Minggu, 27 Desember 2009

Penyebab Kanker dan Terapinya




Tubuh manusia terdiri atas jutaan sel yang secara teratur berkembang dan membagi diri. Sel-sel baru ini akan menggantikan sel-sel lama, yang rusak, Setiap organ tubuh memiliki bentuk sel yang khas. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahan dalam penggantian sel yang rusak, tubuh mempunyai mekanisme yang mengatur pembentukan sel-sel baru agar memiliki bentuk dan fungsi yang sama dengan sel yang digantikannya. Ini berarti pada orang dewasa, jumlah sel yang baru sama dengan sel yang mati.
Pada penderita kanker, terjadi gangguan mekanisme yang mengakibatkan sel tubuh membagi diri secara tidak terkendali. Sel-sel baru itu juga memiliki bentuk yang tidak normal. Dan membagi diri secara tidak terkendali. Karena laju perabentukan sel lebih besar dari kebutuhan tubuh, maka akan terjadi kelebihan sel yang lama kelamaan akan membentuk tumor atau tumbuhan lain dalam tubuh kita.
Peristiwa perubahan sel normal menjadi sel kanker disebut karsinogenesis. Sedangkan segala sesuatu yang menimbulkan perubahan tersebut dinamakan penyebab kanker atau karsinogen.
Sel-sel ini secara berkelompok menyusun jaringan. Ia membutuhkan oksigen untuk mengoksidasi sari makanan seperti lemak, protein, karbohidrat, dsb. Dalam proses alami ini di samping didapat tenaga untuk memecah sari makanan tadi dihasilkan pula radikal bebas atau molekul-molekul yang mengandung elektron tak berpasangan. Karena radikal bebas merupakan bentuk molekul yang ada elektron tunggalnya, ia sangat reaktif dan mampu merusak sel sehingga terjadi penurunan sistem imunitas tubuh kita.
Namun oksigen aktif pembawa sial ini, tak cuma dihasilkan oleh mekanisme tubuh, di alam raya kehadirannya dipacu oleh lingkungan yang terpolusi, macam limbah industri yang keluar dari moncong cerobong pabrik dan asap knalpot ribuan kendaraan bermotor.
Penggunaan pestisida yang kurang terkontrol juga menjadi ancaman yang potensial bagi manusia. Bahan aktif pestisida yang disemprotkan pada sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai pembasmi hama bisa saja terrus "membonceng" pada tumbuhan, sampai dikonsumsi oleh manusia.
Lain lagi dengan asap rokok. Kandungan ter yang keluar berbarengan dengan asap, terbukti lebih berbahaya daripada nikotinnya. Kalau terhirup, ter akan menurunkan kapasitas paru-paru dalam menyerap O2, sehingga pertukaran CO2 dan O2, terganggu.
Kalau Anda hidup di kota, ancaman bukan cuma datang dari alam yang terpolusi, tapi juga dari lingkungan yang penuh kompetisi. Stres, menjadi ancaman baru buat orang kota.
Sialnya radikal bebas yang dihasilkan oleh berbagai bentuk polusi tadi berbahaya bagi manusia. Ia akan mengambil bahan makanan dari dalam sel. Akibatnya, sel dipacu agar memperoleh makanan lebih banyak. Selama sel masih sehat, permintaan tambahan makanan itu tak jadi soal. Masalah baru akan timbul kalau ternyata sel tak mampu lagi memenuhi kebutuhan. Jadilah badan kita lemah. Jika sudah begitu gampang saja kita terserang berbagai penyakit termasuk proses penuaan yang lebih dini, karena kulit berkerut akibat hilangnya elastisitas.
Dalam upaya mengatasi dampak buruk radikal bebas itu, sebenarnya tubuh juga memproduksi antioxidants (gabungan berbagai jenis vitamin, seperti A, B6, C, E, dan turunannya). Namun mengandalkan produk dan dalam tubuh saja tidaklah cukup. Sebab, "serangan" radikal bebas bagi kesehatan manusia tak cuma berasal dari dalam tubuh, tapi juga dari luar tubuh, seperti penjelasan di muka.
Adanya ancaman dan keterbatasan tubuh dalam memproduksi antioxidants menjadikan kita memerlukan tambahan" antioxidants. Salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan itu bisa didapat dari Newrise Supreme Anti-Oxidants. Cukup dengan mengkonsumsi satu kapsul sehari kebutuhan Anda akan vitamin A, B6, C, E terpenuhi. Bila Newrise Supreme Anti-Oxidants dikonsumsi secara teratur, akan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi hati, mengurangi keriput serta meningkatkan kelenturan kulit.

v Cara Kerja Antioksidan
Yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana anti-oxidants itu bisa melawan radikal bebas. Seperti cerita pada awal tulisan ini dari hasil oksidasi sari-sari makanan di dalam sel tubuh dihasilkan tiga pasang elektron dan satu elektron bebas. Elektron bebas ini berusaha mencari elektron lain dengan jalan mengambil elektron dari molekul yang terdapat di dalam dinding sel. Ini bisa menyebabkan kerusakan sel dan memacu terjadinya kanker serta penyakit-penyakit lain.
Tapi karena ada antioxidants yang punya struktur molekul tertentu, ia mampu memberikan elektron bebas pada elektron bebas yang berkeliaran tadi. Sehingga kerusakan sel bisa dihambat dan kanker bisa dicegah.
Penyakit kanker timbul karena adanya gangguan mekanisme yang mengakibatkan sel-sel tubuh membagi diri secara tidak terkendali. Sel-sel baru ini juga memiliki bentuk yang tidak normal. Karena laju pembentukan sel lebih besar dari kebutuhan tubuh, maka akan terjadi kelebihan sel yang lama-kelamaan akan membentuk tumor di dalam tubuh kita. Peristiwa perubahan sel normal menjadi sel kanker disebut karsinogenesis. Sedangkan segala sesuatu yang menimbulkan perubahan tersebut dinamakan penyebab kanker atau karsinogen.
Penyebab kanker banyak sekali dan umumnya setiap jenis kanker terjadi akibat gabungan beberapa penyebab. Biasanya, penyebab-penyebab ini berasal dari lingkungan hidup kita, baik dari dalam tubuh (intrinsik) maupun dari luar tubuh (ekstrinsik). Secara umum, penyebab kanker ini dapat dibagi dalam empat golongan besar.
Golongan pertama adalah yang berasal dari bahan kimia, baik yang alami maupun yang buatan. Makanan yang mengandung zat pewarna anilin (yang dipakai dalam industri tekstil), pemanis sakarin atau siklamat pun terbukti dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
Golongan kedua ialah tenaga sinar. Sinar X, sinar gamma, sinar radioaktif dan sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari terbukti dapat menyebabkan kanker kulit. Tentunya bila sinar-sinar tersebut mengenai tubuh dalam dosis yang tinggi.
"Golongan ketiga ialah virus. Misalnya virus herpes simpleks tipe 2 yang diduga dapat menyebabkan kanker leher rahim. "Faktor kanker lain adalah ras (bangsa), geografi, hormon, keturunan, usia; jenis kelamin, dan rangsangan menahun.

v Ras Ikut Menentukan
Benarkah kanker penyakit keturunan? Jawabnya: bukan. Namun, kalau orang tua kita menderita kanker, kita harus waspada. Sebab kemungkinan untuk menderita kanker ternyata lebih besar dibandingkan dengan mereka yang orang tuanya bukan penderita, walaupun jenis kanker yang akan diderita tidak harus sama. Soalnya, struktur sel anak kandung dan orang tua tidak jauh berbeda.
Bagaimana dengan faktor hormon? Ketidakseimbangan hormon akan mengakibatkan seseorang berada pada keadaan di mana hormon yang dominan akan lebih merangsang. Contohnya, di dalam tubuh seorang wanita ada dua macam hormon, hormon wanita dan pria. Dalam keadaan normal, kadar hormon wanitanya lebih tinggi. Kalau perbandingan ini berubah, misalnya hormon wanitanya tiba-tiba tinggi sekali, maka ia akan merangsang sel-sel payudara, dan ovarium. Suatu organ yang dirangsang lurus-menerus, pada suatu saat bentuk dan sifatnya akan berubah. Kalau berubahnya ke arah yang jinak, tidak jadi masalah. Namun, bila berubah ke arah yang ganas, sudah pasti akan mengakibatkan kanker.
Perubahan keseimbangan hormon pada tubuh manusia, manifestasinya timbul dalam berbagai bentuk, salah satunya stres. Sebaliknya, keadaan stres juga akan mengakibatkan ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, sebaiknya kita hidup dengan tenang dan berusaha menghindari segala bentuk stres. Soalnya, stres pada wanita bisa menyebabkan kanker payudara, sementara pada pria, bisa menimbulkan kanker hati. Banyak orang yang berpikir bahwa kanker hati akibat kerja keras. Padahal kerja keras dengan hati gembira, tidak akan menimbulkan kanker hati.
Lalu, apa hubungan ras (bangsa) dengan kanker? Sampai sekarang belum ada jawabnya. Namun kenyataannya, kanker payudara banyak ditemui pada wanita kulit putih, tetapi sedikit sekali diderita oleh wanita Jepang. Dari hasil penelitian di Indonesia, wanita Jawa paling banyak terkena jenis kanker ini, sedangkan orang Tapanuli sedikit. Begitu pula dengan umur. Kanker payudara umumnya timbul pada usia 30 - 50 tahun, dan hampir tidak pernah ditemukan pada usia kurang dari 30 tahun. Tetapi kanker darah (leukemia), banyak pada anak kecil, sedangkan pada orang dewasa jarang terjadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar