Lumut, Makhluk Tanpa Identitas
Suka tumbuh di bangunan tua, menghuni barang rongsokan, atau menempel di kamar mandi yang jarang dibersihkan, lumut kerap dianggap pengganggu atau perusak pemandangan. Padahal lumut punya banyak manfaat Bisa sebagai obat, bahan campuran parfum hingga sebagai indikator polusi udara.
Suku-suku Indian Amerika pada ribuan tahun lalu punya kebiasaan menyeduh sejenis lumut janggut (Usnea) dengan air panas, lalu digosokkan ke tubuh sebagai obat penyakit kulit. Mereka juga memanfaatkan lumut untuk mewarnai selimut dan. mantel yang dikenakan dalam upacara adat. Lumut lebih dulu menghuni puncak gunung berapi dan savana, lalu mengumpulkan tanah, sebelum digusur tumbuhan lain.
Ribuan tahun kemudian, di benua lain, rupanya masih ada orang yang memanfaatkan lumut janggut sebagai ramuan obat tradisional. Jika sempat berjalan-jalan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, misalnya, Anda akan dengan mudah menjumpai lumut jenis ini dikenas dalam plastik bercampur ramuan tradisional lain, lumut janggut dimanfaatkan sebagai jamu melawan penyakit paru-paru dan sesak napas.
Itulah beberapa dari sekian hanyak kegunaan lumut. Sayangnya, masih banyak orang mengabaikannya. Mungkin karena lumut identik dengan jalan setapak yang hijau dan licin, lantai kamar mandi yang jorok, atau timbunan sampah dan barang rongsokan.
v Tumbuhan bukan, hewan pun tidak
Lumut sulit digolongkan sebagai tumhuhan atau hewan. Sebab, ia tersusun dari dua atau tiga organisme yang berbeda. Ada jamur, ganggang, dan terkadang hakteri. Mereka hidup saling menguntungkan dan masing-masing meni punyai peran. Jamur bertugas mengumpulkan air, mineral, dan menciptakan kelemhapan. Ganggang dan bakteri (biasanya golongan cyano bakteri) melakukan fotosintesis. Jadi, tak heran jika lumut bisa hidup di sembarang tempat ketika tak ada tumbuhan lain yang hidup. Di kutub, puncak gunung es, gurun pasir, bebatuan, hingga puncak pegunungan tinggi sekalipun. Bahkan ada yang hidup di poros batuan yang masih terjangkau sinar Matahari. Lumut juga tumbuh subur pada bangunan tak berpenghuni, rongsokan mobil bekas, besi tua, hardware komputer, dan barang elektronik. Tidak salah kalau lumut disebut "tumhuhan" perintis (meski bukan tumbuhan sejati). Dijuluki demikian karena ia mempunyai kemampuan melepas asam untuk memecah batuan yang dituffibuhinya, lalu mengumpulkan tanah di bawahnya, selanjutnya ternpat itu dihuni oleh tumbuhan lain (rumput dan pepohonan).
. Sebanyak 18 rihu - 20 ribu jenis lumut di seluruh dunia sudah dikenali. Berdasarkan cara tumhuhnya, mereka dibedakan menjadi tiga. Pertama, lumut jenis crustose yang tumbuh melekat dan meluas pada permukaan lantai, batuan, dan kulit pohon. Kedua, jenis foliose yang menyerupai daun dan melekat pada kulit pohon, meninggalkan noda meluas berupa selaput tipis. Ketiga, jenis fruticose yang bentuknya seperti rambut dan menggantung di cabang-cabang pohon. Usnea termasuk jenis ketiga ini.
Lumut tumbuh amat lambat, tergantung pada lingkungan sekitarnya. Di tempat kering seperti di gurun, pertumbuhannya 1 mm per tahun. Di daerah basah dan lembap, pertumbuhannya bisa mencapai 30 mm per tahun. Namun, lumut dikenal panjang umur. Di Greenland, Kutub Utara, ditemukan lumut yang berumur lebih dari 4.500 tahun. Dengan cara menghitung panjang lumut, para ilmuwan dapat memperkirakan sejak kapan lapisan es menutupi Kutub Utara dan pegunungan di sekitarnya. Arkeolog dapat menduga umur benda yang ditemukan tersembunyi di bawah lumut dengan cara yang sama.
v Sari Lumut Ajaib
Tak diketahui secara pasti kapan manusia mulai mengonsumsi lumut. Yang jelas binatang macam serangga dan bekicot memakannya. Bahkan di Kutub Utara menjadi sarapan utama rusa kutub dan menjangan saat musim dingin. Adakalanya rusa kutub akan menggali lubang dengan kakinya hingga kedalaman 1 m untuk mendapatkan lumut menjangan (Cladonia stellaris) yang tersemhunyi di sana.
Suku Indian terbiasa memanfaatkan lumut. Mereka mengonsumsi rusa kutub dan merasakan betapa lezatnya: lumut yang telah meragi di dalam perut rusa. Mereka juga mencampur lumut dengan lumpur untuk menutupi celah-celah pintu dan jendela pondok kayu mereka. Juga memanfaatkan sari lumut beraneka warna untuk mewarnai mantel, keranjang, dan tubuh mereka. Bahkan Hariis tweed, kain wol asli Skotlandia menggunakan pewarna dari lumut.
"Keajaiban" itu tidak lepas dari 800-an bahan kimia yang terkandung dalam sari lumut. Salah satunya yang paling dikenal adalah asam usnat yang dihasilkan lumut jenis Usnea dan digunakan sebagai krim atau salep untuk penyakit kulit. Beberapa suku bangsa di Indonesia juga tak asing dengan penggunaan lumut sebagai obat. Masyarakat di sekitar Rawa Aopa, Sulawesi Tenggara, misalnya, menggunakan lumut yang melekat pada akar ikan (sejenis tumbuhan di rawa) untuk mencegah gigitan nyamuk malaria. Lumut itu diseduh dengan air panas sebelum diminum.
Meskipun sejak dulu berkhasiat sebagai obat sakit kepala, sakit gigi, TBC, diabetes dan asma, penggunaan lumut dalam pengobatan modern amat terbatas. Yang terbaru adalah membuat antibiotik dari lumut untuk melawan TB dan aneka penyakit kulit.
Industri sabun dan parfum pun baru memanfaatkan sari lumut belakangan ini. Sebut saja Eau Savage-nya Dior, Ysatis-nya Givenchy atau Ferure-nya Guerlain. Umumnya, mengambil lumut yang hidup di pohon pinus (Parmelia furfuracea) dan pohon oteng (Evernia prunastri). Parfum yang mengandung lumut, biasanya dari jenis chypres dan fougeres, memberi kesan kesejukan dan kesegaran yang tahan lama.
Indikator polusi udara Negara maju di Amerika Utara dan Eropa menggunakan lumut sebagai indikator polusi udara. Pasalnya, lumut sangat peka terhadap perubahan atmosfer Bumi. Meski dikenal mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, hanyak yang rusak kemudian mati gara-gara bahan kimia dalam udara tercemar. Hujan asam akibat pembakaran minyak, batubara, gas atau proses industri dengan cepat membunuh lumut di kawasan perkotaan dan industri.
Sebagai contoh, dulu permadani hutan di Kolombia dan Inggris dipenuhi lumut jenis Peltigera aphrotosa yang mampu mengikat nitrogen dan memberi unsur hara pada tanah. Namun, akibat perkembangan industri, perlahan-lahan lumut itu menghilang. Sebuah penelitian terbatas yang dilakukan Kelompok Studi Adidesa di Yogyakarta menyebutkan, ada perbedaan yang berarti antara lumut yang menghuni pepohonan di jalan-jalan besar padat lalu lintas dengan lumut pepohonan di kawasan sepi. Semakin ramai jalan dilalui kendaraan, semakin jarang ditemukan lumut crustose maupun foliose pada pohon. Seandainya ada, bentuknya akan mengecil dan pertumbuhannya amat lambat. Sebaliknya, lumut tumbuh subur di kawasan sepi dan tak tercemar.
Cara mengukur tingkat polusi udara: inenggunakan indikator lumut memang belum lazim bagi kita. Namun, cara ini sebetulnya menawarkan beberapa keuntungan. Selain murah dan mudah, juga menyadarkan manusia akan pentingnya kehidupan lingkungan di sekitarnya. jangan sampai kelak, gara-gara buruknyu ekosistem, lumut tak lagi hidup. Lalu, siapa lagi yang akan “menghancurkan" gedung-gedung tua dan barang-barang rongsokan?
Tampilkan postingan dengan label flower. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flower. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 Desember 2009
Pesona Kecantikan Pacing
Pesona Kecantikan Pacing
Pacing (Costus speciosa) terna bertahunan, dengan batang semu, beruas-ruas, dengan rimpang yang akan menjadi umbi. Daun tersusun secara spiral, helaian daun melanset sungsang-melancip. Perbungaan terminal, mahkota menabung, warna putih kemerah-merahan, bibir bunga melengkung, berbentuk terompet, putih. Buah merah cerah, merekah mengikuti jumlah rongga. Biji hitam dengan aril berdaging yang berwarna putih. Pacing merupakan bahasa Sunda, setawar sedangkan di Sumatra bernama setawar, dan di Jawa ada yang mengatakan tabar-tabar.
Jenis ini tersebar secara luas mulai dari India keseluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia sampai Taiwan dan Australia. Kadang-kadang juga dibudidayakan dan tumbuh liar di daerah-daerah tropik lainnya seperti Amerika bagian selatan.
Costus speciosus hidup di tepi-tepi hutan dan tempat-tempat setengah terbuka, tempat-tempat yang agak basah, tetapi tidak di hutan yang bernaungan penuh, dengan ketinggian dapat mencapai 1000 m dpl. Perbanyakannya dapat dimungkinkan dari bijinya, potongan rimpang ataupun dengan kultur jaringan.
Tekstur daunnya tebal sedikit berambut dan tersusun melingkari batangnya aecara spiral. Itulah sebabnya la sering juga dlaebut "Spiral Ginger" Keindahannya semakin tampak manakala bunganya yang berwarna putlh, kuning atau merah menyala menyembul dart ujung batangnya.
Varietas pacing berbunga putih dengan kelopak merah dari spesies C. speciosus ini sering dianggap sebagai spesies lokal, padahal asalnya dari India Timur. Bunganya indah dan harum. Varietas pacing variegata, termasuk spesies lokal. Disebu: variegata karena warna daunnyz terdiri atas kombinasi hijau dan putih.
v Bunganya putih.
Varietas pacing berbatang melingkar ini termasuk spesies C. speciosa, Keindahannya terletak pada ujung batangnya yang bercabang melingkar. Bagi kalangan penggemar tanaman hias Indonesia, pacing bukan merupakan barang baru. Bahkan spesies Costus speciosa sudah dianggap sebagai spesies lokal. Belakangan, muncul varietas atau spesies baru yang didatangkan dari Ame-rika Latin, Thailand ataupun daerah lain di Indonesia. Pacing-pacing baru ini lebih elok dengan warna dan ben-tuk daun yang beraneka ra-gam. Ada hijau, hijau cerah, hijau dengan bagian bawah berwarna ungu kemerahan, serta warna campuran hijau
Ada pula yang daunnya hijau pada permukaan atas serta kemerahan di bagian bawahnya. Pacing jenis ini pernah menjadi juara dalam lomba tanaman hias berdaun indah pada Florikultura tahun 1991 lalu. Pacing ini berbunga merah cerah. Daunnya lebar, permukaannya berambut seperti beludru. Ini tergolong pendatang baru.
Demikian juga warna bunganya, ada yang merah, kuning ataupun putih dengan kelopak berwarna merah tua kecokelat-an. Selain lebih indah, bunga ini menyebarkan aroma yang harum.
v Mudah ditanam
Seperti jenis pacing yang sudah ada sebelumnya, yang baru ini juga mudah ditanam di pot sebagai penyejuk beranda ataupun di tanah sebagai penghias halaman.
Namun harus diupayakan agar ia tidak terkena sinar matahari langsung terlalu lama, sebab daunnya bisa gosong, kecuali pacing lokal yang cukup tahan.
Media tanamnya hanya campuran tanah dengan pupuk kandang. Namun akan lebih bagus lagi kalau ke dalam media itu dicampurkan pasir supaya drainasenya baik
Pemeliharaan pacing mudah. Penyiraman boleh dilakukan bila medianya sudah mulai kering, sedangkan pemupukannya hanya difakukan setiap 2 bulan sekali dengan NPK. Kalau ditanam dalam pot, media harus diganti setiap 6 bulan sekali. Untuk merangsang pembungaannya, bisa diberi TSP. Dosisnya sesuai dengan anjuran pada label.
Tanaman pacing mudah tumbuh clan cepat berkembang biak. Bila medianya cukup subur, dalam waktu 6 bulan pot sudah terisi penuh oleh tanaman. Perbanyakan tanaman ini bisa dengan rimpang atau setek batang yang bertunas. Tanaman pacing jarang sekali terserang hama ataupun penyakit.
Rimpang yang berumbi dapat dimakan pada saat paceklik, rimpangnya mengandung kurang lebih 66% karbohidrat, tetapi agak berserat. Batangnya yang empuk dapat dimakan sebagai sayuran. Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (1.25-3% dalam berat kering) dan B-sitosterol (sapogenin); biji juga mengandung minyak lemak berbau manis. Sari dari daun yang dihancurkan dan batang yang masih muda dapat digunakan sebagai obat luar penyakit mata dan telinga, sari dari rimpang yang masih segar dapat dipakai sebagai pencahar.
Di Malaysia, pacing merupakan tanaman yang sangat penting dalam upacara-upacara, sebagai tonik dan untuk penjernih. Rimpang yang dimakan dengan pinang dapat dipakai sebagai obat batuk, rebusan daun dan daun yang dihancurkan dapat dipakai sebagai obat luar penyakit kulit dan demam. Saponin dari rimpangnya mempunyai kasiat anti radang.
Pacing (Costus speciosa) terna bertahunan, dengan batang semu, beruas-ruas, dengan rimpang yang akan menjadi umbi. Daun tersusun secara spiral, helaian daun melanset sungsang-melancip. Perbungaan terminal, mahkota menabung, warna putih kemerah-merahan, bibir bunga melengkung, berbentuk terompet, putih. Buah merah cerah, merekah mengikuti jumlah rongga. Biji hitam dengan aril berdaging yang berwarna putih. Pacing merupakan bahasa Sunda, setawar sedangkan di Sumatra bernama setawar, dan di Jawa ada yang mengatakan tabar-tabar.
Jenis ini tersebar secara luas mulai dari India keseluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia sampai Taiwan dan Australia. Kadang-kadang juga dibudidayakan dan tumbuh liar di daerah-daerah tropik lainnya seperti Amerika bagian selatan.
Costus speciosus hidup di tepi-tepi hutan dan tempat-tempat setengah terbuka, tempat-tempat yang agak basah, tetapi tidak di hutan yang bernaungan penuh, dengan ketinggian dapat mencapai 1000 m dpl. Perbanyakannya dapat dimungkinkan dari bijinya, potongan rimpang ataupun dengan kultur jaringan.
Tekstur daunnya tebal sedikit berambut dan tersusun melingkari batangnya aecara spiral. Itulah sebabnya la sering juga dlaebut "Spiral Ginger" Keindahannya semakin tampak manakala bunganya yang berwarna putlh, kuning atau merah menyala menyembul dart ujung batangnya.
Varietas pacing berbunga putih dengan kelopak merah dari spesies C. speciosus ini sering dianggap sebagai spesies lokal, padahal asalnya dari India Timur. Bunganya indah dan harum. Varietas pacing variegata, termasuk spesies lokal. Disebu: variegata karena warna daunnyz terdiri atas kombinasi hijau dan putih.
v Bunganya putih.
Varietas pacing berbatang melingkar ini termasuk spesies C. speciosa, Keindahannya terletak pada ujung batangnya yang bercabang melingkar. Bagi kalangan penggemar tanaman hias Indonesia, pacing bukan merupakan barang baru. Bahkan spesies Costus speciosa sudah dianggap sebagai spesies lokal. Belakangan, muncul varietas atau spesies baru yang didatangkan dari Ame-rika Latin, Thailand ataupun daerah lain di Indonesia. Pacing-pacing baru ini lebih elok dengan warna dan ben-tuk daun yang beraneka ra-gam. Ada hijau, hijau cerah, hijau dengan bagian bawah berwarna ungu kemerahan, serta warna campuran hijau
Ada pula yang daunnya hijau pada permukaan atas serta kemerahan di bagian bawahnya. Pacing jenis ini pernah menjadi juara dalam lomba tanaman hias berdaun indah pada Florikultura tahun 1991 lalu. Pacing ini berbunga merah cerah. Daunnya lebar, permukaannya berambut seperti beludru. Ini tergolong pendatang baru.
Demikian juga warna bunganya, ada yang merah, kuning ataupun putih dengan kelopak berwarna merah tua kecokelat-an. Selain lebih indah, bunga ini menyebarkan aroma yang harum.
v Mudah ditanam
Seperti jenis pacing yang sudah ada sebelumnya, yang baru ini juga mudah ditanam di pot sebagai penyejuk beranda ataupun di tanah sebagai penghias halaman.
Namun harus diupayakan agar ia tidak terkena sinar matahari langsung terlalu lama, sebab daunnya bisa gosong, kecuali pacing lokal yang cukup tahan.
Media tanamnya hanya campuran tanah dengan pupuk kandang. Namun akan lebih bagus lagi kalau ke dalam media itu dicampurkan pasir supaya drainasenya baik
Pemeliharaan pacing mudah. Penyiraman boleh dilakukan bila medianya sudah mulai kering, sedangkan pemupukannya hanya difakukan setiap 2 bulan sekali dengan NPK. Kalau ditanam dalam pot, media harus diganti setiap 6 bulan sekali. Untuk merangsang pembungaannya, bisa diberi TSP. Dosisnya sesuai dengan anjuran pada label.
Tanaman pacing mudah tumbuh clan cepat berkembang biak. Bila medianya cukup subur, dalam waktu 6 bulan pot sudah terisi penuh oleh tanaman. Perbanyakan tanaman ini bisa dengan rimpang atau setek batang yang bertunas. Tanaman pacing jarang sekali terserang hama ataupun penyakit.
Rimpang yang berumbi dapat dimakan pada saat paceklik, rimpangnya mengandung kurang lebih 66% karbohidrat, tetapi agak berserat. Batangnya yang empuk dapat dimakan sebagai sayuran. Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (1.25-3% dalam berat kering) dan B-sitosterol (sapogenin); biji juga mengandung minyak lemak berbau manis. Sari dari daun yang dihancurkan dan batang yang masih muda dapat digunakan sebagai obat luar penyakit mata dan telinga, sari dari rimpang yang masih segar dapat dipakai sebagai pencahar.
Di Malaysia, pacing merupakan tanaman yang sangat penting dalam upacara-upacara, sebagai tonik dan untuk penjernih. Rimpang yang dimakan dengan pinang dapat dipakai sebagai obat batuk, rebusan daun dan daun yang dihancurkan dapat dipakai sebagai obat luar penyakit kulit dan demam. Saponin dari rimpangnya mempunyai kasiat anti radang.
Sabar Karena Melati, Kenanga Usir Frustrasi
Sabar Karena Melati, Kenanga Usir Frustrasi
melati jayagiri
Aroma minyak murni berbagai tumbuhai ternyata bisa meredam nafsu amarah, mengatas depresi, mengurangi kesedihan, mengobati kekecewaan, dan menangkal stres yang disebabkan karena gaya hidup modern masa kini. Siapa tahu kini saatnya mencoba terapi aroma
Suatu malam presiden ke-16 AS, Abraham Lincoln (1809 - 1865) duduk tepekur di kamarnya. Sebagai kepala negara yang saat itu belum adikuasa ia toh senantiasa didera kelelahan psikis sampai mumet tujuh keliling menghadapi bermacam masalah yang muncul silih berganti setiap hari. Dalam kegelisahannya ia menulis; "Barangkali akulah kini orang paling menderita yang pernah hidup. Seandainya derita ini dibagi rata kepada semua warga Amerika, bisa jadi tidak akan ada wajah-wajah cerah di negara ini. Rasanya hanya ada dua pilihan yang harus aku putuskan, mati atau menjadi lebih baik."
Keluhan tertulis Lincoln itu kemudian terkenal dengan istilah "Penyakit Abad Dua Puluh" alias stres yang dalam perkembangannya justru lebih berbahaya daripada penyakit jenis apa pun yang sudah dikenal dunia kedokteran. Betapa tidak? "Makhluk" yang namanya terdiri atas lima huruf itu bisa menyerang siapa saja dan dari kalangan mana pun. Sebagian besar masyarakat sudah menyadari betapa stres dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius. Bahkan kalau berlangsung terus-menerus dalam waktu lama akan jadi pemicu datangnya rombongan penyakit berbahaya lain seperti kanker, hipertensi, atau jantung koroner.
Perwujudan stres bisa beraneka ragam seperti rasa gelisah, marah-marah tak beralasan, bertingkah kejam, utau malah lesu, letih secara emosi, ketakutan, dan masih banyak lagi. Dalam taraf tertentu sebagian pakar menganggap stres memang perlu. Karena secara tak langsung meningkatkan kinerja adrenalin yang akan memompa energi sehingga bisa memacu kreativitas seseorang untuk meraih yang terbaik. Namun akan menjadi sangat berbahaya bila orang kemudian terkubur di dalamnya. Kalau sudah sampai begini, harus segera dilakukan tindakan.
Salah satu dari sekian banyak cara yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres, adalah melakukan relaksasi. Dalam kaitannya dengan inilah terapiaroma muncul sebagai alternatif yang tepat.
v Pengertian dan cara kerja
Lebih dari sekadar yang tersurat dari penggabungan dua kata (terapi dan aroma), terapiaroma merupakan bentuk pengobatan terhadap gangguan kesehatan fisik maupun psikis, memakai aroma minyak murni tumbuhan. Dari kajian atas beberapa jenis flora, minyak murni ini terbukti mengandung vitamin, hormon, anti-biotik, dan sel-sel yang mampu memperbarui jaringan tubuh dan energi serta melindungi kehidupan tanaman tersebut. Selain itu juga berfungsi memelihara kekebalan tanaman dari serangan penyakit dengan membunuh bakteri dan menetralkan virus. Nah, daya dan fungsi penyembuh itulah yang diambil untuk diterapkan pada manusia dengan mengekstraksikan minyak murni dari berbagai jenis flora.
Tidak begitu jauh bereda dengan pengolahan jejamuan tradisional yang ada di Indonesia, pengambilan aroma dan minyak tersebut dengan cara menyuling dari berbagai jenis bunga, tanaman, umbi-umbian, pohon, kulit tanaman, dedaunan, dan akar-akaran.
Yang jelas, terapi jenis ini sernakin digemari karena,dianggap lebih aman dan ulomi. Seiring dengan besarnya minat masyarakat, kini semakin banyak beredar bermacam produk terapiaroma dari berbagai jenis tumbuhan dengan beragam kegunaan, baik produk lokal maupun impor.
melati yang mekar
Meskipun tidak bisa menggantikan posisi pengobatan profesional yang dilakukan dokter, oleh kalangan pendukungnya terapi ini diakui sebagai pelengkap dari pengobatan medis. Peranannya yang tak kalah penting terutama sebagai pendorong mekanisme tubuh dalam proses penyembuhan diri.
Penerapan terapi ini pun amat sederhana dan mudah. Beberapa cara bisa dipilih sesuai selera. Mereka yang tidak mau bersusah payah, cukup hanya dengan menghirup langsung aroma minyak murni melalui hidung. Dengan begitu baunya terbawa ke saraf penciuman. "Pengertian aroma atau bau ini memang sulit dipahami. Namun perilakunya amat spesifik dan berbeda dengan tipe stimulasi sensorik jenis lain. Yang jelas, bau atau aroma seperti halnya setiap sensasi kenikmatan, akan melepaskan zat seperti endorphins yang digunakan untuk memerangi stres," ujar Marcel Lavabre, penulis buku. Aromatheraphy Workbook.
Kita semua tahu, saraf penciuman adalah satu-satunya saluran yang terbuka menuju otak. Melalui saraf ini aroma tersebut akan mengalir ke bagian yang melingkari otak sehingga mampu memicu memori terpendam dan mempengaruhi tingkah laku emosional yang bersangkutan. "Ini bisa terjadi karena aroma tersebut menyentuh langsung pusat emosi dan kemudian bertugas menyeimbangkan kondisi emosional," tambah Michael Scholes, presiden Aroma Theraphy Seminar, Los Angeles.
Gambaran sederhananya begini. Bila seseorang dilanda stres atau gelisah tak berkeputusan, ia pasti juga merasa tidak aman. Dengan menghirup aroma minyak murni yang segar seperti mawar atau melati, perasaan tegang orang tersebut perlahan-lahan akan kendur. Paling tidak ia mampu bernapas dalam-dalam dan merasa lebih rileks. Selain misalnya dipergunakan sebagai parfum, pemakaian terapi jenis ini pun bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan aromanya di ruangan.
Mengoleskannya pada permukaan kulit merupakan cara lain memperkenalkan terapiaroma ke dalam kehidupan Anda. Di kalangan kaum wanita yang demen ngadisalira, metode ini sudah lebih dulu dikenal. Akhir-akhir ini kosmetik dengan terapiaroma sudah berkembang pesat dalam bermacam bentuk dan kegunaan, misalnya yang diramu sebagai pembersih kulit, pelembap, sabun mandi, pewangi tubuh, serta produk perawatan rambut.
"Minyak murni dari bunga yang indah dan lembut, seperti melati, mawar, kenanga, legetan memiliki aroma yang menyentuh dan menyimpan kekuatan tersembunyi untuk menyeimbangkan kekuatan emosi," kata Scholes. "Mawar memupuk rasa percaya diri. Legetan membangkitkan kreativitas wanita. Melati memberikan kesabaran yang sempurna. Sementara kenanga meredakan kemarahan dan frustrasi."
harunmnya kenanga
Mandi terapiaroma juga dapat mengenyahkan rasa gelisah dan ketegangan. Caranya? Campurkan beberapa tetes minyak terapiaroma ke dalam air yang akan dipakai mandi. Lima tetes campuran minyak melati, kenanga, dan cendana dicampur dengan 1g. minyak jojoba, akan memberikan kepuasan dan kesegaran bagi tubuh Anda. Bayangkan, guyuran air bia-sa pun sudah cukup menye-garkan tubuh, apalagi kalau dicampur beberapa tetes minyak penenang jiwa.
Hal yang sama juga berlaku pada metode pemijatan misalnya. Dengan menambahkan minyak beraroma tertentu pijatan-pijatan lembut akan membuat rasa pegal dan linu hilang.
Schnaubelt, seorang direktur Institut Aromaterapi Pasifik, San rafael, Kalifornia mengatakan, “Kalau Anda memanjakan diri dengan wewangian dan produk untuk merawat diri, itu berarti Anda amat menyayangi tubuh. Demikian kata orang bijak. Para peneliti membuktikan bahwa orang yang berada di lingkungan yang beraroma enak dan wangi mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Bila kita mengakui bahwa naik-turunnya hormon menjadi pemicu masalah emosional, maka ke-seimbangan keduanya merupakan kunci kesehatan manusia. Itulah sebabnya minyak murni dapat membantu menghilangkan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon," tegas Schnaubelt.
Dengan efek relaksasi pada sistem saraf pusat, terapi ini mampu menghilangkan dan membebaskan ganjalan baik yang bersifat fisik maupun emosi. Bahkan ketika masuk ke dalam sistem sirkulasi, aroma ini mampu mempengamhi kadar pH serta daya konduksi cairan tubuh. Di samping juga akan menstimulasi dan mengkonsentrasikan daya penyembuh yang ada dalam tubuh manusia.
Belakangan, para pakar malah mengembangkan campuran dari berbagai hasil riset, resep jejamuan kuno serta praktek aromaterapi modern. Hasilnya menunjukkan, beberapa minyak murni tumbuhan tertentu bisa untuk mengobati berbagai penyakit. Selain itu kombinasi dari berbagai minyak murni tersebut menimbulkan efek sinergis yang lebih ampuh.
v Aroma multiguna
Apabila Anda sedang dilanda cinta, terapiaroma akan meningkatkan imajinasi sensualitas sekaligus seksualitas Anda bersama pasangan. Apalagi aroma minyak murni dari bunga lavender, minyak jeruk keprok, dan bunga legetan sudah lama dikenal orang sebagai sarana mencapai euphoria.
Meningkatnya seksualitas tentu akan menimbulkan perasaan gembira yang bisa melupakan stres. Dalam hal ini aroma bunga melati, kenanga, cendana serta minyak nilam bisa menambah kenikmatan seksual. Contohnya, dengan menambahkan lima tetes minyak murni aroma melati dan lima tetes legetan dicampur 12 g minyak jojoba sebagai parfum, para wanita bisa membuat suami terpikat. Sementara itu kaum lelaki dapat "membahagiakan" istri dengan mengkombinasikan lima tetes aroma cendana, dua tetes aroma jeruk, minyak nilam, melati, dan tiga tetes legetan yang dicampur dengan 25 g minyak jojoba. Ramuan terapiaroma ini dipakai sebagai cologne atau pewangi tubuh.
kenanga segar
Selain faedah di atas, terapiaroma terbukti cukup ampuh untuk mengatasi rasa takut. Ketakutan yang sering kali menjadi berlebihan bila sedang dilanda stres bisa dikurangi dengan bantuan aroma tertentu seperti minyak cendana, kayu cedar, dan nilam. Sedangkan, aroma minyak murni rosemary, kayu permen, jeruk, jeruk nipis dan bergamol dapat mencairkan dan meringankan depresi. Untuk kebutuhan pribadi, campurkanlah 5 tetes, masing-masing dari rosemary, pepermin, 2 tetes jeruk nipis ke dalam minyak jojoba. Topi awas! Bila munculnya depresi diiringi energi yang berlebihan akan berbahaya. Agar tidak menjadi nafsu kecil tenaga besar, sebaiknya energi itu disalurkan, misalnya dengan mengerjakan banyak hal. Lain ceritanya bila Anda malah merasa malas, capek atau lamban. Untuk ini ada campuran yang dapat merangsang bangkitnya stamina. Pepermin, kayu cedar dan bergamot mampu memberikan rangsangan fisik. Namun jika rangsangan mental yang Anda perlukan, pakailah rosemary dan kemangi. Keduaanya akan menaklukkan kelemahan mental, ketegangan, dan meningkatkan kewaspadaan.
Terapiaroma juga bisa berfungsi untuk mengalihkan perhatian seseorang yang sedang pikiran negatif, misalnya kita tenggelam dalam kesedihan berkepanjangan akibat meninggalnya seorang yang dicintai atau kena musibah. Dengan terapiaroma fokus perhatian negatif bisa dialihkari ke hal-hal yang lebih positif. Untuk ini aroma mawar dan melati dapat membawa kegembiraan atau kenangan masa silam yang manis. Sedangkan wangi cendana dan kayu cedar akan mengurangi kebingungan dan perasaan-perasaan lain yang membuat gundah. Lavabre merekomendasikan 4 tetes mawar, 5 tetes bunga jeruk dalam 12 g jojoba, usapkan di seputar daerah jantung.
Nafsu amarah yang terpendam dan menumpuk di dalam dada sering kali menjadi amat berbahaya kalau suatu saat meledak. Nah, sebelum ini terjadi, ada baiknya kalau Anda coba menenteramkannya dengan terapiaroma. Campurkan 2 tetes minyak murni chamomile, 5 tetes masing-masing bunga jeruk dan marjoram ke dalam 12 g minyak jojoba.
marjoram
Ramuan ini bisa dihirup dan dinikmati. Tapi bila Anda memilih melakukannya dengan massage, gunakan 3 tetes bunga jeruk, 2 tetes chamomile dan masing-masing 5 tetes marjoram dan lavender yang diaduk dalam 25 gram minyak badam manis.
Kegagalan demi kegagalan kadang menyeret kita dalam kekecewaan yang pada gilirannya berakibat kurang percaya diri. Tapi pernahkah terpikirkan untuk minta tolong aroma mawar dan melati sebagai pelipur lara? Menurut para ahli, terapi aroma dapat membantu melegakan rasa kecewa itu.
Aroma bunga nilam, marjoram, dan legetan dapat meningkatkan atau membangun kembali kepercayaan dan harga diri itu. Dengan bantuan aroma ini, kita akan dapat lebih memfokuskan perhatian pada kelebihan, bukan pada kekurangan diri. Dengan menghirup aroma-aroma itu, kita akan diingatkan tentang banyak hal positif. Bahwa hidup kita sebenarnya tidaklah terlalu jelek. Bahwa suatu saat kondisi kita akan membaik.
Singkat kata, terapiaroma dapat melemahkan pukulan-pukulan psikologis dan serangan emosional yang sering harus kita rasakan dalam hidup. Para penganut terapiaroma mengajak kita memanfaatkan obat antistres asli dari alam! Sayang, tidak semua produk perawatan kulit mengandung minyak murni dan bermutu tinggi, atau memuat kandungan yang memadai untuk bisa dirasakan manfaatnya. Kita dianjurkan untuk mencari produk yang dapat diandalkan.
v Menggali Minat Pembeli
Manfaat aroma tak hanya untuk terapi. Buktinya, sejumlah pasar swalayan atau toserba di Eropa ataupun Amerika memanfaatkan terapi sejenis untuk mempengamhi perilaku pembeli. Bahkan kalangan pengusaha rela mengucurkan dana sampai jutaan poundsterling untuk diinvestasikan pada perangkat teknik dagang yang canggih dan inovatif guna mempengaruhi perilaku pembeli yang pada akhirnya diharapkan mendongkrak omzet penjualan.
"Kenaikan nilai penjualan sekarang ini bukan karena pembangunan toko-toko baru, melainkan lebih karena perbaikan teknik berdagang," begitu kata Richard Hyman, pimpinan sebuah perusahaan analis usaha eceran. Teknik dagang yang mereka pilih menggunakan cara-cara halus. Untuk menarik pengunjung datang, misalnya, digunakan teknik aroma marketing. Jadi, udara dalam ruang toko diberi aroma tertentu yang diembuskan lewat saluran lubang AC. Lebih dari 100 toko di Inggris, dari toko buku hingga pom bensin dan pasar swalayan menggunakan teknik ini. Bebauan itu bisa macam-macam, dari yang menggairahkan sampai aroma sentimental seperti bau bayi habis mandi. Pemakaiannya tergantung situasi dan tujuannya.
Selama bulan Desember, aroma puding Natal dan brendi merebak di udara sejumlah toko non-makanan. Lalu ketik masa Paskah tiba, di beberapa toko tercium bau coklat lezat yang tajam menusuk hidung. Sebuah kafetaria di Irlandia kini tengah mencoba memperkenalkan aroma wangi kopi pada beberapa cabangnya untuk memancing minat calon pelanggan.
Bau-bauan keluaran perusahaan Marketing Aromatics di London dirancang untuk bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, membuat pengunjung rileks. Kedua, membangkitkan kenangan seperti halnya pemakaian minyak kelapa oleh agen-agen perjalanan untuk menciptakan suasana liburan musim panas. Lalu ketiga, memupuk kesetiaan pelanggan, misalnya dengan menciptakan aroma khas untuk menunjukkan identitas perusahaan itu.
melati jayagiri
Aroma minyak murni berbagai tumbuhai ternyata bisa meredam nafsu amarah, mengatas depresi, mengurangi kesedihan, mengobati kekecewaan, dan menangkal stres yang disebabkan karena gaya hidup modern masa kini. Siapa tahu kini saatnya mencoba terapi aroma
Suatu malam presiden ke-16 AS, Abraham Lincoln (1809 - 1865) duduk tepekur di kamarnya. Sebagai kepala negara yang saat itu belum adikuasa ia toh senantiasa didera kelelahan psikis sampai mumet tujuh keliling menghadapi bermacam masalah yang muncul silih berganti setiap hari. Dalam kegelisahannya ia menulis; "Barangkali akulah kini orang paling menderita yang pernah hidup. Seandainya derita ini dibagi rata kepada semua warga Amerika, bisa jadi tidak akan ada wajah-wajah cerah di negara ini. Rasanya hanya ada dua pilihan yang harus aku putuskan, mati atau menjadi lebih baik."
Keluhan tertulis Lincoln itu kemudian terkenal dengan istilah "Penyakit Abad Dua Puluh" alias stres yang dalam perkembangannya justru lebih berbahaya daripada penyakit jenis apa pun yang sudah dikenal dunia kedokteran. Betapa tidak? "Makhluk" yang namanya terdiri atas lima huruf itu bisa menyerang siapa saja dan dari kalangan mana pun. Sebagian besar masyarakat sudah menyadari betapa stres dapat menjadi ancaman kesehatan yang serius. Bahkan kalau berlangsung terus-menerus dalam waktu lama akan jadi pemicu datangnya rombongan penyakit berbahaya lain seperti kanker, hipertensi, atau jantung koroner.
Perwujudan stres bisa beraneka ragam seperti rasa gelisah, marah-marah tak beralasan, bertingkah kejam, utau malah lesu, letih secara emosi, ketakutan, dan masih banyak lagi. Dalam taraf tertentu sebagian pakar menganggap stres memang perlu. Karena secara tak langsung meningkatkan kinerja adrenalin yang akan memompa energi sehingga bisa memacu kreativitas seseorang untuk meraih yang terbaik. Namun akan menjadi sangat berbahaya bila orang kemudian terkubur di dalamnya. Kalau sudah sampai begini, harus segera dilakukan tindakan.
Salah satu dari sekian banyak cara yang sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres, adalah melakukan relaksasi. Dalam kaitannya dengan inilah terapiaroma muncul sebagai alternatif yang tepat.
v Pengertian dan cara kerja
Lebih dari sekadar yang tersurat dari penggabungan dua kata (terapi dan aroma), terapiaroma merupakan bentuk pengobatan terhadap gangguan kesehatan fisik maupun psikis, memakai aroma minyak murni tumbuhan. Dari kajian atas beberapa jenis flora, minyak murni ini terbukti mengandung vitamin, hormon, anti-biotik, dan sel-sel yang mampu memperbarui jaringan tubuh dan energi serta melindungi kehidupan tanaman tersebut. Selain itu juga berfungsi memelihara kekebalan tanaman dari serangan penyakit dengan membunuh bakteri dan menetralkan virus. Nah, daya dan fungsi penyembuh itulah yang diambil untuk diterapkan pada manusia dengan mengekstraksikan minyak murni dari berbagai jenis flora.
Tidak begitu jauh bereda dengan pengolahan jejamuan tradisional yang ada di Indonesia, pengambilan aroma dan minyak tersebut dengan cara menyuling dari berbagai jenis bunga, tanaman, umbi-umbian, pohon, kulit tanaman, dedaunan, dan akar-akaran.
Yang jelas, terapi jenis ini sernakin digemari karena,dianggap lebih aman dan ulomi. Seiring dengan besarnya minat masyarakat, kini semakin banyak beredar bermacam produk terapiaroma dari berbagai jenis tumbuhan dengan beragam kegunaan, baik produk lokal maupun impor.
melati yang mekar
Meskipun tidak bisa menggantikan posisi pengobatan profesional yang dilakukan dokter, oleh kalangan pendukungnya terapi ini diakui sebagai pelengkap dari pengobatan medis. Peranannya yang tak kalah penting terutama sebagai pendorong mekanisme tubuh dalam proses penyembuhan diri.
Penerapan terapi ini pun amat sederhana dan mudah. Beberapa cara bisa dipilih sesuai selera. Mereka yang tidak mau bersusah payah, cukup hanya dengan menghirup langsung aroma minyak murni melalui hidung. Dengan begitu baunya terbawa ke saraf penciuman. "Pengertian aroma atau bau ini memang sulit dipahami. Namun perilakunya amat spesifik dan berbeda dengan tipe stimulasi sensorik jenis lain. Yang jelas, bau atau aroma seperti halnya setiap sensasi kenikmatan, akan melepaskan zat seperti endorphins yang digunakan untuk memerangi stres," ujar Marcel Lavabre, penulis buku. Aromatheraphy Workbook.
Kita semua tahu, saraf penciuman adalah satu-satunya saluran yang terbuka menuju otak. Melalui saraf ini aroma tersebut akan mengalir ke bagian yang melingkari otak sehingga mampu memicu memori terpendam dan mempengaruhi tingkah laku emosional yang bersangkutan. "Ini bisa terjadi karena aroma tersebut menyentuh langsung pusat emosi dan kemudian bertugas menyeimbangkan kondisi emosional," tambah Michael Scholes, presiden Aroma Theraphy Seminar, Los Angeles.
Gambaran sederhananya begini. Bila seseorang dilanda stres atau gelisah tak berkeputusan, ia pasti juga merasa tidak aman. Dengan menghirup aroma minyak murni yang segar seperti mawar atau melati, perasaan tegang orang tersebut perlahan-lahan akan kendur. Paling tidak ia mampu bernapas dalam-dalam dan merasa lebih rileks. Selain misalnya dipergunakan sebagai parfum, pemakaian terapi jenis ini pun bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan aromanya di ruangan.
Mengoleskannya pada permukaan kulit merupakan cara lain memperkenalkan terapiaroma ke dalam kehidupan Anda. Di kalangan kaum wanita yang demen ngadisalira, metode ini sudah lebih dulu dikenal. Akhir-akhir ini kosmetik dengan terapiaroma sudah berkembang pesat dalam bermacam bentuk dan kegunaan, misalnya yang diramu sebagai pembersih kulit, pelembap, sabun mandi, pewangi tubuh, serta produk perawatan rambut.
"Minyak murni dari bunga yang indah dan lembut, seperti melati, mawar, kenanga, legetan memiliki aroma yang menyentuh dan menyimpan kekuatan tersembunyi untuk menyeimbangkan kekuatan emosi," kata Scholes. "Mawar memupuk rasa percaya diri. Legetan membangkitkan kreativitas wanita. Melati memberikan kesabaran yang sempurna. Sementara kenanga meredakan kemarahan dan frustrasi."
harunmnya kenanga
Mandi terapiaroma juga dapat mengenyahkan rasa gelisah dan ketegangan. Caranya? Campurkan beberapa tetes minyak terapiaroma ke dalam air yang akan dipakai mandi. Lima tetes campuran minyak melati, kenanga, dan cendana dicampur dengan 1g. minyak jojoba, akan memberikan kepuasan dan kesegaran bagi tubuh Anda. Bayangkan, guyuran air bia-sa pun sudah cukup menye-garkan tubuh, apalagi kalau dicampur beberapa tetes minyak penenang jiwa.
Hal yang sama juga berlaku pada metode pemijatan misalnya. Dengan menambahkan minyak beraroma tertentu pijatan-pijatan lembut akan membuat rasa pegal dan linu hilang.
Schnaubelt, seorang direktur Institut Aromaterapi Pasifik, San rafael, Kalifornia mengatakan, “Kalau Anda memanjakan diri dengan wewangian dan produk untuk merawat diri, itu berarti Anda amat menyayangi tubuh. Demikian kata orang bijak. Para peneliti membuktikan bahwa orang yang berada di lingkungan yang beraroma enak dan wangi mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Bila kita mengakui bahwa naik-turunnya hormon menjadi pemicu masalah emosional, maka ke-seimbangan keduanya merupakan kunci kesehatan manusia. Itulah sebabnya minyak murni dapat membantu menghilangkan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan hormon," tegas Schnaubelt.
Dengan efek relaksasi pada sistem saraf pusat, terapi ini mampu menghilangkan dan membebaskan ganjalan baik yang bersifat fisik maupun emosi. Bahkan ketika masuk ke dalam sistem sirkulasi, aroma ini mampu mempengamhi kadar pH serta daya konduksi cairan tubuh. Di samping juga akan menstimulasi dan mengkonsentrasikan daya penyembuh yang ada dalam tubuh manusia.
Belakangan, para pakar malah mengembangkan campuran dari berbagai hasil riset, resep jejamuan kuno serta praktek aromaterapi modern. Hasilnya menunjukkan, beberapa minyak murni tumbuhan tertentu bisa untuk mengobati berbagai penyakit. Selain itu kombinasi dari berbagai minyak murni tersebut menimbulkan efek sinergis yang lebih ampuh.
v Aroma multiguna
Apabila Anda sedang dilanda cinta, terapiaroma akan meningkatkan imajinasi sensualitas sekaligus seksualitas Anda bersama pasangan. Apalagi aroma minyak murni dari bunga lavender, minyak jeruk keprok, dan bunga legetan sudah lama dikenal orang sebagai sarana mencapai euphoria.
Meningkatnya seksualitas tentu akan menimbulkan perasaan gembira yang bisa melupakan stres. Dalam hal ini aroma bunga melati, kenanga, cendana serta minyak nilam bisa menambah kenikmatan seksual. Contohnya, dengan menambahkan lima tetes minyak murni aroma melati dan lima tetes legetan dicampur 12 g minyak jojoba sebagai parfum, para wanita bisa membuat suami terpikat. Sementara itu kaum lelaki dapat "membahagiakan" istri dengan mengkombinasikan lima tetes aroma cendana, dua tetes aroma jeruk, minyak nilam, melati, dan tiga tetes legetan yang dicampur dengan 25 g minyak jojoba. Ramuan terapiaroma ini dipakai sebagai cologne atau pewangi tubuh.
kenanga segar
Selain faedah di atas, terapiaroma terbukti cukup ampuh untuk mengatasi rasa takut. Ketakutan yang sering kali menjadi berlebihan bila sedang dilanda stres bisa dikurangi dengan bantuan aroma tertentu seperti minyak cendana, kayu cedar, dan nilam. Sedangkan, aroma minyak murni rosemary, kayu permen, jeruk, jeruk nipis dan bergamol dapat mencairkan dan meringankan depresi. Untuk kebutuhan pribadi, campurkanlah 5 tetes, masing-masing dari rosemary, pepermin, 2 tetes jeruk nipis ke dalam minyak jojoba. Topi awas! Bila munculnya depresi diiringi energi yang berlebihan akan berbahaya. Agar tidak menjadi nafsu kecil tenaga besar, sebaiknya energi itu disalurkan, misalnya dengan mengerjakan banyak hal. Lain ceritanya bila Anda malah merasa malas, capek atau lamban. Untuk ini ada campuran yang dapat merangsang bangkitnya stamina. Pepermin, kayu cedar dan bergamot mampu memberikan rangsangan fisik. Namun jika rangsangan mental yang Anda perlukan, pakailah rosemary dan kemangi. Keduaanya akan menaklukkan kelemahan mental, ketegangan, dan meningkatkan kewaspadaan.
Terapiaroma juga bisa berfungsi untuk mengalihkan perhatian seseorang yang sedang pikiran negatif, misalnya kita tenggelam dalam kesedihan berkepanjangan akibat meninggalnya seorang yang dicintai atau kena musibah. Dengan terapiaroma fokus perhatian negatif bisa dialihkari ke hal-hal yang lebih positif. Untuk ini aroma mawar dan melati dapat membawa kegembiraan atau kenangan masa silam yang manis. Sedangkan wangi cendana dan kayu cedar akan mengurangi kebingungan dan perasaan-perasaan lain yang membuat gundah. Lavabre merekomendasikan 4 tetes mawar, 5 tetes bunga jeruk dalam 12 g jojoba, usapkan di seputar daerah jantung.
Nafsu amarah yang terpendam dan menumpuk di dalam dada sering kali menjadi amat berbahaya kalau suatu saat meledak. Nah, sebelum ini terjadi, ada baiknya kalau Anda coba menenteramkannya dengan terapiaroma. Campurkan 2 tetes minyak murni chamomile, 5 tetes masing-masing bunga jeruk dan marjoram ke dalam 12 g minyak jojoba.
marjoram
Ramuan ini bisa dihirup dan dinikmati. Tapi bila Anda memilih melakukannya dengan massage, gunakan 3 tetes bunga jeruk, 2 tetes chamomile dan masing-masing 5 tetes marjoram dan lavender yang diaduk dalam 25 gram minyak badam manis.
Kegagalan demi kegagalan kadang menyeret kita dalam kekecewaan yang pada gilirannya berakibat kurang percaya diri. Tapi pernahkah terpikirkan untuk minta tolong aroma mawar dan melati sebagai pelipur lara? Menurut para ahli, terapi aroma dapat membantu melegakan rasa kecewa itu.
Aroma bunga nilam, marjoram, dan legetan dapat meningkatkan atau membangun kembali kepercayaan dan harga diri itu. Dengan bantuan aroma ini, kita akan dapat lebih memfokuskan perhatian pada kelebihan, bukan pada kekurangan diri. Dengan menghirup aroma-aroma itu, kita akan diingatkan tentang banyak hal positif. Bahwa hidup kita sebenarnya tidaklah terlalu jelek. Bahwa suatu saat kondisi kita akan membaik.
Singkat kata, terapiaroma dapat melemahkan pukulan-pukulan psikologis dan serangan emosional yang sering harus kita rasakan dalam hidup. Para penganut terapiaroma mengajak kita memanfaatkan obat antistres asli dari alam! Sayang, tidak semua produk perawatan kulit mengandung minyak murni dan bermutu tinggi, atau memuat kandungan yang memadai untuk bisa dirasakan manfaatnya. Kita dianjurkan untuk mencari produk yang dapat diandalkan.
v Menggali Minat Pembeli
Manfaat aroma tak hanya untuk terapi. Buktinya, sejumlah pasar swalayan atau toserba di Eropa ataupun Amerika memanfaatkan terapi sejenis untuk mempengamhi perilaku pembeli. Bahkan kalangan pengusaha rela mengucurkan dana sampai jutaan poundsterling untuk diinvestasikan pada perangkat teknik dagang yang canggih dan inovatif guna mempengaruhi perilaku pembeli yang pada akhirnya diharapkan mendongkrak omzet penjualan.
"Kenaikan nilai penjualan sekarang ini bukan karena pembangunan toko-toko baru, melainkan lebih karena perbaikan teknik berdagang," begitu kata Richard Hyman, pimpinan sebuah perusahaan analis usaha eceran. Teknik dagang yang mereka pilih menggunakan cara-cara halus. Untuk menarik pengunjung datang, misalnya, digunakan teknik aroma marketing. Jadi, udara dalam ruang toko diberi aroma tertentu yang diembuskan lewat saluran lubang AC. Lebih dari 100 toko di Inggris, dari toko buku hingga pom bensin dan pasar swalayan menggunakan teknik ini. Bebauan itu bisa macam-macam, dari yang menggairahkan sampai aroma sentimental seperti bau bayi habis mandi. Pemakaiannya tergantung situasi dan tujuannya.
Selama bulan Desember, aroma puding Natal dan brendi merebak di udara sejumlah toko non-makanan. Lalu ketik masa Paskah tiba, di beberapa toko tercium bau coklat lezat yang tajam menusuk hidung. Sebuah kafetaria di Irlandia kini tengah mencoba memperkenalkan aroma wangi kopi pada beberapa cabangnya untuk memancing minat calon pelanggan.
Bau-bauan keluaran perusahaan Marketing Aromatics di London dirancang untuk bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, membuat pengunjung rileks. Kedua, membangkitkan kenangan seperti halnya pemakaian minyak kelapa oleh agen-agen perjalanan untuk menciptakan suasana liburan musim panas. Lalu ketiga, memupuk kesetiaan pelanggan, misalnya dengan menciptakan aroma khas untuk menunjukkan identitas perusahaan itu.
Keindahan Calathea di Lahan Sempit
Keindahan Calathea di Lahan Sempit
Karena hanya memiliki lahan sempit, jenis tanaman dan berbagai ornamen tidak dapat sembarang diletakkan. Karena dapat memberi kesan yang lebih sempit lagi. Biasanya taman ini luas sekitar dua hingga enam meter persegi.
Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakter yang perlu diperhatikan agar kesan sempit tidak terlalu terlihat. Bangunan gaya minimalis pada umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris.
Kedua bentuk ini menimbulkan kesan yang kaku. Keberadaan taman ini berfungsi untuk mengurangi kesan kaku yang ada. Untuk itu disarankan taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak.
Terutama jika bangunan rumah memiliki jendela yang berukuran besar. Selain itu, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan saat membuat taman minimalis. Hunian minimalis yang sempit juga membutuhkan pasokan oksigen yang lebih. Kebutuhan oksigen untuk penghuninya dapat dipasok dari proses fotosintesis tanaman hijau.
Untuk taman minimalis disarankan memperbanyak tanaman hijau dan air. Karena oksigen juga diperoleh dari unsur air bisa menghadirkan kolam dengan air terjun atau pancuran.
Mengenai posisi, taman minimalis sangat fleksibel. Dapat ditempatkan di bagian depan, belakang, pojok, samping bahkan di dalam rumah. Jika penghuninya menyukai unsur air maka dapat menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.
Jika taman ditempatkan di bagian belakang rumah, disarankan membuat desain yang lebih sederhana. Hindarkan bentuk-bentuk yang menyerupai gunung karena dapat menimbulkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput Peking. Lain halnya untuk taman minimalis di dalam rumah. Taman indoor ini biasanya terletak di ujung tangga.
Untuk taman minimalis outdoor, di antaranya calathea majestic dengan daunnya yang berwarna hijau segar yang sering menghiasi tepi kolam.
Untuk jenis tanaman berbunga juga masih banyak pilihan. Seperti kembang merak, alamanda, trompet, melati dan kemuning. Tidak hanya indah, bunga kemuning yang mungil ini memiliki wangi yang dapat mengharumkan taman.
Bahkan jika bunga ini ditanam di dekat carport, bunga ini dapat berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Selain itu tanaman sri rejeki dan anthurium juga cocok untuk mewarnai taman minimalis.
Namun tidak hanya sebatas pada tanaman hias, tanaman buah juga dapat ditampilkan di taman ini. Namun tidak sembarang tanaman buah, sebaiknya pilih pohon yang bersosok ramping dan tumbuh secara vertikal.
Tanaman tersebut dapat berupa pohon ceremai, srikaya dan delima. Tanaman yang menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin dapat juga dijadikan sebagai penghias taman.
v Calathea Berbunga Indah
Keindahan Calathea basanya terletak pada daunnya. Calathea leosenerii ini lain. Bunganya pun indah, berwarna putih keunguan atau merah muda, tampak kontras dengan daunnya yang hijau cerah atau gelap mengkilap.
Calathea ini berasal dari daerah tropika lembap, dan banyak ditemukan di Long-wood Garden, Kennett Square, Pennsylvania, Amerika Serikat. Bunganya berwarna putih dengan tepi agak merah muda keunguan. Berbentuk bintang bersudut 8 atau 10 dengan diameter antara 5 - 6 cm, Tangkainya panjang (12 - 30 cm), berwarna cokelat kehijauan, mencuat tinggi dari sela-sela tangkai daun puncak tajuknya.
Daunnya pun elok. Berwarna hijau tua mengkilap seperti dilapisi minyak. Permukaannya tidak rata, bentuknya oval melancip di kedua ujungnya. Pada tangkainya yang kuat terdapat rambut-rambut halus berwarna kecokelatan.
Kalatea dari Hawaii lain lagi. Warna bunganya agak kemerahan, mahkotanya sedikit lebih lebar, namun ukurannya lebih kecil. Tangkai bunganya pun lebih pendek, berwarna cokelat gelap. Daunnya berwarna hijau gelap sedikit terang di bagian tengahnya. Ukurannya lebih pendek, sehingga tampak membulat. Secara keseluruhan, tanaman itu tampak lebih pendek dari Calathea yang berasal dari Bangkok. Bunganya muncul saat tanaman berumur setengah tahun dan bisa tahan sampai 4 bulan pada tanaman.
v Media tak boleh basah
Perbanyakan Calathea ini dengan pemisahan anakan yang jumlahnya bisa 1 - 4 tergantung pada kesuburan media. Media tanam terdiri dari campuran pupuk kandang, humus dan ditambah sedikit pasir supaya aerasinya baik, sebab tanaman ini tidak menghendaki media yang basah. Medianya perlu diganti lebih cepat saat tanaman berbunga, sebab tanaman ini rakus sekali pada kondisi itu. Penyiraman sebaiknya tidak dilakukan bila medianya masih basah.
Sebagai tanaman yang berasal dari daerah tropika lembap, Calathea leosenerii ini lebih cocok ditanam di tempat yang terlindung dari sengatan sinar matahari langsung daripada di tempat terbuka.
Karena hanya memiliki lahan sempit, jenis tanaman dan berbagai ornamen tidak dapat sembarang diletakkan. Karena dapat memberi kesan yang lebih sempit lagi. Biasanya taman ini luas sekitar dua hingga enam meter persegi.
Untuk membuat taman minimalis, ada beberapa karakter yang perlu diperhatikan agar kesan sempit tidak terlalu terlihat. Bangunan gaya minimalis pada umumnya bertingkat dengan bentuk kotak atau geometris.
Kedua bentuk ini menimbulkan kesan yang kaku. Keberadaan taman ini berfungsi untuk mengurangi kesan kaku yang ada. Untuk itu disarankan taman minimalis sebaiknya menonjolkan aksen natural dengan material yang tidak terlalu banyak.
Terutama jika bangunan rumah memiliki jendela yang berukuran besar. Selain itu, aspek kesehatan dan kenyamanan penghuni rumah sangat perlu diperhatikan saat membuat taman minimalis. Hunian minimalis yang sempit juga membutuhkan pasokan oksigen yang lebih. Kebutuhan oksigen untuk penghuninya dapat dipasok dari proses fotosintesis tanaman hijau.
Untuk taman minimalis disarankan memperbanyak tanaman hijau dan air. Karena oksigen juga diperoleh dari unsur air bisa menghadirkan kolam dengan air terjun atau pancuran.
Mengenai posisi, taman minimalis sangat fleksibel. Dapat ditempatkan di bagian depan, belakang, pojok, samping bahkan di dalam rumah. Jika penghuninya menyukai unsur air maka dapat menempatkan taman minimalis bertema taman air di bagian depan rumah.
Jika taman ditempatkan di bagian belakang rumah, disarankan membuat desain yang lebih sederhana. Hindarkan bentuk-bentuk yang menyerupai gunung karena dapat menimbulkan kesan sempit. Jika ingin menghadirkan rumput, sebaiknya pilih yang berdaun kecil dan halus seperti rumput Peking. Lain halnya untuk taman minimalis di dalam rumah. Taman indoor ini biasanya terletak di ujung tangga.
Untuk taman minimalis outdoor, di antaranya calathea majestic dengan daunnya yang berwarna hijau segar yang sering menghiasi tepi kolam.
Untuk jenis tanaman berbunga juga masih banyak pilihan. Seperti kembang merak, alamanda, trompet, melati dan kemuning. Tidak hanya indah, bunga kemuning yang mungil ini memiliki wangi yang dapat mengharumkan taman.
Bahkan jika bunga ini ditanam di dekat carport, bunga ini dapat berfungsi sebagai pembatas atau pagar. Selain itu tanaman sri rejeki dan anthurium juga cocok untuk mewarnai taman minimalis.
Namun tidak hanya sebatas pada tanaman hias, tanaman buah juga dapat ditampilkan di taman ini. Namun tidak sembarang tanaman buah, sebaiknya pilih pohon yang bersosok ramping dan tumbuh secara vertikal.
Tanaman tersebut dapat berupa pohon ceremai, srikaya dan delima. Tanaman yang menjulang seperti glodok tiang atau cemara lilin dapat juga dijadikan sebagai penghias taman.
v Calathea Berbunga Indah
Keindahan Calathea basanya terletak pada daunnya. Calathea leosenerii ini lain. Bunganya pun indah, berwarna putih keunguan atau merah muda, tampak kontras dengan daunnya yang hijau cerah atau gelap mengkilap.
Calathea ini berasal dari daerah tropika lembap, dan banyak ditemukan di Long-wood Garden, Kennett Square, Pennsylvania, Amerika Serikat. Bunganya berwarna putih dengan tepi agak merah muda keunguan. Berbentuk bintang bersudut 8 atau 10 dengan diameter antara 5 - 6 cm, Tangkainya panjang (12 - 30 cm), berwarna cokelat kehijauan, mencuat tinggi dari sela-sela tangkai daun puncak tajuknya.
Daunnya pun elok. Berwarna hijau tua mengkilap seperti dilapisi minyak. Permukaannya tidak rata, bentuknya oval melancip di kedua ujungnya. Pada tangkainya yang kuat terdapat rambut-rambut halus berwarna kecokelatan.
Kalatea dari Hawaii lain lagi. Warna bunganya agak kemerahan, mahkotanya sedikit lebih lebar, namun ukurannya lebih kecil. Tangkai bunganya pun lebih pendek, berwarna cokelat gelap. Daunnya berwarna hijau gelap sedikit terang di bagian tengahnya. Ukurannya lebih pendek, sehingga tampak membulat. Secara keseluruhan, tanaman itu tampak lebih pendek dari Calathea yang berasal dari Bangkok. Bunganya muncul saat tanaman berumur setengah tahun dan bisa tahan sampai 4 bulan pada tanaman.
v Media tak boleh basah
Perbanyakan Calathea ini dengan pemisahan anakan yang jumlahnya bisa 1 - 4 tergantung pada kesuburan media. Media tanam terdiri dari campuran pupuk kandang, humus dan ditambah sedikit pasir supaya aerasinya baik, sebab tanaman ini tidak menghendaki media yang basah. Medianya perlu diganti lebih cepat saat tanaman berbunga, sebab tanaman ini rakus sekali pada kondisi itu. Penyiraman sebaiknya tidak dilakukan bila medianya masih basah.
Sebagai tanaman yang berasal dari daerah tropika lembap, Calathea leosenerii ini lebih cocok ditanam di tempat yang terlindung dari sengatan sinar matahari langsung daripada di tempat terbuka.
Mawar Gurun Baru yang Diburu
Mawar Gurun Baru yang Diburu
Sejak 2003 silangan berwarna putih sudah hadir di dunia adenium. Namun, "Dulu, silangan adenium bunga putih hanya jadi pelengkap dan permintaannya biasa-biasa saja," kata Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo nurseri. Tahun ini, mozza muncul untuk mem-buktikan bahwa tak selamanya adenium bunga putih selalu jadi anak tiri. Hasil buruan Slamet dari seorang penyilang Thailand pada akhir 2007 itu tampil memukau dengan tampilan sama persis dengan eye of the storm. Bentuk kelopak bunga sama-sama membulat dan berukuran besar dengan diameter di atas 8 cm. Hanya beda warna kelopak bunga saja: eye of the storm, pink; mozza, putih.
v Rajin berbunga
Kerajinannya berbunga jadi senjata utama menjerat hati para peminat. "Mozza berbunga lebih awal dan paling rajin dibanding jenis adenium generasi sebelumnya," katanya. Februari 2008 merupakan kali pertama terlihat deretan adenium kelas A berukuran kecil dengan diameter batang 3—5 cm, berbunga lebat dan serempak. Itu tidak lain mozza.
Padahal, saat itu adenium-adenium lain masih enggan berbunga lantaran masih banyak turun hujan. Ketika kemarau, pada Mei 2008, deretan mozza tampil paling semarak. Jenis lain tak sebanjir itu. Mozza mewarisi sifat-sifat induknya. Ibunya, eye of the storm, terkenal karena kelebatan bunganya. Soal kerajinan. mozza malah melebihi eye of the storm. Pertumbuhan mozza lebih cepat daripada eye of the storm. Pada umur yang sama mozza lebih banyak tumbuh cabang sehingga bunganya lebih lebat. Mozza sudah mulai berbunga pada hari ke-45 setelah sambung, sedangkan eye of the storm baru berbunga setelah 2 bulan.
v Peach
Tak hanya mozza. yang menyeruak pasar 1 di luar prediksi. Bunga putih keruh dengan semburan pink di tengah juga menempati jajaran lima besar silangan baru yang paling diminati konsumen. Silangan asal Taiwan itu lebih banyak menarik kalangan pemula lantaran warna yang lembut dan corak sederhana.
Salrnona, bunga berwarna putih dengan corong peach-pun jadi andalan. Pada April 2008, thorra, ayala, bonzy, benito dan elexa muncul menyusul mozza, dottie, salmona dan 9 silangan lain yang dirilis Godong Ijo pada Februari 2008.
Bonzi yang paling moncer di antara 5 silangan yang dirilis April 2008 itu, lagi-lagi varian the peach. Bonzi berwarna putih keruh dengan corong peach dan strip merah tegas di tengah petalnya. Itu sesuai dengan prediksi pemain adenium di Tangerang, tentang varian peach akan naik daun.
v Corong kuning
Di Yogyakarta lain lagi. Yang menjadi perbincangan adalah adenium silangan Untari Retno Wahyuni. "Silangan dengan :corong kuning sulit didapat," kata wanita yang sudah menyilangkan adenium sejak 5 tahun lalu itu. Empat silangannya yang bercorong kuning mekar pada akhir 2007 vakni Kallalia, yu mi ko, patrick dan first day.
Kallalia bertepi merah dengan strip pada petalnya sangat tegas, mirip brave heart. Hanya saja corong kallalia lebih kuning dengan petal tengah putih yang lebih ken-tara. Sementara first day, petal dominan putih dengan garis sembur yang sempit tapi tegas. Tari menggunakan painted lady jadi tetuanya. Dengan tetua ini pula, pemilik Oman Ijo itu berharap bisa menghasilkan, adenium berpetal putih yang lebih bersih. Silangan-silang-an baru si mawar gurun seolah tak ada habisnya, pantas jika penggemarnya tak pernah bosan untuk terus berburu.
Sejak 2003 silangan berwarna putih sudah hadir di dunia adenium. Namun, "Dulu, silangan adenium bunga putih hanya jadi pelengkap dan permintaannya biasa-biasa saja," kata Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo nurseri. Tahun ini, mozza muncul untuk mem-buktikan bahwa tak selamanya adenium bunga putih selalu jadi anak tiri. Hasil buruan Slamet dari seorang penyilang Thailand pada akhir 2007 itu tampil memukau dengan tampilan sama persis dengan eye of the storm. Bentuk kelopak bunga sama-sama membulat dan berukuran besar dengan diameter di atas 8 cm. Hanya beda warna kelopak bunga saja: eye of the storm, pink; mozza, putih.
v Rajin berbunga
Kerajinannya berbunga jadi senjata utama menjerat hati para peminat. "Mozza berbunga lebih awal dan paling rajin dibanding jenis adenium generasi sebelumnya," katanya. Februari 2008 merupakan kali pertama terlihat deretan adenium kelas A berukuran kecil dengan diameter batang 3—5 cm, berbunga lebat dan serempak. Itu tidak lain mozza.
Padahal, saat itu adenium-adenium lain masih enggan berbunga lantaran masih banyak turun hujan. Ketika kemarau, pada Mei 2008, deretan mozza tampil paling semarak. Jenis lain tak sebanjir itu. Mozza mewarisi sifat-sifat induknya. Ibunya, eye of the storm, terkenal karena kelebatan bunganya. Soal kerajinan. mozza malah melebihi eye of the storm. Pertumbuhan mozza lebih cepat daripada eye of the storm. Pada umur yang sama mozza lebih banyak tumbuh cabang sehingga bunganya lebih lebat. Mozza sudah mulai berbunga pada hari ke-45 setelah sambung, sedangkan eye of the storm baru berbunga setelah 2 bulan.
v Peach
Tak hanya mozza. yang menyeruak pasar 1 di luar prediksi. Bunga putih keruh dengan semburan pink di tengah juga menempati jajaran lima besar silangan baru yang paling diminati konsumen. Silangan asal Taiwan itu lebih banyak menarik kalangan pemula lantaran warna yang lembut dan corak sederhana.
Salrnona, bunga berwarna putih dengan corong peach-pun jadi andalan. Pada April 2008, thorra, ayala, bonzy, benito dan elexa muncul menyusul mozza, dottie, salmona dan 9 silangan lain yang dirilis Godong Ijo pada Februari 2008.
Bonzi yang paling moncer di antara 5 silangan yang dirilis April 2008 itu, lagi-lagi varian the peach. Bonzi berwarna putih keruh dengan corong peach dan strip merah tegas di tengah petalnya. Itu sesuai dengan prediksi pemain adenium di Tangerang, tentang varian peach akan naik daun.
v Corong kuning
Di Yogyakarta lain lagi. Yang menjadi perbincangan adalah adenium silangan Untari Retno Wahyuni. "Silangan dengan :corong kuning sulit didapat," kata wanita yang sudah menyilangkan adenium sejak 5 tahun lalu itu. Empat silangannya yang bercorong kuning mekar pada akhir 2007 vakni Kallalia, yu mi ko, patrick dan first day.
Kallalia bertepi merah dengan strip pada petalnya sangat tegas, mirip brave heart. Hanya saja corong kallalia lebih kuning dengan petal tengah putih yang lebih ken-tara. Sementara first day, petal dominan putih dengan garis sembur yang sempit tapi tegas. Tari menggunakan painted lady jadi tetuanya. Dengan tetua ini pula, pemilik Oman Ijo itu berharap bisa menghasilkan, adenium berpetal putih yang lebih bersih. Silangan-silang-an baru si mawar gurun seolah tak ada habisnya, pantas jika penggemarnya tak pernah bosan untuk terus berburu.
Menikmati Keindahan Anggrek
Menikmati Keindahan Anggrek
Anggrek diwartakan sebagai “parasit yang indah" Oleh Charles Darwin, sampai timbul desas-desus bahwa tanaman itu mengisap darah. Sas-sus ini kemudian berkembang menjadi isyu, bahwa anggrek ada yang makan daging.
Orang yang pertama kali menemukan dan menyiarkan anggrek ke “Seluruh dunia" ialah Theophrastes dari Yunani kuno. Jenis yang ditemukannya kebetulan membentuk umbi dalam tanah, yang anehnya selalu berpasangan. Bentuknya nauzubillah, seperti sepasang testis kepunyaan Dewa Apollo, (salah satu dewa yang suka memberi pengarahan di Kuil Delphi). Jenis itu lalu disiarkan sebagai Orchis. Istilah Yunani ini tidak lain berarti "buah anu" itu.
Kelak, semua jenis Orchis-orchisan juga disebut orchids (oleh orang Inggris, yang bahasanya banyak menyerap kata Yunani), sampai suku bunga itu kemudian disebut Orchidaceae. Oleh dokter Dioscorides yang meneliti umbi Orchis itu ditarik kesimpulan, bahwa karena bentuknva seperti itulah, ia berpengasuh besar terhadap seksualitas orang. Kesimpulan irzi diku.tip turun-temurun selama berabad-abad kemudian, sampai para herbalist (ahli tanaman obat) abad ke-18 memasukkannya dengan rapi ke dalam daftar tanaman berkhasiat. Cocok dengan ajaran signatuur. Ajaran ini percaya sekali bahwa bagian tanaman yang mirip dengan bagian tubuh orang, "pasti" mempengaruhi bagian tubuh orang itu juga. Maka, umbi anggrek Orchis itu pun dilahap orang abad ke-15 untuk menambah gairah seks. Sayang, isinya ternyata hanya zat pati, seperti tepung kanji. Kalau direbus terkenal sebagai salep.
v Harganya Menggila
Jenis lain yang juga legendaris ialah Paphlopedilum fairieanum, yang dipamerkan di Royal Horticultural Society London pada tahun 1857. Karena yang memamerkannya Nyonya Fairie dari Liverpool, jenis itu kemudian diberi nama fairieanum. Bertahun-tahun para pemburu anggrek tak berhasil menemukan jenis aslinya yang tumbuh di alam bebas, sampai mereka menganggapnya sebagai the Lost Orchid penuh misteri. Walaupun para orchidiolog menyediakan hadiah 1.000 pon bagi yang berhasil memasukkannya ke Inggris lagi. Namun baru pada tahun 1904 jenis itu ditemukan kembali di pegunungan Bhutan, sebelah timur laut India. Seribu pon untuk sekuntum bunga.
Dari abad ke abad, harga anggrek memang ada yang gi_ la, karena pencarinya di hutan tropik Asia - Afrika, Amerika Selatan atau kepulauan Pasifik, sering diajak bercanda dengan maut. Selain bahaya diterkam macan atau dibelit ular yang menguasai hutan anggrek, juga ada rintangan dari penduduk setempat yang tidak rela anggreknya diborong habis. Rintangan lain berasal dari pesaing sesama pemburu, yang menyabot anggrek pesaingnya.
Menjelang tahun 2000 sekarang ini, jenis yang masih gila bukannya anggrek alam, tapi hibrida baru yang ngetop popnya. Harga $ 25.000, atau kira-kiira Rp. 28 juta, bagi sebatang hibrida anggrek, sudah bukan kejutan lagi.
Mengapa bisa begitu, tidak lain karena tanaman itu mernang cantik dan menawan. Namun, lebih dari itu ia jarang atau langka. Sewaktu sebatang amggrek masih jarang dan tidak setiap orang bisa memperolehnya, harganya mencengangkan mahalnya. Akan tetapi sesudah Georges Morel (yang sebetulnya ahli kimia Prancis) menemukan cara pembiakan dengan kultur jaringan, maka anggrek yang semula mahal jadi murah. Dengan memotong menstem (jaringan sel) titik tumbuh dari tunas anggrek dan menumbuhkannya dengan zat makanan biakan dalam "tabung", ia dapat membiakkan anggrek tak terbatas banyaknya: Setiap kali, hasil biakannya berupa klona (duplikat tanaman induk) selalu persis sama dengan anggrek induknya. Karena dihasilkan dengan meristem culture, tanaman biakan ini lalu disebut merielone. Anggrek hibrida Cattleya warna sunset (gambar 2) misalnya. Ketika baru saja diciptakan sebagai hasil silangan biasa, ia harus dibeli $ 25.000 sebatang di Miami. Begitu ia gampang diperoleh karena dibiakkan masal melalui kultur jaringan, kontan harganya anjlok. Mericlone-nya kini bisa dibeli semurah $ 24,50 saja.
v Licik
Pembiakan anggrek di alam bebas masih berjalan dengan cara konvensional: penyerbukan tepung sari jantan ke kepala putik betina. Namun uniknya, dengan penyerbukan satu kali saja sudah bisa dihasil.kan ratusan ribu benih calon bibit. Itu semua gara-gara serangga yang dipaksa menjadi makelar perkawinan.
Seekor tawon kumbang yang sebenarnya bertugas mengumpulkan nektar untuk kerajaannya, pada suatu saat terpikat mendekati bunga anggrek Catasetum, misalnya. Ia dibuat gampang mendarat di atas makota bunga yang sudah berubah bentuk menjadi bibir memble. Begitu ia mendarat, segera disodori corong yang menghidangkan nektar. Di langit-langit corong ada pollinium (paket tepung sari), yang menggantung seperti papan nama bar saja. Kumbang itu boleh minum-minum seperti pengunjung pub yang duduk di bawah papan nama "Open sky Bar. Bee people only." Namun, ketika ia mau mundur ke luar sehabis menjilati nektar, sungutnya harus menyentuh picu yang membuat "papan nama" tadi lepas seperti ditembakkan. Ia berontak karena punggungnya diiekati paket. Namun, apa mau dikata! Ia terbang sambil dipaksa menggotong bingkisan. Kalau kemudian ada bunga anggrek sejenis sedang menanti di lintas penerbangannya, kumbang itu akan jajan lagi di alas bibir memble, di teras Open sky Bar. Ia tidak ingat pengalaman buruk sebelumnya. Sementara ia minurn-minum, pollinium di punggungnya akan lepas dan melekat pada putik bunga baru itu, yang sudah siap menerima bingkisan tepung sari. Diam-diam di atas punggung Mr. Bumble Bee sudah dipasang lagi "papan nama" baru: Open sky Bar. Bee people only.
Anggrek Coryanthes speciosa bukannya memaksa titip bingkisan, tapi menganiaya. Kumbang yang terpikat mendekati tempat nektar dibuat tergelincir, karena bibir tempatnya mendarat licin.. Kumbang yang baik hati itu jatuh ke taju (bagian dari bibir yang sudah berubah bentuk menjadi kantung becek), dan diam koplo-koplo tidak mengerti duduknya perkara. Sesudah sadar bahwa ia terjebak, barulah ia merangkak menuju ke alam kemerdekaan melalui semacam tunnel of love satu-satunya. Pada saat ia mau keluar itulah, punggungnya ditempeli pollinium dengan paksa.
Anggrek yang lebih tidak senonoh juga ada. Jenis Ophrys insectivora, misalnya, memikat kumbang dengan bentuk bunga yang mirip sekali dengan kumbang betina, lengkap dengan tubuh berbulu dan mata tiruan yang menantang. Baunya juga merangsang seperti kumbang betina yang siap diajak kencan. Melihat bunga itu, kumbang jantan yang sejati akan segera mengawininya, tetapi tidak puas karena tertipu, lalu mundur. Namun, sementara itu ia sudah ditempeli bingkisan berisi tepung sari. Kalau sekejap kemudian ia mencium bau merangsang lagi dari anggrek yang serupa tapi tak sama, ia pun mengawininya lagi. Mundur juga, karena tertipu, tetapi ia sudah diperalat menyampaikan tepung sari.
Anda juga bisa membantu Keranjingan berburu anggrek sudah berjalan sejak tahun 1818, ketika William Cattley sebagai importir tanaman secara kebetulan berhasil menumbuhkan anggrek baru dari umbi yang tak sengaja ikut dipak dalam kemasan anggrek impornya. Bunga itu mekar dengan warna lavender dengan bercak-bercak merah merona dan bibir yang indah sekali mempesona para pemborong. Jenis yang kemudian diberi nama Cattleya labiata autumnalis itu menggelitik pa.ra importir lain untuk mengirim anak buahnya berburu anggrek alam yang seindah itu. Berapa pun biayanya!
Maka, dalam abad itu juga hutan-hutan perawan di Amerika Selatan, Afrika, Indonesia dan ASEAN dijelajahi untuk dicuri permata belantaranya. Sesudah dihitung ternyata, untuk mengumpulkan 4.000 batang anggrek harus ditebang 10.000 batang pohon hutan tempat tumbuhnya, sebagai korban. Namun, ketika ada seseorang yang risau kalau-kalau kekayaan alam itu punah; ia malah ditertawakan. Soalnya, dibanding dengan pemusnahan yang dilakukan oleh para penebang kayu yang membangun jalan untuk mengangkut hasil tebangannya, perburuan anggrek abad yang lalu itu belum apa-apa. Dalam abad ke-20 ini, begitu ada jalan dibangun di tengah hutan, ratusan ribu batang pohon sepanjang kiri-kanan jalan itu tumbang dan jutaan anggrek ikut musnah, karena tak punya tempat hidup lagi. Menurut perhitungan Smithsonian Institution Museum of Natural History di Washington DC, setiap talmn ada 200 milyar batang anggarek alam yang musnah, gara-gara pembukaan hutan semacam itu di seluruh dunia. Belum sampai para botanisi mengetahui, mendaftar dan memberi nama Latin, anggreknya sudah punah. Tentu saja, ada pihak tertentu yang sadar lingkungan, yang berjuang mencegah perdagangan liar anggrek alam itu. Antara lain melalui Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (nama yang bertele-tele ini boleh disingkat sebagai CITES). Di antara sekian banyak kesepakatan bersama itu ada satu yang penting, yaitu: mengajak masyarakat di negara masing-masing, agar hanya mau membeli anggrek hasil biakan budidaya saja, dan tidak sudi membeli anggrek hasil curian, selundupan dan titipan dari hutan lingkungan alami anggrek. Anda juga bisa membantu CITES.
v Sedang makan siang
Akan tetapi marilah kita kembali ke Inggris lagi. Anggrek yang dikumpulkan Charles Darwin (embahnya teori evolusi) di hutan belantara Brasil dilaporkan tumbuh menempel pada batang pohon sebagai "parasit yang indah". Seperti kebanyakan ilmuwan abad ke-19, Darwin juga mengira bahwa anggrek yang menempel erat dengan akar-akarnya pada batang pohon inangnya itu juga mengisap sari makanan dari pohon dengan akar penempelnya. Maka, di kalangan masyarakat ilmiah pada zaman Charles Darwin itu timbul salah tafsir. Anggrek epiphyt dari Brasil dibayangkan sebagai tanaman pengisap darah yang dingin. Isyu ini kemudian berkembang menjadi takhayul modern, sampai embahnya fiksi sains, H.G. Wells, menulis cerpen pada tahun 1895: The flowering of the strange Orchid. Tokoh cerpennya hampir saja pulang ke padang perburuan anggrek yang abadi, karena diringkus oleh akar-akar panjang anggrek raksasa di rumah kaca, dan diisap darahnya pelan-pelan sebelum ditolong.
Sampai puluhan tahun kemudian anggrek lalu dianggap sebagai tanaman cantik pengisap darah. Namun, pada tahun 1930, ketika di London ada Chelsea Flower Show, anggrek sudah naik pangkat. Seorang penjaga pameran didekati oleh seorang istri pembesar bossy. "Mana itu anggrek yang makan daging? Saya mau lihat!" Penjaga stand pameran agak terkejut, tetapi ia ingat cerpen H.G. Wells, lalu dengan cepat menjawab, "Wah, Bu, maaf saja. Anggreknya sedang makan siang!"
Lelucon yang sama legendarisnya ini dapat kita baca dalam tulisan Ogden Tanner: The flowers that afflict us with a sort of madness, dalam Smithsonian November 1985.
Anggrek diwartakan sebagai “parasit yang indah" Oleh Charles Darwin, sampai timbul desas-desus bahwa tanaman itu mengisap darah. Sas-sus ini kemudian berkembang menjadi isyu, bahwa anggrek ada yang makan daging.
Orang yang pertama kali menemukan dan menyiarkan anggrek ke “Seluruh dunia" ialah Theophrastes dari Yunani kuno. Jenis yang ditemukannya kebetulan membentuk umbi dalam tanah, yang anehnya selalu berpasangan. Bentuknya nauzubillah, seperti sepasang testis kepunyaan Dewa Apollo, (salah satu dewa yang suka memberi pengarahan di Kuil Delphi). Jenis itu lalu disiarkan sebagai Orchis. Istilah Yunani ini tidak lain berarti "buah anu" itu.
Kelak, semua jenis Orchis-orchisan juga disebut orchids (oleh orang Inggris, yang bahasanya banyak menyerap kata Yunani), sampai suku bunga itu kemudian disebut Orchidaceae. Oleh dokter Dioscorides yang meneliti umbi Orchis itu ditarik kesimpulan, bahwa karena bentuknva seperti itulah, ia berpengasuh besar terhadap seksualitas orang. Kesimpulan irzi diku.tip turun-temurun selama berabad-abad kemudian, sampai para herbalist (ahli tanaman obat) abad ke-18 memasukkannya dengan rapi ke dalam daftar tanaman berkhasiat. Cocok dengan ajaran signatuur. Ajaran ini percaya sekali bahwa bagian tanaman yang mirip dengan bagian tubuh orang, "pasti" mempengaruhi bagian tubuh orang itu juga. Maka, umbi anggrek Orchis itu pun dilahap orang abad ke-15 untuk menambah gairah seks. Sayang, isinya ternyata hanya zat pati, seperti tepung kanji. Kalau direbus terkenal sebagai salep.
v Harganya Menggila
Jenis lain yang juga legendaris ialah Paphlopedilum fairieanum, yang dipamerkan di Royal Horticultural Society London pada tahun 1857. Karena yang memamerkannya Nyonya Fairie dari Liverpool, jenis itu kemudian diberi nama fairieanum. Bertahun-tahun para pemburu anggrek tak berhasil menemukan jenis aslinya yang tumbuh di alam bebas, sampai mereka menganggapnya sebagai the Lost Orchid penuh misteri. Walaupun para orchidiolog menyediakan hadiah 1.000 pon bagi yang berhasil memasukkannya ke Inggris lagi. Namun baru pada tahun 1904 jenis itu ditemukan kembali di pegunungan Bhutan, sebelah timur laut India. Seribu pon untuk sekuntum bunga.
Dari abad ke abad, harga anggrek memang ada yang gi_ la, karena pencarinya di hutan tropik Asia - Afrika, Amerika Selatan atau kepulauan Pasifik, sering diajak bercanda dengan maut. Selain bahaya diterkam macan atau dibelit ular yang menguasai hutan anggrek, juga ada rintangan dari penduduk setempat yang tidak rela anggreknya diborong habis. Rintangan lain berasal dari pesaing sesama pemburu, yang menyabot anggrek pesaingnya.
Menjelang tahun 2000 sekarang ini, jenis yang masih gila bukannya anggrek alam, tapi hibrida baru yang ngetop popnya. Harga $ 25.000, atau kira-kiira Rp. 28 juta, bagi sebatang hibrida anggrek, sudah bukan kejutan lagi.
Mengapa bisa begitu, tidak lain karena tanaman itu mernang cantik dan menawan. Namun, lebih dari itu ia jarang atau langka. Sewaktu sebatang amggrek masih jarang dan tidak setiap orang bisa memperolehnya, harganya mencengangkan mahalnya. Akan tetapi sesudah Georges Morel (yang sebetulnya ahli kimia Prancis) menemukan cara pembiakan dengan kultur jaringan, maka anggrek yang semula mahal jadi murah. Dengan memotong menstem (jaringan sel) titik tumbuh dari tunas anggrek dan menumbuhkannya dengan zat makanan biakan dalam "tabung", ia dapat membiakkan anggrek tak terbatas banyaknya: Setiap kali, hasil biakannya berupa klona (duplikat tanaman induk) selalu persis sama dengan anggrek induknya. Karena dihasilkan dengan meristem culture, tanaman biakan ini lalu disebut merielone. Anggrek hibrida Cattleya warna sunset (gambar 2) misalnya. Ketika baru saja diciptakan sebagai hasil silangan biasa, ia harus dibeli $ 25.000 sebatang di Miami. Begitu ia gampang diperoleh karena dibiakkan masal melalui kultur jaringan, kontan harganya anjlok. Mericlone-nya kini bisa dibeli semurah $ 24,50 saja.
v Licik
Pembiakan anggrek di alam bebas masih berjalan dengan cara konvensional: penyerbukan tepung sari jantan ke kepala putik betina. Namun uniknya, dengan penyerbukan satu kali saja sudah bisa dihasil.kan ratusan ribu benih calon bibit. Itu semua gara-gara serangga yang dipaksa menjadi makelar perkawinan.
Seekor tawon kumbang yang sebenarnya bertugas mengumpulkan nektar untuk kerajaannya, pada suatu saat terpikat mendekati bunga anggrek Catasetum, misalnya. Ia dibuat gampang mendarat di atas makota bunga yang sudah berubah bentuk menjadi bibir memble. Begitu ia mendarat, segera disodori corong yang menghidangkan nektar. Di langit-langit corong ada pollinium (paket tepung sari), yang menggantung seperti papan nama bar saja. Kumbang itu boleh minum-minum seperti pengunjung pub yang duduk di bawah papan nama "Open sky Bar. Bee people only." Namun, ketika ia mau mundur ke luar sehabis menjilati nektar, sungutnya harus menyentuh picu yang membuat "papan nama" tadi lepas seperti ditembakkan. Ia berontak karena punggungnya diiekati paket. Namun, apa mau dikata! Ia terbang sambil dipaksa menggotong bingkisan. Kalau kemudian ada bunga anggrek sejenis sedang menanti di lintas penerbangannya, kumbang itu akan jajan lagi di alas bibir memble, di teras Open sky Bar. Ia tidak ingat pengalaman buruk sebelumnya. Sementara ia minurn-minum, pollinium di punggungnya akan lepas dan melekat pada putik bunga baru itu, yang sudah siap menerima bingkisan tepung sari. Diam-diam di atas punggung Mr. Bumble Bee sudah dipasang lagi "papan nama" baru: Open sky Bar. Bee people only.
Anggrek Coryanthes speciosa bukannya memaksa titip bingkisan, tapi menganiaya. Kumbang yang terpikat mendekati tempat nektar dibuat tergelincir, karena bibir tempatnya mendarat licin.. Kumbang yang baik hati itu jatuh ke taju (bagian dari bibir yang sudah berubah bentuk menjadi kantung becek), dan diam koplo-koplo tidak mengerti duduknya perkara. Sesudah sadar bahwa ia terjebak, barulah ia merangkak menuju ke alam kemerdekaan melalui semacam tunnel of love satu-satunya. Pada saat ia mau keluar itulah, punggungnya ditempeli pollinium dengan paksa.
Anggrek yang lebih tidak senonoh juga ada. Jenis Ophrys insectivora, misalnya, memikat kumbang dengan bentuk bunga yang mirip sekali dengan kumbang betina, lengkap dengan tubuh berbulu dan mata tiruan yang menantang. Baunya juga merangsang seperti kumbang betina yang siap diajak kencan. Melihat bunga itu, kumbang jantan yang sejati akan segera mengawininya, tetapi tidak puas karena tertipu, lalu mundur. Namun, sementara itu ia sudah ditempeli bingkisan berisi tepung sari. Kalau sekejap kemudian ia mencium bau merangsang lagi dari anggrek yang serupa tapi tak sama, ia pun mengawininya lagi. Mundur juga, karena tertipu, tetapi ia sudah diperalat menyampaikan tepung sari.
Anda juga bisa membantu Keranjingan berburu anggrek sudah berjalan sejak tahun 1818, ketika William Cattley sebagai importir tanaman secara kebetulan berhasil menumbuhkan anggrek baru dari umbi yang tak sengaja ikut dipak dalam kemasan anggrek impornya. Bunga itu mekar dengan warna lavender dengan bercak-bercak merah merona dan bibir yang indah sekali mempesona para pemborong. Jenis yang kemudian diberi nama Cattleya labiata autumnalis itu menggelitik pa.ra importir lain untuk mengirim anak buahnya berburu anggrek alam yang seindah itu. Berapa pun biayanya!
Maka, dalam abad itu juga hutan-hutan perawan di Amerika Selatan, Afrika, Indonesia dan ASEAN dijelajahi untuk dicuri permata belantaranya. Sesudah dihitung ternyata, untuk mengumpulkan 4.000 batang anggrek harus ditebang 10.000 batang pohon hutan tempat tumbuhnya, sebagai korban. Namun, ketika ada seseorang yang risau kalau-kalau kekayaan alam itu punah; ia malah ditertawakan. Soalnya, dibanding dengan pemusnahan yang dilakukan oleh para penebang kayu yang membangun jalan untuk mengangkut hasil tebangannya, perburuan anggrek abad yang lalu itu belum apa-apa. Dalam abad ke-20 ini, begitu ada jalan dibangun di tengah hutan, ratusan ribu batang pohon sepanjang kiri-kanan jalan itu tumbang dan jutaan anggrek ikut musnah, karena tak punya tempat hidup lagi. Menurut perhitungan Smithsonian Institution Museum of Natural History di Washington DC, setiap talmn ada 200 milyar batang anggarek alam yang musnah, gara-gara pembukaan hutan semacam itu di seluruh dunia. Belum sampai para botanisi mengetahui, mendaftar dan memberi nama Latin, anggreknya sudah punah. Tentu saja, ada pihak tertentu yang sadar lingkungan, yang berjuang mencegah perdagangan liar anggrek alam itu. Antara lain melalui Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (nama yang bertele-tele ini boleh disingkat sebagai CITES). Di antara sekian banyak kesepakatan bersama itu ada satu yang penting, yaitu: mengajak masyarakat di negara masing-masing, agar hanya mau membeli anggrek hasil biakan budidaya saja, dan tidak sudi membeli anggrek hasil curian, selundupan dan titipan dari hutan lingkungan alami anggrek. Anda juga bisa membantu CITES.
v Sedang makan siang
Akan tetapi marilah kita kembali ke Inggris lagi. Anggrek yang dikumpulkan Charles Darwin (embahnya teori evolusi) di hutan belantara Brasil dilaporkan tumbuh menempel pada batang pohon sebagai "parasit yang indah". Seperti kebanyakan ilmuwan abad ke-19, Darwin juga mengira bahwa anggrek yang menempel erat dengan akar-akarnya pada batang pohon inangnya itu juga mengisap sari makanan dari pohon dengan akar penempelnya. Maka, di kalangan masyarakat ilmiah pada zaman Charles Darwin itu timbul salah tafsir. Anggrek epiphyt dari Brasil dibayangkan sebagai tanaman pengisap darah yang dingin. Isyu ini kemudian berkembang menjadi takhayul modern, sampai embahnya fiksi sains, H.G. Wells, menulis cerpen pada tahun 1895: The flowering of the strange Orchid. Tokoh cerpennya hampir saja pulang ke padang perburuan anggrek yang abadi, karena diringkus oleh akar-akar panjang anggrek raksasa di rumah kaca, dan diisap darahnya pelan-pelan sebelum ditolong.
Sampai puluhan tahun kemudian anggrek lalu dianggap sebagai tanaman cantik pengisap darah. Namun, pada tahun 1930, ketika di London ada Chelsea Flower Show, anggrek sudah naik pangkat. Seorang penjaga pameran didekati oleh seorang istri pembesar bossy. "Mana itu anggrek yang makan daging? Saya mau lihat!" Penjaga stand pameran agak terkejut, tetapi ia ingat cerpen H.G. Wells, lalu dengan cepat menjawab, "Wah, Bu, maaf saja. Anggreknya sedang makan siang!"
Lelucon yang sama legendarisnya ini dapat kita baca dalam tulisan Ogden Tanner: The flowers that afflict us with a sort of madness, dalam Smithsonian November 1985.
Wanginya Bunga Kenanga
Wanginya Bunga Kenanga
Setiap upacara adat yang memerlukan bunga, wajib menyertakan bunga kenanga, di samping mawar dan melati. Bukan karena bau dan bentuknya, tapi karena semacam apa boleh buat! Ketua Panitia Perumus Adat zaman Ken Arok dan Ken Dedes dulu hanya menemukan kenanga sebagai bunga yang memenuhi syarat.
Walaupun pada zaman kemudian ada bunga lain yang merasuki budaya Jawa, seperti cempaka kuning, kemboja putih, sepatu merah, dan anggrek totol-totol, tapi bunga kenanga tetap dipandang lebih resmi untuk upacara. Bentuk bunga kenanga sebenarnya amburadul. tapi kerena baunya sedap sekali, ia dipakai secara luas dalam tiap acara dan upa cara adat Jawa.
Bentuk bunganya agak aneh. Mahkotanya panjang-panjang seperti pisau lanset, sedangkan kelopaknya yang juga panjang, lebih melebar dan membulat telur. Ujungnya mengeriting. Baik kelopak maupun mahkota bunga akan berwarna hijau kalau masih muda, tapi kuning kalau sudah tua. Kalau sudah mekar, mahkota ini menyebar bebas dan keriting tidak beraturan. Seandainya tidak berbau harum dan berwarna kuning, kita tak akan mengira bahwa barang yang amburadul itu. sekuntum bunga.
Harumnya ada yang pro, dan ada yang anti. Mereka yang tidak senang mengatakan bahwa bau kenanga seperti bau kuburan. Biang keladi bau kuburan ini ialah minyak asiri berupa ester geraniol asam asetat, dan ester linalool asam bensodt. Di muka hidung orang Barat, keduanya tercium nyaman, lembut, dan sopan. Inilah yang tidak ditemukan pada bunga lain yang datang kemudian, seperti cempaka, kemboja, sepatu, dan anggrek.
Para ibu tradisional kita ada yang mencampur bunga kenanga dengan iris-irisan daun Pandan wangi, bunga mawar dan melati dalam kobokan berisi minyak kelapa, yang kemudian direbus sambil ditutup dan dibiarkan sampai mendidih. Sesudah dingin, sari bunga yang larut dalam minyak itu dipakai sebagai hair lotion merek "Cem-ceman" di daerah country.
Tapi kegunaan bunga kenanga lebih banyak sebagai campuran bunga tabur daripada cem-ceman. Dengan mawar merah dan melati putih, kenanga hijau atau kuning membentuk kembang telon yang ditabur di pusara orang yang tidak keberatan ditaburi bunga. Baunya harum. Inilah yang terkenal sebagai bau kuburan.
Kalau sudah memasuki bulan Ruwah, menjelang bulan Puasa, banyak sekali bunga kenanga yang dipakai untuk tabur bunga ini, sehingga harganya melonjak. Orang menabur bunga pada waktu itu. Selama bulan Puasa berikutnya, orang tidak pantas mengirim bunga. Harga kenanga akan melonjak lagi pada hari raya Idul Fitri, kalau para peziarah mau menabur bunga lagi. Mereka merayakan kemenangan mengatasi ujian percobaan. Tampaknya adat seperti itu amat sesuai dengan perilaku Rasulullah Saw. Pernah ketika beliau ketika berkunjung ke sebuah kubur, beliau menancapkan pelepah kurma basah (mungkin ketika itu tidak didapatkan bunga).
Dari Ibnnu Abbas Ra mengatakan: Rasulullah Saw. Pernah melintasi dua kubur seraya mengatakan: Dua penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya disiksa bukan terasebab dosa besar. Yang pertama, tersebab dia tidak menutupi diri ketika kencing. Dan yang kedua tersebab suka mengadu-adu. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma, lalu membelahnya dua bagian dan menancapkan pada masing-masing kubur itu. Melihat perilaku ini para sahabat pun bertanya: Wahai Rasulullah! Mengapa engkau berbuat yang demikian? Beliau menjawab: Aku harapkan siksaan keduanya diringankan, selama kedua pelepah itu belum kering.
(HR. Bukhari dalam Kutub al-Tis’ah, hadits nomor 211).
Kenanga sebagai bunga tabur tidak ada yang menataniagakan. Awal tahun 1997 sudah sekitar Rp 2.000,- per kg di kebun petani. Sedangkan minyak kenanga hasil penyulingan petani sudah setinggi Rp 100.000. Tetapi bagi kita, harga setinggi langit tidak menjadi soal, karena dalam bulan-bulan suci semacam itu umumnya banyak sekali beredar uang THR, bonus, dan hadiah Lebaran. Hanya bagi pengusaha minyak kenanga, lonjakan harga itu memprihatinkan.
Kenanga cebol berbentuk peruntungan yang akan diperoleh kalau mengekspor minyak kenanga nanti akan menipis. Padahal mereka tidak mampu bersaing membeli bunga mahal untuk disuling minyaknya. Pabrik penyulingan pun terpaksa beristirahat pada masa-masa prihatin itu.
Di luar bulan Ruwah dan Syawal, harga kenanga anjlok tak ada yang bertanggung jawab lagi. Maka, sekaranglah giliran kaum penyuling minyak yang harus aktif lagi memborong bunga untuk membuat stok minyak kenanga, menghadapi paceklik bunga berikutnya. Turun-naiknya harga inilah yang membuat orang enggan menanamkan modalnya ke perkebunan kenanga, meskipun permintaan minyak Java cananga oil untuk ekspor menanjak terus.
v Pohon tua
Bunga yang turun-naik itu berasal dari pohon yang kebanyakan sudah tua. Ditanamnya hanya di pekarangan dan halaman rumah para petani, di antara pohon kelapa dan buah-buahan yang lain. Kebanyakan di dataran rendah, seperti desa-desa sekitar Serang, Cirebon, Boyolah, Magetan, Blitar, Trenggalek. Pohon kenanganya sendiri kebanyakan sudah setinggi 20 m atau lebih. Cabangnya mudah sekali Patah. Karena itu, anak-anak sebaiknya dilarang memanjat pohon kenanga
Kalau sampai ada cabang yang patah, bukan hanya anak itu yang luka dan perlu biaya perawatan yang tidak perlu, tapi juga banyak sekali tunas bunga kenanga yang hilang sebelum berkembang. Seharusnya pohon yang sudah tua itu. ditebang saja untuk diremajakan. Selain sudah sangat berkurang bunganya, pohon tua juga makin sulit dipetik bunganya karena tingginya batang. Tapi meremajakan kenanga sebaiknya di lahan perkebunan, dengan bibit baru dan cara bertanam yang modern, seperti yang dilakukan di Mauritius, Reunion, dan Kepulauan Comoro. Tidak di halaman rumah lagi yang terpencar-pencar jauh.
Sebagai bibit masih tetap dipakai jenis kenanga pohon Canangium odoratum forma macrophylla, yang daunnya besar agak membulat dan batangnya bisa setinggi 20 m itu juga, tetapi pada umur 3 tahun ia dipangkas supaya tumbuhnya tetap rendah.
Oleh taksonomis lain, kenanga dideskripsi sebagai Cananga odorcita, sehingga dalam beberapa buku ia disebut dengan nama yang menganga" Tapi kemudian karena kesepakatan bahwa nama Latin yang berlakuadalah nama yang pertama-tama (paling dulu) diberikan orang, maka dalam buku-buku terbitan kemudian, kenanga disebut sesuai nama aslinya lagi Canangium odoratum.
Pemangkasan dilakukan kalau tanaman sudah kira-kira setinggi 3,5 m. Batang dipotong di tempat setinggi 2 m dengan gergaji, dan lukanya ditutup dengan parafin supaya tidak kena infeksi bakteri dan cendawan kalau diguyur hujan. Ia akan menumbuhkan cabang baru di tempat pemotongan yang selamat ini. Cabang baru ini kalau sudah mulai besar perlu. diberati dengan batu (atau diikat ke bawah) agar menumbuhkan tunas ranting yang baru lagi di tempat setinggi itu pula. Setelah ranting-ranting tumbuh, cabang yang dikat ke bawah itu dipotong ujungnya. Karena dipangkas seperti ini, pohon kenanga tidak akan ngacir tumbuh ke atas, tapi melebar ke samping dan tetap rendah. Cukup rendah untuk memudahkan pemetikan bunga nanti. Pemilihan bunga yang sudah masak sempuma juga bisa dilakukan lebih cermat.
Bibit kenanga dapat diperoleh dari Dinas Perkebunan Rakyat Daerah setempat. Kenanga dibibitkan dari biji yang bulat dan keras kulitnya. Begitu keras, sampai perlu waktu lama untuk berkecambah. Karena itu, biasanya biji ini diampelas dulu (atau dikikir) kulitnya, sehingga air mudah meresap ke dalam biji, setelah disemaikan. Rekayasa ini akan mempercepat berkecambahnya biji menjadi bibit kenanga. Di samping kenanga pohon yang dipaksa menjadi bekek (cebol) ini, di kalangan pekebun memang ada kenanga yang dari sononya sudah bekek, Canangium odoratum forma genuina. Batangnya hanya bisa setinggi 3 m, sampai disebut kenanga perdu. Daunnya agak lancip. Kenanga bekek kadang ditanam dalam pot sebagai bagus-bagusan di halaman rumah. Tapi di Filipina, ia pemah diusahakan secara komersial untuk disuling minyaknya sebagai ylang-ylang yang menghasilkan duit banyak. Itu dulu. Sekarang Filipina sudah kalah dengan Mauritius.
Ylang-ylang juga rata-rata pada umur 5 tahun, pohon kenanga dapat dipetik bunganya yang cukup banyak. Berbunganya sepanjang tahun, kalau tempat tumbuhnya tidak kekurangan air. Kalau dilanda kekeringan kemarau panjang, ya apa boleh buat, pohon itu mogok tidak mau berbunga. Dalam keadaan normal kita dapat mengatur pemanfaatannya yang cerdik cendekia. Kalau harga pasaran sedang "gila" karena permintaan di dalam negeri sedang tinggi (seperti pada hari-hari raya), bunganya dilempar ke pasar dalam negeri, dengan organisasi pemasaran yang yahud, baik di pasar grosir seperti Rawabelong, Jakarta Barat, agen distribusi di pasar-pasar, maupun pengecer di depan kuburan.
Sebaliknya, kalau harga dalam negeri anjlok karena konsumen tidak berminat berebut beli kembang kenanga lagi, bunga kita suling minyaknya untuk dijual kepada para eksportir yang menangani minyak kenanga. Penyulingan ini sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan seperti dulu, tapi dengan siasat dan tindakan yang cermat, serta alat penyulingan yang lebih canggih. Dulu minyak kenanga dipandang sebagai minyak kelas dua, dan hanya dipakai untuk mengharumkan sabun mandi yang lembut. Padahal, bunga yang sama, kalau disuling dengan baik dan benar bisa menghasilkan minyak ylang-ylang seperti tanaman yang diusahakan di Filipina dan Mauritius iuga.
Sialnya, pada penyulingan masa lalu, minyak ylang ylang ini sudah banyak yang menguap, sebelum bunga kenanga disuling. Penguapan itu karena bunga yang sudah dipetik tidak segera disuling, tapi ditimbun dulu di tempat pengepul bunga (agar terkumpul cukup banyak dulu) sebelum akhimya disuling.
Para importir minyak asiri di luar negeri menyayangkan hal ini. Karena itu, kita kini dianjurkan untuk membangun pabrik penyulingan di tengah-tengah kebun kenanga, dan bukannya di kota yang jauh dari kebun seperti dulu, dan mengerahkan para pengumpul bunga sebagai pengumpul perantara. Bunga yang akan disuling pun harus dipetik pagi-pagi benar, ketika minyak asiri yang berbau harum belum banyak yang menguap. Bunga juga harus dipilih yang memang sudah masak sempurna berwarna kuning. Bukan sembarang bunga yang masih hijau dan kuning muda. Dulu, ketika tanaman berupa pohon yang tinggi, memang sulit menganjurkan para pekebun agar hanya memetik bunga yang sudah kuning masak saja, tapi sekarang (kalau kebun kenanga berisi tanaman yang rendah semua), imbauan untuk memilih dan memetik bunga yang memenuhi syarat itu pasti bisa dilakukan dengan mudah.
Bunga yang terkumpul juga harus segera disuling dalam keadaan segar, belum layu. Hasil penyulingan berupa minyak ditampung dalam botol kemasan yang lehernya sengaja dibuat panjang menyempit. Jadi esternya yang harum tidak gampang terbang menguap, tapi cenderung berada dalam minyak terus.
Kalau alat penyuling itu tidak asal-asalan.seperti dulu, tapi benar-benar dibuat yang betul, hasil pabrik yang canggih, niscaya bunga kenanga akan mampu menghasilkan minyak ylang-ylang yang amat berharga untuk pembuatan minyak wangi, di samping minyak kenanga yang lebih rendah mutunya untuk pembuatan sabun mandi yang harum mewangi. Minyak ylang-ylang-nya akan disuling lebih dulu pada hari pertama, dan minyak kenanganya yang lebih beratakan disuling. pada hari kedua dan ketiga.
Setiap upacara adat yang memerlukan bunga, wajib menyertakan bunga kenanga, di samping mawar dan melati. Bukan karena bau dan bentuknya, tapi karena semacam apa boleh buat! Ketua Panitia Perumus Adat zaman Ken Arok dan Ken Dedes dulu hanya menemukan kenanga sebagai bunga yang memenuhi syarat.
Walaupun pada zaman kemudian ada bunga lain yang merasuki budaya Jawa, seperti cempaka kuning, kemboja putih, sepatu merah, dan anggrek totol-totol, tapi bunga kenanga tetap dipandang lebih resmi untuk upacara. Bentuk bunga kenanga sebenarnya amburadul. tapi kerena baunya sedap sekali, ia dipakai secara luas dalam tiap acara dan upa cara adat Jawa.
Bentuk bunganya agak aneh. Mahkotanya panjang-panjang seperti pisau lanset, sedangkan kelopaknya yang juga panjang, lebih melebar dan membulat telur. Ujungnya mengeriting. Baik kelopak maupun mahkota bunga akan berwarna hijau kalau masih muda, tapi kuning kalau sudah tua. Kalau sudah mekar, mahkota ini menyebar bebas dan keriting tidak beraturan. Seandainya tidak berbau harum dan berwarna kuning, kita tak akan mengira bahwa barang yang amburadul itu. sekuntum bunga.
Harumnya ada yang pro, dan ada yang anti. Mereka yang tidak senang mengatakan bahwa bau kenanga seperti bau kuburan. Biang keladi bau kuburan ini ialah minyak asiri berupa ester geraniol asam asetat, dan ester linalool asam bensodt. Di muka hidung orang Barat, keduanya tercium nyaman, lembut, dan sopan. Inilah yang tidak ditemukan pada bunga lain yang datang kemudian, seperti cempaka, kemboja, sepatu, dan anggrek.
Para ibu tradisional kita ada yang mencampur bunga kenanga dengan iris-irisan daun Pandan wangi, bunga mawar dan melati dalam kobokan berisi minyak kelapa, yang kemudian direbus sambil ditutup dan dibiarkan sampai mendidih. Sesudah dingin, sari bunga yang larut dalam minyak itu dipakai sebagai hair lotion merek "Cem-ceman" di daerah country.
Tapi kegunaan bunga kenanga lebih banyak sebagai campuran bunga tabur daripada cem-ceman. Dengan mawar merah dan melati putih, kenanga hijau atau kuning membentuk kembang telon yang ditabur di pusara orang yang tidak keberatan ditaburi bunga. Baunya harum. Inilah yang terkenal sebagai bau kuburan.
Kalau sudah memasuki bulan Ruwah, menjelang bulan Puasa, banyak sekali bunga kenanga yang dipakai untuk tabur bunga ini, sehingga harganya melonjak. Orang menabur bunga pada waktu itu. Selama bulan Puasa berikutnya, orang tidak pantas mengirim bunga. Harga kenanga akan melonjak lagi pada hari raya Idul Fitri, kalau para peziarah mau menabur bunga lagi. Mereka merayakan kemenangan mengatasi ujian percobaan. Tampaknya adat seperti itu amat sesuai dengan perilaku Rasulullah Saw. Pernah ketika beliau ketika berkunjung ke sebuah kubur, beliau menancapkan pelepah kurma basah (mungkin ketika itu tidak didapatkan bunga).
Dari Ibnnu Abbas Ra mengatakan: Rasulullah Saw. Pernah melintasi dua kubur seraya mengatakan: Dua penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya disiksa bukan terasebab dosa besar. Yang pertama, tersebab dia tidak menutupi diri ketika kencing. Dan yang kedua tersebab suka mengadu-adu. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma, lalu membelahnya dua bagian dan menancapkan pada masing-masing kubur itu. Melihat perilaku ini para sahabat pun bertanya: Wahai Rasulullah! Mengapa engkau berbuat yang demikian? Beliau menjawab: Aku harapkan siksaan keduanya diringankan, selama kedua pelepah itu belum kering.
(HR. Bukhari dalam Kutub al-Tis’ah, hadits nomor 211).
Kenanga sebagai bunga tabur tidak ada yang menataniagakan. Awal tahun 1997 sudah sekitar Rp 2.000,- per kg di kebun petani. Sedangkan minyak kenanga hasil penyulingan petani sudah setinggi Rp 100.000. Tetapi bagi kita, harga setinggi langit tidak menjadi soal, karena dalam bulan-bulan suci semacam itu umumnya banyak sekali beredar uang THR, bonus, dan hadiah Lebaran. Hanya bagi pengusaha minyak kenanga, lonjakan harga itu memprihatinkan.
Kenanga cebol berbentuk peruntungan yang akan diperoleh kalau mengekspor minyak kenanga nanti akan menipis. Padahal mereka tidak mampu bersaing membeli bunga mahal untuk disuling minyaknya. Pabrik penyulingan pun terpaksa beristirahat pada masa-masa prihatin itu.
Di luar bulan Ruwah dan Syawal, harga kenanga anjlok tak ada yang bertanggung jawab lagi. Maka, sekaranglah giliran kaum penyuling minyak yang harus aktif lagi memborong bunga untuk membuat stok minyak kenanga, menghadapi paceklik bunga berikutnya. Turun-naiknya harga inilah yang membuat orang enggan menanamkan modalnya ke perkebunan kenanga, meskipun permintaan minyak Java cananga oil untuk ekspor menanjak terus.
v Pohon tua
Bunga yang turun-naik itu berasal dari pohon yang kebanyakan sudah tua. Ditanamnya hanya di pekarangan dan halaman rumah para petani, di antara pohon kelapa dan buah-buahan yang lain. Kebanyakan di dataran rendah, seperti desa-desa sekitar Serang, Cirebon, Boyolah, Magetan, Blitar, Trenggalek. Pohon kenanganya sendiri kebanyakan sudah setinggi 20 m atau lebih. Cabangnya mudah sekali Patah. Karena itu, anak-anak sebaiknya dilarang memanjat pohon kenanga
Kalau sampai ada cabang yang patah, bukan hanya anak itu yang luka dan perlu biaya perawatan yang tidak perlu, tapi juga banyak sekali tunas bunga kenanga yang hilang sebelum berkembang. Seharusnya pohon yang sudah tua itu. ditebang saja untuk diremajakan. Selain sudah sangat berkurang bunganya, pohon tua juga makin sulit dipetik bunganya karena tingginya batang. Tapi meremajakan kenanga sebaiknya di lahan perkebunan, dengan bibit baru dan cara bertanam yang modern, seperti yang dilakukan di Mauritius, Reunion, dan Kepulauan Comoro. Tidak di halaman rumah lagi yang terpencar-pencar jauh.
Sebagai bibit masih tetap dipakai jenis kenanga pohon Canangium odoratum forma macrophylla, yang daunnya besar agak membulat dan batangnya bisa setinggi 20 m itu juga, tetapi pada umur 3 tahun ia dipangkas supaya tumbuhnya tetap rendah.
Oleh taksonomis lain, kenanga dideskripsi sebagai Cananga odorcita, sehingga dalam beberapa buku ia disebut dengan nama yang menganga" Tapi kemudian karena kesepakatan bahwa nama Latin yang berlakuadalah nama yang pertama-tama (paling dulu) diberikan orang, maka dalam buku-buku terbitan kemudian, kenanga disebut sesuai nama aslinya lagi Canangium odoratum.
Pemangkasan dilakukan kalau tanaman sudah kira-kira setinggi 3,5 m. Batang dipotong di tempat setinggi 2 m dengan gergaji, dan lukanya ditutup dengan parafin supaya tidak kena infeksi bakteri dan cendawan kalau diguyur hujan. Ia akan menumbuhkan cabang baru di tempat pemotongan yang selamat ini. Cabang baru ini kalau sudah mulai besar perlu. diberati dengan batu (atau diikat ke bawah) agar menumbuhkan tunas ranting yang baru lagi di tempat setinggi itu pula. Setelah ranting-ranting tumbuh, cabang yang dikat ke bawah itu dipotong ujungnya. Karena dipangkas seperti ini, pohon kenanga tidak akan ngacir tumbuh ke atas, tapi melebar ke samping dan tetap rendah. Cukup rendah untuk memudahkan pemetikan bunga nanti. Pemilihan bunga yang sudah masak sempuma juga bisa dilakukan lebih cermat.
Bibit kenanga dapat diperoleh dari Dinas Perkebunan Rakyat Daerah setempat. Kenanga dibibitkan dari biji yang bulat dan keras kulitnya. Begitu keras, sampai perlu waktu lama untuk berkecambah. Karena itu, biasanya biji ini diampelas dulu (atau dikikir) kulitnya, sehingga air mudah meresap ke dalam biji, setelah disemaikan. Rekayasa ini akan mempercepat berkecambahnya biji menjadi bibit kenanga. Di samping kenanga pohon yang dipaksa menjadi bekek (cebol) ini, di kalangan pekebun memang ada kenanga yang dari sononya sudah bekek, Canangium odoratum forma genuina. Batangnya hanya bisa setinggi 3 m, sampai disebut kenanga perdu. Daunnya agak lancip. Kenanga bekek kadang ditanam dalam pot sebagai bagus-bagusan di halaman rumah. Tapi di Filipina, ia pemah diusahakan secara komersial untuk disuling minyaknya sebagai ylang-ylang yang menghasilkan duit banyak. Itu dulu. Sekarang Filipina sudah kalah dengan Mauritius.
Ylang-ylang juga rata-rata pada umur 5 tahun, pohon kenanga dapat dipetik bunganya yang cukup banyak. Berbunganya sepanjang tahun, kalau tempat tumbuhnya tidak kekurangan air. Kalau dilanda kekeringan kemarau panjang, ya apa boleh buat, pohon itu mogok tidak mau berbunga. Dalam keadaan normal kita dapat mengatur pemanfaatannya yang cerdik cendekia. Kalau harga pasaran sedang "gila" karena permintaan di dalam negeri sedang tinggi (seperti pada hari-hari raya), bunganya dilempar ke pasar dalam negeri, dengan organisasi pemasaran yang yahud, baik di pasar grosir seperti Rawabelong, Jakarta Barat, agen distribusi di pasar-pasar, maupun pengecer di depan kuburan.
Sebaliknya, kalau harga dalam negeri anjlok karena konsumen tidak berminat berebut beli kembang kenanga lagi, bunga kita suling minyaknya untuk dijual kepada para eksportir yang menangani minyak kenanga. Penyulingan ini sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan seperti dulu, tapi dengan siasat dan tindakan yang cermat, serta alat penyulingan yang lebih canggih. Dulu minyak kenanga dipandang sebagai minyak kelas dua, dan hanya dipakai untuk mengharumkan sabun mandi yang lembut. Padahal, bunga yang sama, kalau disuling dengan baik dan benar bisa menghasilkan minyak ylang-ylang seperti tanaman yang diusahakan di Filipina dan Mauritius iuga.
Sialnya, pada penyulingan masa lalu, minyak ylang ylang ini sudah banyak yang menguap, sebelum bunga kenanga disuling. Penguapan itu karena bunga yang sudah dipetik tidak segera disuling, tapi ditimbun dulu di tempat pengepul bunga (agar terkumpul cukup banyak dulu) sebelum akhimya disuling.
Para importir minyak asiri di luar negeri menyayangkan hal ini. Karena itu, kita kini dianjurkan untuk membangun pabrik penyulingan di tengah-tengah kebun kenanga, dan bukannya di kota yang jauh dari kebun seperti dulu, dan mengerahkan para pengumpul bunga sebagai pengumpul perantara. Bunga yang akan disuling pun harus dipetik pagi-pagi benar, ketika minyak asiri yang berbau harum belum banyak yang menguap. Bunga juga harus dipilih yang memang sudah masak sempurna berwarna kuning. Bukan sembarang bunga yang masih hijau dan kuning muda. Dulu, ketika tanaman berupa pohon yang tinggi, memang sulit menganjurkan para pekebun agar hanya memetik bunga yang sudah kuning masak saja, tapi sekarang (kalau kebun kenanga berisi tanaman yang rendah semua), imbauan untuk memilih dan memetik bunga yang memenuhi syarat itu pasti bisa dilakukan dengan mudah.
Bunga yang terkumpul juga harus segera disuling dalam keadaan segar, belum layu. Hasil penyulingan berupa minyak ditampung dalam botol kemasan yang lehernya sengaja dibuat panjang menyempit. Jadi esternya yang harum tidak gampang terbang menguap, tapi cenderung berada dalam minyak terus.
Kalau alat penyuling itu tidak asal-asalan.seperti dulu, tapi benar-benar dibuat yang betul, hasil pabrik yang canggih, niscaya bunga kenanga akan mampu menghasilkan minyak ylang-ylang yang amat berharga untuk pembuatan minyak wangi, di samping minyak kenanga yang lebih rendah mutunya untuk pembuatan sabun mandi yang harum mewangi. Minyak ylang-ylang-nya akan disuling lebih dulu pada hari pertama, dan minyak kenanganya yang lebih beratakan disuling. pada hari kedua dan ketiga.
Wanginya Bunga Kenanga
Wanginya Bunga Kenanga
Setiap upacara adat yang memerlukan bunga, wajib menyertakan bunga kenanga, di samping mawar dan melati. Bukan karena bau dan bentuknya, tapi karena semacam apa boleh buat! Ketua Panitia Perumus Adat zaman Ken Arok dan Ken Dedes dulu hanya menemukan kenanga sebagai bunga yang memenuhi syarat.
Walaupun pada zaman kemudian ada bunga lain yang merasuki budaya Jawa, seperti cempaka kuning, kemboja putih, sepatu merah, dan anggrek totol-totol, tapi bunga kenanga tetap dipandang lebih resmi untuk upacara. Bentuk bunga kenanga sebenarnya amburadul. tapi kerena baunya sedap sekali, ia dipakai secara luas dalam tiap acara dan upa cara adat Jawa.
Bentuk bunganya agak aneh. Mahkotanya panjang-panjang seperti pisau lanset, sedangkan kelopaknya yang juga panjang, lebih melebar dan membulat telur. Ujungnya mengeriting. Baik kelopak maupun mahkota bunga akan berwarna hijau kalau masih muda, tapi kuning kalau sudah tua. Kalau sudah mekar, mahkota ini menyebar bebas dan keriting tidak beraturan. Seandainya tidak berbau harum dan berwarna kuning, kita tak akan mengira bahwa barang yang amburadul itu. sekuntum bunga.
Harumnya ada yang pro, dan ada yang anti. Mereka yang tidak senang mengatakan bahwa bau kenanga seperti bau kuburan. Biang keladi bau kuburan ini ialah minyak asiri berupa ester geraniol asam asetat, dan ester linalool asam bensodt. Di muka hidung orang Barat, keduanya tercium nyaman, lembut, dan sopan. Inilah yang tidak ditemukan pada bunga lain yang datang kemudian, seperti cempaka, kemboja, sepatu, dan anggrek.
Para ibu tradisional kita ada yang mencampur bunga kenanga dengan iris-irisan daun Pandan wangi, bunga mawar dan melati dalam kobokan berisi minyak kelapa, yang kemudian direbus sambil ditutup dan dibiarkan sampai mendidih. Sesudah dingin, sari bunga yang larut dalam minyak itu dipakai sebagai hair lotion merek "Cem-ceman" di daerah country.
Tapi kegunaan bunga kenanga lebih banyak sebagai campuran bunga tabur daripada cem-ceman. Dengan mawar merah dan melati putih, kenanga hijau atau kuning membentuk kembang telon yang ditabur di pusara orang yang tidak keberatan ditaburi bunga. Baunya harum. Inilah yang terkenal sebagai bau kuburan.
Kalau sudah memasuki bulan Ruwah, menjelang bulan Puasa, banyak sekali bunga kenanga yang dipakai untuk tabur bunga ini, sehingga harganya melonjak. Orang menabur bunga pada waktu itu. Selama bulan Puasa berikutnya, orang tidak pantas mengirim bunga. Harga kenanga akan melonjak lagi pada hari raya Idul Fitri, kalau para peziarah mau menabur bunga lagi. Mereka merayakan kemenangan mengatasi ujian percobaan. Tampaknya adat seperti itu amat sesuai dengan perilaku Rasulullah Saw. Pernah ketika beliau ketika berkunjung ke sebuah kubur, beliau menancapkan pelepah kurma basah (mungkin ketika itu tidak didapatkan bunga).
Dari Ibnnu Abbas Ra mengatakan: Rasulullah Saw. Pernah melintasi dua kubur seraya mengatakan: Dua penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya disiksa bukan terasebab dosa besar. Yang pertama, tersebab dia tidak menutupi diri ketika kencing. Dan yang kedua tersebab suka mengadu-adu. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma, lalu membelahnya dua bagian dan menancapkan pada masing-masing kubur itu. Melihat perilaku ini para sahabat pun bertanya: Wahai Rasulullah! Mengapa engkau berbuat yang demikian? Beliau menjawab: Aku harapkan siksaan keduanya diringankan, selama kedua pelepah itu belum kering.
(HR. Bukhari dalam Kutub al-Tis’ah, hadits nomor 211).
Kenanga sebagai bunga tabur tidak ada yang menataniagakan. Awal tahun 1997 sudah sekitar Rp 2.000,- per kg di kebun petani. Sedangkan minyak kenanga hasil penyulingan petani sudah setinggi Rp 100.000. Tetapi bagi kita, harga setinggi langit tidak menjadi soal, karena dalam bulan-bulan suci semacam itu umumnya banyak sekali beredar uang THR, bonus, dan hadiah Lebaran. Hanya bagi pengusaha minyak kenanga, lonjakan harga itu memprihatinkan.
Kenanga cebol berbentuk peruntungan yang akan diperoleh kalau mengekspor minyak kenanga nanti akan menipis. Padahal mereka tidak mampu bersaing membeli bunga mahal untuk disuling minyaknya. Pabrik penyulingan pun terpaksa beristirahat pada masa-masa prihatin itu.
Di luar bulan Ruwah dan Syawal, harga kenanga anjlok tak ada yang bertanggung jawab lagi. Maka, sekaranglah giliran kaum penyuling minyak yang harus aktif lagi memborong bunga untuk membuat stok minyak kenanga, menghadapi paceklik bunga berikutnya. Turun-naiknya harga inilah yang membuat orang enggan menanamkan modalnya ke perkebunan kenanga, meskipun permintaan minyak Java cananga oil untuk ekspor menanjak terus.
v Pohon tua
Bunga yang turun-naik itu berasal dari pohon yang kebanyakan sudah tua. Ditanamnya hanya di pekarangan dan halaman rumah para petani, di antara pohon kelapa dan buah-buahan yang lain. Kebanyakan di dataran rendah, seperti desa-desa sekitar Serang, Cirebon, Boyolah, Magetan, Blitar, Trenggalek. Pohon kenanganya sendiri kebanyakan sudah setinggi 20 m atau lebih. Cabangnya mudah sekali Patah. Karena itu, anak-anak sebaiknya dilarang memanjat pohon kenanga
Kalau sampai ada cabang yang patah, bukan hanya anak itu yang luka dan perlu biaya perawatan yang tidak perlu, tapi juga banyak sekali tunas bunga kenanga yang hilang sebelum berkembang. Seharusnya pohon yang sudah tua itu. ditebang saja untuk diremajakan. Selain sudah sangat berkurang bunganya, pohon tua juga makin sulit dipetik bunganya karena tingginya batang. Tapi meremajakan kenanga sebaiknya di lahan perkebunan, dengan bibit baru dan cara bertanam yang modern, seperti yang dilakukan di Mauritius, Reunion, dan Kepulauan Comoro. Tidak di halaman rumah lagi yang terpencar-pencar jauh.
Sebagai bibit masih tetap dipakai jenis kenanga pohon Canangium odoratum forma macrophylla, yang daunnya besar agak membulat dan batangnya bisa setinggi 20 m itu juga, tetapi pada umur 3 tahun ia dipangkas supaya tumbuhnya tetap rendah.
Oleh taksonomis lain, kenanga dideskripsi sebagai Cananga odorcita, sehingga dalam beberapa buku ia disebut dengan nama yang menganga" Tapi kemudian karena kesepakatan bahwa nama Latin yang berlakuadalah nama yang pertama-tama (paling dulu) diberikan orang, maka dalam buku-buku terbitan kemudian, kenanga disebut sesuai nama aslinya lagi Canangium odoratum.
Pemangkasan dilakukan kalau tanaman sudah kira-kira setinggi 3,5 m. Batang dipotong di tempat setinggi 2 m dengan gergaji, dan lukanya ditutup dengan parafin supaya tidak kena infeksi bakteri dan cendawan kalau diguyur hujan. Ia akan menumbuhkan cabang baru di tempat pemotongan yang selamat ini. Cabang baru ini kalau sudah mulai besar perlu. diberati dengan batu (atau diikat ke bawah) agar menumbuhkan tunas ranting yang baru lagi di tempat setinggi itu pula. Setelah ranting-ranting tumbuh, cabang yang dikat ke bawah itu dipotong ujungnya. Karena dipangkas seperti ini, pohon kenanga tidak akan ngacir tumbuh ke atas, tapi melebar ke samping dan tetap rendah. Cukup rendah untuk memudahkan pemetikan bunga nanti. Pemilihan bunga yang sudah masak sempuma juga bisa dilakukan lebih cermat.
Bibit kenanga dapat diperoleh dari Dinas Perkebunan Rakyat Daerah setempat. Kenanga dibibitkan dari biji yang bulat dan keras kulitnya. Begitu keras, sampai perlu waktu lama untuk berkecambah. Karena itu, biasanya biji ini diampelas dulu (atau dikikir) kulitnya, sehingga air mudah meresap ke dalam biji, setelah disemaikan. Rekayasa ini akan mempercepat berkecambahnya biji menjadi bibit kenanga. Di samping kenanga pohon yang dipaksa menjadi bekek (cebol) ini, di kalangan pekebun memang ada kenanga yang dari sononya sudah bekek, Canangium odoratum forma genuina. Batangnya hanya bisa setinggi 3 m, sampai disebut kenanga perdu. Daunnya agak lancip. Kenanga bekek kadang ditanam dalam pot sebagai bagus-bagusan di halaman rumah. Tapi di Filipina, ia pemah diusahakan secara komersial untuk disuling minyaknya sebagai ylang-ylang yang menghasilkan duit banyak. Itu dulu. Sekarang Filipina sudah kalah dengan Mauritius.
Ylang-ylang juga rata-rata pada umur 5 tahun, pohon kenanga dapat dipetik bunganya yang cukup banyak. Berbunganya sepanjang tahun, kalau tempat tumbuhnya tidak kekurangan air. Kalau dilanda kekeringan kemarau panjang, ya apa boleh buat, pohon itu mogok tidak mau berbunga. Dalam keadaan normal kita dapat mengatur pemanfaatannya yang cerdik cendekia. Kalau harga pasaran sedang "gila" karena permintaan di dalam negeri sedang tinggi (seperti pada hari-hari raya), bunganya dilempar ke pasar dalam negeri, dengan organisasi pemasaran yang yahud, baik di pasar grosir seperti Rawabelong, Jakarta Barat, agen distribusi di pasar-pasar, maupun pengecer di depan kuburan.
Sebaliknya, kalau harga dalam negeri anjlok karena konsumen tidak berminat berebut beli kembang kenanga lagi, bunga kita suling minyaknya untuk dijual kepada para eksportir yang menangani minyak kenanga. Penyulingan ini sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan seperti dulu, tapi dengan siasat dan tindakan yang cermat, serta alat penyulingan yang lebih canggih. Dulu minyak kenanga dipandang sebagai minyak kelas dua, dan hanya dipakai untuk mengharumkan sabun mandi yang lembut. Padahal, bunga yang sama, kalau disuling dengan baik dan benar bisa menghasilkan minyak ylang-ylang seperti tanaman yang diusahakan di Filipina dan Mauritius iuga.
Sialnya, pada penyulingan masa lalu, minyak ylang ylang ini sudah banyak yang menguap, sebelum bunga kenanga disuling. Penguapan itu karena bunga yang sudah dipetik tidak segera disuling, tapi ditimbun dulu di tempat pengepul bunga (agar terkumpul cukup banyak dulu) sebelum akhimya disuling.
Para importir minyak asiri di luar negeri menyayangkan hal ini. Karena itu, kita kini dianjurkan untuk membangun pabrik penyulingan di tengah-tengah kebun kenanga, dan bukannya di kota yang jauh dari kebun seperti dulu, dan mengerahkan para pengumpul bunga sebagai pengumpul perantara. Bunga yang akan disuling pun harus dipetik pagi-pagi benar, ketika minyak asiri yang berbau harum belum banyak yang menguap. Bunga juga harus dipilih yang memang sudah masak sempurna berwarna kuning. Bukan sembarang bunga yang masih hijau dan kuning muda. Dulu, ketika tanaman berupa pohon yang tinggi, memang sulit menganjurkan para pekebun agar hanya memetik bunga yang sudah kuning masak saja, tapi sekarang (kalau kebun kenanga berisi tanaman yang rendah semua), imbauan untuk memilih dan memetik bunga yang memenuhi syarat itu pasti bisa dilakukan dengan mudah.
Bunga yang terkumpul juga harus segera disuling dalam keadaan segar, belum layu. Hasil penyulingan berupa minyak ditampung dalam botol kemasan yang lehernya sengaja dibuat panjang menyempit. Jadi esternya yang harum tidak gampang terbang menguap, tapi cenderung berada dalam minyak terus.
Kalau alat penyuling itu tidak asal-asalan.seperti dulu, tapi benar-benar dibuat yang betul, hasil pabrik yang canggih, niscaya bunga kenanga akan mampu menghasilkan minyak ylang-ylang yang amat berharga untuk pembuatan minyak wangi, di samping minyak kenanga yang lebih rendah mutunya untuk pembuatan sabun mandi yang harum mewangi. Minyak ylang-ylang-nya akan disuling lebih dulu pada hari pertama, dan minyak kenanganya yang lebih beratakan disuling. pada hari kedua dan ketiga.
Setiap upacara adat yang memerlukan bunga, wajib menyertakan bunga kenanga, di samping mawar dan melati. Bukan karena bau dan bentuknya, tapi karena semacam apa boleh buat! Ketua Panitia Perumus Adat zaman Ken Arok dan Ken Dedes dulu hanya menemukan kenanga sebagai bunga yang memenuhi syarat.
Walaupun pada zaman kemudian ada bunga lain yang merasuki budaya Jawa, seperti cempaka kuning, kemboja putih, sepatu merah, dan anggrek totol-totol, tapi bunga kenanga tetap dipandang lebih resmi untuk upacara. Bentuk bunga kenanga sebenarnya amburadul. tapi kerena baunya sedap sekali, ia dipakai secara luas dalam tiap acara dan upa cara adat Jawa.
Bentuk bunganya agak aneh. Mahkotanya panjang-panjang seperti pisau lanset, sedangkan kelopaknya yang juga panjang, lebih melebar dan membulat telur. Ujungnya mengeriting. Baik kelopak maupun mahkota bunga akan berwarna hijau kalau masih muda, tapi kuning kalau sudah tua. Kalau sudah mekar, mahkota ini menyebar bebas dan keriting tidak beraturan. Seandainya tidak berbau harum dan berwarna kuning, kita tak akan mengira bahwa barang yang amburadul itu. sekuntum bunga.
Harumnya ada yang pro, dan ada yang anti. Mereka yang tidak senang mengatakan bahwa bau kenanga seperti bau kuburan. Biang keladi bau kuburan ini ialah minyak asiri berupa ester geraniol asam asetat, dan ester linalool asam bensodt. Di muka hidung orang Barat, keduanya tercium nyaman, lembut, dan sopan. Inilah yang tidak ditemukan pada bunga lain yang datang kemudian, seperti cempaka, kemboja, sepatu, dan anggrek.
Para ibu tradisional kita ada yang mencampur bunga kenanga dengan iris-irisan daun Pandan wangi, bunga mawar dan melati dalam kobokan berisi minyak kelapa, yang kemudian direbus sambil ditutup dan dibiarkan sampai mendidih. Sesudah dingin, sari bunga yang larut dalam minyak itu dipakai sebagai hair lotion merek "Cem-ceman" di daerah country.
Tapi kegunaan bunga kenanga lebih banyak sebagai campuran bunga tabur daripada cem-ceman. Dengan mawar merah dan melati putih, kenanga hijau atau kuning membentuk kembang telon yang ditabur di pusara orang yang tidak keberatan ditaburi bunga. Baunya harum. Inilah yang terkenal sebagai bau kuburan.
Kalau sudah memasuki bulan Ruwah, menjelang bulan Puasa, banyak sekali bunga kenanga yang dipakai untuk tabur bunga ini, sehingga harganya melonjak. Orang menabur bunga pada waktu itu. Selama bulan Puasa berikutnya, orang tidak pantas mengirim bunga. Harga kenanga akan melonjak lagi pada hari raya Idul Fitri, kalau para peziarah mau menabur bunga lagi. Mereka merayakan kemenangan mengatasi ujian percobaan. Tampaknya adat seperti itu amat sesuai dengan perilaku Rasulullah Saw. Pernah ketika beliau ketika berkunjung ke sebuah kubur, beliau menancapkan pelepah kurma basah (mungkin ketika itu tidak didapatkan bunga).
Dari Ibnnu Abbas Ra mengatakan: Rasulullah Saw. Pernah melintasi dua kubur seraya mengatakan: Dua penghuni kubur ini sedang disiksa. Keduanya disiksa bukan terasebab dosa besar. Yang pertama, tersebab dia tidak menutupi diri ketika kencing. Dan yang kedua tersebab suka mengadu-adu. Kemudian beliau mengambil pelepah kurma, lalu membelahnya dua bagian dan menancapkan pada masing-masing kubur itu. Melihat perilaku ini para sahabat pun bertanya: Wahai Rasulullah! Mengapa engkau berbuat yang demikian? Beliau menjawab: Aku harapkan siksaan keduanya diringankan, selama kedua pelepah itu belum kering.
(HR. Bukhari dalam Kutub al-Tis’ah, hadits nomor 211).
Kenanga sebagai bunga tabur tidak ada yang menataniagakan. Awal tahun 1997 sudah sekitar Rp 2.000,- per kg di kebun petani. Sedangkan minyak kenanga hasil penyulingan petani sudah setinggi Rp 100.000. Tetapi bagi kita, harga setinggi langit tidak menjadi soal, karena dalam bulan-bulan suci semacam itu umumnya banyak sekali beredar uang THR, bonus, dan hadiah Lebaran. Hanya bagi pengusaha minyak kenanga, lonjakan harga itu memprihatinkan.
Kenanga cebol berbentuk peruntungan yang akan diperoleh kalau mengekspor minyak kenanga nanti akan menipis. Padahal mereka tidak mampu bersaing membeli bunga mahal untuk disuling minyaknya. Pabrik penyulingan pun terpaksa beristirahat pada masa-masa prihatin itu.
Di luar bulan Ruwah dan Syawal, harga kenanga anjlok tak ada yang bertanggung jawab lagi. Maka, sekaranglah giliran kaum penyuling minyak yang harus aktif lagi memborong bunga untuk membuat stok minyak kenanga, menghadapi paceklik bunga berikutnya. Turun-naiknya harga inilah yang membuat orang enggan menanamkan modalnya ke perkebunan kenanga, meskipun permintaan minyak Java cananga oil untuk ekspor menanjak terus.
v Pohon tua
Bunga yang turun-naik itu berasal dari pohon yang kebanyakan sudah tua. Ditanamnya hanya di pekarangan dan halaman rumah para petani, di antara pohon kelapa dan buah-buahan yang lain. Kebanyakan di dataran rendah, seperti desa-desa sekitar Serang, Cirebon, Boyolah, Magetan, Blitar, Trenggalek. Pohon kenanganya sendiri kebanyakan sudah setinggi 20 m atau lebih. Cabangnya mudah sekali Patah. Karena itu, anak-anak sebaiknya dilarang memanjat pohon kenanga
Kalau sampai ada cabang yang patah, bukan hanya anak itu yang luka dan perlu biaya perawatan yang tidak perlu, tapi juga banyak sekali tunas bunga kenanga yang hilang sebelum berkembang. Seharusnya pohon yang sudah tua itu. ditebang saja untuk diremajakan. Selain sudah sangat berkurang bunganya, pohon tua juga makin sulit dipetik bunganya karena tingginya batang. Tapi meremajakan kenanga sebaiknya di lahan perkebunan, dengan bibit baru dan cara bertanam yang modern, seperti yang dilakukan di Mauritius, Reunion, dan Kepulauan Comoro. Tidak di halaman rumah lagi yang terpencar-pencar jauh.
Sebagai bibit masih tetap dipakai jenis kenanga pohon Canangium odoratum forma macrophylla, yang daunnya besar agak membulat dan batangnya bisa setinggi 20 m itu juga, tetapi pada umur 3 tahun ia dipangkas supaya tumbuhnya tetap rendah.
Oleh taksonomis lain, kenanga dideskripsi sebagai Cananga odorcita, sehingga dalam beberapa buku ia disebut dengan nama yang menganga" Tapi kemudian karena kesepakatan bahwa nama Latin yang berlakuadalah nama yang pertama-tama (paling dulu) diberikan orang, maka dalam buku-buku terbitan kemudian, kenanga disebut sesuai nama aslinya lagi Canangium odoratum.
Pemangkasan dilakukan kalau tanaman sudah kira-kira setinggi 3,5 m. Batang dipotong di tempat setinggi 2 m dengan gergaji, dan lukanya ditutup dengan parafin supaya tidak kena infeksi bakteri dan cendawan kalau diguyur hujan. Ia akan menumbuhkan cabang baru di tempat pemotongan yang selamat ini. Cabang baru ini kalau sudah mulai besar perlu. diberati dengan batu (atau diikat ke bawah) agar menumbuhkan tunas ranting yang baru lagi di tempat setinggi itu pula. Setelah ranting-ranting tumbuh, cabang yang dikat ke bawah itu dipotong ujungnya. Karena dipangkas seperti ini, pohon kenanga tidak akan ngacir tumbuh ke atas, tapi melebar ke samping dan tetap rendah. Cukup rendah untuk memudahkan pemetikan bunga nanti. Pemilihan bunga yang sudah masak sempuma juga bisa dilakukan lebih cermat.
Bibit kenanga dapat diperoleh dari Dinas Perkebunan Rakyat Daerah setempat. Kenanga dibibitkan dari biji yang bulat dan keras kulitnya. Begitu keras, sampai perlu waktu lama untuk berkecambah. Karena itu, biasanya biji ini diampelas dulu (atau dikikir) kulitnya, sehingga air mudah meresap ke dalam biji, setelah disemaikan. Rekayasa ini akan mempercepat berkecambahnya biji menjadi bibit kenanga. Di samping kenanga pohon yang dipaksa menjadi bekek (cebol) ini, di kalangan pekebun memang ada kenanga yang dari sononya sudah bekek, Canangium odoratum forma genuina. Batangnya hanya bisa setinggi 3 m, sampai disebut kenanga perdu. Daunnya agak lancip. Kenanga bekek kadang ditanam dalam pot sebagai bagus-bagusan di halaman rumah. Tapi di Filipina, ia pemah diusahakan secara komersial untuk disuling minyaknya sebagai ylang-ylang yang menghasilkan duit banyak. Itu dulu. Sekarang Filipina sudah kalah dengan Mauritius.
Ylang-ylang juga rata-rata pada umur 5 tahun, pohon kenanga dapat dipetik bunganya yang cukup banyak. Berbunganya sepanjang tahun, kalau tempat tumbuhnya tidak kekurangan air. Kalau dilanda kekeringan kemarau panjang, ya apa boleh buat, pohon itu mogok tidak mau berbunga. Dalam keadaan normal kita dapat mengatur pemanfaatannya yang cerdik cendekia. Kalau harga pasaran sedang "gila" karena permintaan di dalam negeri sedang tinggi (seperti pada hari-hari raya), bunganya dilempar ke pasar dalam negeri, dengan organisasi pemasaran yang yahud, baik di pasar grosir seperti Rawabelong, Jakarta Barat, agen distribusi di pasar-pasar, maupun pengecer di depan kuburan.
Sebaliknya, kalau harga dalam negeri anjlok karena konsumen tidak berminat berebut beli kembang kenanga lagi, bunga kita suling minyaknya untuk dijual kepada para eksportir yang menangani minyak kenanga. Penyulingan ini sebaiknya tidak dilakukan asal-asalan seperti dulu, tapi dengan siasat dan tindakan yang cermat, serta alat penyulingan yang lebih canggih. Dulu minyak kenanga dipandang sebagai minyak kelas dua, dan hanya dipakai untuk mengharumkan sabun mandi yang lembut. Padahal, bunga yang sama, kalau disuling dengan baik dan benar bisa menghasilkan minyak ylang-ylang seperti tanaman yang diusahakan di Filipina dan Mauritius iuga.
Sialnya, pada penyulingan masa lalu, minyak ylang ylang ini sudah banyak yang menguap, sebelum bunga kenanga disuling. Penguapan itu karena bunga yang sudah dipetik tidak segera disuling, tapi ditimbun dulu di tempat pengepul bunga (agar terkumpul cukup banyak dulu) sebelum akhimya disuling.
Para importir minyak asiri di luar negeri menyayangkan hal ini. Karena itu, kita kini dianjurkan untuk membangun pabrik penyulingan di tengah-tengah kebun kenanga, dan bukannya di kota yang jauh dari kebun seperti dulu, dan mengerahkan para pengumpul bunga sebagai pengumpul perantara. Bunga yang akan disuling pun harus dipetik pagi-pagi benar, ketika minyak asiri yang berbau harum belum banyak yang menguap. Bunga juga harus dipilih yang memang sudah masak sempurna berwarna kuning. Bukan sembarang bunga yang masih hijau dan kuning muda. Dulu, ketika tanaman berupa pohon yang tinggi, memang sulit menganjurkan para pekebun agar hanya memetik bunga yang sudah kuning masak saja, tapi sekarang (kalau kebun kenanga berisi tanaman yang rendah semua), imbauan untuk memilih dan memetik bunga yang memenuhi syarat itu pasti bisa dilakukan dengan mudah.
Bunga yang terkumpul juga harus segera disuling dalam keadaan segar, belum layu. Hasil penyulingan berupa minyak ditampung dalam botol kemasan yang lehernya sengaja dibuat panjang menyempit. Jadi esternya yang harum tidak gampang terbang menguap, tapi cenderung berada dalam minyak terus.
Kalau alat penyuling itu tidak asal-asalan.seperti dulu, tapi benar-benar dibuat yang betul, hasil pabrik yang canggih, niscaya bunga kenanga akan mampu menghasilkan minyak ylang-ylang yang amat berharga untuk pembuatan minyak wangi, di samping minyak kenanga yang lebih rendah mutunya untuk pembuatan sabun mandi yang harum mewangi. Minyak ylang-ylang-nya akan disuling lebih dulu pada hari pertama, dan minyak kenanganya yang lebih beratakan disuling. pada hari kedua dan ketiga.
Kamboja, Belum Tentu di Kuburan
Kamboja, Belum Tentu di Kuburan
Kalau ditengok ke belakang, booming tanaman hias barangkali diawali sekitar 10 tahun lalu. Sejalan dengan itu muncul jenis-jenis tanaman tertentu yang digandrungi penikmat tanaman, bahkan melahirkan trend baru. Euphorbia, helikonia, palem, pachira, misalnya, bisa dianggap sebagai bending merah yang menandai perjalanan selera tanaman hias di kota-kota besar. Tatkala helikonia atau pisang-pisangan muncul ke permukaan, bisa dibilang tak satu pun taman yang tidak dihiasi tumbuhan asal Kosta Rika ini.
Helikonia masuk ke Indonesia sejak tahun 1991. Lalu Queen Palm yang asal Australia. Pachira atau 'pohon uang' pertama kali didatangkan dari Taiwan.
v Tanaman kuburan
Kamboja yang suka ditanam di kuburan itu bagi banyak orang identik dengan urusan yang berbau kematian. Namun di benak floris, kamboja memenuhi syarat sebagai tanaman taman, yang menghadirkan trees with flowers. Apalagi kamboja adalah satu-satunya pohon di Indonesia yang berbunga sepanjang tahun, bentuknya bagus lantaran ditopang oleh struktur daun dan batang yang apik. juga gampang dipelihara, bisa cepat tumbuh di alam tropika, kendati dibiarkan tumbuh tanpa pupuk dan jarang disiram.
Dengan konsep itu dapat dibayangkan, bagaimana indahnya halaman rumah andai ditumbuhi kamboja yang berbunga lebat. Sebelumnya, floris sempat melirik flamboyan yang dikenal dengan julukan Queen of the Flowers, ratunya bunga. Namun, sebagai penghias taman, bunganya hanya muncul 1 - 2 tahun sekali. ltu pun masif dan tidak bisa dipetik lantaran kelewat mungil. Koleksi anggrek di kebun perlu disemprot anti hama. Langkah awal mengedepankan kamboja yang banyak tumbuh di Bali ini dimulai sejak dua tahun lalu. Para floris menyempatkan berburu jenis-jenis kamboja ke segenap pelosok dunia, termasuk Halk waii, Thailand, dan Pulau Dewata sendiri.
"Saya memang tukang jalan. Niat sebenarnya cuma travelling, tapi dasar suka tanaman, ujung-ujungnya ya borong tanaman apa saja, sampai nggak sempat bawa oleh-oleh buat teman-teman," ujar seorang floris.. Bila sudah menyangkut tanaman, kemauannya memang luar biasa. Berapa pun harganya akan dibeli. Bahkan, sekali waktu ia pernah nekat "mengambil" koleksi di kebun botani lantaran tak bisa dibeli ataupun diminta,’ ujarnya lagi.
Dari hasil koleksi dan kawin silang berbagai jenis kamboja itu kini paling tidak telah dihasilkan 50 jenis varian kamboja dengan kisaran warna yang bergradasi dari putih bersih sampai nyaris hitam. Bunga putih ini tidak sama dengan yang di kuburan. Kalau yang di kuburan bunganya lebih kecil. Ini pun bunganya belum normal, kalau normal diameternya bisa sampai 10 cm.
Teknik pengawinan silang antarbunga memang sering dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang dikehendaki dengan cara yang cepat. Cara ini sebenarnya meniru persilangan di alam dengan bantuan angin. Dari 59 jenis kamboja di kebun bunga yang tak jauh dari gerbang tol Sirkuit Sentul, Jawa Barat, delapan di antaranya lahir dari sana. Kendati bunganya cukup besar, tetapi belum bisa menyaingi besarnya bunga asal luar negeri.
Penata seni dijamin suka dengan tekstur batang kamboja yang bagus plus bunganya yang warna-warni. Rontokan bunganya saja kalau ditaruh di meja, it's beautiful. Apalagi kamboja kesannya very tropical, very Indonesian.
v Rp 5 juta Satu Pohon
Upayanya mengangkat tanaman baru sampai dicari orang ini memang pantas diacungi jempol. "Mata harus jago, jeli, dan. tahu pasar," Tapi agaknya kemampuan membaca pasar tanaman hias tumbuh sejalan dengan endapan pengalaman menggeluti bisnis ini. Pada masa-masa awal membuka kebun, hendaklah seorang floris betul-betul berjuang dari bawah. Koleksi tanaman ataupun luas lahan bisa ditambah seiring dengan perkembangan keuntungan bisnis dari situ.
Mode tanaman yang sedang in agaknya juga didorong oleh sifat orang yang tak mau ketinggalan zaman, juga dalam hal memiliki tanaman hias. Padahal bagus tidaknya sebuah taman tidak tergantung pada trend, tapi penempatan yang cocok dan perawatan yang baik.
Munculnya tren tanaman paling tidak telah ikut andil dalam menggiring nurani orang untuk memantau tanaman, khususnya di kota-kota besar, konsekuensinya, setiap kali orang menunggu jenis tanaman, apa lagi yang akan keluar. Ini berbeda dengan yang teriadi di luar negeri. Di sana trend tanaman berotasi, mengikuti pergantian musim. Ketika musim tulip, semua piara tulip. Kalau musim mawar, semuanya berganti mawar.
Mestinya trend tanaman di Indonesia berpola semacam itu. Sebab kalau tidak, sangat mustahil menciptakan jenis tanaman baru yang berbunga terus menerus. Namun yang pasti, booming tanaman hias membuat orang semakin ngeh tentang dunia lanskap. Setidaknya, muncul kesadaran bahwa rumah perlu baju bagus. Cuma yang perlu diingat, semewah apapun sebuah taman, diperlukan kesadaran si empunya rumah untuk memelihara. Kalau sisi ini tidak diperhatikan, keberadaa taman bisa tidak langgeng dan mudah meranggas.
Seorang karyawan mungkin bisa merawat seminggu sekali, namun jika yang punya tidak pernah melihat keluar, taman tidak akan mungkin menjadi bagus. Bagaimanapun taman melambangkan yang punya rumah. Mencabuti rumput, merapikan daun, atau menyinkirkan ranting yang kering memupuk, dan sebagainya menjadi bagian penting dari pemeliharaan taman.
Kalau ditengok ke belakang, booming tanaman hias barangkali diawali sekitar 10 tahun lalu. Sejalan dengan itu muncul jenis-jenis tanaman tertentu yang digandrungi penikmat tanaman, bahkan melahirkan trend baru. Euphorbia, helikonia, palem, pachira, misalnya, bisa dianggap sebagai bending merah yang menandai perjalanan selera tanaman hias di kota-kota besar. Tatkala helikonia atau pisang-pisangan muncul ke permukaan, bisa dibilang tak satu pun taman yang tidak dihiasi tumbuhan asal Kosta Rika ini.
Helikonia masuk ke Indonesia sejak tahun 1991. Lalu Queen Palm yang asal Australia. Pachira atau 'pohon uang' pertama kali didatangkan dari Taiwan.
v Tanaman kuburan
Kamboja yang suka ditanam di kuburan itu bagi banyak orang identik dengan urusan yang berbau kematian. Namun di benak floris, kamboja memenuhi syarat sebagai tanaman taman, yang menghadirkan trees with flowers. Apalagi kamboja adalah satu-satunya pohon di Indonesia yang berbunga sepanjang tahun, bentuknya bagus lantaran ditopang oleh struktur daun dan batang yang apik. juga gampang dipelihara, bisa cepat tumbuh di alam tropika, kendati dibiarkan tumbuh tanpa pupuk dan jarang disiram.
Dengan konsep itu dapat dibayangkan, bagaimana indahnya halaman rumah andai ditumbuhi kamboja yang berbunga lebat. Sebelumnya, floris sempat melirik flamboyan yang dikenal dengan julukan Queen of the Flowers, ratunya bunga. Namun, sebagai penghias taman, bunganya hanya muncul 1 - 2 tahun sekali. ltu pun masif dan tidak bisa dipetik lantaran kelewat mungil. Koleksi anggrek di kebun perlu disemprot anti hama. Langkah awal mengedepankan kamboja yang banyak tumbuh di Bali ini dimulai sejak dua tahun lalu. Para floris menyempatkan berburu jenis-jenis kamboja ke segenap pelosok dunia, termasuk Halk waii, Thailand, dan Pulau Dewata sendiri.
"Saya memang tukang jalan. Niat sebenarnya cuma travelling, tapi dasar suka tanaman, ujung-ujungnya ya borong tanaman apa saja, sampai nggak sempat bawa oleh-oleh buat teman-teman," ujar seorang floris.. Bila sudah menyangkut tanaman, kemauannya memang luar biasa. Berapa pun harganya akan dibeli. Bahkan, sekali waktu ia pernah nekat "mengambil" koleksi di kebun botani lantaran tak bisa dibeli ataupun diminta,’ ujarnya lagi.
Dari hasil koleksi dan kawin silang berbagai jenis kamboja itu kini paling tidak telah dihasilkan 50 jenis varian kamboja dengan kisaran warna yang bergradasi dari putih bersih sampai nyaris hitam. Bunga putih ini tidak sama dengan yang di kuburan. Kalau yang di kuburan bunganya lebih kecil. Ini pun bunganya belum normal, kalau normal diameternya bisa sampai 10 cm.
Teknik pengawinan silang antarbunga memang sering dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang dikehendaki dengan cara yang cepat. Cara ini sebenarnya meniru persilangan di alam dengan bantuan angin. Dari 59 jenis kamboja di kebun bunga yang tak jauh dari gerbang tol Sirkuit Sentul, Jawa Barat, delapan di antaranya lahir dari sana. Kendati bunganya cukup besar, tetapi belum bisa menyaingi besarnya bunga asal luar negeri.
Penata seni dijamin suka dengan tekstur batang kamboja yang bagus plus bunganya yang warna-warni. Rontokan bunganya saja kalau ditaruh di meja, it's beautiful. Apalagi kamboja kesannya very tropical, very Indonesian.
v Rp 5 juta Satu Pohon
Upayanya mengangkat tanaman baru sampai dicari orang ini memang pantas diacungi jempol. "Mata harus jago, jeli, dan. tahu pasar," Tapi agaknya kemampuan membaca pasar tanaman hias tumbuh sejalan dengan endapan pengalaman menggeluti bisnis ini. Pada masa-masa awal membuka kebun, hendaklah seorang floris betul-betul berjuang dari bawah. Koleksi tanaman ataupun luas lahan bisa ditambah seiring dengan perkembangan keuntungan bisnis dari situ.
Mode tanaman yang sedang in agaknya juga didorong oleh sifat orang yang tak mau ketinggalan zaman, juga dalam hal memiliki tanaman hias. Padahal bagus tidaknya sebuah taman tidak tergantung pada trend, tapi penempatan yang cocok dan perawatan yang baik.
Munculnya tren tanaman paling tidak telah ikut andil dalam menggiring nurani orang untuk memantau tanaman, khususnya di kota-kota besar, konsekuensinya, setiap kali orang menunggu jenis tanaman, apa lagi yang akan keluar. Ini berbeda dengan yang teriadi di luar negeri. Di sana trend tanaman berotasi, mengikuti pergantian musim. Ketika musim tulip, semua piara tulip. Kalau musim mawar, semuanya berganti mawar.
Mestinya trend tanaman di Indonesia berpola semacam itu. Sebab kalau tidak, sangat mustahil menciptakan jenis tanaman baru yang berbunga terus menerus. Namun yang pasti, booming tanaman hias membuat orang semakin ngeh tentang dunia lanskap. Setidaknya, muncul kesadaran bahwa rumah perlu baju bagus. Cuma yang perlu diingat, semewah apapun sebuah taman, diperlukan kesadaran si empunya rumah untuk memelihara. Kalau sisi ini tidak diperhatikan, keberadaa taman bisa tidak langgeng dan mudah meranggas.
Seorang karyawan mungkin bisa merawat seminggu sekali, namun jika yang punya tidak pernah melihat keluar, taman tidak akan mungkin menjadi bagus. Bagaimanapun taman melambangkan yang punya rumah. Mencabuti rumput, merapikan daun, atau menyinkirkan ranting yang kering memupuk, dan sebagainya menjadi bagian penting dari pemeliharaan taman.
Menikmati Bau Kembang Gaceng?
Menikmati Bau Kembang Gaceng?
Waktu kita menyebut tanaman itu selalu ereksi, Kembang gaceng, Badul dan iles-iles, tidak ada orang yang tertarik. Tapi setelah kita menyebutnya Amorphophallus variabilis banyak orang memanjangkan leher dan menaruh perhatian. Sehubungan dengan pemakaian Amorphophallus sebagai penghias uang kertas lima .ratusan, orang ingin tahu pula, benarkah si Badul kita mempunyai bunga begitu besar? Mungkin cerita tentang si "Badul di bawah ini bisa menyadarkan.kita, betapa pentingnya tanaman itu. Tidak saja sebagai bahan ekspor, tapi juga sebagai bahan studi.
Bukan Amorphophallus variabilis, melainkan Amorphophallus titanum, yang ditemukan untuk pertama kalinya di hutan belantara, Sumatra dulu, tapi sampai sekarang belum juga ada nama Indonesianya yang resmi. Mungkin bisa dipakai nama 'Badul Sumatra', sebelum ada nama lain yang lebih pantas.
Bunganya memang berukuran raksasa (ada yang setinggi 3 meter) sampai ia ditempeli nama titanum, Anehnya, bunga itu muncul secara bergantian dengan daun, dari umbi batang yang terbenam dalam tanah. Hanya saja pergilirannya tidak adil. Setelah bunga layu, memang giliran daun yang muncul, tapi kemudian giliran daun lagi, daun lagi beberapa kali dulu, sebelum tiba giliran bunga lagi. Lebih banyak giliran daunnya daripada bunganya.
Diduga, bahwa bunganya baru muncul pada musim hujan, kalau cahaya matahari dalam hutan sudah amat berkurang, sampai fotosintesis daun menurun banyak sekali, sehingga tanamannya merana. Pada saat hampir mati itu, tanaman berumbi semacam Amorphophallus berkembang biak secara generatif (berbunga dan berbuah), untuk mempertahankan jenisnya jangan sampai punah dari muka bumi. Kalau sudah mekar, bunga itu berharap diserbuki oleh serangga. Untuk menarik perhatian serangga, ia menyebar bau busuk, sampai disebut juga Kembang Bangkai. Setelah diserbuki, ia tidak berbau lagi. Seluruh bunga itu layu, rontok berantakan menjadi massa yang amorf.
Setelah cahaya matahari cukup lagi untuk menjalankan fotosintesis (kalau hujan lebat musim hujan mulai berkurang), maka giliran daun lagilah yang muncul, pada bekas tempat pemunculan bunga itu. Daunnya mempunyai tangkai bulat yang lumayan panjangnya, sampai dikira 'batang'.
Dalam hutan Sumatra, pernah ditemukan tangkai daun titanun (yang sudah tua sekali umur umbinya) setinggi 5 meter. Pada umbi muda yang baru saja ditanam di pekarangan, tangkai itu biasanya hanya serendah 2 meter.
Tanaman raksasa ini sampai sekarang belum dimanfaatkan, kecuali sebagai aneh-anehan di kebun, atau sebagai obyek lukisan uang, perangko, majalah. Itu sih masih terhormat sekali. Yang paling apes bila tiba-tiba datang orang membawa sabit membabatnya, karena baunya itu yang membuat orang waras muntah-muntah.
v Suweg yang tidak Gatal
Tidak demikian dengan orang Jawa, Amorphophallus Campanulatus, yang umbinya sudah sejak dulu dimakan seperti umbi talas, disayur, dikolak atau digoreng sebagai jajanan. Para petani Jawa Timur mempunyai kepercayaan bahwa suweg yang ditanam di tempat yang bersih selalu tidak apa-apa (kalau dimakan), tapi yang ditanam di tempat yang kotor, mestinya gatal. Tapi di samping varietas kebun yang bisa dimakan dengan aman ini (Amorphophallus Campanulatus varietas hortensis), memang ada varietas hutan, (Amorphophallus campanulatus varietas silvestris), yang gatal.
Tanda perbedaannya? Tangkai daun varietas hutan itu tidak licin, tapi berbintil-bintil. Kalau diraba, terasa kasar seperti parut. Untuk mencegah jangan sampai anak-anak salah pilih, varietas hutan, silvestris, ini disebut Walur. Umbinya tidak boleh dimakan langsung, tapi diamankan dulu, dengan jalan diiris-iris. Bibit. Ganong ini muncul pada umbi induk yang sudah susut. Lalu karena dikuras persediaan bahan bagi pembentukan buah. Kira-kira lima bulan sesudah ditanam, Suweg bisa dipanen dan dijemur. Kemudian ditumbuk menjadi tepung, setelah direndam dalam air panas, kemudian dijemur lagi. Dalam bentuk tepung kering inilah, walur baru bisa dimakan dengan aman, setelah diolah menjadi bentuk makanan pengganti nasi.
Sayang, rasa gatal di tenggorokan masih saja mengganggu, karena cara. menyarikan zat pati yang akan disantap itu dari sisa bagiannya yang lain tidak sempurna. Kalau saja pemisahan ini bisa dilakukan dengan saksama, mungkin kita bisa menikmati suweg seperti orang Jepang menikmati konyaku dari iles-iles.. Untuk bertanam suweg varietas kebun, hortensis, digunakan ganong (umbi anakan)-nya sebagai modal awal.
Menanam umbi Suweg tidak boleh melumah, menghadapkan bagian atasnya ke atas, melainkan harus terbalik. Maksudnya, agar tanaman nanti jangan tergesa-gesa berbunga, sebelum umbinya cukup besar untuk dipungut.. Dengan ditanam terbalik itu, pembentukan bunga memang bisa dihambat.
v Mainan Ular
Jenis yang lebih aman dimakan ialah iles-iles, Acung, atau Badul, Amorphophallus variabilis Tangkal daunnya yang juga lebih licin daripada walur mempunyai gambaran belan-belang seperti tubuh ular, sampai sering disebut orang ular yang mengira berhadapan dengan ular lain yang mau menyainginya di medan perburuan. Para petani Perahyangan yang melihat serangan salah paham itu kemudian menyebutnya Cocooan oray, (mainan ular) disamping sebutan Acung.
Sudah sejak tentara Jepang melanda pulau-pulau kelapa kita zaman Perang Dunia II dulu, iles-iles yang menjadi Cocooan oray ini membuat cerita. Tidak hanya Petani saja yang dikerahkan untuk mengumpulkan umbi iles-iles, tapi para pelajar SMP dari kota juga. Dengan menyandang bedil kayu buatan narapidana, para pelajar yang berlatih perang-perangan itu lebih banyak dimanfaatkan untuk mencari iles-iles,
daripada diajar berhitung.
Iles-1les zaman itu resminya dikumpulkan dan diekspor ke jepang untuk dIpakai sebagai bahan perekat dalam industri pesawat terbang Asia Timur Raya. Malahan ada yang menjelaskan bahwa yang dilem itu kain terpal, yang dipasang sebagai dinding tubuh dan sayap pesawat pemburu berani mati. Tapi niscaya semuanya itu hanya isapan jempol untuk mengelabui mata saja, karena kapal laut pengangkut iles-iles boleh dikata tidak ada. Yang lebih masuk akal ialah iles-iles itu dimakan sendiri oleh tentara pendudukan jepang di Pulau jawa, yang mengajar perang-perangan dengan bedil kayu.
Mengapa iles-iles dimakan? Ternyata ia mengandung glukomanan, sejenis karbohidrat yang sudah berabad-abad lamanya merupakan bahan makanan khas rakyat Jepang, yang memang lezat. Lebih lezat daripada amylum (karbohidrat)-nya umbi tales, singkong atau kentang. Antara lain dipakai sebagai bahan pembuatan Sukiyaki yang amat terkenal, tapi baru kita dengar nyanyiannya setelah orang Amerika melanda Jepang sesudah perang dunia usai.
v Serbaguna
Di jepang sendiri, glukomanan diperoleh dari Amorphophallus konjac, berasal dari India, yang kemudian dibudidayakan di Jepang sebagai konyaku. Jenis ini memang lebih tinggi kadar glukomanannya (sampai 65%), dibanding dengan iles-iles kita yang hanya berkadar 35%. Sayangnya jenis yang sudah lama dibudayakan sejak seribu tahun lalu di daerah Gumma, Nagasaki dan Fukushima itu makan waktu empat tahun, sebelum dapat dipanen. Sesudah Perang Dunia ladang konyaku yang kurang efektif bisa dipanen itu kemudian terpaksa mengalah terhadap pembangunan industri yang lebih menghasilkan uang. Glukoma dicari dari negara lain saja, terutama dari Pulau jawa yang klewat murah segala-galanya.
Timbullah gerakan ekspor komanan dari Indonesia ke Jepang dalam bentuk keripik iles-iles setipis 2 mm. Sebagai bahan ekspor non minyak, ia digalang dengan penuh semangat, lengkap dengan Forum konsultasi pemanfaatan iles-iles sebagai barang industri di Semarang tahun 1979 dan standar ekspor dari Departemen Perdagangan Koperasi, untuk menjaga mutu.
Glukomanan, selain dipakai bagai tepung konyaku pembuat Sukiyaki, juga dipakai sebagai bahan pengental krim dalam industri kosmetik. Dalam industri cat, ia dipakai untuk memperkilat dan meningkatkan daya rekat cat. Sebagai bahan perekat, glukomanan memang lebih bermutu daripada embalau Arab, karena tidak tembus air, sehingga awet. Meskipun kena lembab, daya rekatnya masih tetap kuat. Mungkin sifat yang bagus milah yang dulu dibesar-besarkan sebagai bahan untuk merekat dinding pesawat terbang Kamikaze yang berani mati itu.
Untuk memenuhi keperluan ekspor ini, sudah tentu timbul gerakan pengumpulan iles-iles lagi seperti pada zaman jepang dulu. Kebanyakan dipungut dari hutan dataran rendah (sampai setinggi 700 meter di atas muka laut), terutama dari Jawa Timur dan Sumatra Barat. Para petani mula-mula memang bersemangat mengumpulkan iles-iles, karena pembayaran dari tengkulak lancar dan cukup.
Tapi kemudian, (sebagaimana lazimnya pada gerakan pengumpulan semacam itu), pembayaran tidak lancar. Pengumpulan seret dan gerakan ekspor ikut melempem. Eksportir di kota pelabuhan, yang ingin mendapat iles-iles sesuai kontrak, dan mantap mutunya; kemudian tidak mungkin mengandalkan jasa tengkulak saja, tapi juga membangun perkebunan iles-iles sendiri, di samping aktif membagi-bagikan bibit kepada para petani sekitarnya yang mau menanaminya di sela-sela tanaman pekarangan masing-masing.
Hasilnya kelak akan dibeli dalam bentuk umbi segar, untuk diolah menjadi keripik kering dulu, sebelum diekspor. Kerja sama seperti itu, yang sudah berjalan antara pabrik karet dan petani kebun karet di sekitarnya dengan nama PIR (Perkebunan Inti Rakyat), atau antara pabrik gula dan petani tebu sekitarnya dengan nama TRI (Tebu Rakya Intensifikasi) mestinya bisa juga dilakukan dengan iles-iles. Tinggal memecahkan soal kecil saja: siapakah vang akan melakukan IRI (Iles-iles Rakyat Intensifikasi) secara teratur, cukup jumlahnya atau PIR si Badul?
Waktu kita menyebut tanaman itu selalu ereksi, Kembang gaceng, Badul dan iles-iles, tidak ada orang yang tertarik. Tapi setelah kita menyebutnya Amorphophallus variabilis banyak orang memanjangkan leher dan menaruh perhatian. Sehubungan dengan pemakaian Amorphophallus sebagai penghias uang kertas lima .ratusan, orang ingin tahu pula, benarkah si Badul kita mempunyai bunga begitu besar? Mungkin cerita tentang si "Badul di bawah ini bisa menyadarkan.kita, betapa pentingnya tanaman itu. Tidak saja sebagai bahan ekspor, tapi juga sebagai bahan studi.
Bukan Amorphophallus variabilis, melainkan Amorphophallus titanum, yang ditemukan untuk pertama kalinya di hutan belantara, Sumatra dulu, tapi sampai sekarang belum juga ada nama Indonesianya yang resmi. Mungkin bisa dipakai nama 'Badul Sumatra', sebelum ada nama lain yang lebih pantas.
Bunganya memang berukuran raksasa (ada yang setinggi 3 meter) sampai ia ditempeli nama titanum, Anehnya, bunga itu muncul secara bergantian dengan daun, dari umbi batang yang terbenam dalam tanah. Hanya saja pergilirannya tidak adil. Setelah bunga layu, memang giliran daun yang muncul, tapi kemudian giliran daun lagi, daun lagi beberapa kali dulu, sebelum tiba giliran bunga lagi. Lebih banyak giliran daunnya daripada bunganya.
Diduga, bahwa bunganya baru muncul pada musim hujan, kalau cahaya matahari dalam hutan sudah amat berkurang, sampai fotosintesis daun menurun banyak sekali, sehingga tanamannya merana. Pada saat hampir mati itu, tanaman berumbi semacam Amorphophallus berkembang biak secara generatif (berbunga dan berbuah), untuk mempertahankan jenisnya jangan sampai punah dari muka bumi. Kalau sudah mekar, bunga itu berharap diserbuki oleh serangga. Untuk menarik perhatian serangga, ia menyebar bau busuk, sampai disebut juga Kembang Bangkai. Setelah diserbuki, ia tidak berbau lagi. Seluruh bunga itu layu, rontok berantakan menjadi massa yang amorf.
Setelah cahaya matahari cukup lagi untuk menjalankan fotosintesis (kalau hujan lebat musim hujan mulai berkurang), maka giliran daun lagilah yang muncul, pada bekas tempat pemunculan bunga itu. Daunnya mempunyai tangkai bulat yang lumayan panjangnya, sampai dikira 'batang'.
Dalam hutan Sumatra, pernah ditemukan tangkai daun titanun (yang sudah tua sekali umur umbinya) setinggi 5 meter. Pada umbi muda yang baru saja ditanam di pekarangan, tangkai itu biasanya hanya serendah 2 meter.
Tanaman raksasa ini sampai sekarang belum dimanfaatkan, kecuali sebagai aneh-anehan di kebun, atau sebagai obyek lukisan uang, perangko, majalah. Itu sih masih terhormat sekali. Yang paling apes bila tiba-tiba datang orang membawa sabit membabatnya, karena baunya itu yang membuat orang waras muntah-muntah.
v Suweg yang tidak Gatal
Tidak demikian dengan orang Jawa, Amorphophallus Campanulatus, yang umbinya sudah sejak dulu dimakan seperti umbi talas, disayur, dikolak atau digoreng sebagai jajanan. Para petani Jawa Timur mempunyai kepercayaan bahwa suweg yang ditanam di tempat yang bersih selalu tidak apa-apa (kalau dimakan), tapi yang ditanam di tempat yang kotor, mestinya gatal. Tapi di samping varietas kebun yang bisa dimakan dengan aman ini (Amorphophallus Campanulatus varietas hortensis), memang ada varietas hutan, (Amorphophallus campanulatus varietas silvestris), yang gatal.
Tanda perbedaannya? Tangkai daun varietas hutan itu tidak licin, tapi berbintil-bintil. Kalau diraba, terasa kasar seperti parut. Untuk mencegah jangan sampai anak-anak salah pilih, varietas hutan, silvestris, ini disebut Walur. Umbinya tidak boleh dimakan langsung, tapi diamankan dulu, dengan jalan diiris-iris. Bibit. Ganong ini muncul pada umbi induk yang sudah susut. Lalu karena dikuras persediaan bahan bagi pembentukan buah. Kira-kira lima bulan sesudah ditanam, Suweg bisa dipanen dan dijemur. Kemudian ditumbuk menjadi tepung, setelah direndam dalam air panas, kemudian dijemur lagi. Dalam bentuk tepung kering inilah, walur baru bisa dimakan dengan aman, setelah diolah menjadi bentuk makanan pengganti nasi.
Sayang, rasa gatal di tenggorokan masih saja mengganggu, karena cara. menyarikan zat pati yang akan disantap itu dari sisa bagiannya yang lain tidak sempurna. Kalau saja pemisahan ini bisa dilakukan dengan saksama, mungkin kita bisa menikmati suweg seperti orang Jepang menikmati konyaku dari iles-iles.. Untuk bertanam suweg varietas kebun, hortensis, digunakan ganong (umbi anakan)-nya sebagai modal awal.
Menanam umbi Suweg tidak boleh melumah, menghadapkan bagian atasnya ke atas, melainkan harus terbalik. Maksudnya, agar tanaman nanti jangan tergesa-gesa berbunga, sebelum umbinya cukup besar untuk dipungut.. Dengan ditanam terbalik itu, pembentukan bunga memang bisa dihambat.
v Mainan Ular
Jenis yang lebih aman dimakan ialah iles-iles, Acung, atau Badul, Amorphophallus variabilis Tangkal daunnya yang juga lebih licin daripada walur mempunyai gambaran belan-belang seperti tubuh ular, sampai sering disebut orang ular yang mengira berhadapan dengan ular lain yang mau menyainginya di medan perburuan. Para petani Perahyangan yang melihat serangan salah paham itu kemudian menyebutnya Cocooan oray, (mainan ular) disamping sebutan Acung.
Sudah sejak tentara Jepang melanda pulau-pulau kelapa kita zaman Perang Dunia II dulu, iles-iles yang menjadi Cocooan oray ini membuat cerita. Tidak hanya Petani saja yang dikerahkan untuk mengumpulkan umbi iles-iles, tapi para pelajar SMP dari kota juga. Dengan menyandang bedil kayu buatan narapidana, para pelajar yang berlatih perang-perangan itu lebih banyak dimanfaatkan untuk mencari iles-iles,
daripada diajar berhitung.
Iles-1les zaman itu resminya dikumpulkan dan diekspor ke jepang untuk dIpakai sebagai bahan perekat dalam industri pesawat terbang Asia Timur Raya. Malahan ada yang menjelaskan bahwa yang dilem itu kain terpal, yang dipasang sebagai dinding tubuh dan sayap pesawat pemburu berani mati. Tapi niscaya semuanya itu hanya isapan jempol untuk mengelabui mata saja, karena kapal laut pengangkut iles-iles boleh dikata tidak ada. Yang lebih masuk akal ialah iles-iles itu dimakan sendiri oleh tentara pendudukan jepang di Pulau jawa, yang mengajar perang-perangan dengan bedil kayu.
Mengapa iles-iles dimakan? Ternyata ia mengandung glukomanan, sejenis karbohidrat yang sudah berabad-abad lamanya merupakan bahan makanan khas rakyat Jepang, yang memang lezat. Lebih lezat daripada amylum (karbohidrat)-nya umbi tales, singkong atau kentang. Antara lain dipakai sebagai bahan pembuatan Sukiyaki yang amat terkenal, tapi baru kita dengar nyanyiannya setelah orang Amerika melanda Jepang sesudah perang dunia usai.
v Serbaguna
Di jepang sendiri, glukomanan diperoleh dari Amorphophallus konjac, berasal dari India, yang kemudian dibudidayakan di Jepang sebagai konyaku. Jenis ini memang lebih tinggi kadar glukomanannya (sampai 65%), dibanding dengan iles-iles kita yang hanya berkadar 35%. Sayangnya jenis yang sudah lama dibudayakan sejak seribu tahun lalu di daerah Gumma, Nagasaki dan Fukushima itu makan waktu empat tahun, sebelum dapat dipanen. Sesudah Perang Dunia ladang konyaku yang kurang efektif bisa dipanen itu kemudian terpaksa mengalah terhadap pembangunan industri yang lebih menghasilkan uang. Glukoma dicari dari negara lain saja, terutama dari Pulau jawa yang klewat murah segala-galanya.
Timbullah gerakan ekspor komanan dari Indonesia ke Jepang dalam bentuk keripik iles-iles setipis 2 mm. Sebagai bahan ekspor non minyak, ia digalang dengan penuh semangat, lengkap dengan Forum konsultasi pemanfaatan iles-iles sebagai barang industri di Semarang tahun 1979 dan standar ekspor dari Departemen Perdagangan Koperasi, untuk menjaga mutu.
Glukomanan, selain dipakai bagai tepung konyaku pembuat Sukiyaki, juga dipakai sebagai bahan pengental krim dalam industri kosmetik. Dalam industri cat, ia dipakai untuk memperkilat dan meningkatkan daya rekat cat. Sebagai bahan perekat, glukomanan memang lebih bermutu daripada embalau Arab, karena tidak tembus air, sehingga awet. Meskipun kena lembab, daya rekatnya masih tetap kuat. Mungkin sifat yang bagus milah yang dulu dibesar-besarkan sebagai bahan untuk merekat dinding pesawat terbang Kamikaze yang berani mati itu.
Untuk memenuhi keperluan ekspor ini, sudah tentu timbul gerakan pengumpulan iles-iles lagi seperti pada zaman jepang dulu. Kebanyakan dipungut dari hutan dataran rendah (sampai setinggi 700 meter di atas muka laut), terutama dari Jawa Timur dan Sumatra Barat. Para petani mula-mula memang bersemangat mengumpulkan iles-iles, karena pembayaran dari tengkulak lancar dan cukup.
Tapi kemudian, (sebagaimana lazimnya pada gerakan pengumpulan semacam itu), pembayaran tidak lancar. Pengumpulan seret dan gerakan ekspor ikut melempem. Eksportir di kota pelabuhan, yang ingin mendapat iles-iles sesuai kontrak, dan mantap mutunya; kemudian tidak mungkin mengandalkan jasa tengkulak saja, tapi juga membangun perkebunan iles-iles sendiri, di samping aktif membagi-bagikan bibit kepada para petani sekitarnya yang mau menanaminya di sela-sela tanaman pekarangan masing-masing.
Hasilnya kelak akan dibeli dalam bentuk umbi segar, untuk diolah menjadi keripik kering dulu, sebelum diekspor. Kerja sama seperti itu, yang sudah berjalan antara pabrik karet dan petani kebun karet di sekitarnya dengan nama PIR (Perkebunan Inti Rakyat), atau antara pabrik gula dan petani tebu sekitarnya dengan nama TRI (Tebu Rakya Intensifikasi) mestinya bisa juga dilakukan dengan iles-iles. Tinggal memecahkan soal kecil saja: siapakah vang akan melakukan IRI (Iles-iles Rakyat Intensifikasi) secara teratur, cukup jumlahnya atau PIR si Badul?
Teratai, Penghias Kolam
Teratai, Penghias Kolam
Indahnya bukan main bunga itu kalau mekar di permukaan air. Semuanya serba mini. Daunnya hanya selebar 12 cm, dan bunganya sekecil 7 cm. Kalau teratai normal biasa ditanam dalam kolam kebun pekarangan, teratai mini bisa ditanam dalam pot di serambi rumah. Keindahannya bisa dinikmati sambil tiduran di kursi malas.
Teratai mini yang beredar di Indonesia kebanyakan dibawa masuk dari Jepang dan Amerika oleh para pencinta tanaman hias. Sampai sekarang masih belum jelas benar, itu merupakan jenis khusus, ataukah cuma bentuk yang menyimpang dari suatu jenis tertentu. Salah satunya yang agak jelas hanya hibrida Nymphaea 'Dorothy Lamour' hasil rekayasa orang Amerika, yang bunganya kuning. Dorothy Lamour itu bintang film tahun 40-an yang cantik. Tapi kini niscaya sudah lama berpengalaman menjadi oma. Teratai mini yang mendemamkan kita ada yang ungu, putih keungu-unguan, merah lembayung, dan kuning langsat seperti Dorothy Lamour. Tapi yang paling digemari para pencinta tanaman hanya yang ungu dan putih keungu-unguan. Kalau keduanya dikombinasikan dalam satu pot, wuih! Bukan main menariknya!
v Peri yang Imut
Semula kita memakai istilah "teratai" kalau yang dimaksud itu jenis Nymphaea alba dari Eropa. Ia pernah beredar di Indonesia sebagai tulisan dan foto dalam buku-buku dan majalah penggemar alam. Keistimewaannya sebagai, teratai ialah kemampuannya mengatasi musim dingin.
Sebenarnya hanya akar tinggalnya yang masih hidup dan bernapas dalam lumpur. Di dasar rawa atau sungai tempatnya bermukim, airnya masih cair, walaupun di permukaan sudah beku. Kalau musim dingin sudah hampir berakhir, ia menumbuhkan daun baru dalam air yang masih cair itu. Kalau sinar matahari kemudian mulai melelehkan es di permukaan, tangkai daunnya cepat-cepat memanjang untuk mencapai permukaan. Berpuluh-puluh helai daun semacam itu muncul mendatar di permukaan air, seperti nampan hijau yang terapung-apung. Di sela-selanya ada beberapa kuncup bunga yang ikut naik, dan akhirnya mekar mepet di permukaan air pada pagi hari.
Mahkota bunga itu putih bersih dan luar biasa cantiknya, sampai orang Yunam kuno menyebutnya nymphe (peri imut-imut). Dari nama itu orang lain kemudian memberi nama Latin: Nymphaea kepadanya.
v Lotus yang bukan Teratai
Di Mesir kuno ada jenis Nymphaea lain yang bunganya juga putih, tapi mekarnya pada waktu malam. Kalau kita sempat menikmati keindahannya pada malam bulan purnama, waduh, romantisnya bukan main. Sinar bulan yang keemasan memantul pada bunga putih yang agak ros, dan air yang biru kelam.
Tidak mengherankan bahwa bunga itu menggetarkan kalbu orang-orang yang peka terhadap keindahan. Ribuan tahun sebelum Masehi dulu ia sudah menjadi sumber inspirasi bagi para seniman pemahat kayu dan pernatung batu. Lukisan reliefnya menghiasi monumen nasional dan kuil-kuil keramat, seperti keramat raya, keramat jati, keramat buntu.
Ternyata, teratai dari Mesir ini bukan teratai Eropa, sehingga kemudian disebut "Lotus putih dari Mesir" pada umumnya, dan "Lotus dari Sungai Nil" pada khususnya. Linnaeus dari Swedia memberi nama: Latin Nymphaea lows. Sepintas, ia memang serupa dengan teratai putih Nymphaea alba sampai nenek moyang kita di Indonesia menganggap lotus itu teratai, dan teratai tempo hari itu ya lotus.
Akan tetapi kalau diamati benar, jelas ada perbedaannya. Lotus Mesir bertangkai panjang sampai bunganya mencuat ke luar dari air waktu malam, sedangkan tercitai Eropa bertangkai pendek sehingga mepet banget di permukaan air. Mekarnya pada siang hari. Sial sekali, nama lotus kemudian diberikan juga kepada jenis tanaman serupa asal Asia, yang dimasukkan ke Mesir sekitar tahun 525 SM, ketika negeri itu diserbu oleh tentara Persia.
Bunganya tidak putih, tapi merah jambu. Mekarnya tidak malam, tapi siang. Tangkainya panjang sekali sampai bunga itu mencuat jauh di atas permukaan air. Mestinya tanaman yang kemudian ternyata Nelumbo nucifera itu tidak disebut lotus lagi, supaya tidak rancu. Tapi orang Mesir agaknya tidak risau menghadapi kerancuan lotus. Lotus asli asal Mesir mereka sebut "Lotus of the Nile" dan lotus asal Asia mereka sebut "Sacred Indian Lotus". Nama sacred diberikan, karena bunga itu dipakai sebagai sesaii oleh para pemeluk agama Hindu di India.
Di antara anak buah bapak tentara yang menyerbu Mesir, ada yang membawa Ibiji lotus itu dari Asia Tengah sebagai bekal untuk ditanam di daerah jajahan. Sebab, daunnya yang muda bisa disayur di asrama tentara, sedangkan bijinya bisa dimakan sebagai jajanan, baik mentah maupun sudah diolah. Kalau biji itu ditumbuk menjadi tepung, ia bisa dibanting menjadi martabak medan perang.
v Seperti Saninten
Di kampung Melayu, "Sacred Indian Lotus" tidak kita sebut lotus, tapi seroja. Tanaman ini serba besar. Bunganya hisa sampai 20 cm kalau mekar, dengan tangkai yang kaku dan jelek. Walaupun begitu, warna bunganya yang merah jambu dimanfaatkan oleh orang Hindu sebagai sesaji bagi dewa Brahma dari India.
Seroja yang tumbuh liar di rawa dataran rendah pantai utara Jawa lebih banyak dimanfaatkan oleh penduduk Jakarta sebagai santapan jasmani daripada rohani. Mereka memungutnya dari rawa-rawa yang masih berupa rawa waktu itu, seperti rawa teratai, rawa belong, rawa mangun, rawa gatal.
Tangkai daunnya yang muda memang bisa disayur setelah dikerok kulit arinya yang kasar. Apalagi pucuk daun mudanya yang belum terbuka. Ini lumayan lezatnya kalau diurap atau dipecel. Daun yang sudah besar sampai bergaris tengah 30 Cm, dikumpulkan oleh penduduk tepi rawa untuk membungkus apa saja yang perlii dibungkus. Itu bisa mengganti daun pisang yang memang agak sulit ditanam di tepi rawa.
Bunga yang sudah diserbuki membentuk buah yang berbiji. Penampilannya tidak cantik lagi setelah mahkotanya luruh. Yang kini tampak hanya buahnya yang seperti penyemprot gembor. Mula mula menghadap ke atas, tapi kemudian merunduk karena tangkainya menyerah, keberatan muatan. Agaknya merunduk ini perlu, supaya kalau bijinya sewaktu-waku lepas karena sudah besar dan masak, jatuhnya ke tanah bisa mulus, tidak salah tingkah.
Biji ini biasanya hanya direbus dan dimakan sebagai kudapan, seperti biji lotus tentara Persia yang menyerbu Mesir dulu itu. Rasanya seperti kastanje, kata orang Belanda. Atau seperti biji saninten, kata mereka yang makan seroja, tapi belum pernah makan kastanje. Biji kastanje, Eropa Castanea sativa, kira-kira memang tidak beda jauh dari biji saninten Indonesia Castanea argentea.
v Tunjung Plin-plan
Di India dan Asia tenggara juga ada sejenis Nymphaea yang berbunga putih seperti teratai Eropa, tapi plin-plan. Kadang bunga itu mepet di permukaan air, kadang mencuat di atasnya. Kalau air tempat tumbuhnya dalam, ia tumbuh mepet, tapi kalau airnya dangkal, ia mencuat. Seharusnya ia tidak boleh disebut teratai lagi, supaya tidak rancu. Dalam hal ini, bapak-ibu kita dari kampung Melayu dulu sudah memberi nama khusus: tunjung putih, Nymphaea nouchali.
Di India, bunganya yang putih dipakai sebagai sesaji kepada Dewa Siwa. Karena itu, tanamannya banyak yang sengaja dibudidayakan di berbagai kolam dekat candi supaya mudah dipungut kalau tiba-tiba diperlukan.
Ada sejenis Nymphaea dari India" dan Asia Tenggara juga yang bunganya biru lembayung. Kadang merah ungu. Berbunganya juga waktu siang seperti tunjung, dan oleh orang Hindu dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang warna keramatnya biru lembayung. Tanaman yang lebih kecil daripada teratai dan lotus ini terkenal sebagai seroja biru, Nymphaea stellata. Terkadang masih disebut "teratai" biru, tapi sebaiknya dipanggil seroja biru saja, karena bunganya bertangkai panjang mencuat jauh di atas permukaan air seperti seroja-seroja pada umumnya.
v Untuk Ratu Victoria
Di Eropa dan Amerika, teratai yang tahan bernapas dalam lumpur musim dingin seperti teratai putih dikelompokkan sebagai hardy waterlily sedangkan jenis-jenis yang hidup di daerah tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan, dikelompokkan sebagai tropical waterlily.
Seroja Nelumbo kita sebenarnya hidup asli di daerah tropis Indo-Australia, tapi sampai sekarang belum dimasukkan ke kelompok tropis ini. Mungkin sedang menunggu. Sejenis teratai tropis yang pernah menarik perhatian dunia ada yang dimasukkan ke Kebun Raya Bogor dari Sungai Amazonnya Brasil via London, kira-kira pada abad XIX, ketika Inggris mendapat giliran menjajah Pulau Jawa. Ini boleh dikatakan raksasanya bunga teratai. Daunnya bisa sampai 1,5 m garis tengahnya, sehingga sebagai penghias taman ia hanya cocok untuk kolam besar yang paling sedikit satu lapangan sepakbola luasnya.
Bertahun-tahun lamanya para peneliti botani Inggris mencoba menangkarkannya di Kebun Raya Kew, London, tapi selalu gagal memperoleh bibitnya. Baru pada tahun 1849 akhirnya mereka berhasil. Dari Kew ini, teratai raksasa itu disebar ke seluruh penjuru dunia yang berminat, termasuk Kebun Raya Bogor kita.
Bunganya yang putih agak kuning gading hanya mau mekar pada waktu senja. Sekalipun siang esok harinya agak layu, namun pada malam berikutnya ia masih bisa mekar lagi dengan semangat baru. Bunga yang berbau nanas ini dipersembahkan kepada Ratu Victoria yang berkuasa di Inggris waktu itu. Tanamannya dinobatkan sebagai Victoria regia. Ratu itu niscaya tidak pernah bermimpi bahwa namanya dipakai untuk memanggil tanaman yang bernapas dalam lumpur. Bunganya tidak setiap hari muncul, sehingga bagian yang selalu tampak hanya daun raksasanya yang menakjubkan, bulat pipih seperti tampah. Daya dukungnya begitu kuat, sampai ia dapat diduduki oleh seorang anak. Terutama anak kurang gizi. Nah!
Indahnya bukan main bunga itu kalau mekar di permukaan air. Semuanya serba mini. Daunnya hanya selebar 12 cm, dan bunganya sekecil 7 cm. Kalau teratai normal biasa ditanam dalam kolam kebun pekarangan, teratai mini bisa ditanam dalam pot di serambi rumah. Keindahannya bisa dinikmati sambil tiduran di kursi malas.
Teratai mini yang beredar di Indonesia kebanyakan dibawa masuk dari Jepang dan Amerika oleh para pencinta tanaman hias. Sampai sekarang masih belum jelas benar, itu merupakan jenis khusus, ataukah cuma bentuk yang menyimpang dari suatu jenis tertentu. Salah satunya yang agak jelas hanya hibrida Nymphaea 'Dorothy Lamour' hasil rekayasa orang Amerika, yang bunganya kuning. Dorothy Lamour itu bintang film tahun 40-an yang cantik. Tapi kini niscaya sudah lama berpengalaman menjadi oma. Teratai mini yang mendemamkan kita ada yang ungu, putih keungu-unguan, merah lembayung, dan kuning langsat seperti Dorothy Lamour. Tapi yang paling digemari para pencinta tanaman hanya yang ungu dan putih keungu-unguan. Kalau keduanya dikombinasikan dalam satu pot, wuih! Bukan main menariknya!
v Peri yang Imut
Semula kita memakai istilah "teratai" kalau yang dimaksud itu jenis Nymphaea alba dari Eropa. Ia pernah beredar di Indonesia sebagai tulisan dan foto dalam buku-buku dan majalah penggemar alam. Keistimewaannya sebagai, teratai ialah kemampuannya mengatasi musim dingin.
Sebenarnya hanya akar tinggalnya yang masih hidup dan bernapas dalam lumpur. Di dasar rawa atau sungai tempatnya bermukim, airnya masih cair, walaupun di permukaan sudah beku. Kalau musim dingin sudah hampir berakhir, ia menumbuhkan daun baru dalam air yang masih cair itu. Kalau sinar matahari kemudian mulai melelehkan es di permukaan, tangkai daunnya cepat-cepat memanjang untuk mencapai permukaan. Berpuluh-puluh helai daun semacam itu muncul mendatar di permukaan air, seperti nampan hijau yang terapung-apung. Di sela-selanya ada beberapa kuncup bunga yang ikut naik, dan akhirnya mekar mepet di permukaan air pada pagi hari.
Mahkota bunga itu putih bersih dan luar biasa cantiknya, sampai orang Yunam kuno menyebutnya nymphe (peri imut-imut). Dari nama itu orang lain kemudian memberi nama Latin: Nymphaea kepadanya.
v Lotus yang bukan Teratai
Di Mesir kuno ada jenis Nymphaea lain yang bunganya juga putih, tapi mekarnya pada waktu malam. Kalau kita sempat menikmati keindahannya pada malam bulan purnama, waduh, romantisnya bukan main. Sinar bulan yang keemasan memantul pada bunga putih yang agak ros, dan air yang biru kelam.
Tidak mengherankan bahwa bunga itu menggetarkan kalbu orang-orang yang peka terhadap keindahan. Ribuan tahun sebelum Masehi dulu ia sudah menjadi sumber inspirasi bagi para seniman pemahat kayu dan pernatung batu. Lukisan reliefnya menghiasi monumen nasional dan kuil-kuil keramat, seperti keramat raya, keramat jati, keramat buntu.
Ternyata, teratai dari Mesir ini bukan teratai Eropa, sehingga kemudian disebut "Lotus putih dari Mesir" pada umumnya, dan "Lotus dari Sungai Nil" pada khususnya. Linnaeus dari Swedia memberi nama: Latin Nymphaea lows. Sepintas, ia memang serupa dengan teratai putih Nymphaea alba sampai nenek moyang kita di Indonesia menganggap lotus itu teratai, dan teratai tempo hari itu ya lotus.
Akan tetapi kalau diamati benar, jelas ada perbedaannya. Lotus Mesir bertangkai panjang sampai bunganya mencuat ke luar dari air waktu malam, sedangkan tercitai Eropa bertangkai pendek sehingga mepet banget di permukaan air. Mekarnya pada siang hari. Sial sekali, nama lotus kemudian diberikan juga kepada jenis tanaman serupa asal Asia, yang dimasukkan ke Mesir sekitar tahun 525 SM, ketika negeri itu diserbu oleh tentara Persia.
Bunganya tidak putih, tapi merah jambu. Mekarnya tidak malam, tapi siang. Tangkainya panjang sekali sampai bunga itu mencuat jauh di atas permukaan air. Mestinya tanaman yang kemudian ternyata Nelumbo nucifera itu tidak disebut lotus lagi, supaya tidak rancu. Tapi orang Mesir agaknya tidak risau menghadapi kerancuan lotus. Lotus asli asal Mesir mereka sebut "Lotus of the Nile" dan lotus asal Asia mereka sebut "Sacred Indian Lotus". Nama sacred diberikan, karena bunga itu dipakai sebagai sesaii oleh para pemeluk agama Hindu di India.
Di antara anak buah bapak tentara yang menyerbu Mesir, ada yang membawa Ibiji lotus itu dari Asia Tengah sebagai bekal untuk ditanam di daerah jajahan. Sebab, daunnya yang muda bisa disayur di asrama tentara, sedangkan bijinya bisa dimakan sebagai jajanan, baik mentah maupun sudah diolah. Kalau biji itu ditumbuk menjadi tepung, ia bisa dibanting menjadi martabak medan perang.
v Seperti Saninten
Di kampung Melayu, "Sacred Indian Lotus" tidak kita sebut lotus, tapi seroja. Tanaman ini serba besar. Bunganya hisa sampai 20 cm kalau mekar, dengan tangkai yang kaku dan jelek. Walaupun begitu, warna bunganya yang merah jambu dimanfaatkan oleh orang Hindu sebagai sesaji bagi dewa Brahma dari India.
Seroja yang tumbuh liar di rawa dataran rendah pantai utara Jawa lebih banyak dimanfaatkan oleh penduduk Jakarta sebagai santapan jasmani daripada rohani. Mereka memungutnya dari rawa-rawa yang masih berupa rawa waktu itu, seperti rawa teratai, rawa belong, rawa mangun, rawa gatal.
Tangkai daunnya yang muda memang bisa disayur setelah dikerok kulit arinya yang kasar. Apalagi pucuk daun mudanya yang belum terbuka. Ini lumayan lezatnya kalau diurap atau dipecel. Daun yang sudah besar sampai bergaris tengah 30 Cm, dikumpulkan oleh penduduk tepi rawa untuk membungkus apa saja yang perlii dibungkus. Itu bisa mengganti daun pisang yang memang agak sulit ditanam di tepi rawa.
Bunga yang sudah diserbuki membentuk buah yang berbiji. Penampilannya tidak cantik lagi setelah mahkotanya luruh. Yang kini tampak hanya buahnya yang seperti penyemprot gembor. Mula mula menghadap ke atas, tapi kemudian merunduk karena tangkainya menyerah, keberatan muatan. Agaknya merunduk ini perlu, supaya kalau bijinya sewaktu-waku lepas karena sudah besar dan masak, jatuhnya ke tanah bisa mulus, tidak salah tingkah.
Biji ini biasanya hanya direbus dan dimakan sebagai kudapan, seperti biji lotus tentara Persia yang menyerbu Mesir dulu itu. Rasanya seperti kastanje, kata orang Belanda. Atau seperti biji saninten, kata mereka yang makan seroja, tapi belum pernah makan kastanje. Biji kastanje, Eropa Castanea sativa, kira-kira memang tidak beda jauh dari biji saninten Indonesia Castanea argentea.
v Tunjung Plin-plan
Di India dan Asia tenggara juga ada sejenis Nymphaea yang berbunga putih seperti teratai Eropa, tapi plin-plan. Kadang bunga itu mepet di permukaan air, kadang mencuat di atasnya. Kalau air tempat tumbuhnya dalam, ia tumbuh mepet, tapi kalau airnya dangkal, ia mencuat. Seharusnya ia tidak boleh disebut teratai lagi, supaya tidak rancu. Dalam hal ini, bapak-ibu kita dari kampung Melayu dulu sudah memberi nama khusus: tunjung putih, Nymphaea nouchali.
Di India, bunganya yang putih dipakai sebagai sesaji kepada Dewa Siwa. Karena itu, tanamannya banyak yang sengaja dibudidayakan di berbagai kolam dekat candi supaya mudah dipungut kalau tiba-tiba diperlukan.
Ada sejenis Nymphaea dari India" dan Asia Tenggara juga yang bunganya biru lembayung. Kadang merah ungu. Berbunganya juga waktu siang seperti tunjung, dan oleh orang Hindu dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang warna keramatnya biru lembayung. Tanaman yang lebih kecil daripada teratai dan lotus ini terkenal sebagai seroja biru, Nymphaea stellata. Terkadang masih disebut "teratai" biru, tapi sebaiknya dipanggil seroja biru saja, karena bunganya bertangkai panjang mencuat jauh di atas permukaan air seperti seroja-seroja pada umumnya.
v Untuk Ratu Victoria
Di Eropa dan Amerika, teratai yang tahan bernapas dalam lumpur musim dingin seperti teratai putih dikelompokkan sebagai hardy waterlily sedangkan jenis-jenis yang hidup di daerah tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan, dikelompokkan sebagai tropical waterlily.
Seroja Nelumbo kita sebenarnya hidup asli di daerah tropis Indo-Australia, tapi sampai sekarang belum dimasukkan ke kelompok tropis ini. Mungkin sedang menunggu. Sejenis teratai tropis yang pernah menarik perhatian dunia ada yang dimasukkan ke Kebun Raya Bogor dari Sungai Amazonnya Brasil via London, kira-kira pada abad XIX, ketika Inggris mendapat giliran menjajah Pulau Jawa. Ini boleh dikatakan raksasanya bunga teratai. Daunnya bisa sampai 1,5 m garis tengahnya, sehingga sebagai penghias taman ia hanya cocok untuk kolam besar yang paling sedikit satu lapangan sepakbola luasnya.
Bertahun-tahun lamanya para peneliti botani Inggris mencoba menangkarkannya di Kebun Raya Kew, London, tapi selalu gagal memperoleh bibitnya. Baru pada tahun 1849 akhirnya mereka berhasil. Dari Kew ini, teratai raksasa itu disebar ke seluruh penjuru dunia yang berminat, termasuk Kebun Raya Bogor kita.
Bunganya yang putih agak kuning gading hanya mau mekar pada waktu senja. Sekalipun siang esok harinya agak layu, namun pada malam berikutnya ia masih bisa mekar lagi dengan semangat baru. Bunga yang berbau nanas ini dipersembahkan kepada Ratu Victoria yang berkuasa di Inggris waktu itu. Tanamannya dinobatkan sebagai Victoria regia. Ratu itu niscaya tidak pernah bermimpi bahwa namanya dipakai untuk memanggil tanaman yang bernapas dalam lumpur. Bunganya tidak setiap hari muncul, sehingga bagian yang selalu tampak hanya daun raksasanya yang menakjubkan, bulat pipih seperti tampah. Daya dukungnya begitu kuat, sampai ia dapat diduduki oleh seorang anak. Terutama anak kurang gizi. Nah!
Alstroemeria, Bunga Potong dari Belanda
Alstroemeria, Bunga Potong dari Belanda
Bunganya mempunyai 6 helai mahkota. Tiga yang di luar berukuran lebih panjang dan lebih lebar, sedang tiga yang di dalam lebih pendek dan jauh lebih langsing. Mahkota bunganya mempunyai variasi warna dasar yang cantik sekali. Selain itu mahkota bunga bagian dalam masih mempunyai tambahan warna lain. Ada yang putih, putih kekuningan, serta kuning, bahkan ada yang hanya berupa gradasi dari warna dasarnya. Ada yang lebih tua ada yang lebih muda. Keindahan mahkota dalam ini masih ditambah lagi dengan adanya garis-garis pendek berwarna hitam.
Tanaman yang aslinya berasal dari Brasil ini memang masih bersaudara dengan bunga amarilis, karena keduanya memang merupakan anggota dari famili Amaryllidaceae. Sosok tanamannya berupa herba yang bisa tumbuh tinggi dan lebat. Batangnya tak berkayu sehingga tampak lunak dan banyak mengandung air. Daunnya langsing memanjang seperti bentuk daur akasia.
v Dari Negeri Belanda
Bunga potong ini pendatang baru dari Belanda. Alstroemeria harus ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Tanahnya harus diolah dengan baik, yaitu dengan mencangkulinya sampai gembur betul. Kemudian setiap satu meter persegi tanah yang telah diolah itu dicampuri pupuk kandang sebanyak kurang lebih 15 kg.
Bibitnya yang berupa rhizom ditanam dengan jarak 40 x 50 cm. Penanaman selanjutnya jarak tanamnya diperjarang menjadi 60 x 50 cm. Di Indonesia memang belum ada. Di samping itu setelah mencermati persyaratan tumbuh yang tertera di label tanaman tadi, ternyata kebun yang di Cibodas-Cianjur sesuai dengan yang dimaui tanaman ini. Untuk pertama kali diboyonglah rhizome dari alstroemeria untuk tanah seluas 200 m2 dengan jarak 40 x 50 cm, yang merupakan persyaratan minimal kalau membeli bibit tanaman ini. Jenisnya ada empat, yaitu Samora (yang berwarna salem), Jubilee (yang berwarna ungu), Canaria (yang berwarna kuning), dan King Cardinal (yang berwarna oranye).
Kemudian bibit itu ia tanam di kebun Cibodas yang ketinggiannya kurang. lebih 1.200 m dpl. Di tempat itu di bawah naungan atap plastik, suhu siang hari paling tinggi 30°C dan 18°C-20°C pada malam harinya. Hasilnya, ternyata alstroemeria bisa tumbuh dengan suburnya, dan delapan bulan berikutnya bunganya mulai muncul. Dan sejak itu hampir setiap hari ia bisa memanen bunganya. Tanaman ini sangat rajin berbunga.
Setelah rhizom tumbuh atau keluar daunnya, tanaman mulai dipupuk urea, TSP dan KCL dengan dosis secukupnya saja masing-masing sekitar l sendok teh per tanaman. Pemupukan dilakukan dua minggu sekali.
Perawatan lain yang dilakukan adalah penyiraman, satu kali setiap hari. Boleh dilakukan pagi atau sore hari. Kemudian setiap satu minggu sekali disemprot fungisida dan insektisida secara bergantian. Tindakan ini merupakan preventif saja, karena selama ini tanaman hias tersebut belum pernah diserang hama atau penyakit.
Delapan bulan setelah tanam, biasanya tanaman sudah mulai berbunga dan bunganya sudah siap dipanen untuk bunga potong.
Selama menanam alstroemeria memang belum ditemui hambatan. Hanya problemnya, bibitnya masih harus dipesan dari negeri Belanda, yaitu di Van Staaveren B.V., Legmeerdijk 303, 1431 GB AaIsmeer, Holland.
Bunganya mempunyai 6 helai mahkota. Tiga yang di luar berukuran lebih panjang dan lebih lebar, sedang tiga yang di dalam lebih pendek dan jauh lebih langsing. Mahkota bunganya mempunyai variasi warna dasar yang cantik sekali. Selain itu mahkota bunga bagian dalam masih mempunyai tambahan warna lain. Ada yang putih, putih kekuningan, serta kuning, bahkan ada yang hanya berupa gradasi dari warna dasarnya. Ada yang lebih tua ada yang lebih muda. Keindahan mahkota dalam ini masih ditambah lagi dengan adanya garis-garis pendek berwarna hitam.
Tanaman yang aslinya berasal dari Brasil ini memang masih bersaudara dengan bunga amarilis, karena keduanya memang merupakan anggota dari famili Amaryllidaceae. Sosok tanamannya berupa herba yang bisa tumbuh tinggi dan lebat. Batangnya tak berkayu sehingga tampak lunak dan banyak mengandung air. Daunnya langsing memanjang seperti bentuk daur akasia.
v Dari Negeri Belanda
Bunga potong ini pendatang baru dari Belanda. Alstroemeria harus ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Tanahnya harus diolah dengan baik, yaitu dengan mencangkulinya sampai gembur betul. Kemudian setiap satu meter persegi tanah yang telah diolah itu dicampuri pupuk kandang sebanyak kurang lebih 15 kg.
Bibitnya yang berupa rhizom ditanam dengan jarak 40 x 50 cm. Penanaman selanjutnya jarak tanamnya diperjarang menjadi 60 x 50 cm. Di Indonesia memang belum ada. Di samping itu setelah mencermati persyaratan tumbuh yang tertera di label tanaman tadi, ternyata kebun yang di Cibodas-Cianjur sesuai dengan yang dimaui tanaman ini. Untuk pertama kali diboyonglah rhizome dari alstroemeria untuk tanah seluas 200 m2 dengan jarak 40 x 50 cm, yang merupakan persyaratan minimal kalau membeli bibit tanaman ini. Jenisnya ada empat, yaitu Samora (yang berwarna salem), Jubilee (yang berwarna ungu), Canaria (yang berwarna kuning), dan King Cardinal (yang berwarna oranye).
Kemudian bibit itu ia tanam di kebun Cibodas yang ketinggiannya kurang. lebih 1.200 m dpl. Di tempat itu di bawah naungan atap plastik, suhu siang hari paling tinggi 30°C dan 18°C-20°C pada malam harinya. Hasilnya, ternyata alstroemeria bisa tumbuh dengan suburnya, dan delapan bulan berikutnya bunganya mulai muncul. Dan sejak itu hampir setiap hari ia bisa memanen bunganya. Tanaman ini sangat rajin berbunga.
Setelah rhizom tumbuh atau keluar daunnya, tanaman mulai dipupuk urea, TSP dan KCL dengan dosis secukupnya saja masing-masing sekitar l sendok teh per tanaman. Pemupukan dilakukan dua minggu sekali.
Perawatan lain yang dilakukan adalah penyiraman, satu kali setiap hari. Boleh dilakukan pagi atau sore hari. Kemudian setiap satu minggu sekali disemprot fungisida dan insektisida secara bergantian. Tindakan ini merupakan preventif saja, karena selama ini tanaman hias tersebut belum pernah diserang hama atau penyakit.
Delapan bulan setelah tanam, biasanya tanaman sudah mulai berbunga dan bunganya sudah siap dipanen untuk bunga potong.
Selama menanam alstroemeria memang belum ditemui hambatan. Hanya problemnya, bibitnya masih harus dipesan dari negeri Belanda, yaitu di Van Staaveren B.V., Legmeerdijk 303, 1431 GB AaIsmeer, Holland.
Bunga Lily yang Perlu Dimanja
Bunga Lily yang Perlu Dimanja
Bagaikan seorang gadis, Lily ini lebih anggun dari Star Gazer yang sudah lama popular. Tidak cuma itu, sebagai 'barang baru', permintaan di satu produsen, sudah lebih 2.000 kuntum per 3 hari. Apalagi kalau bunga elit ini telah popular di kalangan pemakai bunga, tidak mustahil permintaannya akan membengkak.
Lily memang bukan bunga baru. Tetapi Lily Casablanca merupakan jenis baru hasil introduksi dari Negeri Belanda. Jenis yang satu ini berwarna putih, diameter bunganya bisa mencapai 15 cm lebih dan wangi seperti bau 'tabac'. Bunga ini juga tahan lama. Demikian pendapat beberapa floris mengenai kelebihan bunga yang diimpor se-tahun laiu.
Meskipun didatangkan oleh importirnya dari Belanda, bukan berarti tanaman ini tidak bisa dibudidayakan di Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian tempatnya, minimal 1.200 meter dpl. Dia pernah mencoba menanamnya pada lahan dengan ketinggian 700 meter, tapi tangkai bunganya tidak setinggi bunga impor. Walaupun demikian, keindahan bentuk bunganya tidak berbeda. Sebenarnya budidaya tanaman ini tidak sulit. Hanya, pemekaran bunga ini selalu terjadi serentak, sehingga perlu dipikirkan pemasarannya.
v Termasuk yang mahal
Harga Lily Casablanca cukup mahal, paling mahal di antara lily-lily yang ada, meskipun bukan yang termahal di antara bunga elit. Harganya berkisar antara Rp 2.500,00-Rp 3.000,00 per kuntum pada hari biasa. Itu pun baru bunga yang ditanam sendiri oleh PT Tata Wisata, produsen dan importir bunga di Jakarta. Lain halnya dengan Iin Hasim, yang juga bisa memproduksi bunga ini, memasang harga Rp 2.000,00 per kuntum. Pada hari-hari besar seperti Lebaran, PT Tata Wisata mengimpornya dari Belanda dan menjualnya seharga Rp 5.000,00 per kuntum. Sebagai perbandingan, harga bunga Lily Star Gazer hanya Rp 5.000,00 per tangkai dengan jumlah bunga 3 kuntum.
Bunga Lily putih biasa (Lilium longif]orum) harganya Rp 1.500,00 per kuntum. Kalangan floris yang ada di kawasan Kebayoran Baru, umumnya menjual bunga ini dengan harga Rp 5.000,00 per kuntum pada hari biasa. Sedangkan pada hari lebaran mereka menjualnya Rp 7.000,00-Rp 7.500,00 per kuntum. Bunga impor memang lebih mahal karena daya tahannya lebih lama, bahkan Shofuroh, bagian pemasaran Echy Floris mengatakan bunga impor bisa tahan sampai 2 minggu dan tangkainya bisa lebih panjang, sekitar 1 meter.
Di toko-toko bunga, selain dijual lepas per kuntum Casablanca juga dijual dalam bentuk rangkaian. Demikian bagusnya bunga ini sehingga hanya rangkaian mahal saja yang diberi Casablanca. Harga rangkaian bunga yang ada Casablancanya minimal Rp 25.000,00-Rp 50.000,00 dan harga mak-simalnya Rp 150.000,00.
v Selalu Laris
Lily Casablanca rupanya cepat menjadi akrab di kalangan penggemar bunga. Lihat saja pemasarannya. Niar Usman Yamin, pemilik Yamin Flowers di Jakarta, setiap harinya bisa menjual 25 kuntum, itu pun habis diborong oleh hanya satu atau dua orang pembeli. Sedangkan Evi Sapuri dari Jaya Murni Flowers per harinya menjual 20 kuntum. Jumlah itu adalah gambaran hari biasa.
Menjelang hari lebaran, pasaran lebih ramai lagi. "Lebaran bisa dipastikan ramai", kata Shofuroh. Pendapat senada dikemukakan oleh Usdek Riyadi dari PT Tata Wisata dan Niar Usman Yamin. Pada saat-saat seperti itu kemampuan jual para floris itu naik pesat. Lebaran yang lalu Niar bisa menjual 1.200 kuntum. Bunga sebanyak inipun hanya pesanan khusus saja, belum lagi pembeli lewat yang terpaksa tidak mendapatkan Casablanca. Keadaan yang sama juga dialami oleh Shofuroh dan Evi Sapuri. "Kalau lebaran 100 kuntum juga habis", ujar Shofuroh. Lain halnya dengan Evi, dia bisa menjual 40-50 kuntum per hari.
v Masih Kekurangan
Sampai saat ini Casablanca masih merupakan barang langka. Di Indonesia produsennya baru ada dua, yaitu PT Tata Wisata dan Iin Hasim. Itupun stoknya tidak kontinu. Rupanya pihak Tata Wisata masih mengutamakan hari-hari besar saja. Lain halnya dengan Iin Hasim, dia menanam kalau ada pesanan. Demikian langkanya Casablanca sehingga hanya tersedia pada waktu tertentu saja, di luar lebaran dan natal. Bahkan Niar berkata: "Hasil tanam sendiri (Indonesia) hanya ada selama 1-2 hari saja, tidak sampai seminggu habis, dan 4 bulan kemudian baru ada lagi".
Permintaan Casablanca cenderung naik. Bahkan Usdek pernah terpaksa menolak permintaan sekitar 1.000 kuntum, pada hari lebaran yang lalu. Sedangkan Iin Hasim pernah menerima pesanan sebanyak 2.000 kuntum pada Juni yang akan datang. "Permintaan yang masuk banyak sekali", ujar Niar tanpa merinci berapa jumlahnya. Evi mengatakan bahwa stok bunga ini selalu kurang karena pemintaannya banyak.
v Peluangnya Terbuka
Stok Casablanca di pasar memang masih terbatas, baik itu harihari biasa maupun hari lebaran. Pada hari biasa pemasoknya jelas hanya PT Tata Wisata. Itupun tidak kontinu. Jika dalam waktu 4 bulan hanya ada satu kali produksi dan hasil tanam itu habis dalam waktu seminggu, tentunya masih ada 3 bulan lain yang kosong Casablanca. Memang pada hari-hari biasa pasarnya tidak terlalu ramai seperti pada saat lebaran, tapi hari Jumat, perayaan ulang tahun, hari perkawinan dan lain-lain dapat dimanfaatkan. Ini hanya akan terjadi pada 'masa perkenalan' Casablanca, saat para floris dipacu untuk menggunakannya.
"Prospeknya bagus," tutur Usdek ketika ditanya tentang prospek bunga mahal ini. Seperti halnya anggrek, meskipun bunga ini telah disaingi bunga-bunga impor baru, pasaran tetap bagus. Apalagi ditunjang keadaan pasar yang tanpa saingan. Lily putih biasa saat ini memang masih banyak digunakan. Bukan karena Lily putih biasa lebih indah, tapi karena bunga ini lebih mudah diperoleh. "Casablanca lebih besar dan mekar penuh. Jadi kalau ada, orang akan memilih Casablanca," tutur Iin Hasim yang sudah cukup lama menekuni bisnis hortikultura itu.
Kalangan floris sendiri mengaku peluang untuk mengusahakan bunga ini cukup besar. "Saya rasa kalau ada yang mau memasok secara rutin bisa ditampung, karena peminatnya banyak", ujar Evi yang pelanggannya dari kalangan rumah pribadi, instansi pemerintah dan kantor swasta itu. Bahkan Niar mengatakan berani memasarkan karena peminat bunga ini dari kalangan yang berkantung tebal. Kedua floris itu sependapat bahwa pemasaran Casablanca tidak ada masalah.
Dengan melihat stoknya di pasaran yang masih sangat terbatas dan kemungkinan budidayanya ada, tentunya peluang ini bisa dimanfaatkan.
Bagaikan seorang gadis, Lily ini lebih anggun dari Star Gazer yang sudah lama popular. Tidak cuma itu, sebagai 'barang baru', permintaan di satu produsen, sudah lebih 2.000 kuntum per 3 hari. Apalagi kalau bunga elit ini telah popular di kalangan pemakai bunga, tidak mustahil permintaannya akan membengkak.
Lily memang bukan bunga baru. Tetapi Lily Casablanca merupakan jenis baru hasil introduksi dari Negeri Belanda. Jenis yang satu ini berwarna putih, diameter bunganya bisa mencapai 15 cm lebih dan wangi seperti bau 'tabac'. Bunga ini juga tahan lama. Demikian pendapat beberapa floris mengenai kelebihan bunga yang diimpor se-tahun laiu.
Meskipun didatangkan oleh importirnya dari Belanda, bukan berarti tanaman ini tidak bisa dibudidayakan di Indonesia. Yang perlu diperhatikan adalah ketinggian tempatnya, minimal 1.200 meter dpl. Dia pernah mencoba menanamnya pada lahan dengan ketinggian 700 meter, tapi tangkai bunganya tidak setinggi bunga impor. Walaupun demikian, keindahan bentuk bunganya tidak berbeda. Sebenarnya budidaya tanaman ini tidak sulit. Hanya, pemekaran bunga ini selalu terjadi serentak, sehingga perlu dipikirkan pemasarannya.
v Termasuk yang mahal
Harga Lily Casablanca cukup mahal, paling mahal di antara lily-lily yang ada, meskipun bukan yang termahal di antara bunga elit. Harganya berkisar antara Rp 2.500,00-Rp 3.000,00 per kuntum pada hari biasa. Itu pun baru bunga yang ditanam sendiri oleh PT Tata Wisata, produsen dan importir bunga di Jakarta. Lain halnya dengan Iin Hasim, yang juga bisa memproduksi bunga ini, memasang harga Rp 2.000,00 per kuntum. Pada hari-hari besar seperti Lebaran, PT Tata Wisata mengimpornya dari Belanda dan menjualnya seharga Rp 5.000,00 per kuntum. Sebagai perbandingan, harga bunga Lily Star Gazer hanya Rp 5.000,00 per tangkai dengan jumlah bunga 3 kuntum.
Bunga Lily putih biasa (Lilium longif]orum) harganya Rp 1.500,00 per kuntum. Kalangan floris yang ada di kawasan Kebayoran Baru, umumnya menjual bunga ini dengan harga Rp 5.000,00 per kuntum pada hari biasa. Sedangkan pada hari lebaran mereka menjualnya Rp 7.000,00-Rp 7.500,00 per kuntum. Bunga impor memang lebih mahal karena daya tahannya lebih lama, bahkan Shofuroh, bagian pemasaran Echy Floris mengatakan bunga impor bisa tahan sampai 2 minggu dan tangkainya bisa lebih panjang, sekitar 1 meter.
Di toko-toko bunga, selain dijual lepas per kuntum Casablanca juga dijual dalam bentuk rangkaian. Demikian bagusnya bunga ini sehingga hanya rangkaian mahal saja yang diberi Casablanca. Harga rangkaian bunga yang ada Casablancanya minimal Rp 25.000,00-Rp 50.000,00 dan harga mak-simalnya Rp 150.000,00.
v Selalu Laris
Lily Casablanca rupanya cepat menjadi akrab di kalangan penggemar bunga. Lihat saja pemasarannya. Niar Usman Yamin, pemilik Yamin Flowers di Jakarta, setiap harinya bisa menjual 25 kuntum, itu pun habis diborong oleh hanya satu atau dua orang pembeli. Sedangkan Evi Sapuri dari Jaya Murni Flowers per harinya menjual 20 kuntum. Jumlah itu adalah gambaran hari biasa.
Menjelang hari lebaran, pasaran lebih ramai lagi. "Lebaran bisa dipastikan ramai", kata Shofuroh. Pendapat senada dikemukakan oleh Usdek Riyadi dari PT Tata Wisata dan Niar Usman Yamin. Pada saat-saat seperti itu kemampuan jual para floris itu naik pesat. Lebaran yang lalu Niar bisa menjual 1.200 kuntum. Bunga sebanyak inipun hanya pesanan khusus saja, belum lagi pembeli lewat yang terpaksa tidak mendapatkan Casablanca. Keadaan yang sama juga dialami oleh Shofuroh dan Evi Sapuri. "Kalau lebaran 100 kuntum juga habis", ujar Shofuroh. Lain halnya dengan Evi, dia bisa menjual 40-50 kuntum per hari.
v Masih Kekurangan
Sampai saat ini Casablanca masih merupakan barang langka. Di Indonesia produsennya baru ada dua, yaitu PT Tata Wisata dan Iin Hasim. Itupun stoknya tidak kontinu. Rupanya pihak Tata Wisata masih mengutamakan hari-hari besar saja. Lain halnya dengan Iin Hasim, dia menanam kalau ada pesanan. Demikian langkanya Casablanca sehingga hanya tersedia pada waktu tertentu saja, di luar lebaran dan natal. Bahkan Niar berkata: "Hasil tanam sendiri (Indonesia) hanya ada selama 1-2 hari saja, tidak sampai seminggu habis, dan 4 bulan kemudian baru ada lagi".
Permintaan Casablanca cenderung naik. Bahkan Usdek pernah terpaksa menolak permintaan sekitar 1.000 kuntum, pada hari lebaran yang lalu. Sedangkan Iin Hasim pernah menerima pesanan sebanyak 2.000 kuntum pada Juni yang akan datang. "Permintaan yang masuk banyak sekali", ujar Niar tanpa merinci berapa jumlahnya. Evi mengatakan bahwa stok bunga ini selalu kurang karena pemintaannya banyak.
v Peluangnya Terbuka
Stok Casablanca di pasar memang masih terbatas, baik itu harihari biasa maupun hari lebaran. Pada hari biasa pemasoknya jelas hanya PT Tata Wisata. Itupun tidak kontinu. Jika dalam waktu 4 bulan hanya ada satu kali produksi dan hasil tanam itu habis dalam waktu seminggu, tentunya masih ada 3 bulan lain yang kosong Casablanca. Memang pada hari-hari biasa pasarnya tidak terlalu ramai seperti pada saat lebaran, tapi hari Jumat, perayaan ulang tahun, hari perkawinan dan lain-lain dapat dimanfaatkan. Ini hanya akan terjadi pada 'masa perkenalan' Casablanca, saat para floris dipacu untuk menggunakannya.
"Prospeknya bagus," tutur Usdek ketika ditanya tentang prospek bunga mahal ini. Seperti halnya anggrek, meskipun bunga ini telah disaingi bunga-bunga impor baru, pasaran tetap bagus. Apalagi ditunjang keadaan pasar yang tanpa saingan. Lily putih biasa saat ini memang masih banyak digunakan. Bukan karena Lily putih biasa lebih indah, tapi karena bunga ini lebih mudah diperoleh. "Casablanca lebih besar dan mekar penuh. Jadi kalau ada, orang akan memilih Casablanca," tutur Iin Hasim yang sudah cukup lama menekuni bisnis hortikultura itu.
Kalangan floris sendiri mengaku peluang untuk mengusahakan bunga ini cukup besar. "Saya rasa kalau ada yang mau memasok secara rutin bisa ditampung, karena peminatnya banyak", ujar Evi yang pelanggannya dari kalangan rumah pribadi, instansi pemerintah dan kantor swasta itu. Bahkan Niar mengatakan berani memasarkan karena peminat bunga ini dari kalangan yang berkantung tebal. Kedua floris itu sependapat bahwa pemasaran Casablanca tidak ada masalah.
Dengan melihat stoknya di pasaran yang masih sangat terbatas dan kemungkinan budidayanya ada, tentunya peluang ini bisa dimanfaatkan.
Langganan:
Postingan (Atom)
