Kamis, 24 Desember 2009

Tomat Cherry Santa yang Manis



Menarik, tomat ini buahnya sangat lebat. Malainya yang panjang berisi 20- 30 buah keluar dari setiap ketiak tunasnya, bersusun dari bagian bawah sampai atas batang. Ada beberapa varietas tomat cherry, dan varietas santa tergolong baru. Dari segi bentuk dan kemanisan, varietas santa memang agak berbeda dengan yang lainnya. Bentuknya lonjong, tidak bulat seperti biasanya, dan tingkat kemanisannya pun relatif tinggi sehingga jauh lebih manis dari tomat lain. Ukuran buah, warna kulit, kelebatan buah di pohon, serta karakteristik tanamannya hampir sama dengan tomat cherry lain.

Sifat-sifat tanaman
Tomat cherry varietas santa memiliki batang kokoh dengan panjang yang tidak terbatas karena pertumbuhannya 'indeterminate'. Daunnya jarang, tahan terhadap virus dan penyakit bercak daun. Bentuk buahnya lonjong berukuran kecil, berwarna merah menyala, tidak mudah retak, dan tahan simpan. Berat buah sekitar 14 gram, bijinya sedikit, daging buahnya yang agak tebal berkadar gula 9,8% (varietas lainnya 6%).
Jika ditanam di daerah yang cocok dengan lingkungan tumbuhnya, seperti di Bandung atau Ambarawa, ia bisa tumbuh iebih genjah. Pembungaannya serentak, sehingga pada umur sekitar 3 bulan tanaman sudah sarat dengan buah. Dari 2 cabang yang dipelihara per pohon dapat dihasilkan lebih dari 500 buah. Umur 85 hari setelah dipindahtanamkan buah-buah muda yang berwarna hijau mulai memerah dan siap untuk dipanen.
Cara Tanam dan Pemeliharaan
Santa cocok ditanam di daerah dataran tinggi di atas 700 m dpl. dengan sinar matahari yang cukup dan drainase air yang baik. Penanamannya dilakukan pada guludan-guludan yang telah digemburkan dengan pupuk kandang dan campuran pupuk anorganik Urea, ZA, TSP, KCI, masing-masing 10-20 ton, 300 kg, 700 kg, 400 kg, 500 kg per hektar. Guludan kemudian ditutup mulsa atau plastik hitam perak untuk mengurangi hama dan penyakit, mencegah tumbuhnya gulma, dan menjaga kebersihan buah.

Jarak tanam yang dipakai 75 cm x 45 cm, sehingga terdapat dua baris tanaman di dalam satu guludan. Lebar guludan itu sendiri 100 cm, tinggi 30- 40 cm, dan jarak antar guludan 60 cm. Karena varietas ini tipe pertumbuhannya indeterminate maka harus diberi ajir. Bila dibiarkan tumbuh tanpa ajir, cabangnya akan banyak dan buahnya sedikit. Cabang yang dipelihara cukup dua saja, sisanya dipangkas supaya iklim mikro tanaman terkendali dan buah-buahnya bisa tumbuh sehat.
Untuk mendapatkan kualitas buah yang lebih prima maka kegiatan pemeliharaan memegang peranan penting, antara lain pemupukan susulan, pengendalian hama dan penyakit, serta penyiraman. Pemupukan susulan perlu diberikan bila kondisi tanaman membutuhkannya. Namun jangan sekali-kali menggunakan pupuk yang mengandung unsur N, karena justru bisa menurunkan kuaiitas buah. Penyiraman sebaiknya dihentikan atau dikurangi saat buah mulai matang, agar kemanisan buah meningkat dan kemungkinan retak buah berkurang.
Saat panen sedapat mungkin menunggu sampai semua buah dalam satu malai berwarna merah. Pada kondisi itu rasa tomatnya relatif lebih enak dan menarik untuk dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar