Sabtu, 26 Desember 2009

Pentingnya Olahraga


Olah raga adalah suatu kegiatan menggerakkan seluruh anggota tubuh secara teratur, sehingga otot-otot menjadi kuat, persendian tidak kaku, dan aliran darah berjalan lebih lancar ke segenap jaringan dan organ-organ tubuh. Fungsi aliran darah pun akan lebih sempurna.
Olahraga teratur banyak disarankan oleh para ahli kesehatan untuk menjaga kebugaran tubuh. Tingkat kebutuhan setiap orang akan olahraga bergantung pada banyak faktor, antara lain, usia, jenis kelamin, kondisi fisik dan waktu serta sarana yang tersedia. Idealnya, setiap orang dapat melakukan olahraga secara rutin setiap harinya sesuai kebutuhan.
Pemilihan bentuk olahraga yang sesuai penting diperhatikan mengingat tingkat kelenturan tubuh, kemampuan kerja fungsi jantung dan organ tubuh lain amat berbeda di setiap usia. Misalnya, bagi para lansia, kebutuhan olahraganya adalah untuk memacu kerja jantung dan melancarkan peredaran darah namun disarankan jangan terlalu berat untuk persendiannya karena cairan sendi mulai berkurang. Sebaliknya, untuk remaja yang masih dalam fase pertumbuhan pesat, olahraga yang banyak memerlukan gerak motorik kasar amat diperlukan.
Namun harus dikui bahwa untuk meraih kebugaran fisik, yang utama adalah sehat jiwa. Slogan mensana in corpori sano, dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, sekarang dibalik menjadi dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat. Kalau semua orang berpikiran sehat secara rohani, lalu mengikuti ajaran agama, dia akan mampu sehat jasmani. Contohnya soal ibadah puasa dan shalat yang memberi pengaruh besar pada fisik. Puasa memberi kesempatan istirahat pada organ tubuh, sedangkan shalat membawa hikmah keteraturan dan kedisiplinan dalam banyak hat, termasuk dalam masalah makan dan aktivitas fisik. Jika kuncinya adalah jiwa, masihkah kita mengejar sehat fisik tanpa peduli pada sehat ruhani?
Dengan olahraga yang teratur tubuh akan sehat dan bugar. Nyatanya kegiatan ini belum menjadi hal yang penting bagi orang kebanyakan.
Ironisnya, kini olahraga semakin ditinggalkan. Sebagai gantinya adalah berbagai mesin yang tinggal putar knop atau tekan tombol, maka selesailah beberapa pekerjaan rumah tangga. Dari mencuci pakaian sampai menanak nasi bisa ditakukan dengan cara mudah. Menghemat waktu dan tenaga pula.
Berbagai kemudahan lainpun ditemui di luar rumah. Alat-alat transportasi, terutama di kota-kota besar, relatif mudah didapat dan siap mengantar kemana saja. Tak banyak kegiatan berjalan kaki dilakukan tagi. Apalagi tangga jalan (eskalator, elevator) dan lift tersedia dimana-mana menggantikan peran tangga. Bahkan boleh dikata, tangga hanya diperuntukkan bagi terjadinya keadaan darurat.
Jenis pekerjaan pun semakin banyak yang ‘enteng' tidak terlalu menguras tenaga fisik. Sebagian besar pekerjaan masa kini bisa dilakukan hanya dengan duduk, entah di depan komputer, di depan buku-buku, di depan telepon, monitor peraga, dan beraneka jenis pekerjaan di belakang meja lainnya. Dapat dikatakan terbentuktah atau pola hidup baru di tengah masyarakat, pola hidup modern yang pasif.
Pola hidup pasif yang kurang gerak ini antara lain dapat berakibat pada:
§ Sistem Alat Gerak, yaitu tendon atau pengikat otot, ligamen, sendi, dan tulang yang cenderung mengalami kemunduran fungsi, melemah dan elastisitasnya menurun. Hal ini pada akhirnya akan menciptakan suatu kondisi instabilitas, sehingga mudah terjadi cedera, bahkan pada penggunaan yang minimal. Sistem alat gerak yang tidak dibiasakan bekerja atau dilatih, tidak akan menjadi penopang tubuh yang kokoh dan kuat. Proses degeneratif juga akan lebih cepat terjadi, seperti munculnya nyeri pinggang kronis.
§ Sistem Jantung dan Sirkulasi Darah. Kemampuan daya pompa jantung, terutama untuk fungsi menyuplai oksigen tidak akan sebaik pada jantung yang terlatih.
§ Sistem Metabolisme dan Pertukaran Zat. Sistem persediaan energi tidak terbentuk optimal, terutama pada keadaan fisik dan psikis yang meningkat.
Pola hidup yang kurang gerak itu semakin diperparah oleh pola makan yang salah dan stress yang biasa menghinggapi orang saat ini. Bila dibiarkan terus, suatu ketika keseimbangan antara tubuh, jiwa dan akal akan mulai terganggu. Biasanya baru setelah sampai pada kondisi ketidakseimbangan inilah orang sadar akan besarnya nikmat sehat. Orang baru menengok upaya menjaga kesehatan yang bisa dilakukan lewat berolahraga.

v Menguatkan Kerja Organ Tubuh
Olahraga yang dilakukan rutin akan membuat organ tubuh tebih baik kerjanya, terutama kerja jantung, paru-paru-paru-paru dan pembuluh darah. Kita tahu bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas tubuh, ditentukan oleh jantung, paru-paru dan kemudian aliran darah dalam pembuluh darah.
Tujuan olahraga adalah mencapai tingkat ‘fitness' tertentu yaitu dapat berlaku aktif, dinamis, fit dalam menjalankan roda kehidupannya. Ini dimungkinkan oleh efektivitas kerja jantung, paru-paru dan pembuluh darah tadi.
Jantung memompa kira-kira 13.500 liter darah dalam sehari dengan laju rata-rata 70 denyut per menit. Makin tinggi denyut jantung, makin keras jantung bekerja. Makin rendah denyut jantung, makin ringan pula kerja jantung. Artinya jantung yang tidak sehat akan bekerja lebih keras dari jantung sehat. Kerjanya semakin keras bita kita tengah beraktivitas fisik berat atau mempunyai beban psikis berat. Olahraga rutin akan melatih daya pompa jantung menjadi lebih efisien dengan kerjanya yang menjadi semakin ringan. Dinding otot jantungpun menjadi tebih kuat yang menunjang kerjanya.
Dengan efisiennya kerja jantung, aliran darah yang mengalir lewat pembuluh darahpun akan lancar. Berbagai zat padat, semisal gula, lemak, kolesterol, asam urat, yang mungkin tertinggal datam pembuluh darah, akan terbuang terbawa aliran darah yang dipompa jantung. Penyumbatan di pembuluh darah, yang antara lain bisa menyebabkan serangan stroke, dapat dihindari sejauh mungkin.
Begitupun dengan fungsi paru-paru dalam mengambil oksigen dan mengetuarkan karbondioksida, akan semakin efisien. Karena bentuknya yang seperti kantung busa, olahraga tidak akan mengubah paru-paru-paru-paru. Namun dengan berolahraga, otot-otot yang menggerakkan paru-paru-paruparu, yaitu otot rusuk dan diafragma, dan membantu paru-paru-paru-paru mencapai efisiensi maksimum. Ini dapat dicapai dengan latihan pernafasan. Tapi bila kita terengah-engah setelah berolahraga, sebenarnya latihan pernafasan tidak perlu dilakukan lagi.
Bila paru-paru berfungsi baik, oksigen yang terambil akan lebih banyak. Kemudian oksigen ini dialirkan dalam darah, tentunya dengan pompa dari jantung, ke seluruh tubuh. Semakin banyak oksigen yang terdapat dalam darah semakin baik pula kondisi darah tersebut.
Perbaikan fungsi organ-organ tubuh tersebut akan meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai macam penyakit. Kalaupun memang sudah sakit, sistem aliran darah yang bekerja dengan baik akan mempercepat proses penyembuhan.
Tidak hanya kondisi fisik yang semakin stabil berkat olahraga, kondisi psikis pun akan menjadi lebih baik pula. Dampak psikis yang dapat dicapai antara lain; peningkatan rasa percaya diri, kecenderungan untuk menderita depresi menjadi lebih kecil, terbentuk keseimbangan jiwa dan raga, perbaikan kemampuan konsentrasi, perbaikan kemampuan mengatasi stres dan lain-lain. Yang pasti, kesegaran tubuh akan membawa pula kesegaran perasaan kita. Ujung-ujungnya akan meningkatkan kualitas hidup. Karena kalau badan sehat dan bugar, otomatis akan memberikan dampak yang baik. Kita merasa enteng dan badan tak mudah capek.

v Disesuaikan dengan Kondisi
Kondisi setiap orang berbeda. Karena itulah, olahraga yang tepat pun berbeda sesuai kondisi masing-masing. Yang paling baik adalah bila seseorang berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan aktivitas olahraga tertentu. Terutama bila ada penyakit tertentu yang diidap atau bila baru mau melakukan aktivitas olahraga tertentu jika usianya sudah mencapai 35 tahun ke atas. Dokter spesialis kedokteran olahraga dapat membantu membuatkan program olahraga yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan seseorang.
Namun secara umum, yang perlu diperhatikan dalam memilih olahraga antara lain adalah faktor usia, kondisi kesehatan secara umum (sakit atau tidak), pemula atau sudah tingkat lanjutan, kelebihan berat badan atau tidak dan lain-lain.
Di antara berbagai jenis olahraga, aerobik adalah jenis olahraga yang terhitung mudah namun bermanfaat banyak bagi tubuh secara keseluruhan. Dalam aerobik yang diutamakan adalah gerak, seperti jogging, bersepeda, berenang, mendayung dan lain sebagainya. Hasil olahraga ini akan lebih terasa bagi perbaikan sistem jantung, paru-paru dan sirkulasi darah bila dilakukan di atas 30 menit setiap hari nya.
Kegiatan aerobik ringan, seperti berjalan kaki, jogging (lari lambat), berenang dan bersepeda mungkin bisa dilakukan oteh sebagian besar orang. Namun tetap saja ada hat-hat yang harus diingat agar mencapai hasil latihan yang optimal. Antara lain, latihan dimulai perlahan dan secara bertahap. Jangan karena terlalu bersemangat, kita langsung masuk pada latihan yang berat. Bila otot dan persendian sakit setelah berolahraga, mungkin ini karena latihan terlalu berat. Oteh karena itu program latihan perlu dievaluasi lagi.
Kemudian, idealnya setiap latihan terdiri atas 3 fase. Pertama, pemanasan selama 5 - 10 menit. Kedua, olahraga inti selama 20 - 30 menit. Ketiga, pendinginan selama 5 - 10 menit.
Rutinitas latihanpun harus terus dijaga. Bila olahraga yang dilakukan tidak rutin, efek peningkatan kemampuan jantung, paru-paru dan pembuluh darah tadi akan ada pasang surutnya. Fungsi jantung akan baik selama kita melakukan olahraga. Sebaliknya, bila kita berhenti berolahraga efeknya kebaikan itu akan berkurang atau menghilang sama sekali. Karena itu latihan 30 menit secara terus menerus, akan mengubah fungsi organ-organ ini ke dalam suatu perubahan yang permanen pula.
Hal terpenting yang menunjang keberhasilan latihan adalah bahwa olahraga apapun yang dipilih, kita harus menyenangi kegiatan itu. Jangan melakukannya dengan kesal lantaran terpaksa. Dengan perasaan senang hasil yang dicapai bisa optimal. Cara menyenangi olahraga tersebut, mungkin bisa dilakukan dengan memiliki teman berolahraga yang juga menyenangi kegiatan itu, sehingga kita bisa bersama-sama melakukannya. Jogging bersama atau naik sepeda bersama, itu kan membuat kita merasa senang, merasa happy dan fun.
Agar tetap menyenangkan dan tak membosankan kita dapat menggantiganti jenis olahraga yang kita lakukan. Misalnya, hari ini jogging, hari lainnya bersepeda atau berenang.

v Sempatkan Gerak Badan
Banyak alasan yang dilontarkan sehubungan keengganan orang berolahraga. Kesibukan, antara lain, menjadi alasan yang paling sering dilontarkan, terutama oleh wanita pekerja. Kebanyakan orang memang beralasan tidak punya waktu. Sebenarnya asal punya kemauan menyediakan waktu, apa saja bisa dikerjakan. Walaupun dia wanita karir dan biasanya berangkat pukul 7 pagi, bisa saja setengah jam setelah bangun jalan sedikit dulu di sekitar rumah. Kalau memang mampu, belilah sepeda statis yang digunakan di datam rumah. Bila masih malas juga, saat berangkat ke kantor sebanyak mungkin diusahakan kegiatan berjalan kaki. Bila naik kendaraan sendiri, bisa memarkir kendaraan agak jauh dari kantor. Atau bila menggunakan kendaraan umum, turunlah di halte yang agak jauh dari kantor. Di kantor sebisa mungkin gunakanlah tangga untuk turun atau naik, bukannya malah mengandalkan lift. Di waktu-waktu kerja, luangkanlah sedikit waktu untuk sekedar melakukan senam ringan di belakang meja. Yang harus diingat, semua kegiatan fisik tersebut minimal tidak berakumulasi waktu 30 menit setiap harinya.
Untuk ibu rumah tangga, kesempatan untuk melakukan gerak badan malah lebih besar. Pekerjaan rumah tangga juga merupakan bentuk gerak badan sederhana. Untuk ibu rumah tangga, yang paling simple, kerjakan saja pekerjaan rumah tangga. Tentunya semua pekerjaan yang mungkin dilakukan secara manual, bukan yang dilakukan dengan bantuan mesin atau sejenisnya. Di samping itu pekerjaan itu harus pula dilakukan dengan sikap tubuh yang benar. Jadi kesulitan mencari pembantu rumah tangga saat ini, mungkin bisa jadi berkah buat kesehatan sendiri.
Menemani balita kita bermain bisa juga menggerakkan otot-otot. Apalagi bila sang anak termasuk aktif. Mengejarnya ke sana kemari atau mengajaknya berjalan-jalan di sekitar rumah terhitung juga kegiatan gerak badan. Selain sehat, kitapun jadi semakin dekat pada anak.
Karena berjalan kaki merupakan salah satu kegiatan aerobik yang baik dan mudah, apabila memungkinkan, lebih baik bila para ibu berjalan kaki ke pasar. Pergi ke warung, bolak-balik boleh juga dilakukan. Tapi tentu saja yang paling baik adalah bentuk olahraga aerobik tadi, misalnya dengan menggunakan sepeda statis di rumah. Kalau bisa jogging pagi-pagi setelah shalat Subuh lebih baik tagi. Selain ada gerakan tubuh yang kita lakukan, udara pagi yang terhiruppun baik untuk paruparu. Bila memang di lingkungan dekat rumah ada perkumpulan senam aeroblk untuk para ibu, tak ada salahnya untuk ikutan.
Kegiatan berkebun juga memberi pengaruh baik bagi kesehatan. Kita bisa menggali dan menanami halaman rumah dengan berbagai tanaman. Menyirami, memupuk dan kegiatan merawat tanaman lainnya, juga memerlukan waktu dan tenaga. Semua aktivitas di kebun ini sesungguhnya juga merupakan bentuk olahraga yang boleh jadi menyenangkan dan menguntungkan. Kesehatan didapat, lingkungan rumah sejuk oleh rimbunnya tanaman di halaman, dan hasil tanaman dapat pula dimanfaatkan.
Yang harus diperhatikan adalah sikap tubuh yang baik serta penggunaan alat berkebun, seperti cangkul atau sekop, yang benar. Jangan sampai bukan sehat yang didapat, malahan sakit pinggang. Kegiatan ini dilakukan minimal 30 menit. Bila lebih dari itu, harus ada waktu istirahatnya, misalnya setelah 2 atau 3 jam.
Sesungguhnya banyak sekali kesempatan untuk melakukan olahraga. Kapan saja dan di mana saja, olahraga bisa dilakukan. Artinya, jalan mensyukuri nikmat sehat rahmat Allah Ta'ala ternyata amat mudah. Sebuah hadits menyatakan bahwa muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah. Hadits lainnya menyatakan bahwa hendaklah setiap orang tua mengajarkan anak-anaknya berenang, memanah dan berkuda. Nyatanya Islam sangat menganjurkan usaha menjaga kesehatan, termasuk olahraga. Tinggal bagaimana kita memotivasi diri sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar