Kamis, 24 Desember 2009

Teh Sebagai Minuman Sehat

Teh Sebagai Minuman Sehat

Teh sebagai minuman penyegar sudah dikenal lama. Tetapi berbagai penelitian memaparkan teh bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, bahkan mencegah kanker.
Minum teh telah menjadi semacam "ritus" setidaknya di kalangan masyarakat Jawa. Kalau belum minum teh serasa belum pas. Pagi sebelum para anggota keluarga beraktivitas, teh nasgitel (panas, manis, dan kental) sudah tersaji di atas meja. Teh yang menyegarkan ini akan terhidang lagi di sore hari. Cuma kali ini biasanya ditemani nyamikan alias makanan kecil sebangsa singkong rebus, pisang goreng, atau jadah goreng.
Budaya minum teh tak cuma dikenal di masyarakat Jawa khususnya atau Indonesia pada umumnya. Di Jepang malah dikenal upacara minum teh yang lebih rumit dan dikenal dengan sado. Upacara ini berakar pada ajaran Zen Buddha sebagai perwujdan dari berkat yang diterima sehari-hari. Kini kebiasaan itu menjadi semacam tradisi untuk menghormati tamu.
Upacara ini diadakan di tea house, cha-shitsu, sebuah ruangan khusus. Upacara ini dijalankan dengan tata krama yang khas dan standar baku. Para tamu duduk dengan lutut di bawah. Sementara tuan rumah menempatkan diri di depan mereka. Di situ sudah tersedia berbagai peralatan: mangkuk untuk air buangan, sendok dari bambu, tempat teh, dan lainnya. Sebagian besar dari alat-alat ini dibersihkan dengan kain sutra. Bila tamu menginginkan minuman yang manis, tuan rumah segera mengambil gelas, memberi bubuk teh dengan air panas dalam mangkuk, lalu dengan hati-hati memutar mangkuk hingga akan terbentuk hiasan di salah satu mukanya. Acara minum teh ini biasanya berlangsung satu setengah jam. Jika dengan makanan kecil, diperlukan waktu lebih lama lagi, 3 - 4 jam. Hakikat dari seni minum teh ini ialah setiap pertemuan antar manusia mempunyai makna yang khusus. Pada biasanya tuan rumah memutuskan peristiwa-peristiwa apa yang akan dirayakan, dan peralatan teh macam apa yang akan dipilih. Saat tetamu datang dan merayakan bersama, maka tercipta hubungan yang erat di antara mereka. Sebuah mikrokosmos dalam lingkaran makrokosmos.


Tetapi ngomong-ngomong, tradisi minum teh itu sebenamya berasal dari daratan Asia, dan kemudian dilakukam di Jepang selama masa Kamakura (1192 - 1333) oleh pengikut Zen. Tujuannya agar mereka tetap terjaga selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen. Selama ahad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.
Teh yang kita kenal berasal dari dedaunan muda dan pucuk daun tanaman teh Camellia sinensis. Dua varietas utama yang populer adalah teh berdaun kecil asal Cina, Camellia sinensis sinensis, dan teh berdaun lebar asal Assam, India, C. sinensis assamica.
Menurut legenda, teh sudah dikenal di Cina sekitar tahun 2700 SM sebagai minuman kesehatan dengan merebus daunnya di air mendidih: Publikasi pertama cara penanaman, pemrosesan, dan cara mengkonsumsi muncul pada tahun 350 M. Sekitar tahun 800 M benih pertama teh mulai masuk ke Jepang.
Teh dipilah-pilah berdasar asalnya sehingga dikenal teh Cina, Sri Lanka, Jepang, Indonesia, atau Afrika. Tapi penggolongan yang paling penting adalah berdasarkan pemrosesannya. Dalam hal ini dikenal tiga kelompok. Teh fermentasi (hitam), nonfermentasi (hijau), dan semifermentasi (pouchong). Teh hijau banyak dihasilkan dari teh asal Cina dan umumnya ditanam di Jepang, Cina, Malaysia, dan Indonesia. Teh hanya berisi empat kalori per gelas bila dikonsumsi tanpa bahan tambahan lain. Di dalamnya terkandung vitamin B-kompleks, termasuk B, dan asam nikotin. Rasa teh dihasilkan oleh minyak volatil dan astrigency. Sementara warnanya oleh tanin. Astringency dan perkembangan rasa meningkat semakin lama.

v Pelangsing
Dari sekadar minuman penyegar, khasiat teh pun berkembang ke mana-mana, seperti pelangsing tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Teh pelangsing yang marak di pasaran umumnya berupa campuran daun teh Theae folium dan bahan tambahan berupa empat macam bahan tradisional. Dengan perbandingan Theae folium 80% dan ekstrak bahan tambahan 20% yang meliputi kayu rapat, adas, jati belanda, dan temu giring. Ada lagi yang menambahkan akar wangi, akar alang-alang, dan lainnya. Teh pelangsing sering disebut-sebut bisa mengurangi lemak dalam tubuh.
Sayang sekali semua itu hanya berdasarkan data empiris. "Secara laboratoris teh pelangsing memang belum diketahui kandungan unsur-unsur di dalamnya," ujar Dr. Budiono Santosa, M.D., Ph.D., dari Pusat Studi Farmakologi Klinik dan Kebijakan Obat, Universitas Gadjah Mada. Meski belum jelas kandungan zatnya, sejumlah literatur dan pengalaman orang menunjukkan adanya khasiat dari masing-masing bahan ramuan yang berkaitan dengan urusan pelangsingan tubuh. Bahan dasar teh pelangsing yang berupa tunas dan daun muda diketahui memiliki beberapa khasiat.
Minum. teh dapat menyegarkan tubuh dan pikiran karena teh mengandung kafein 3 - 5%. Zat ini akan mendorong aktivitas mental dan memperbaiki pencernaan makanan dalam lambung. Pencernaan makanan yang baik akan membakar lemak dalam tubuh lebih efisien. Bagi yang berdiet, proses ini membantu mengurangi bobot badan kalau diminum pada saat perut masih kosong.
Dalam pengamatan dr. Leane M.Sc., seorang ahli gizi, sifat menonjol dari teh pelangsing adalah diuretiknya. Orang yang mengkonsumsi produk tersebut akan sering buang air air kecil, sehingga sel ikut mengecil karena cairan sel berkurang. Sementara itu teh hijau naik daun sejak Itaro Oguni dari Universitas Shizuoka menemukan fakta bahwa penduduk Shizuoka yang gemar minum teh hijau itu ternyata lebih jarang terserang kanker lambung daripada orang Jepang propinsi lain yang tidak membiasakan diri minum teh hijau. Zat penting yang ditemukan Itaro dalam tanin teh hijau ini adalah epigallocatechin-galat.
Diduga, zat inilah yang mencegah kanker pada penduduk Shizuoka. Untuk membuktikan itu zat tersebut disuntikkan pada tikus percobaan yang sebelumnya diberi natrium nitrit dan sarkosin pembentuk nitrososarkosin yang merangsang pembentukan tumor tenggorokan. Hasil penyuntikan tanin untuk melawan tumor (buatan) itu ternyata positif. Tikus itu sembuh tumornya.


Budaya minum teh hijau konon masuk dari Cina sekitar tahun 800 M. Para rahib Jepang yang belajar di Cina membawa teh yang bisa digunakan sebagai obat. Bahkan pada masa Kamakura, rahib Eisai membukukan berbagai khasiat teh itu dalam buku Maintaining Health By Drinking Tea (1211)
Prof. Shimamura Tadahosu dari Universitas Showa yang hanyak meneliti komposisi kimia teh mengatakan, teh hitam sudah dikonsumsi di Inggris pada pertengahan abad ke-19 ketika epidemi kolera menyerang. Sementara masyarakat jepang mengkonsumsi teh hijau saat makan sushi (ikan mentah) yang berfungsi sebagai antibakteri.

v Menurunkan tekanan darah Tinggi
Di samping bisa mencegah kanker seperti penelitian Itaro, the hijau dipercaya bisa mencegah kanker seperti penelitian Itaro, the hijau bisa pula mencegah berbagai penyakit seperti menghambat terbentuknya kolesterol darah tinggi, menurunkan kadar gula darah, memperlambat penuaan, dan menyegarkan badan.
Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit. Seperti diketahui ada dua tipe kolesterol kolesterol buruk (LDL) dan kolesterol baik (HDL). Akumulasi LDL pada pembuluh darah bisa memicu terjadinya aterosklerosis. Sementara kolesterol baik (HDL) mencega perluasan kolesterol jahat itu. Nah, catechin yang terkandung dalam teh hijau bisa mencegah pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh kolesterol jahat.

Tingginya tekanan darah merupakan masalah serius. Senyawa kimia yang dikenal dengan angiotensin 11 punya peran membentuk tekanan darah tinggi. Sementara enzim yang dinamakan angiotensin converting enzim bisa menguhah angiotensin menjadi sangat kuat dan memacu timbulnya tekanan darah tinggi. Catechin dalam teh hijau terbukti menghalangi aktivitas ACE dan menekan produksi angiotensin untuk menghambat tekanan darah tinggi.
Dalam hal mencegah ketuaan, teh hijau berperan seperti antioksidan yang sangat kuat. Seperti kita ketahui, oksigen yang kita hirup punya dua sisi menguntungkan dan merugikan. Ia berperan dalam metabolisme, tetapi sebagai radikal bebas, oksigen akan mengoksidasi membran sel yang selanjutnya merusak DNA dan lemak. Lipid peroksida yang terbentuk akan mempercepat penuaan. Nah, salah satu cara mencegahnya adalah dengan cara mengkonsumsi antioksidan seperti vitamin E, C ataupun teh hijau.

v Teh Hitam Penyembuh Liver
Teh sebagai minuman, banyak yang mafhum. Teh sebagai obat? Boleh jadi sedikit yang tahu. Banyak bukti ilmiah yang mendukung bahwa daun Chamellia sinensis itu berkhasiat obat. Simak riset Ethan Basch, MD, peneliti dari Massachusetts College of Pharmacy, Amerika Serikat. Ethan tidak meneliti sembarang teh, tetapi hanya teh hitam dari pucuk tanaman anggota famili Theaceae itu. Riset pada 2006 itu membuktikan teh hitam menstimulasi sistem saraf pusat, memberikan efek menenangkan, meningkatkan detak j antung, dan diuretik.
Saraf pusat yang terangsang sistem pengendali irama dan gerak fisik menjadi terkendali. Dampaknya, pengaturan serapan nutrisi lebih baik. Daunnya kaya polifenol, tanin, mineral, vitamin, clan antioksidan. Yang disebut terakhir membantu kerja lever lebi>1 efektif, sehingga tingkat metabolisme jadi lebih cepat. Akibatnya proses penyembuhan penyakit pun lebih optimal.
Itulah yang dialami Ekawati Faziah di Gemoh, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sejak 1990 ia menderita penyakit akibat infeksi virus itu. Saat itu, Eka sangat sibuk. Sebagai ibu 6 anak sekaligus guru Taman Kanak-kanak tenaganya tersita setiap hari. Perempuan kelahiran BanytYmas 49 tahun silam itu juga mengelola toko busana. Kesibukan itu kerap menyebabkan, makan tidak teratur dan kurang minum. Sementara aktivitas sehari-hari menuntut stamina prima. Ia kerap mengabaikan nyeri perut kanannya. Namun, lama-kelamaan nyeri itu menyiksa. "Rasanya sakit sekali, seperti ditusuk ribuan jarum;' kata Eka melukiskan.

v Sembuh & kambuh
Dokter yang ia datangi mendiagnosis gangguan empedu. "Yang sakit kan perut kanan bagian dalam, kemungkinan empedunya terganggu; ujar Eka mengutip perkataan dokter. Setelah rutin mengkonsumsi obat resep dokter, rasa nyeri kadang berkurang. Namun, kondisi tubuhnya tak membaik bahkan lebih parah. Tubuh terasa lesu. Selain itu, perut juga mual sehingga enggan makan. Meski begitu, ia tetap mengkonsumsi obat dari dokter selama dua tahun.
Sayangnya, tanda-tanda kesembuhan belum juga datang. Oleh karena itu ia menuruti saran keluarga untuk mengecek kesehatan ke sinshe. "Empedu tidak bermasalah, yang bermasalah justru lever;" Eka mengulang perkataan sinshe di Temanggung. Sinshe meresepkan sebuah ramuan berbahan baku mahkota dewa, mimba, sambiloto, temulawak, dan pegagan. Semuanya direbus dalam air dan diminum 3 kali sehari.
Sebulan berselang, rasa sakit hilang. Tubuhpun bertenaga kembali. Oleh sinshe, Eka dinyatakan sembuh. Namun, 2 tahun setelah itu levernya kambuh lagi. Itu bermula pada 1994 pasca melahirkan anak ke-8. Anak ke-7 baru lahir setahun sebelumnya.

Wajar jika kesibukannya bertambah kerap merasa lemas dan pusing. “Ketika dibonceng anaknya ke toko, ia turun dari motor "Badan lemas, pandangan juga berkunang-kunang;” katanya. pemeriksaan dokter, tekanan darahnya: hanya 70/80 mmHg; normal 120/80 mmHg. Kadar Hb dalam darah pun hanya 7 mg/dl padahal normalnya 12 mg/dl.
Pemeriksaan itu juga menunjukkan bahwa lever Eka lagi-lagi bermasalah karena membengkak sekaligus komplikasi jantung dan ginjal. Kondisi itu menyebabkan wanita itu beristirahat total selama 5 bulan, sampa-sampai toko busananya ditutup. Praktis selama kurun waktu itu ia tidak beraktivitas. "Rasanya membosankan sekali, karena biasanya aktif;" katanya. Meskipun kondisinya kian parah tapi ia enggan mengkonsumsi obat dokter.
Putri sulungnya, Ryan Latifah, menawarkan serbuk teh hitam. Setiap pagi, siang, dan malam.setengah sendok teh bubuk teh hitam diseduh dalam segelas air panas. Hari pertama mengkonsumsi teh hitam menimbulkan efek diare. Keringat keluar membanjiri tubuh. "Tapi terus saya minum karena menurut anak saya reaksi awalnya memang begitu,” kata Eka. Setelah sepekan rutin mengkonsumsi teh hitam, tubuh kembali bertenaga. Mual dan pusing tidak lagi terasa. Hasil pemeriksaan dokter sebuah klinik menunjukkan, levernya kembali normal.
Beragam penyakit lain, seperti darah rendah dan mag juga sirna. Sebulan setelah mengkonsumsi teh herbal, Eka sanggup menempuh perjalanan Temanggung-Solo dengan mengendarai motor. "Tidak terasa lelah sama sekali," katanya. Itu perubahan besar baginya. Penampilannya pun lebih segar dengan bobot tubuh bertambah dari 44 kg menjadi 49 kg.

v Kandungan Katekin
Menurut Prof Dr Maximilian, M.D.,PhD, dokter sekaligus konsultan kesehatan di Solo, mayoritas penderita kerusakan hati karena infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan kebiasaan nengkonsumsi minuman beralkohol. Dapat pula akibat infeksi lain berupa obat, racun, dan autoimun. Menurut Hj Sarah, herbalis di Bandung, Jawa Barat, sebagian pasien (10%) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total. Jika penyakitnya menjadi kronik akan berlanjut menjadi sirosis.
Maximilian mengatakan, konsumsi teh hitam memperbaiki sel-sel tubuh sehingga metabolisme meningkat. Akibatnya, antibodi dalam tubuh naik, penyakit pun dapat dengan mudah diatasi. Tetapi jangan sembarangan minum the hitam,” ujar alumnus Fakultas Kedokteraniversitas Gadjah Mada mengingatkan. Sebaiknya minumlah teh hitam yang sudah difermentasi. Proses fermentasi mampu mengaktifkan 450 senyawa alamiah yang ada dalam teh. "Semua senyawa itu berperan meningkatkan daya tahan tubuh," kataanya.
Salah satu senyawa dalam daun teh yang tersohor adalah katekin. Katekin adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat daripada vitamin E, vitamin C, dan betakaroten. Dalam teh terdapat beragam katekin, yaitu epigallo katekin-gallate (EGCC), epigallokatekin (EGC), epikatekin-gallate (ECG), gallokatekin, dan katekin. Selain katekin, teh juga mengandung flavonoid, fluoride, magnesium, vitamin E, dan vitamin K. Semua senyawa aktif itu mampu mencegah dan mengatasi berbagai macam penyakit bila teh dikonsumsi secara kontinu.

v Cantik dengan Teh Hitam
Anda ingin cantik sempurna? Tak usah datang ke salon apalagi hingga mela-kukan perawatan berjam-jam. Cukup dengan memanfaatkan khasiat teh hitam, Anda akan cantik dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ingin tahu?
Biasanya orang lebih mengenal teh hijau (green tea) untuk kecantikan. Namun, teh hitam juga tak kalah berkhasiat untuk mempercantik seorang wanita. Bahkan, rasa dari teh hitam lebih khas, karena teh ini lebih pahit.
Teh hitam juga tak kalah khasiatnya dengan teh lainnya karena jenis teh hitam lebih sempurna hasil fermentasinya. Teh hitam itu sudah sejak lama digunakan oleh bangsa Cina dan Jepang. Selain itu, teh hitam juga berkhasiat untuk kecantikan wanita karena teh ini lebih sempurna hasil fermentasinya.

v Atasi Bau Kaki
Teh hitam bisa digunakan untuk menghilangkan dan mengatasi permasalahan seputar kaki, terutama problem bau kaki. Sebab kandungan vitamin C dan E yang terdapat pada daun teh hitam bisa memerangi zat radikal bebas yang masuk ke dalam kulit.
Caranya juga mudah. Cukup mengoleskan air rebusan teh di sekitar kaki secara rutin pada siang dan malam hari. Namun, sebelumnya kaki harus direndam menggunakan Bathsalt terlebih dahulu. Niscaya, dalam beberapa waktu bau kaki akibat jamur atau bakteri akan hilang.

v Kecantikan Mata
Teh hitam juga bisa digunakan untuk mempercantik mata. Seringkali karena lelah bekerja dan terlalu lama berada di depan komputer, mata menjadi sembab atau muncul lingkaran hitam. di sekitar mata. Dengan memanfaatkan teh hitam, lingkaran itu bisa dihilangkan.
Caranya juga mudah, yaitu cukup menyeduh dua kantong teh celup hitam ke dalam satu cangkir. Setelah itu, simpan dua kantong teh celup tersebut ke dalam lemari es. Diamkan selama minimal 6-12 jam. Setelah itu, gunakan dua kantong teh celup tersebut untuk mengkompres bagian lingkaran hitam di sekitar mata. Letakkan satu teh celup masing-masing untuk satu mata. Oleskan secara merata pada bagian lingkaran hitam di sekitar mata secara rata. Lalu, diamkan seiama 20-30 menit. Lakukan aktivitas ini secara rutin setelah bangun tidur.

v Hilangkan Jerawat
Apabila Anda mempunyai masalah dengan jerawat, teh hitam juga bisa digunakan sebagai solusinya. Apalagi, kandungan tanin dalam teh juga baik untuk kulit. Selain menolak debu yang mengakibatkan jerawat, teh hitam juga bisa mengencangkan kulit akibat terbakar sinar matahari.
Untuk mengatasi masalah jerawat, seduh secangkir teh hitam dengan satu kantong teh celup seperti biasa. Kemudian angkat kantong teh celup, lalu kompreskan kantong teh celup yang masih hangat tersebut pada wajah Anda yang berjerawat. Lakukan hal ini beberapa menit secaa rutin setiap hari.Jangan membilas wajah setelah mengompreskan kantongan teh celup tersebut pada wajah. Karena itu, lebih baik bila Anda melakukan aktifitas ini setelah wajah dibersihkan sebelum akan tidur.

v Hitamkan Rambut
Teh hitam juga bisa mempercantik keadaan rambut Anda. Apalagi, untuk rambut yang warnanya tidak hitam mengkilap. Dengan rajin memberi seduhan teh hitam pada rambut usai keramas, maka rambut akan tumbuh lebih hitam dan mengkilap. Caranya setiap akan keramas, seduhlah terlebih dahulu dua cangkir teh hitam. Untuk menghitamkan rambut, rebus (seduh) teh hitam sampai mengental. Lalu biarkan teh seduhan tersebut dingin. Kemudian gunakan untuk membilas rambut yang sudah di sampo terlebih dahulu. Setelah itu, bilas kembali rambut dengan air bersih.

v Lembabkan Bibir
Satu lagi masalah yang dapat diatasi dengan menggunakan teh hitam adalah bibir kering. Biasanya karena suka berganti lipstik, terlalu lama berada di ruangan ber-AC, terkena sinar matahari secara langsung, dan lupa tidak memakai lip balm, bibir menjadi mudah kering karena kadar air dalam bibir berkurang.
Namun, dengan perawatan menggunakan teh hitam, kelembaban bibir dapat tetap terjaga dan nampak halus. Caranya, seduh secangkir teh dengan satu kantong teh celup. Angkat kantong teh yang masih hangat, lalu gunakan untuk membersihkan bibir secara merata selama 5-10 menit.
Sebaiknya setelah mengoleskan teh celup pada bibir, jangan membilas bibir Anda dengan air. Karena, kandungan vitamin yang ada pada teh celup akan hilang. Oleh sebab itu, biarkanlah olesan teh tersebut di bibir Anda selama beberapa jam ke depan tanpa membilasnya atau lakukan aktifitas ini sebelum Anda tidur.

v Rahasia Menyeduh Teh
Bagi Anda yang gemar minum teh, ada rahasia menyeduh teh yang bermanfaat pula untuk kesehatan, yaitu:
1. Saat menyeduh
Untuk mendapatkan hasil seduhan teh yang sempurna dan baik untuk kesehatan, gunakanlah air matang ketika menyeduh. Upayakan puia Anda menggunakan air yang berasal dari sumber mata air.
2. Cuci daun teh
Sebelum Anda menyeduh air dengan. teh, terlebih dahulu cucilah daun teh dengan menggunakan air panas secukupnya pada seduhan pertama. Kemudian digojog beberapa saat sebelum airnya dibuang. Hal ini bermanfaat untuk membuang debu yang masih menempel pada teh dan membuat rasa teh menjadi lebih nikmat.
3. Hindari air mendidih
Saat akan menyeduh teh, hindarilah air yang baru saja mendidih. Suhu air panas yang baik untuk menyeduh teh adalah berkisar antara 80-90° celcius. Hal' ini dimaksudkan agar kandungan antioksidan yang ada dalam daun teh tidak menjadi rusak.
4. Teh basi
Jangan pernah menyeduh (meminum) teh yang sudah basi. Sebab, teh basi bisa membuat diare. Ciri teh basi adalah yang sudah didiamkan selama 24 jam ke atas. Memang teh basi bisa digunakan untuk merawat kulit, namun tidak baik bila diminum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar