Selasa, 29 Desember 2009

Memperhatikan Kebutuhan Anak

Memperhatikan Kebutuhan Anak


Pada setiap tahapan pertumbuhan anak, kebutuhannya juga berbeda. Maka penyediaan dana atau dukungan finansialpun berbeda pula pada tiap tahapannya. Apa saja yang perlu dipersiapkan orangtua?
Setiap anak yang lahir ibarat gelas kosong dan bening yang harus diisi dengan air oleh orangtuanya. Air inilah yang akan membentuk karakter, kepribadian, pola pikir, dan pola sikap anak dalam mengarungi kehidupannya. Maka, ketika orangtua memutuskan untuk punya anak, perlu ada perencanaan yang matang tentang apa yang diharapkan dari anak tersebut, persiapan
apa saja yang harus dilakukan orangtua baik secara finansial, ilmu, ataupun fisik untuk dapat membimbing anak agar sesuai harapan, serta bagaimana mengatasi kendala yang dihadapi. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mengidentifikasi kebutuhankebutuhan anak selama tumbuh kembangnya sesuai dengan perkembangan usianya, dari balita, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa.

v Masa Balita
Masa ini sangat krusial terutama pada 5 tahun pertama (the golden age) saat seorang anak mempunyai potensi paling banyak untuk berkembang. Kebutuhan yang urgent untuk diberikan kepada anak dalam masa ini adalah memberi makanan dan minuman yang bergizi demi pertumbuhan jasmani anak. Bergizi tidak selalu mahal, maka perlu kreativitas dari seorang ibu untuk menciptakan menu makan bergizi, disukai anak dan tentu saja terjangkau harganya. Untuk itu perlu ada alokasi anggaran khusus karena biasanya menu makanan para balita ini tidak sama dengan orang dewasa. Selain makanan, anak juga perlu dilatih jasmaninya dengan olahraga yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak, seperti berenang, main bola, dan kegiatan lain yang bisa disesuaikan dengan anggaran keluarga.
Unsur penting lain yang sangat perlu diperhatikan adalah memberikan pendidikan yang tepat dalam rangka perkembangan mental dan intelektual anak. Bila memang periu, masukkan anak ke play group/ TK. Pilihlah yang terdekat dari rumah dan biayanya terjangkau, tetapi tentu saja tetap memperhatikan kualitas. Dengan bergabung ke playgroup, secara efektif anak diajarkan untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Pilihlah TK/playgoup yang Islami karena sedari dini anak sudah akan diajarkan pada soal keimanan dan pengembangan moral - spiritual. Sebagai tambahan, bila tersedia dana yang cukup, berikan mainan yang melatih kreativitas dan buku-buku bacaan yang menarik minat mereka untuk berlatih membaca.
Pada masa kanak-kanak unsur yang sangat penting dan non finansial adalah kasih sayang dan ungkapan cinta yang mendalam dari orangtua. Rasulullah SAW adalah figur terbaik dalam hal mencurahkan kasih sayang orangtua kepada anak. Kekurangan cinta menjadikan seorang anak kehilangan energi terbesar untuk membangkitkan semangatnya. Maka cintailah mereka apa adanya, baik kekurangan maupun kelebihannya.

v Masa Kanak-kanak - Remaja
Fase ini dimulai dari umur 7 tahun hingga 14 tahun. Kebutuhan pada fase ini lebih beragam dari fase sebelumnya sejalan dengan perkembangan usia anak. Pada fase ini anak sudah mulai bisa memilih barang yang disukai, termasuk benda-benda yang mendukung penampilannya, seperti busana atau assesoris yang sesuai mode. Maka, mau tak mau, orangtua perlu menyediakan dana untuk itu. Namun harus diingat, para orangtua perlu menekankan betapa pentingnya memenuhi ketentuan syariat dalam berpenampilan. Sedapat mungkin kamar tidur mereka juga sudah terpisah dari orangtua maupun saudaranya yang berlainan jenis.
Dana untuk menyediakan kamar terpisah tersebut harus pula disediakan, tentu disesuaikan dengan kemampuan. Untuk kebutuhan primer, seperti makanan dan minuman pun, mereka sudah punya pilihan sendiri berdasarkan seleranya. Maka, sangat perlu pula untuk menanamkan gaya hidup sederhana, menghargai hak milik, mampu memberi dan berbagi. Mereka diharapkan sudah mampu mengambil keputusan dalam membelanjakan uang serta menyimpannya dalam bentuk tabungan.
Pada tahap ini seorang anak mulai menunjukkan bakatnya. Maka pupuklah bakat mereka dengan mengarahkannya untuk menekuni kegiatan positif yang disukainya, seiain pendidikan formal, sehingga akan bermanfaat di kemudian hari. Orangtua pun perlu mempersiapkan alokasi dana khusus untuk pengembangan bakat anak, seperti les melukis, komputer, bahasa, dan sebagainya.
Pada tahapan ini anak juga punya kebutuhan psikis yang harus dipenuhi, seperti ketenangan jiwa dan emosi, serta kebutuhan penghargaan orang lain terhadap dirinya. Maka penanaman pendidikan keimanan sangat penting pada masa ini dan orangtualah teladan yang paling efektif bagi anak pada tahapan usia ini. Bila orangtua mampu secara finansial, tambahan les agama/mengaji bisa diberikan pada anak. Atau bisa pula mengirim anak untuk belajar di pesantren (full day school) tentu juga dengan memperhatikan kesiapan dan kemampuan anak itu sendiri.

v Masa Remaja – Dewasa
Fase ini dimulai pada usia 15 tahun ke atas, dimana anak telah mampu mengambil keputusan sendiri yang berkaitan dengan kebutuhannya terhadap benda. Orangtua tinggal mengarahkan mana yang sesuai bagi anaknya dan terjangkau kantong orangtuanya.
Dana pendidikan bagi anak pada tahapan ini perlu disiapkan lebih matang seiring tahapan kuliah yang dimasukinya. Pelajaran-pelajaran tambahan biasanya mereka perlukan, misalnya untuk menghadapi UMPTN. Terlebih saat sudah benar-benar memasuki dunia kampus yang berbiaya tinggi. Belum lagi fasilitas belajar lainnya yang memakan anggaran besar. Secara finansial pada masa ini alokasi terbesar untuk anak adalah dana pendidikan serta dana sosialisasi, semisal biaya gaul, mode, dan sebagainya.
Namun, daaa sosialisasi sebenarnya dapat ditekan seminimal mungkin bila sejak awal mereka sudah ditanamkan kesadaran tentang kesederhanaan. Pada tahapan ini seyogyanya anak mulai didukung untuk mencari peluang di sekitarnya yang mendatangkan uang, paling tidak untuk tambahan uang saku mereka. Tanamkan pengertian bahwa kita harus berusaha untuk meraih keinginan. Tumbuhkan kemandirian secara finansial pada usia ini. Upayakan agar anak bisa membeli barang yang ditnginkdn tanpa minta pada orangtua, entah dengan menyisihkan uang sakunya atau mencari tambahan penghasilan sendiri. Jangan lupa, figur orangtua sebagai teladan dalam penggunaan uang harus terus diupayakan agar pendidikan dalam soal finansial ini dapat efektif.
Tahapan tahapan di atas menunjukkan betapa peningkatan usia anak punya kebutuhan yang lebih beragam dan memerlukan dana yang semakin besar. Maka perencanaan keuangan Untuk anak, perlu dilakukah lebih dini, bahkan saat mereka masih dalam kandungan. Ingat, apapun yang Anda berikan secara material maupun non material akan menentukan masa depannya nanti. Maka, persiapkan dari sekarang. Mumpung belum telat!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar