Sabtu, 26 Desember 2009

A. Gangguan Irama Jantung
Anda sedang bekerja di meja kerja Anda. ketika tiba-tiba jantung berdebar cepat. atau ketika Anda sedang berjalan menaiki tangga gedung, tiba-tiba Anda merasakan sakit di dada. Mungkin pula kejadiannya lain, Anda terbangun di malam hari, tapi debar jantung terasa cepat dan tidak teratur. Yang Anda alami adalah, deviasi pola denyutan jantung yang normal, yang dalam istilah kedokteran disebut arrhyfmia. Haruskah kuatir dengar keadaariini?
Itu tergantung pada penyebabnya. Seringkali denyut yang tidak ber-aturan tidak perlu dikuatir-kan. walau mungkin dokter menyatakan Anda harus lebih berhati-hati. Namun bisa juga kondisi itu cukup serius. Irama denyut jantung kita dikendalikan suatu sistem pulsa listrik yang kompleks. Sebenarnya hampir semua orang pernah mengalami gangguan irama jantung ini, demikian menurut Edward L.C. Pritchett, MD, guru besar pada divisi kardiologi, Universitas Duke di Carolina Utara. Gangguan irama ini sering kali hanya merupakan variasi biasa pada jantung yang sehat.
Tapi irama jantung Anda, mungkin juga terganggu keadaan emosional, kondisi fisik dan yang Anda makan atau minum. Tujuh penyebab gangguan irama jantung umum adalah:
- Stres emosi, kegelisahan, perasaan takut atau marah, dapat memicu pengeluaran adrenalin, yang merupakan stimulan bagi jantung.
- Kelelahan, terutama yang berkepanjangan atau bila disertai stres akan meng-ganggu beberapa fungsi tu-buh, termasuk juga irama denyutan jantung.
- Flu atau infeksi virus lainnya, terutama bila disertai panas tinggi.
- Naik turunnya kadar hor-mon sehubungan dengan menstruasi pada wanita, dapat menyebabkan tertahannya air dan sodium, sehingga keseimbangan mineral dalam tubuh terganggu, demikian pula irama denyut jantung.
- Makanan atau minuman yang merangsang, seperti kafein atau nikotin, yang juga berpengaruh pada kadar adrenalin.
- Alkohol, karena dapat mengganggu sistem listrik jantung, terutama pada jumlah yang cukup banyak.
- Diet (pola makan) yang terlalu keras atau penggunaan obat-obat diet tertentu, muntah-muntah atau diare yang parah, serta peng-gunaan diuretik yang semua ini mengakibatkan de-fisiensi kadar potassium pada darah. Mineral potassium memang bersifat merangsang aliran listrik yang mengatur irama jantung.
Perasaan serupa juga bisa disebabkan gas atau kekejangan dalam esophagus, dalam hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan jantung. Gas atau kekejangan yang ada dalam lambung atau otot dinding dada dapat juga mengakibatkan perasaan serupa.
Jika Anda cukup sering menderita gangguan seperti itu, mungkin penyebabnya adalah faktor-faktor di antara yang tujuh di atas. Usahakan mengurangi penyebabnya, misalnya hindari kafein atau alkohol.
v Irama Kacau
Pemacu jantung alamiah, yakni yang disebut sinus node,. secara otomatis akan mengirim sinyal listrik yang merangsang setiap denyutan. Apabila karena sesuatu hal sinus node gagal bekerja dengan sempurna, yang mengambil-alih tugasnya bagian jantung yang lain, misalnya atrium atau ventrikel. Kadang-kadang karena bantuan ini, sinus node lalu bisa berfungsi normal kembali.
Tapi denyutan yang dirangsang Bagian lain (selain sinus node), biasanya denyutnya agak lebih awal dari pada denyut normal. Karena itu, maka terjadilah masa jedah (pause) yang agak lebih panjang, sehingga Anda merasa seakan jantung tiba-tiba berhenti atau iramanya tidak teratur. Masa jedah ini juga memungkinkan jantung mengisi darah, membuat kontraksi berikutnya lebih kuat untuk mengosongkan jantung. Bersama sinus node, otak juga memainkan peranan dalam mengatur irama denyut jantung dengan mengirim isyarat agar jantung berdenyut lebih cepat, bila Anda takut, atau sedang berlari.

v Tidak Terlacak
Apabila irama jantung yang tidak normal tidak dapat dilacak penyebabnya, mungkin penyebabnya ketidakberesan jantung sendiri. Misalnya yang disebut MVP (mitral valve prolapse). Katup mitral ini terdapat pada bagian kiri jantung, antara atrium clan ventrikel. Katup ini akan membuka untuk memungkinkan darah mengalir dari kamar atas ke kamar bawah, kemudian menutup untuk mencegah darah kembali ke atas, jika ventrikel berkontraksi.
Bila kelainan yang disebut MVP ini terjadi, katup tidak menutup seperti seharusnya, sehingga terjadi kebocoran darah. Gejala MVP ini antara lain denyut jantung yang tak teratur atau perasaan denyutan yang tak tetap.
MVP lebih banyak dialami penderita wanita, dan belum diketahui apakah ini merupakan kelainan yang disebabkan faktor keturunan atau ada faktor lain. Demikian pula belum diketahui kenapa terjadi denyut yang tidak teratur.
Pada kasus MVP yang lebih serius, ketidakteraturan denyut jantung disertai sakit dada yang tidak terlalu parah, nafas yang tersengal-sengal, kelelahan, sakit kepala dan perasaan gelisah. Dokter akan bisa mendiagnosa MVP dengan cara mendengarkan denyutan jantung melalui stetoskop. Pemeriksaan dengan alat achocardiogram akan dapat membantu menentukan pengobatannya, cukup dengan obat-obatan atau diperlukan pembedahan.
Tapi kebanyakan penderita MVP tidak perlu menjalani pembedahan asalkan secara teratur memeriksakan diri. Penyakit jantung jenis ini juga tidak terlalu berbahaya. Perlu dicatat kelainan MVP ini dapat membuat pasien mudah terkena infeksi bakteri dan karena itu pula dokter menganjurkan agar bagi penderita MVP diberikan antibiotik sebelum menjalani perawatan gigi misalnya.
Namun demikian, perlu diketahui pula denyut jantung yang tidak teratur bisa juga berhubungan dengan penyakit jantung yang lebih serius, misalnya penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, pembuluh arateri yang bertugas memasok darah ke jantung tersumbat lemak sehingga darah tidak dapat mengalir dengan bebas. Bila karena penyumbatan ini masukan darah ke jantung rnenjadi berkurang sampai tingkat tertentu, jantung akan menderita ischemia, yakni kekurangan darah dan oksigen. Ischemia ini dapat.juga mengganggu irama jantung yang normal, dan kadang-kadang akibatnya fatal.
Jantung bisa berhenti secara tiba-tiba, atau ventrikel merangsang denyutan yang terlalu cepat, sehingga terjadi fibrilasi. Bila tidak segera mendapat pertolongan, kematian bisa terjadi dengan cepat, dan fenomena ini disebut kematian jantung mendadak.
Kira-kira 25% dari kasus, ischemia ternyata tidak menyebabkan gangguan dan kematian jantung yang tiba-tiba, tetapi merupakan tanda-tanda pertama gejala penyakit jantung. Kebanyakan dari calon penderita kematian jantung mendadak biasanya memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung koroner, yaitu sejarah penyakit jantung pada keluarga, tekanan darah tinggi, tingginya kolesterol pada darah, kebiasaan merokok, kegemukan atau diabetes. Faktor risiko lainnya misalnya pernah didiagnosa menderita penyakit jantung, seperti angina atau serangan jantung.

v Pertanda Buruk
Biasanya denyut jantung pada pria adalah 70 sampai 80, pada wanita 60 sampai 70, walaupun ini dapat mengalami variasi selama kegiatan sehari-hari dan pada satu orang dengan yang lain. Denyut jantung yang terlalu cepat - biasa disebut palpitasi - secara medis disebut tachydardia adalah 100 denyutan per menit.
Palpitasi mungkin disebabkan adanya isyarat listrik tambahan dalam jantung. Ini juga diduga mengakibatkan PAT (paraximal atrial tachycardia), suatu episoda yang biasanya datang dan pergi tanpa alasan jelas, berlangsung dalam beberapa detik atau sampai beberapa jam, demikian meriurut Dr. Pritchett.
Walaupun hal itu mungkin menakutkan, tapi PAT itu tidak akan mengakibatkan masalah serius seperti serangan jantung rrzisalnya. Kondisi ini sering hilang dengan sendirinya, tapi dapat pula dikendalikan dengan pemberian obat bila gejala tidak mau hilang atau dipandang mengganggu.
Pada beberapa kasus, denyut jantung yang terlalu cepat mungkin pula merupakan pertanda masalah serius, misalnya kegagalan fungsi jantung. Namun biasanya gejalanya bukan hanya palpitasi saja. Tanda-tanda lain yang menyertai misalnya kelelahan, nafas yang tersengal-sengal, yang mana merupakan kurangnya suplai darah, serta pembengkakan pada tungkai dan pergelangan kaki. Kondisi demikian memerlukan perawatan yang segera, walaupun biasanya juga bisa diobati.

v Slowdown Tanda Buruk
Denyut jantung yang terlalu pelan, misalnya kurang dari 60 per menit disebut bradycardia. Walau demiki-an, denyut jantung orang yang sangat sehat bisa saja kurang dari 40 per menit, alasannya adalah, jantung yang sangat kuat juga sangat efisien, bisa memompakan sejumlah besar darah dalam setiap denyutan, sehingga tidak perlu kerja keras. Namun denyut jantung di bawah 50 kali yang disertai dengan sakit kepala, perasaan lemah atau seakan mau pingsan, penyebabnya cacat pada sistem listrik jantung, akan bisa berbahaya bila tidak diobati. Cacat semacam itu antara lain heartblock, sinyal listrik tidak ditimbulkan dari atria, namun ke ventrikel, sehingga ventrikel berdenyut lebih pelan.
Menurut Michael M. Laks, MD, kepala bagian Kardiologi Harbor UCLA Medical Center, kasus yang tidak parah tak
memerlukan pengobatan. Yang agak parah dapat dikendalikan dengan obat-obatan, tapi biasanya diperlukan pembedahan untuk menanamkan pacu jantung.
Kelainan lainnya yang juga terdapat pada sistem listrik, sindroma sinus sakit, dapat berakibat bradicardia yang cukup parah di mana denyut jantung hanya mencapai 30 kali per menit. Dalam hal ini bukan hanya sinus node gagal memicu denyut jantung, sehingga denyutnya sangat lambat, tapi pemacu jantung alamiah juga gagal untuk mengambil-alih tugas.
Kalaupun bisa, denyut jantung menjadi sangat cepat karena ini untuk mengkompensasi irama yang terlalu lambat. Karena itu, akibatnya penderita menjadi sangat lemah, pusing dan pingsan. Jika tidak dirawat, bisa fatal karena. otak dan tubuh akan kekurangan oksigen. Irama denyut jantung dikendalikan sistem pulsa iistrikyang kompleks, karenanya hampir semua orang pernah mengalami gangguan irama jantung. Gangguan ini, seringkali merupakan variasi biasa pada jantung yang sehat. Tapi bisa juga, gangguan itu membahayakan.
Sindroma sinus sakit ini banyak terjadi pada orang lanjut usia, yang jantungnya telah melemah. Tapi ada juga orang muda yang memang dilahirkan dengan kondisi demikian. Bisa juga itu disebabkan luka yang traumatik terhadap jantung, seperti luka tembak, tusukan benda tajam atau kerusakan jantung karena operasi. Arrhytmia karena sindroma sinus sakit ini dapat dikendalikan dengan pacu jantung buatan.

v Kapan ke Dokter
Walaupun denyut yang tidak teratur, palpitasi atau denyut yang lambat tidak selalu membahayakan, tapi untuk amannya Anda lebih baik membicarakannya dengan dokter. Jika ketidakteraturan denyut sering terjadi atau berlarigsung sampai beberapa jam, sebaiknya juga lapor kepada dokter. Apalagi bila arrhytmia disertai sakit kepala; nafas tersengal-sengal, sakit dada atau pingsan, segera usahakan untuk menghubungi bagian gawat darurat. Kondisi lain yarig dapat memicu arthytmia, misalnya kelenjar thyroid yang terlalu aktif. Bila produksi hormon hyroid terlalu banyak, maka fungsi tubuh akan menjadi lebih cepat, tidak terkecuali jantung.
Defisiensi zat besi karena anemia yang parah, mengakibatkan jantung menjadi lemah karena kekurangan sel darah merah. Denyut jantung juga menjadi tidak teratur. Begitu pula tekanan darah tinggi, dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur. Dokter dapat memeriksa jantung Anda, mendapatkan gambaran beserta iramanya dengan echocardiogram (ECG). ECG dapat mengukur kegiatan listrik jantung Anda, mempergunakan elektroda yang ditempatkan pada dada, tangan dan kaki.
Jika dicurigai adanya penyakit jantung, dokter Anda mungkin akan menganjurkan suatu pemeriksaan yang disebut exercise stress test, yang akan mengevaluasi suplai darah ke jantung setelah melakukan latihan jasmani, di mana keperluan akan oksigen tertinggi. Tes yang lebih ekstensif dengan mempergunakan monitor holter, biasa dilakukan spesialis jantung.
Penyakit jantung dapat disebabkan gaya hidup, karenanya kadang-kadang pasien penyakit jantung dianjurkan untuk mengubah gaya hidup yang kurang baik. Misalnya, mengurangi minum kopi, menghindari minuman keras, berhenti merokok dan berolahraga untuk meningkatkan kesehatan. Bila diperlukan obat, dokter dapat memberi resep obatobatan anti arrhytmic, yang dapat mengubah konduksi sinyal listrik pada jantung.
Di antara obat-obatan itu misalnya Beta blocker, digitalis, calcium channel blocker dan quinidine: Sayangnya obat-obatan yang dapat menanggulangi ketidakteraturan denyut jantung juga cenderung untuk menekan fungsi jantung yang normal, dapat mengganggu irama jantung dan mengakibatkan perasaan pusing. Efek sampingan lainnya mual dan gangguan penglihatan.
Dalam kasus yang parah, diperlukan pembedahan untuk membetulkan jantung. Jika sistem listriknya yang gagal, biasanya diperlukan pemasangan alat pacu jantung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar