Kamis, 24 Desember 2009

Manfaat Rimpang Zanjabil

Manfaat Rimpang Zanjabil


Jahe yang telah disebut-sebut Al-Qur’an dengan istilah zanjabil 1(zingiber officinale) sebagai oplosan minuman penduduk surga, di negeri ini – yang berwarna merah - dikenal dengan Jahe pahit (Z.o. var. amarun) Halia padi (rasanya amat tajam) Sunti (Z.o. var. rubrum) Halia barah atau H. udang (merah) Jae, Jhai Bahing, Pemedas atau Sipadeh
Wilayah tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan (India) dan RRC, kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di Indonesia. Tanaman jahe biasanya ditanam di daerah beriklim panas, terutama di tanah gembur, kering dan subur. Jahe yang amat baik dihasilkan di Jamaika. Sri Langka dan Cina. Tanaman jahe bisa dipanen apabila daunnya telah menguning.
Zingiber officinale (jahe merah) merupakan tumbuhan herba menahun yang tumbuh liar di ladang-ladang berkadar tanah lembab dan memperoleh banyak sinar matahari. Batangnya tegak, berakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Tumbuhan semak berbatang semu ini tingginya bisa mencapai 30 cm - 1 m. Rimpang jehe berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan berwarna coklat beraroma khas. Bentuk daun bulat panjang dan tidak lebar. Berdaun tunggal, berbentuk lanset dengan panjang antara 15 - 28 mm. Bunganya memiliki 2 kelamin dengan 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga ini muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Biasanya jahe di tanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi (daerah subtropis & tropis) di ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Akarnya akar serabut.
Rimpang jahe mengandung kimia, seperti: minyak atsiri, damar, mineral sineol, fellandren, kamfer, borneol, zingiberin, zingiberol, gigerol (misalnya di bagian-bagian merah), zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A, B1, C dan protein. Minyak jahe berwarna kuning dan kental. Minyak ini kebanyakan mengandung terpen, fellandren, dextrokamfen, bahan sesquiterpen yang dinamakan zingiberen, zingeron damar, pati.

Tanaman jahe umumnya (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang tumbuh tegak dan merumpun dengan tinggi mencapai 0,4 - m. Jahe tumbuh pada ketinggihan 0-1.750 m dari permukaan alut dengan curah hujan 2000 mm pertahun, pada tanah yang gembur, subur dan cukup banyak mendapat sinar matahari.
Jahe dapat diperbanyak dengan memisahkan anakan atau dengan menanam rimpangnya. Rimpang yang akan ditanam sebaiknya rimpang yang sudah cukup tua dan memiliki 2-3 calon mata tunas. Penanaman jahe pada umumnya dilakukan dengan jarak tanam 25-30 cm x 40-60 cm tergantung jenis jahe yang akan ditanam. Pengolahan tanah dilakukan untuk menggemburkan tanah sedalam 10-25 cm. Pemupukan tanaman dilakukan dengan menaburkan pupuk kedalama masing-masing lubang tanaman :
Pada saat pengolahan tanah (sebelum penanaman) dengan pupuk kandang sejumlah 7.5-10 ton/ha. urea sejumlah 75-100 kg/ha. KCL sejumlah 75 kg/ha.
Pada saat tanaman berumur 45-60 hari dengan jenis pupuk dan dosis yang sama baik. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2-4 minggu dan penyiangan selanjutnya dilakukan 3-6 minggu sekali tergantung pada kondisi gulma yang tumbuh.

v Hama dan Penyakit Tanaman
Jahe sering terserang Layu bakteri Gejala serangan ditandai dengan layunya daun tanaman mulai dari bawah keatas yang akan diikuti dengan membusuknya tunas. Rimpang jahe yang terinfeksi akan mengeluarkan lendir putih jika dibelah. Pencegahan dilakukan dengan menanam bibit yang sudah cukup umur (9-10 bulan) dan direndam dalam bekterisida selama 10 jam. Lahan dari tanaman yang terserang penyakit ini sebaiknya tidak ditanami selama 2-4 tahun.
Selain itu juga lalat (mimegralla coeruleifrons macquart) Serangan lalat mengakibatkan tanaman layu dan kering sedang rimpangnya akan membusuk. Pemberantasan dilakukan dengan pemakaian nogos 50 EC


v Rimpang jahe dan produksi
Panen jahe dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 5-10 bulan. Untuk bumbu masak atau makanan, dibutuhkan jahe umur 5 bulan, sedang untuk industri jamu, dibutuhkan jahe berumur 9-10 bulan. Panen sebaiknya dilakukan pada musim kemarau pada saat seluruh daun mengering. Pada kondisi tanah yang subur dan pemeliharaan yang benar, dari 1 ton bibit jahe dapat dihasilkan jahe seberat 15-20 ton jahe gajah segar dan 10-15 ton jahe emprit atau jahe putih. Pada kondisi tanaman yang kurang terawat, rata-rata dihasilkan 5-7 ton jahe dari 1 ton bibit jahe.

v Kandungan dan Manfaat
Menurut Farmakope Belanda, Zingiber Rhizoma (Rhizoma Zingiberis- akar jahe) yang berupa umbi Zingerber officinale mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagai rumusan obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia. Di negara Malaysia, Filipina dan Indonesia telah banyak ditemukan manfaat therapeutis. Sejak dulu Jahe dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan Iainnya.
Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan. Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan sakit kepala. Jahe segar yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai obat luar untuk sebagai obat mulas. Rasa dan aromanya pedas dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.

Minyak atsirinya bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, anti inflamasi dan anti bakteri. Air perasan umbinya (akar tongkat) digunakan untuk penyakit katarak. Pada umumnya jahe dipakai sebagai pencampur beberapa jenis obat yaitu sebagai obat batuk, rnengobati Iuka luar dan dalam,melawan gatal (umbinya ditumbuk haIus) dan untuk mengobati gigitan ular

v Bagian yang Digunakan
Rimpangnya akan bermanfaat sebagai obat kuat, memperlancar ASI, mengobati batuk, membangkitkan nafsu makan, mencegah mulas, mengatasi perut kembung, mengobati serbat, gatal (obat luar), menyembuhkan luka (obat luar), mencegah sakit kepala (obat luar).dan menurunkan selesma (obat luar).

v Ramuan dan Takaran
¾ Untuk mengatasi Impotensi
1 ons jahe (+/- 1 ons Jahe Sulthon) 1 butir telur ayam kampung 1 butir jeruk nipis besar 1 sendok makan kecap manis 1 sendok makan madu murni 7 butir merica 3 kuncup laos Cara membuat: Rimpang jahe diparut diambil airnya atau Jahe Sulthon diseduh dengan air panas dengan air secukupnya, telur dikocok sampai halus. Jeruk nipis diperas diambil airnya, merica ditumbuk halus. Semua bahan dicampur dan diaduk rata. Ramuan yang sudah jadi ini diminum setengah jam sebelum beraksi.

¾ Mencegah Mulas
Hendaknya diperhatikan ramuan jahe merah (diparut) 3 rimpang, kemudian diperat dan diminum 3 kali sehari 1 sendok teh. Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari.
¾ Mengobati Serbat
Ramuannya adalah jahe 1 rimpang, bunga Cengkih 2 biji, buah kemukus 4 biji, buah cabai jawa 3 biji, sereh 1 ruas jari tangan, biji pala 1 / 5 butir, daun jeruk purut 1/2 lembar, kulit kayu manis sedikit, gula aren secukupnya, air 200 ml
Cara pembuatan: dibuat infus atau diseduh, kenudian diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml. Lama pengobatan diulang selama 4 hari.
¾ Memperlancar ASI
Ikan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kemangi.
¾ Sakit kepala dan Selesma (Influenza)
Penderita influenza biasanya merasa nyeri di punggung dan di pinggang (greges-greges). Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut penderita dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut: Sediakan jahe merah beberapa rimpang, air secukupnya Cara pembuatannya dipipis hingga berbentuk pasta. Cara pemakaian: tambahkan minyak kelonyo secukupnya dan gosokkan pada bagian badan yang terasa nyeri. Untuk sakit kepala ditempelkan pada pelipis dan belakang telinga penderita.

¾ Mengobati Selesma
Ramuan:Jahe Merah 1 rimpang, herba poko segar 1 genggam, buah kemukus 6 butir, biji jintan hitam 2 butir Air sedikit
Cara pembuatan:
Dipipis hingga berbentuk pasta. Cara pemakaian: pindahkan ramuan ke kain bersih dan ikat dengan tali, kemudian masukkan ke dalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan, agar mempercepat keluarnya keringat.


¾ Untuk Mengatasi Rematik
Ramuan 1: siapkan jahe merah segar 20 gram, temulawak 20 gram, cabe jawa 20 gram, kumis kucing 30 gram, daun komfrey 30 gram, dan air untuk minum 4 gelas.
Semua bahan dicuci bersih, rajang atau diiris tipis, lalu direbus. Tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian saring. Minum 2 kali pada pagi dan sore hari, sekali minum 1 gelas. Agar rasanya lebih segar, tambahkan 2 sendok makan madu dan perasan jeruk nipis.
Ramuan 2:
Siapkan jahe merah segar 20 gram, daun dewa segar 30 gram, irisan kering mahkota dewa 20 gram, daun meniran segar 30 gram, daun sendok 30 gram, dan air untuk minum 4 gelas. Semua bahan dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil-kecil, lalu direbus. Tunggu hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian saring. Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari, sekali minum 1 gelas. Bila suka, tambahkan madu.

¾ Untuk Mengatasi Keropos Tulang
Siapkan jahe merah segar 20 gram, kacang hijau 30 gram, biji cengkih 10 gram, kapulaga 10 gram, merica 15 gram, kayumanis 20 gram, dan air 4 gelas.
Bahan-bahan dicuci bersih dan dilumatkan atau dimemarkan. Rebus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, kemudian disaring. Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan. Sekali minum 1 gelas. Agar rasanya nikmat, bisa ditambahkan 2 sendok makan madu.


¾ Untuk Mengatasi Asma
Siapkan jahe merah segar 20 gram, daun sambiloto 30 gram, daun randu 30 gram, daun lampes 20 gram, dan air untuk minum 4 gelas. Semua bahan setelah dicuci bersih, diiris atau dirajang kecil. Rebus hingga air rebusan tersisa 2 gelas, lalu saring.
Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari setelah makan. Sekali minum 1 gelas. agar rasanya segar, bisa ditambahkan madu dan perasan jeruk nipis.

¾ Untuk Mengatasi Stroke
Siapkan jahe merah 20 gram, mengkudu 40 gram, pule pandak 20 gram, daun dewa 30 gram, daun ciremai 20 gram, air untuk minum 4 gelas. Setelah semua dicuci, dirajang atau diiris. Rebus dengan air 4 gelas hingga air rebusan tersisa 1,5 (satu setengah) gelas, kemudian saring. Minum tiga kali pada pagi, siang, dan sore setelah makan. Sekali minum setengah gelas.

¾ Menambah Gairah Seks
Siapkan jahe merah 15 gram, gingseng 30 gram, cabe jawa 20 gram, lada hitam 20 gram, air untuk minum 4 gelas. Semua bahan dicuci, direbus hingga air rebusan tersisa 2 gelas kemudian disaring. Minum 2 kali pada pagi dan sore. Sekali minum 1 gelas. Bisa tambahkan kuning telur 1 butir dan 2 sendok makan madu murni. Aduk hingga merata sebelum diminum.
Catatan: Agar lebih aman, tetaplah berkonsultasi dengan ahli tanaman obat atau ahli penyembuhan herbal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar