Minggu, 27 Desember 2009

Berbagai Faktor Pemicu Kanker

Berbagai Faktor Pemicu Kanker
Minuman dingin, lemak babi, pencemaran udara di kota-kota, bahkan cat rambut jadi biang kanker. Begitupun dengan bahan kimia yang dicampurkan pada makanan tertentu!
Puluhan penelitian tentang sakarin (bahan makanan sangat manis) telah dilakukan 20 tahun terakhir. Hanya satu penelitian yang akhirnya menyimpulkan, sakarin menyebabkan kanker kantong air seni, dalam penelitian pada tikus yang diberi makan zat itu selama 2 generasi. Eksperimen lain menghasilkan temuan yang tak jelas.
Penyelidikan pada manusia, juga memberikan data tentang sakarin. Penderita kencing manis yang memakai pengganti gula, menunjukkan tak ada efek yang merugikan kesehatan. Penelitian tentang pasien kanker kandung kemih membuktikan, tak adanya hubungan antara penyakit itu dengan sakarin.
Nitrit dalam lemak babi ditakuti orang pula. Nitrat sebagai bahan dasar nitrit, ditemui dalam sayuran hijau. Nitrit itu ditambahkan pada daging untuk pengawetan, warna, penyedap, dan mencegah pertumbuhan bakteri yang meracuni makanan.
Sebuah penyelidikan pada 1978 yang memakai tikus, menduga nitrit dapat menyebabkan kanker. Badan Pengendalian Obat dan Makanan serta Departemen Pertanian .AS, mengambil langkah-langkah untuk melarangnya. Tetapi menurut peninjauan yang hati-hati, ini mungkin contoh ketakutan lain yang terburu-buru.
Suhu panas saat memasak dan bahan-bahan kimia lain, mungkin menyebabkan nitrit berubah jadi nitrosamin. Ini terbukti menyebabkan kanker pada hewan dan manusia. Untung dengan menambahkan bahan kimia lain kepada daging yang diawetkan, formasi nitrosamin berkurang secara drastis. Kebanyakan pengawet lemak babi dan pembuat minuman. mulai mengubah metoda mereka.
Pengujian pada cat rambut pun menimbulkan tanda tanya. Tikus kena tumor bila diberi makan cat rambut. Tentu saja bahan ini tak cocok bagi manusia, meski hanya diserap kulit.
Data dari American Cancer Society menyimpulkan, 5000 ahli kecantikan yang diobservasi selama 20 tahun lebih, sama tinggi risiko kankernya dengan wanita lain, meski banyak bergelimang dengan cat rambut."
Zat penyebab kanker yang ringan, ditemui di bebsrapa kota. Tapi tak ada kesimpulan yang memastikan polusi udara sebagai penyebab kanker. Meski banyak alasan lain untuk menjaga kebersihan udara. Angka kematian karena kanker paru-paru lebih liriggi di kota-kota besar daripada di pedesaan. Tapi itu mungkin karena banyaknya orang menghisap rokok di kota-kota. American Cancer Society menyimpulkan, umumnya polusi udara sedikit sekali dampaknya bagi orang kota dan desa.
Sebenarnya ada sedikit fakta yang menyokong dugaan, manusia modern dikepung penyebab kanker. "Namun penelitian yang intensif, hanya mencatat 7 faktor risiko pada. kanker manusia, dan satu lagi masih dicurigai. Untung faktor-faktor lingkungan itu dapat kita kontrol sendiri. Di bawah ini diuraikan berbagai faktor pemicu timbulnya kanker secara pasti

1. Tembakau (Rokok)
Merokok, faktor yang menentukan (key factor) dari kanker. Merokok memang bisa menjadi salah satu di antara sekian banyak pola hidup kita yang tanpa disadari dapat mempertinggi risiko menderita kanker. Rokok dapat memperbesar kemungkman timbulnya kanker paru-paru, baik bagi si perokok, maupun orang-orang yang menghirup asap rokok. Padahal di Indonesia, sekitar 60% pria dan 10% wanita dewasa adalah perokok, Bukan cuma itu, di beberapa daerah tembakau juga dipakai sebagai "penghapus" sehabis makan sirih. Yang paling buruk adalah kebiasaan membiarkan tembakau tersebut di dalam mulut selama beberapa waktu. Tanpa disadari, kebiasaan ini turut berperan atas timbulnya kanker rongga mulut.
Sejumlah data yang mengesankan dari penelitian terhadap hewan dan manusia menegaskan, ada dampak karsinogenik (pemicu kanker) pada tembakau (rokok). Statistik menunjukkan misalnya, orang yang merokok besar sekali risikonya kena kanker paru-paru (8 kali lipat dari orang yang tak merokok), kena kanker kerongkongan 6 kali lipat, kena kanker tenggorokan 4 kali lipat, pangkreas 3 kali lipat, dan kanker kantung kemih 2 kali lipat. Ini belum termasuk sakit jantung dan paru akibat rokok
Jelas dan tak dapat disangkal jika Anda tak merokok, jangan mulai. Jika Anda mulai merokok, hentikan cepat. Risiko kanke turun tiap tahun setelah perokok berhenti, dan sesudah 10 - 15 tahun, risikonya sama dengan orang yang tak pernah merokok seumur hidup.
Pada wanita perokok, di dalam cairan leher rahimnya juga ditemukan nikotin. Ternyata nikotin ini bertindak sebagai karsinogen terhadap infeksi virus yang dapat menimbulkan kanker leher rahim. Selain kanker paru-paru, leher rahim dan rongga mulut, tembakau juga menyebabkan kanker mukosa pipi, kanker. lidah dan kanker hibir. Jadi kalau Anda merokok, kenikmatan rokok bagaikan madu di tangan kanan, namun pada waktu yang sama tangan kiri bagaikan menggenggam racun.
Selain itu, kebiasaan minum nimuman beralkohol dalam besar juga berbahaya. Soalnya, minuman beralkohol bisa menyebabkan kanker lambung. Kegemaran minum ini akan memperbesar kemungkinan Anda terkena kanker, bila Anda juga perokok. Kebiasaan melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, menikah pada usia muda dan persalinan yang berulang-ulang, juga bisa memperbesar kemungkinan terjadinya kanker leher rahim.

2. Hindari Banyak Makan Ikan Asin
Penyakit-penyakit infeksi yang tidak diobati sampai tuntas, juga bisa menimbulkan kanker. Misalnya, radang menahun di kulit bisa berubah menjadi kanker kulit. Infeksi pada hati oleh virus hepatitis B, secara tidak langsung dapat mempengaruhi timbulnya kanker hati. Selain itu, virus papiloma mamaria (VPM) dan virus Epstein Barier (VEB) masing-masing dapat mempengaruhi terjadinya kanker leher rahim dan pangkal hidung.
Polusi dan limbah industri juga berperan sebagai penyebab kanker yang mengancam antara lain pekerja yang berhubungan dengan produksi dan penggunaan zat-zat pewarna anilin, pengolah asbes (bisa terkena mesotelioma dan kanker bronkhus). Soalnya, ion berilium, kadmium, kobait., nikel dan timah hitam yang bersifat elektrofil itu bisa mengikatkan diri dengan molekul-molekul di dalam sel biologik aktif dan menambah sel itu menjadi kanker.
Yang tidak kalah pentingnya adalah kebiasaan makan. Mengurangi jumlah makanan berlemak, makanan yang diawetkan, daging ikan asap, serta memperbanyak makan makanan berserat seperti sayur-mayur dan buah-buahan bisa mengurangi risiko terkena kanker usus besar. Contohnya saja, di Eropa banyak ditemui kasus kanker usus besar. Soalnya, mereka mempunyai kebiasaan makan daging banyak dan sedikit makan makanan berserat. Sebaliknya dengan di Afrika. Di sini, jenis kanker tersebut jarang ditemui, sebab makanan orang Afrika lebih banyak mengandung serat.
Sebagai sumber protein hewani, pilihlah daging unggas dan ikan segar. Kebiasaan makan ikan asin ternyata dapat memperbesar risiko terkena kanker pangkal hidung. Masalahnya, ikan asin banyak mengandung nitrosamin yang terbukti bersifat karsinogen.
Menghindari makanan yang tercemar jamur aspergillus f1avus, misalnya pada kacang-kacangan yang sudah tengik, roti yang sudah berjamur, dan sebagainya, juga merupakan langkah pencegahan yang bijaksana. Soalnya, jenis jamur ini memproduksi aflatoksin yang dapat mempertinggi risiko kanker hati.

3 Hindari Tenggak Alkohol
Minum alkohol (ethanol) mengakibatkan kanker pada hewan atau manusia. Aapalagi bagi peminum berat besar sekali risikonya daripada orang yang tak minum. Kenneth Rothman dari. Harvard School of Public Health menghitung; jika Anda merokok 2 bungkus sehari, Anda menambah risiko kanker mulut 143 persen daripada oraang yamg tak merokok.
Jika Anda perokok sekaligus peminum berat, risikonya menjulang lebih dari 11300 persen. Aikohol memperbesar dampak rokok, terutama pada tenggorokan, kerongkongan, dan hati. Nasehatnya, jika Anda mau minum, minum yang ringan, dan jangan merokok.

4. Sinar matahari
Banyak bukti paparan sinar ultraviolet dari mataharii sebagai penyebab utama kanker kulit. Kira-kira 80 persen dari kanker kulit di tubuh, biasaanya terdapat di bagian yang kena sinar matahari, seperti wajah, telinga, leher, tangan dan punggung. Kanker kulit lebih banyak di daerah tropis, dan subtropis. Untuk mengurangi risiko, para penggemar sinar matahari yang mempunyai kulit putih dan sensitif, hendaknya memakai tirai pelindung.

5. Seks Sembarangan
Heran juga kalau orang mengatakan seks bisa menimbulkan kanker. Namun bukti menunjukkan adanya hubungan antara tingkah laku seksual dengan kanker. Wanita yang cepat berhubungan seks (sebelum berumur 17 tahun) dan banyak patnernya menunjukkan tingkat kanker tengkuk yang tinggi.
Wanita yang baru melahirkan setelah berusia 30 tahun dan mereka yang tak punya anak sama sekali, berisiko besar kena kanker payudara. Para sarjana tak tahu bagaimana mencegah risiko ini. Kita tak punya undang-undang yang mengatur usia berapa kita kawin atau punya anak: Namun program KB yang efektif mungkin bisa menolong.
Namun, penggunaan alat-alat kontrasepsi pun tidak boleh sembarangan. Pil dan suntikan tidak dianjurkan pada wanita yang keadaan hormonalnya aktif sekali, antara usia 30 - 40 tahun. Soalnya, pil dan suntikan itu sebenarnya hormon, Jika pada seorang wanita yang keadaan hormonalnya aktif, kita berikan lagi hormon, maka sudah pasti kadar hormon dalam tubuhnya semakin tinggi. Pada wanita usia ini dianjurkan memakai spiral saja. Pil boleh diberikan pada wanita yang usianya kurang dart 30 tahun, karena keadaan hormonalnya normal.

6. Pekerjaan
Sejumlah bahan kimia, seperti asbes, vinyl khlorida, arsenik, khromium, dan nikel, bisa menimbulkan kanker pada orang yang lama bekerja dengan zat-zat itu. Usaha untuk mencegah risiko ini terhambat oleh kegunaan bahan-bahan kimia itu.
Asbes misalnya, penting dalam industri dan rumah tangga. Begitu pula vinyl khlorida, bahan mental plastik. Selain keuntungan ekonomi hendaknya diperhatikan dalam pekerjaan. Para ahli mengimbau agar dilakukan proses yang formal. Tetapi tugas itu sangat rumit karena kita tak dapat mengukur dengan akurat bila kanker terjadi akibat bahan kimia yang dipakai. Semua bahan kimia, baik di rumah atau pabrik, seharusnya ditangani dengan hati-hati sekali. Ikuti petunjuk agar terhindar dari kecelakaan.

7. Makanan
Salah satu yang paling dicurigai adalah hubungan antara kegemukan dan kanker peranakan. Wanita yang sangat gemuk nampaknya eenderung kena penyakit ini. Di samping itu, sejumlah kajian persiapan menyimpulkan orang yang menyantap makanan yang rendah serat, tinggi lemak, mudah kena kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus. Dari situ sekarang terdapat konsensus ilmiah, agar orang mengkonsumsi makanan yang sedang-sedang saja, seimbang, dan beragam.
Berita tentang kanker jauh dari menakutkan. Sejak dahulu kita mempelajari sebab-sebabnya yang banyak. Kita pun sebenarnya masing-masing pribadi memiliki senjata dalam memeranginya. Dan makin banyak kita belajar, makin sadar, kita bisa menentukan nasib kesehatan kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar