Senin, 28 Desember 2009

Mendidik Anak Genius

Bapak Tauhid, yakni Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al-Qur'an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat dari kaumnya, nabi Ibrahim pindah bersama istrinya, bersama dengan nabi Luth dan beberapa orang lain yang menyertai mereka.
Pada masa Nabi Ibrahim, banyak orang yang menghuni dataran Mesopotamia dan di bagian Tengah dan Timur dari Anatolia tinggal orang-orang yang menyembah surga-surga dan bintang-bintang. Tuhan yang mereka anggap paling penting adalah "Sin" yaitu Dewa Rembulan. Tuhan mereka ini dipersonifikasikan sebagai seorang manusia yang berjenggot panjang, mengenakan pakaian panjang membawa rembulan berbetuk bulan sabit di atasnya. Keyakinan ini memunculkan banyak orang membuat hiasan gambar-gambar timbul dan pahatan-pahatan (patung) dari tuhan mereka itu dan itulah yang mereka sembah. Hal ini merupakan system kepercayaan yang tersebar luas ketika itu, yang mendapatkan tempat persemaiannya di Timur Dekat (Near East), dimana keberadaannya terpelihara dalam jangka waktu yang lama. Orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut terus saja menyembah tuhan-tuhan tersebut hingga sekitar tahun 600 M. Sebagai akibat dari kepercayaan itu, banyak bangunan yang dikenal dengan nama "ziggurat" yang dulu dipakai sebagai observatorium (tempat penelitian bintang-bintang) sekaligus sebagai kuil tempat peribadatan yang dibangun di daerah yang membentang sejak dri Mesopotamia hingga ke kedalaman Anatolia, di sinilah beberapa tuhan, terutama dewa(i) Rembulan yang bernama "Sin" disembah oleh publik.
Kehidupan pagan seperti itulah yang acapkali meletupkan berbagai pertanyaan genius beliau, bagaimana Allah bakal menghidupkan orang mati? Dan ketika menghadapi berhala yang akan diruntuhkannya, beliau pun sempat menghardik dengan pertanyaan, “Mengapa kalian tidak memakan hidangan di depan kalian?” Pertanyaan-pertanyaan sejenis ini jelas dianggap tabu (kurang ajar) oleh publik ketika itu. Bahkan Allah sendiri - dalam menanggapi pertanyaan yang pertama - sampai menghardik dengan firmannya: “Adakah engkau tidak beriman, Ibrahim!
Secara berani, beliau menghancurkan berhala Namrudz, simbol kekuasaan rezim tiran; penyebab ia dibakar dalam gejolak api, sehingga Jibril As. menyempatkan diri untuk berusaha menolongnya, namun dengan kegeniusannya, beliau menjawab, "Dia telah mengetahui kesemuanya, Anda tidak perlu bersusah payah menolongku!" Secara manuiawi, jawaban ini jelas membuat Jibril tersinggung berat.

v Anak Kurang Ajar
Kendati pun anak-anak genius seringkali bertindak kurang ajar menurut ukuran yang lazim, namun demikian, masalah integrasi sosial tetap ada. Bakat, kehausan akan ilmu, dan minat mereka amat berbeda dengan anak-anak sebaya. Hal itulah yang seringkali menghalangi pergaulan mereka. Akibatnya, mereka terkucil. Dengan orang dewasa, mereka juga suka "mendesak". Tingkah laku orang dewasa yang tidak konsekuen, jawaban orang dewasa yang mengelak pertanyaan, dan kepincangan-kepincangan yang ada membuat mereka protes.
Rasa ingin tahu anak-anak genius juga tak ada habis-habisnya, sehingga seringkali mengakibatkan mereka "terbentur". Mereka kelihatan seperti anak yang kurang ajar. Untuk menanggulangi masalah anak-anak elite itu adalah lebih baik diadakan berbagai macam lomba ilmiah yang menjadi wadah untuk mendorong bakat mereka.
Meskipun demikian, menurut Barbara Feger, pimpinan Lembaga Penasihat bagi Kemajuan dan Pengenalan Anak-anak Genius di Hamburg, kita tidak cukup hanya mengadakan lomba-lomba ilmiah saja. "Sekolah-sekolah harus mempunyai guru pembimbing yang kompeten," katanya. Anak-anak berinteligensia tinggi itu harus diberi tugas yang sudah direncanakan dengan cermat. Mereka juga harus dipikirkan untuk mengikuti kursus prestasi. Dalam kursus semacam itu, mereka bisa mengukur kemampuan diri di antara sesama anak-anak genius. Percobaan macam di atas sudah dilaksanakan di Baden-Wurttemberg dan Niedersachsen.
Anak yang genius dan cerdas tentu menjadi dambaan orang tua. Biasanya kecerdasan selalu dikaitkan dengan seberapa tinggi Intelligence Quotient (IQ) seseorang. Padahal, anak yang ber-IQ tinggi belum tentu menjadi anak yang sukses. Mereka yang sukses adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk mengerti dan mengendalikan emosinya. Kemampuan ini lebih lebih dikenal dengan Kecerdasan Emosional atau Emotional Intelligence (EI) yang diperkenalkan oleh Daniel Goleman.
Isaac Newton, ilmuwan paling besar dan paling berpengaruh yang pernah hidup di dunia, lahir di Woolsthrope, Inggris, tepat pada hari Natal tahun 1642, bertepatan tahun dengan wafatnya Galileo. Seperti halnya Nabi Muhammad, dia lahir sesudah ayahnya meninggal. Di masa bocah dia sudah menunjukkan kecakapan yang nyata di bidang mekanika dan teramat cekatan menggunakan tangannya. Meskipun anak dengan otak cemerlang, di sekolah tampaknya ogah-ogahan dan tidak banyak menarik perhatian. Tatkala menginjak akil baligh, ibunya mengeluarkannya dari sekolah dengan harapan anaknya bisa jadi petani yang baik. Untungnya sang ibu bisa dibujuk, bahwa bakat utamanya tidak terletak di situ. Ketika umurnya delapan belas dia masuk Universitas Cambridge. Di sinilah Newton secara kilat menyerap apa yang kemudian terkenal dengan ilmu pengetahuan dan matematika dan dengan cepat pula mulai melakukan penyelidikan sendiri. Antara usia dua puluh satu dan dua puluh tujuh tahun dia sudah meletakkan dasar-dasar teori ilmu pengetahuan yang pada gilirannya kemudian mengubah dunia.
Pertengahan abad ke-17 adalah periode pembenihan ilmu pengetahuan. Penemuan teropong bintang dekat permulaan abad itu telah merombak seluruh pendapat mengenai ilmu perbintangan. Filosof Inggris Francis Bacon dan Filosof Perancis Rene Descartes kedua-duanya berseru kepada ilmuwan seluruh Eropa agar tidak lagi menyandarkan diri pada kekuasaan Aristoteles, melainkan melakukan percobaan dan penelitian atas dasar titik tolak dan keperluan sendiri. Apa yang dikemukakan oleh Bacon dan Descartes, sudah dipraktekkan oleh si hebat Galileo. Penggunaan teropong bintang, penemuan baru untuk penelitian astronomi oleh Newton telah merevolusionerkan penyelidikan bidang itu, dan yang dilakukannya di sektor mekanika telah menghasilkan apa yang kini terkenal dengan sebutan "Hukum gerak Newton" yang pertama.
Ilmuwan besar lain, seperti William Harvey, penemu ihwal peredaran darah dan Johannes Kepler penemu tata gerak planet-planet di seputar matahari, mempersembahkan informasi yang sangat mendasar bagi kalangan cendikiawan. Walau begitu, ilmu pengetahuan murni masih merupakan kegemaran para intelektual, dan masih belum dapat dibuktikan -apabila digunakan dalam teknologi - bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah pola dasar kehidupan manusia sebagaimana diramalkan oleh Francis Bacon.
Walaupun Copernicus dan Galileo sudah menyepak ke pinggir beberapa anggapan ngelantur tentang pengetahuan purba dan telah menyuguhkan pengertian yang lebih jelas mengenai alam semesta, namun tak ada satu pokok pikiran pun yang terumuskan dengan seksama yang mampu membelokkan tumpukan pengertian yang kecil dan tak berdasar seraya menyusunnya dalam suatu teori yang memungkinkan berkembangnya ramalan-ramalan yang lebih ilmiah. Tak lain dari Isaac Newton-lah orangnya yang sanggup menyuguhkan kumpulan teori yang terangkum rapi dan meletakkan batu pertama ilmu pengetahuan modern yang kini arusnya jadi anutan orang.
Penerbitan pertama penemuannya adalah menyangkut penjungkir-balikan anggapan lama tentang hal-ihwal cahaya. Dalam serentetan percobaan yang seksama, Newton menemukan fakta bahwa apa yang lazim disebut orang "cahaya putih" sebenarnya tak lain dari campuran semua warna yang terkandung dalam pelangi. Dan ia pun dengan sangat hati-hati melakukan analisa tentang akibat-akibat hukum pemantulan dan pembiasan cahaya. Berpegang pada hukum ini, pada tahun 1668 merancang dan sekaligus membangun teropong refleksi pertama, model teropong yang dipergunakan oleh sebagian terbesar penyelidik bintang-kemintang saat ini. Penemuan ini, berbarengan dengan hasil-hasil yang diperolehnya di bidang percobaan optik yang sudah diperagakannya, dipersembahkan olehnya kepada lembaga peneliti kerajaan Inggris tatkala ia berumur dua puluh sembilan tahun.
Persembahan terbesarnya di bidang matematika adalah penemuannya tentang "kalkulus integral" yang mungkin dipecahkannya tatkala ia berumur dua puluh tiga atau dua puluh empat tahun. Penemuan ini merupakan hasil karya terpenting di bidang matematika modern. Bukan semata bagaikan benih yang daripadanya tumbuh teori matematika modern, tetapi juga perabot tak terelakkan yang tanpa penemuannya itu kemajuan pengetahuan modern yang datang menyusul merupakan hal yang mustahil.
Tetapi penemuan-penemuan Newton yang terpenting adalah di bidang mekanika, pengetahuan sekitar bergeraknya sesuatu benda. Galileo merupakan penemu pertama hukum yang melukiskan gerak sesuatu obyek apabila tidak dipengaruhi oleh kekuatan luar. Tentu saja pada dasarnya semua obyek dipengaruhi oleh kekuatan luar dan persoalan yang paling penting dalam ihwal mekanik adalah bagaimana obyek bergerak dalam keadaan itu. Masalah ini dipecahkan oleh Newton dalam hukum geraknya yang kedua dan termasyhur dan dapat dianggap sebagai hukum fisika klasik yang paling utama. Hukum kedua (secara matematik dijabarkan dcngan persamaan F = m.a) menetapkan bahwa akselerasi obyek adalah sama dengan gaya netto dibagi massa benda. Terhadap kedua hukum itu Newton menambah hukum ketiganya yang masyhur tentang gerak (menegaskan bahwa pada tiap aksi, misalnya kekuatan fisik, terdapat reaksi yang sama dengan yang bertentangan) serta yang paling termasyhur penemuannya tentang kaidah ilmiah hukum gaya berat universal. Keempat perangkat hukum ini, jika digabungkan, akan membentuk suatu kesatuan sistem yang berlaku buat seluruh makro sistem mekanika, mulai dari pergoyangan pendulum hingga gerak planet-planet dalam orbitnya mengelilingi matahari yang dapat diawasi dan gerak-geriknya dapat diramalkan. Newton tidak cuma menetapkan hukum-hukum mekanika, tetapi dia sendiri juga menggunakan alat kalkulus matematik, dan menunjukkan bahwa rumus-rumus fundamental ini dapat dipergunakan bagi pemecahan problem.
Newton bukan semata yang paling cerdas otak diantara barisan cerdas otak, tetapi sekaligus dia tokoh yang paling berpengaruh di dalam perkembangan teori ilmu.
Uraian di atas masih menyinggung satu sisi, yakni memperhatikan kesuksesan duniawi. Sebagai Muslim, tentunya kita, anak-anak kita sangat berkeinginan untuk sukses di dua kehidupan, dunya hasanah, akhirat hasanah, dan yang paling vital adalah qina adzaban naar.
Anak merupakan anugerah yang sangat agung dan satu amanah dan tanggung jawab bagi kedua orang tua yang akan ditanyakan nanti di hari Kiamat.
Ibnul Qayim berkata: "Barangsiapa menelantarkan pendidikan anaknya dan meninggalkan apa yang bermanfaat buat mereka, maka dia telah merusak masa depan anak; kebanyakan anak tidak bermoral hanya karena bapak mereka tidak peduli terhadap pendidikan mereka, sehingga para bapak tidak dapat mengambil manfaat dari anak, dan anak pun tidak akan memberikan manfaat kepada bapaknya ketika telah besar."
Untuk mendidik putra-putri agar menjadi asset pahala bagi orangtua, hendaklah diperhatikan kita-kita sebagai berikut:
§ Landasan utama dalam pendidikan anak adalah menanamkan nilai ubudiyah (menghamba) kepada Allah., serta memelihara dan menjaga agar terjauh dari berbagai kedurhakaan yang pada akhirnya membuat sengsara kehidupan mereka, bukan di akhirat saja, bahkan ketika di dunia.
Di antara nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita adalah bahwa seorang anak dilahirkan dalam kondisi fitrah (muslim). Dalam kondisi seperti ini, yang kita butuhkan hanya menjaga dan memeliharanya serta senantiasa membantu mereka agar tidak menyimpang dan tersesat.
§ Ayah dan ibu dianggap beribadah kepada Allah ketika mendidik, berinfak, menjaga, mengawasi, dan mengajari (anak-anaknya) bahkan sampai ketika membahagiakan mereka dan bercanda dengan mereka, apabila ayah dan ibu mengharapkan yang demikian itu, maka mereka akan mendapat pahala.
Memberikan nafkah kepada anak-anak adalah merupakan ibadah sebagaimana sabda Nabi Saw:
"Satu dinar yang engkau infaqkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infaqkan kepada hamba sahaya, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin dan satu dinar yang engkau infakkan kepada keluargamu, yang paling besar pahalanya adalah satu dinar yang engkau infaqkan kepada keluargamu." (HR. Muslim).
§ Ikhlaskan motivasi dan niat kepada Allah dalam mendidik anak, sebab tidak diragukan bahwa tujuan mendidik anak adalah mencari pahala dari-Nya. Janganlah kiranya, kita hanya dibuat sengsara merawat dan mendidik anak dengan tanpa bisa menuai manfaat apa pun kelak di akhirat nanti.
§ Jangan ditinggalkan mendoakan mereka agar lancar dalam pendidikannya, kelak kehidupan dunia dan akhiratnya dapat digapai dengan sukses. Doa adalah ibadah. Para nabi dan rasul telah berdoa untuk anak dan isteri mereka:
"Wahai Tuhan kami berikanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami." (Al-Furqan: 74)
Dan ketika Ibrahim berkata:
"Wahai Rabbku jadikanlah negeri ini negeri yang aman serta jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala-berhala." (Ibrahim: 35)
Pilihlah waktu-waktu mustajabah, saat doa cepat dikabulkan, dan jauhilah penghalangnya, rendahkanlah diri kepada Allah dan memohonlah agar Allah memberikan petunjuk kepada keturunan Anda.
§ Berikan rezeki dari harta yang halal dan menjauhi yang syubhat (samar) serta janganlah (sampai) terjatuh dalam haram. Sesuai sabda Rasulullah Saw:
"Setiap jasad yang tumbuh dari harta yang haram, maka neraka lebih pantas baginya."
§ Teladan yang baik adalah merupakan sarana tarbiyah yang sangat penting. Seorang anak akan sulit bersemangat melaksanakan shalat ketika orangtua tampak menyia-nyiakan shalat.
§ Sabar merupakan sebab-sebab terpenting dalam keberhasilan tarbiyah. Hendaklah Anda bersabar atas teriakan anak yang masih kecil dan jangan marah, bersabarlah ketika dia sakit, saat menasehatinya dan jangan bosan, saat Anda menunggu anak agar dia keluar bersama Anda untuk shalat, dan saat duduk di masjid setelah shalat Ashar agar anak Anda belajar bersama ustadz atau Anda sendiri. Dlan kondisi seperti ini, amat layak jika Anda bergembira, Anda telah berada pada track jalan jihad.
§ Shalat, adalah kewajiban yang sangat agung dan inti yang kedua dari kewajiban agama. Didiklah anak Anda agar tahu tentang keagungan shalat. Rasulullah Saw bersabda:
"Perintahkanlah anak-anak kalian shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka (jika meninggalkan) shalat pada usia 10 tahun."
Kita sebagai orangtua jangan hanya mampu menyayangi anaknya dari terpaan angin di musim dingin, tapi tidak mampu membangunkan anaknya untuk mengerjakan shalat. Bahkan kita hendaknya mampu bertindak menarik dan mengulur jiwa anak dalam menggapai ridha Allah.

§ Jagalah hak milik yang khusus dan organ-organ pribadi anak-anak, serta bersikaplah adil terhadap mereka dalam pergaulan dan pemberian serta perhatian dalam pendidikan mereka. Tumbuhkanlah dalam jiwa anak-anak Anda untuk megagungkan Allah Subhanahu, mencintai-Nya dan mengesakan-Nya, dan tanamkan akidah yang benar, peringatkan mereka dari terjatuh dalam akidah yang salah, perintahkan yang ma'ruf dan cegahlah dari yang mungkar serta doronglah mereka untuk melakukan hal tersebut, yang demikian akan membuat mereka teguh dalam beragama.
§ Piilihkan teman-teman mereka karena, jiwa seorang anak akan cepat merespon perilaku sahabat yang baik atau buruk. Dari itu sahabat yang baik akan amat bermanfaat bagi tumbuhkembang kejiwaan seorang anak. Rasulullah Saw bersabda:
"Seorang laki-laki akan menyesuaikan diri dengan agama teman dekatnya maka hendaklah seorang dari kalian melihat kepada siapa dia berteman dekat."
(HR. Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad).
§ Janganlah kiranya Anda mengajak mereka ke tempat-tempat yang didalamnya ada kemungkaran yang akan memperkeruh kejiwaan mereka. Jadilah Anda sebagai ayah, sahabat dan teman bagi mereka yang baik.
§ Tumbuhkanlah sifat pemberani bagi anak laki-laki, serta sifat malu dan kesucian dalam diri anak perempuan, berikan mereka pakaian yang layak dan bertanggungjawab, baik di depan publik atau pun menurut pandangan Allah.
Mari kita panjatkan doa, semoga diri kita, anak-anak kita, saudara-saudara Muslim kita semoga mereka selalu mendapat ma’unah, pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. Terutama, semoga anak-anak kita menjadi asset yang amat berharga untuk mendapatkan surga-Nya.
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Furqan: 74).
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku. Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah do`aku (QS. Ibrahim: 40).
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir.
Wala-haula wala quwwata illa bil’Lahil ‘Aliyyil ‘Azhim ■

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar