidupan dengan Berzikir


Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya." Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (QS. Ar-Ra’ad [13]: 27 – 28).
Salah satu cara untuk membuat stres jadi plong adalah dengan meditasi. Ada sejumlah aliran meditasi dan cara melakukannya.
Beban kerja yang berat, persaingan bisnis yang ketat, lalu lintas yang padat, ataupun persoalan keluarga yang bikin penat dapat memicu timbulnya stres. Buntutnya, stres membuat kita merasa tertekan, marah, frustrasi, atau sedih.
Para ahli menyebut stres yang berdampak buruk, merugikan, atau menyakitkan hati itu dengan distress. Karena efeknya negatif, orang pun berupaya untuk mengendalikannya. Pengendalian stres bisa melalui pertahanan fisik atau perta hanan mental. Pertahanan fisik bisa ditempuh dengan cara meningkatkan kesehatan (olahraga dan diet sehat), menikmali hidup (cukup tidur dan santai), serta merawat diri. Sedangkan pertahanan mental bisa melalui meka-isme yang dapat membantu mengatasi serta menemukan jalan keluar dari situasi tegang. Atau, melalui relaksasi.
Pada prinsipnya, semua cara itu bisa memberikan kondisi rileks pada orang yang menjalaninya. Salah satu nietode pengen-alian stres yang banyak diminati sekarang ini adalah berzikir.

v Harmonis dan Seimbang
Zikir sering dibayangkan sebagai kegiatan duduk diam dalam posisi bersila dengan mata terpejam selama waktu tertentu. Ternyata, zikir tidak selalu seperti itu. Cara dan konsepnya bisa berbeda-beda sesuai aliran yang dianut.
Zikir sebagai proses pemusatan perhatian, yang menyebar menjadi satu perhatian, yang dilakukan secara sadar. Dengan zikir, seseorang bisa belajar menjalani hidup dengan baik atas dasar keinginannya sendiri dan mencoba mengatasi masalah yang dihadapi. Apa pun yang terjadi selalu diterima dan disyukuri. Perasaan inilah yang menimbulkan keinginan untuk menikmati hidup dari sisi baiknya. Akhirnya, hidup menjadi terasa menyenangkan.
Dengan melakukan zikir semua organ, sel, dan zat dalam tubuh akan mengalami proses homeostatis, bergerak dan berfungsi dalam keadaan seimbang, serta bekerja dalam keadaan teratur. Semua organ tubuh bekerja maksimal dengan mengeluarkan tenaga seminimal mungkin. Zikir menimbulkan respons relaksasi yaitu integrasi respons mind-body (pikiran-tubuh) yang meliputi penurunan pemakaian oksigen, denyut jantung, pernapasan, tekanan darah, dan kadar asam laktat dalam serum; peningkatan resistensi kulit; serta perubahan aliran darah.
Zikir bisa berfungsi sebagai teknik menjaga kesehatan melalui latihan konsentrasi pikiran agar lebih waspada dan bijaksana. Orang dilatih untuk menghilangkan reaksi terhadap hal-hal buruk yang tersimpan dalam memorinya. Sehingga apa pun yang bergetar di memori, akan bergetar di badan kita. Begitu pula sebaliknya. Misalnya, kalau tidak suka pada seseorang, maka badan kita akan panas.
Di antara badan dan memori ini akan ada sensasi. Orang yang memiliki pikiran harmonis, bisa merasakan apa yang terjadi di badannya. Kalau terus dirasakan, perlahan-lahan reaksi marah atau benci di badan berganti dengan sadar bijaksana. Kalau ingat kerusuhan yang terjadi di sekeliling kita, diri kita tidak ikut merasa gelisah. Jadi, yang berganti adalah reaksi kita. Pikiran dimurnikan, tetapi memorinya tetap ada.
Zikir dapat dipandang sebagai suatu perjalanan yang bertitik tolak pada keyakinan akan hidup ilahiah dalam diri pribadi manusia. Dalam zikir kita mengadakan kontak dengan Sang Prima Causa, sumber cinta kasih yang menuntun perjalanan kehidupan manusia. Secara sederhana dapat digambarkan, zikir itu hening dan hening itu zikir.
Dalam kehidupan ini, yang menjadi identitas diri kita adalah roh, bukan pikiran. Untuk mengenali adanya roh, kita perlu mengheningkan diri. Di dalam keheningan orang akan mengenali roh di dalam diri. Jadi, dalam zikir kita menyadari, mengenali diri kita, maka roh yang ada dalam diri kita akan melindungi diri. Kita akan mencapai hidup baru, hidup dalam .kedamaian dan kebahagiaan. Apa pun yang terjadi di luar diri kita tidak akan merusak kebahagiaan dan kedamaian kita.
Hal seperti ini pula yang pernah disabdakan Rasulullah Saw bahwa barang siapa dapat mengenali dirinya, maka ia sungguh bisa mengenal Tuhannya.
Pada akhirnya zikir dapat dikatakan sebagai gaya hidup yang menjadi dasar kehidupan agar seseorang menjadi meditatif. Latihan-latihan hanya merupakan sarana awal yang nantinya harus ditinggalkan. "Ketika sudah mencapai tingkatan meditatif, kita seperti punya tombol on-off (dalam hal) emosi. Dia tidak akan lepas kendali. Kalau mau marah, dia dengan penuh kesadaran akan marah, tetapi tidak ada efek sampingan dari marah itu. Tekanan darah tidak akan meningkat. Kalau pun meningkat akan segera turun kembali. Inilah yang dinamakan benci atau marah yang hanya bermotivasi mencari keridhaan Allah. Sehingga dalam menerima kedukaan; ia tidak terhanyut di dalamnya. Dalam keadaan suka, tidak menjadi arogan. Zikir bukanlah konsentrasi karena konsentrasi justru menggelisahkan seseorang. Zikir bukan pula duduk diam bermenit-menit sampai berjam-jam. Zikir justru merupakan perluasan kesadaran atau dekonsentrasi untuk mencapai keseimbangan yang bisa dilaksanakan, baik ketika sedang duduk, sedang berdiri, bangkit, berjalan, bahkan di segala kondisi.
žcÎ) ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í‘$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy ’Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ tûïÏ%©!$# tbrãä.õ‹tƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4’n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbr㍤6xÿtGtƒur ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur $uZ­/u‘ $tB |Mø)n=yz #x‹»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß™ $oYÉ)sù z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ !$oY­/u‘ y7¨RÎ) `tB È@Åzô‰è? u‘$¨Z9$# ô‰s)sù ¼çmtF÷ƒt“÷zr& ( $tBur tûüÏJÎ=»©à=Ï9 ô`ÏB 9‘$|ÁRr& ÇÊÒËÈ !$oY­/§‘ $oY¯RÎ) $oY÷èÏJy™ $ZƒÏŠ$oYãB “ÏŠ$oYムÇ`»yJƒM~Ï9 ÷br& (#qãYÏB#uä öNä3În/tÎ/ $¨YtB$t«sù 4 $oY­/u‘ öÏÿøî$$sù $uZs9 $oYt/qçRèŒ öÏeÿŸ2ur $¨Ytã $oYÏ?$t«Íh‹y™ $oY©ùuqs?ur yìtB Í‘#tö/F{$# ÇÊÒÌÈ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, Maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", Maka Kamipun beriman. Ya Tuhan Kami, ampunilah bagi Kami dosa-dosa Kami dan hapuskanlah dari Kami kesalahan-kesalahan Kami, dan wafatkanlah Kami beserta orang-orang yang banyak berbakti (QS. Ali Imran: 190 - 194).

v Konsentrasi dan Merasakan Proses
Pada dasarnya ada dua cara untuk melakukan zikir, yakni zikir "konsentrasi" dan zikir "merasakan." Dari keduanya, yang pakling efektif adalah zikir “konsentrasi."
Pada zikir konsentrasi, kita memusatkan satu keadaan, terutama dengan mencermati dan menjiwai sebuah ucapan yang keluar dari mulut yang semakin lama terhunjam dalam jiwa, sehingga pada akhirnya yang berzikir adalah jiwanya. Sedangkan pada zikir "merasakan" kita mencoba menyadari keadaan secara menyeluruh dengan merasakan proses keadaan itu. Pada zikir konsentrasi, pikiran, perasaan, dan kemauan dipusatkan pada subordinasi menetap tertentu. Perhatian dipusatkan pada satu rangsangan yang datang berulang-ulang seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernapasan, atau objek visual tertentu. Jika pikiran menyimpang, kita secara pasif mengabaikan gangguan itu dan kemudian tiba-tiba menyadari gangguan itu, maka pemusatan perhatian diulang kembali pada rangsangan meditatif. Jika mampu mengembangkan zikir, maka peningkatan perasaan terjadi, yaitu dari relaksasi meningkat ke dalam perubahan emosional dan kognitif yang jelas. Keadaan ini disebut sebagai kesadaran berubah.
Ada banyak cara untuk mengalihkan berbagai perhatian menjadi satu perhatian. Pemusatan perhatian ini perlu nntuk melatih seseorang memikirkan sesuatu dengan penuh perhatian, untuk menyelami lebih dalam suatu masalah dan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh.
Pada zikir “merasakan,” seseorang merasakan jalannya kerja pikiran, perasaan, dan kemauan merasakan proses energi dalam tubuh atau proses penyatuan energi luar lan dalam tubuh. Cara ini untuk melatih kemampuan memusatkan perhatian pada proses yang sedang berlangsung.
Salah satu atau kedua cara latihan inilah yang dipilih praktisi zikir dalam melatih atau berlatih zikir. Seseorang bisa memilih cara zikir "konsentrasi" dengan memusatkan perhatian pada aktivitas, objek, atau nuara. Contoh aktivitas pada tubuh kita yang bisa dipilih misalnya mengamati napas yang keluar-masuk atau mengamati detak jantung.
Yang perlu mendapat perhatian lagi adalah sikap tubuh dalam zikir. Ini sangat periling, karena tubuh dan batin adalah satu. Tubuh yang tenang dapat membantu kita masuk ke puri batin. Karena itu, dalam zikir dianjurkan duduk dengan punggung tegak dan kepala seolah-olah tergantung di angkasa. Lutut lebih rendah dari pusar supaya perut kita bebas. Tulang ekor dan kaki melekat, berakar ke bumi. Bernapas dengan diafragma dan memberi ruang yang cukup agar paru-paru bagian bawah longgar, sehingga udara segar dengan leluasa memasuki daerah ini. Melakukannya dengan kedamaian dan ketenteraman serta dalam waktu selama mungkin. Juga bagus jika seseorang menggunakan cara zikir "konsentrasi" dan "merasakan" untuk membawa pelaku zikir berpikiran harmonis. Karena itu, yang dilatih adalah pikiran, bukan otaknya, sebab otak termasuk dalam badan. Yang pertama dilatih adalah mengarahkan pikiran untuk mencapai konsentrasi. Kedua, sadar, waspada, eling, hati-hati. Ketiga, bijaksana, yaitu mengerti seperti apa adanya. Keempat, cinta kasih. Keempatnya akan membentuk pikiran harmonis. Yang dilatih adalah badan kita.
Latihan bisa dilakukan dengan duduk bersimpuh di lantai atau di kursi, "Posisi ini paling baik untuk pemula. Sebelum terlatih melakukan zikir biasanya pikiran manusia kalah dengan badan. Misalnya, saat duduk pantat sakit sedikit, kita sudah bergeser. Nah, kalau kita tahan duduk berzikir sampai 30 menit, itu pertanda pikiran sudah mulai kuat.
Lama latihan ditingkatkan secara bertahap. Misalnya, dari 10 menit menjadi 15 menit, 20 menit, dan seterusnya. Jadwal latihan bagi pemula sebaiknya tiga kali, yakni pagi, siang, dan malam. Teknik yang digunakan adalah teknik napas. Napas ini baik sekali karena mudah berubah sehingga perubahan pikiran mudah diketahui. Kalau dirasakan dengan baik, pikiran akan muncul di hidung dan bisa dirasakan. Badan juga akan terisi oksigen, energi baik sehingga badan jadi sehat.
"Teknik napas ini tidak dengan mengatur pernapasan, melainkan menyadari napas seperti apa adanya. Kita membiarkan badan kita ber-napas seperti biasa. Kita dilatih merasakan napas kita menjadi lemah, kuat, pendek, panjang, masuk, keluar. Ini
membuat pikiran sadar bijaksana melihat perubahan yang terjadi pada napas kita. Setelah pikiran sudah harmonis, baru kita gunakan. Misalnya, kalau kita mau marah, badan terasa panas pertanda hendak marah. Dengan pikiran yang sadar bijaksana, kita bisa merasakan dan bisa mencegah kemarahan.

v Melepaskan Kekuatan Negatif
Cara latihan berzikir ini dapat dibagi atas enam cara yang berbeda. Yaitu latihan relaksasi atau memberikan stimulus pada saraf otak, latihan pernapasan atau melepaskan rasa cemas, latihan membudayakan emosi, latihan membudayakan suara, latihan membudayakan penglihatan, dan latihan mengendalikan pikiran. Setiap latihan melalui beberapa tahap. Latihan-latihan tadi juga berlaku seperti terapi.
Dalam latihan melepaskan rasa cernas misalnya, ada tahapan di mana kita diminta berbaring. Dalam posisi itu kita bisa mencapai tahap meditatif atau tingkat relaksasi tertentu. Kelenjar hipofisa bekerja mengeluarkan melatonin, suatu hormon yang membuat si pelaku sangat rileks. Setelah keluar dari efek melatonin, kita akan mencapai kesadaran yang indah sekali. "Kejadiannya mungkin cuma setengah atau satu menit, bahkan beberapa detik. Namun, waktu secepat itu sudah cukup. Inilah yang disebut meditatif, yakni zikir yang integratif. Jadi, terapi selama 20 menit hanya untuk mencapai yang beberapa detik tadi.
Pada latihan ini, kita duduk dalam posisi yang nyaman dengan mata tertutup dan mendengarkan bimbingan. Posisi berzikir dipilih senyaman mungkin. Boleh duduk bersila, atau duduk di kursi. Pada tahap pertama, kita berlatih bernapas seperti kelinci (napas dada) selama 10 menit. Mulut dibuka sedikit, ujung lidah dikeluarkan sedikit, dan bernapas lewat mulut. Teknik bernapas ini diperlukan untuk memancing emosi.
Setelah itu, kita diminta membayangkan segala pikiran yang negatif. Lalu pikiran negatif itu - atau juga rasa cemas - kita keluarkan dengan cara menghembuskan napas yang kuat, seolah kita membuang dan menjauhkan apa pun yang kita tidak suka. Ambil contoh yang konkrit, kalau punya masalah dengan bos di kantor, kita bayangkan wajahnya sembari berteriak atau memukul lantai. Latihan tahap ini dilakukan selama 10 menit.
Tahap berikutnya, pernapasan diatur kembali lalu tubuh rebahan dalam keadaan rileks dan mata terpejam. "Mata tertutup penting sekali, karena bisa menunjang keluarnya melatonin. Saat ini kita akan merasakan relaksasi. Malah menurut Al-Ghazali dalam Ihya’nya, kalau perlu kepala, terutama penglihatan dibebat dengan sarung atau kelambu sehingga pikiran bisa konsentrasi dan tidak pernah terpancing dengan apa yang diamati oleh mata. Tahap ini berlangsung minimal sekitar 10 menit.
Setelah itu duduk kembali dengan mata tetap terpejam. Sekitar lima menit kemudian, kita berdiri dengan mata masih tertutup, untuk berucap La ilaha illallah dengan irama yang makin lama makin cepat sambil menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri.. Tujuannya untuk menyebarkan energi yang kita peroleh selama berbaring ke seluruh badan.
Pada seluruh rangkaian latihan zikir, latihan konsentrasi justru di-bypass. Kalaupun ada, hanya merupakan bagian dari latihan memberikan stimulasi pada saraf otak.
Selanjutnya, orang baru dikatakan berhasil melakukan zikir bila sudah terbebas dari latihan. "Keberhasilan kita justru bila hidup kita menjadi meditatif.
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (QS. Al-Anfal: 2).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar