Kamis, 24 Desember 2009

Kamboja, Belum Tentu di Kuburan

Kamboja, Belum Tentu di Kuburan


Kalau ditengok ke belakang, booming tanaman hias barangkali diawali sekitar 10 tahun lalu. Sejalan dengan itu muncul jenis-jenis tanaman tertentu yang digandrungi penikmat tanaman, bahkan melahirkan trend baru. Euphorbia, helikonia, palem, pachira, misalnya, bisa dianggap sebagai bending merah yang menandai perjalanan selera tanaman hias di kota-kota besar. Tatkala helikonia atau pisang-pisangan muncul ke permukaan, bisa dibilang tak satu pun taman yang tidak dihiasi tumbuhan asal Kosta Rika ini.
Helikonia masuk ke Indonesia sejak tahun 1991. Lalu Queen Palm yang asal Australia. Pachira atau 'pohon uang' pertama kali didatangkan dari Taiwan.

v Tanaman kuburan
Kamboja yang suka ditanam di kuburan itu bagi banyak orang identik dengan urusan yang berbau kematian. Namun di benak floris, kamboja memenuhi syarat sebagai tanaman taman, yang menghadirkan trees with flowers. Apalagi kamboja adalah satu-satunya pohon di Indonesia yang berbunga sepanjang tahun, bentuknya bagus lantaran ditopang oleh struktur daun dan batang yang apik. juga gampang dipelihara, bisa cepat tumbuh di alam tropika, kendati dibiarkan tumbuh tanpa pupuk dan jarang disiram.
Dengan konsep itu dapat dibayangkan, bagaimana indahnya halaman rumah andai ditumbuhi kamboja yang berbunga lebat. Sebelumnya, floris sempat melirik flamboyan yang dikenal dengan julukan Queen of the Flowers, ratunya bunga. Namun, sebagai penghias taman, bunganya hanya muncul 1 - 2 tahun sekali. ltu pun masif dan tidak bisa dipetik lantaran kelewat mungil. Koleksi anggrek di kebun perlu disemprot anti hama. Langkah awal mengedepankan kamboja yang banyak tumbuh di Bali ini dimulai sejak dua tahun lalu. Para floris menyempatkan berburu jenis-jenis kamboja ke segenap pelosok dunia, termasuk Halk waii, Thailand, dan Pulau Dewata sendiri.

"Saya memang tukang jalan. Niat sebenarnya cuma travelling, tapi dasar suka tanaman, ujung-ujungnya ya borong tanaman apa saja, sampai nggak sempat bawa oleh-oleh buat teman-teman," ujar seorang floris.. Bila sudah menyangkut tanaman, kemauannya memang luar biasa. Berapa pun harganya akan dibeli. Bahkan, sekali waktu ia pernah nekat "mengambil" koleksi di kebun botani lantaran tak bisa dibeli ataupun diminta,’ ujarnya lagi.
Dari hasil koleksi dan kawin silang berbagai jenis kamboja itu kini paling tidak telah dihasilkan 50 jenis varian kamboja dengan kisaran warna yang bergradasi dari putih bersih sampai nyaris hitam. Bunga putih ini tidak sama dengan yang di kuburan. Kalau yang di kuburan bunganya lebih kecil. Ini pun bunganya belum normal, kalau normal diameternya bisa sampai 10 cm.
Teknik pengawinan silang antarbunga memang sering dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang dikehendaki dengan cara yang cepat. Cara ini sebenarnya meniru persilangan di alam dengan bantuan angin. Dari 59 jenis kamboja di kebun bunga yang tak jauh dari gerbang tol Sirkuit Sentul, Jawa Barat, delapan di antaranya lahir dari sana. Kendati bunganya cukup besar, tetapi belum bisa menyaingi besarnya bunga asal luar negeri.
Penata seni dijamin suka dengan tekstur batang kamboja yang bagus plus bunganya yang warna-warni. Rontokan bunganya saja kalau ditaruh di meja, it's beautiful. Apalagi kamboja kesannya very tropical, very Indonesian.

v Rp 5 juta Satu Pohon
Upayanya mengangkat tanaman baru sampai dicari orang ini memang pantas diacungi jempol. "Mata harus jago, jeli, dan. tahu pasar," Tapi agaknya kemampuan membaca pasar tanaman hias tumbuh sejalan dengan endapan pengalaman menggeluti bisnis ini. Pada masa-masa awal membuka kebun, hendaklah seorang floris betul-betul berjuang dari bawah. Koleksi tanaman ataupun luas lahan bisa ditambah seiring dengan perkembangan keuntungan bisnis dari situ.

Mode tanaman yang sedang in agaknya juga didorong oleh sifat orang yang tak mau ketinggalan zaman, juga dalam hal memiliki tanaman hias. Padahal bagus tidaknya sebuah taman tidak tergantung pada trend, tapi penempatan yang cocok dan perawatan yang baik.
Munculnya tren tanaman paling tidak telah ikut andil dalam menggiring nurani orang untuk memantau tanaman, khususnya di kota-kota besar, konsekuensinya, setiap kali orang menunggu jenis tanaman, apa lagi yang akan keluar. Ini berbeda dengan yang teriadi di luar negeri. Di sana trend tanaman berotasi, mengikuti pergantian musim. Ketika musim tulip, semua piara tulip. Kalau musim mawar, semuanya berganti mawar.
Mestinya trend tanaman di Indonesia berpola semacam itu. Sebab kalau tidak, sangat mustahil menciptakan jenis tanaman baru yang berbunga terus menerus. Namun yang pasti, booming tanaman hias membuat orang semakin ngeh tentang dunia lanskap. Setidaknya, muncul kesadaran bahwa rumah perlu baju bagus. Cuma yang perlu diingat, semewah apapun sebuah taman, diperlukan kesadaran si empunya rumah untuk memelihara. Kalau sisi ini tidak diperhatikan, keberadaa taman bisa tidak langgeng dan mudah meranggas.

Seorang karyawan mungkin bisa merawat seminggu sekali, namun jika yang punya tidak pernah melihat keluar, taman tidak akan mungkin menjadi bagus. Bagaimanapun taman melambangkan yang punya rumah. Mencabuti rumput, merapikan daun, atau menyinkirkan ranting yang kering memupuk, dan sebagainya menjadi bagian penting dari pemeliharaan taman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar