Kamis, 24 Desember 2009

Alstroemeria, Bunga Potong dari Belanda

Alstroemeria, Bunga Potong dari Belanda



Bunganya mempunyai 6 helai mahkota. Tiga yang di luar berukuran lebih panjang dan lebih lebar, sedang tiga yang di dalam lebih pendek dan jauh lebih langsing. Mahkota bunganya mempunyai variasi warna dasar yang cantik sekali. Selain itu mahkota bunga bagian dalam masih mempunyai tambahan warna lain. Ada yang putih, putih kekuningan, serta kuning, bahkan ada yang hanya berupa gradasi dari warna dasarnya. Ada yang lebih tua ada yang lebih muda. Keindahan mahkota dalam ini masih ditambah lagi dengan adanya garis-garis pendek berwarna hitam.
Tanaman yang aslinya berasal dari Brasil ini memang masih bersaudara dengan bunga amarilis, karena keduanya memang merupakan anggota dari famili Amaryllidaceae. Sosok tanamannya berupa herba yang bisa tumbuh tinggi dan lebat. Batangnya tak berkayu sehingga tampak lunak dan banyak mengandung air. Daunnya langsing memanjang seperti bentuk daur akasia.

v Dari Negeri Belanda
Bunga potong ini pendatang baru dari Belanda. Alstroemeria harus ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Tanahnya harus diolah dengan baik, yaitu dengan mencangkulinya sampai gembur betul. Kemudian setiap satu meter persegi tanah yang telah diolah itu dicampuri pupuk kandang sebanyak kurang lebih 15 kg.

Bibitnya yang berupa rhizom ditanam dengan jarak 40 x 50 cm. Penanaman selanjutnya jarak tanamnya diperjarang menjadi 60 x 50 cm. Di Indonesia memang belum ada. Di samping itu setelah mencermati persyaratan tumbuh yang tertera di label tanaman tadi, ternyata kebun yang di Cibodas-Cianjur sesuai dengan yang dimaui tanaman ini. Untuk pertama kali diboyonglah rhizome dari alstroemeria untuk tanah seluas 200 m2 dengan jarak 40 x 50 cm, yang merupakan persyaratan minimal kalau membeli bibit tanaman ini. Jenisnya ada empat, yaitu Samora (yang berwarna salem), Jubilee (yang berwarna ungu), Canaria (yang berwarna kuning), dan King Cardinal (yang berwarna oranye).
Kemudian bibit itu ia tanam di kebun Cibodas yang ketinggiannya kurang. lebih 1.200 m dpl. Di tempat itu di bawah naungan atap plastik, suhu siang hari paling tinggi 30°C dan 18°C-20°C pada malam harinya. Hasilnya, ternyata alstroemeria bisa tumbuh dengan suburnya, dan delapan bulan berikutnya bunganya mulai muncul. Dan sejak itu hampir setiap hari ia bisa memanen bunganya. Tanaman ini sangat rajin berbunga.
Setelah rhizom tumbuh atau keluar daunnya, tanaman mulai dipupuk urea, TSP dan KCL dengan dosis secukupnya saja masing-masing sekitar l sendok teh per tanaman. Pemupukan dilakukan dua minggu sekali.
Perawatan lain yang dilakukan adalah penyiraman, satu kali setiap hari. Boleh dilakukan pagi atau sore hari. Kemudian setiap satu minggu sekali disemprot fungisida dan insektisida secara bergantian. Tindakan ini merupakan preventif saja, karena selama ini tanaman hias tersebut belum pernah diserang hama atau penyakit.
Delapan bulan setelah tanam, biasanya tanaman sudah mulai berbunga dan bunganya sudah siap dipanen untuk bunga potong.

Selama menanam alstroemeria memang belum ditemui hambatan. Hanya problemnya, bibitnya masih harus dipesan dari negeri Belanda, yaitu di Van Staaveren B.V., Legmeerdijk 303, 1431 GB AaIsmeer, Holland.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar