Kamis, 24 Desember 2009

Gerbera, Si Cantik yang Memukau

Gerbera, Si Cantik yang Memukau



Demam tanaman hias saat ini selalu melanda berbagai kota besar di Tanah Air. Harga tanaman hias bisa mencapai ratusan juta rupiah; sesuatu yang berkesan di luar rasionalitas. Tentu tidak pemilik nursery, atau penangkar tanaman hias, menuai untung. Bahkan tidak sedikit orang yang mengalami kebangkrutan dalam berbisnis tanaman hias.
Banyak faktor yang menyebabkan mereka terpuruk, mulai dari faktor alam, kurangnya pengetahuan bercocok tanam dan karakteristis tanaman hias, hingga gagal bersaing akibat ikut-ikutan tren saja. Fenomena ini juga melanda para penangkar tanaman hias terlaris saat ini, anthurium, khususnya jenis jenmanii dan gelombang cinta. Ketika gagal, mereka mencoba dan terus mencoba, sampai akhirnya makin terpuruk.
Ah, mengapa tidak melirik potensi lain? Bukankah banyak sekali potensi tanaman hias serta tanaman bunga yang bisa dibudidayakan untuk menjadi idola baru? Salah satu bunga hias yang saat ini luput dari pantuan penangkar dan penggemar adalah tanaman gerbera. Padahal bunga tanaman ini sangat indah, tak kalah dari mawar dan tulip.

Tanaman ini memang belum berkembang pesat di Indonesia, terutama sebagai komoditas komersial. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia, gerbera dimasukkan sebagai tanaman introduksi dari luar negeri. Tetapi jika bisa dikembangkan di Indonesia, pasti akan menjadi komoditas potensial. Apalagi tanaman ini terbukti mampu mengusir berbagai jenis polutan, baik dari asap rokok, asap kendaraan bermotor, maupun asap pabrik.
Prospek budidaya tanaman gerbera juga cukup cerah, mengingat peminatnya di dalam negeri makin banyak. Ini dapat dilihat dari dominannya bunga gerbera dalam berbagai rangkaian/karangan bunga.

v Empat Jenis
Berdasarkan bentuk bunga, terutama struktur helai mahkota bunganya, gerbera dibagi menjadi empat jenis. Pertama, gerbera berbunga selapis. Helai mahkota bunganya tersusun selapis, dan umumnya berwarna merah, kuning, atau merah jambu. Kedua, gerbera berbunga dua. Helai mahkotanya tersusun dari dua lapis. Susunan lapis luar berbeda dari lapis dalamnya. Termasuk jenis ini antara lain Gerbera jamensonii, atau sering disebut fantasy double purple, yang berwarna merah. Ketiga, gerbera berbunga tiga lapis. Contohnya adalah fantasy triple red yang berbunga merah dengan variasi kuning atau hijau-kekuningan. Namun jenis ini juga memiliki nama spesies yang sama, yaitu Gerbera jamensonii. Keempat, gerbera hibrida yang dihasilkan Holand Asia Flori Net di Belanda. Misalnya gerbara yustika (pink merah), orange jaffa (oranye cerah) dan ventury (oranye tua). Ukuran bunganya jauh lebih besar daripada tiga jenis terdahulu.


Perbanyakan tanaman ini relatif mudah. Media tanam yang ideal adalah tanah lempung yang berpasir, subur, dan banyak mengandung bahan organik atau humus. Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk budi daya gerbera adalah 5,5 – 6,0 (kondisi asam). Benih dapat diperbanyak secara generatif. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau berdaya tumbuh tinggi, dengan penampilan yang bernas.
Perbanyakan vegetatif juga bisa dilakukan, terutama secara kultur jaringan/anakan. Bahan terdiri atas mata tunas lateral dari batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis unggul.
Sebelum menanam, siapkan lubang tanam selebar dan sedalam daun. Cangkul pada jarak tanam 20-25 cm dalam barisan, serta 35-40 cm antarbarisan. Waktu terbaik untuk menanam adalah pagi hari (06.00 – 09.00) atau sore hari (15.00 – 17.00).
Lubang tanam dibasahi sampai lembab. Bibit ditanam secara tegak di tengah-tengah lubang, sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Lalu siramlah bedengan sampai cukup basah.
Agar pertumbuhannya bagus, kita mesti melakukan pemupukan secara rutin, minimal sebulan sekali. Jenis pupuk yang dianjurkan adalah NPK serta unsur mikro lainnya. Pupuk NPK diberikan dengan dosis 2-4 gram/tanaman, dengan periode sekali dalam sebulan. Dengan demikian, setiap hektare lahan membutuhkan 200 -400 kg pupuk.
Caranya, benamkan pupuk dalam larikan atau lubang di antara tanaman. Pupuk bisa diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air, dan diberikan sebanyak 200-250 ml/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. Pupuk daun dapat diberikan sesuai dengan anjuran.
Yang juga perlu diperhatikan adalah penyiraman pada fase awal pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini dapat dilakukan 1-2 kali dalam sehari. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur bisa dikurang. Nah, selamat mencoba.

v Lingkungan yang dikehendaki
Tingkat kelembapan iklimnya adalah 80-85 %. Tempatnya harus mempunyai intensitas penyinaran matahari yang penuh. Di Indonesia kondisi ini dapat dijumpai di daerah dataran tinggi antara 700-1400 m dpl.
Jenis tanah yang dikehendaki yang gembur dan berpasir, yang sebaiknya dilakukan dalam bedengan tersendiri dan yang telah diberi naungan. Tanaman ini peka terhadap air yang menggenang dan curahan air hujan secara langsung. Karena itu drainasenya pun harus baik.

v Pengolahan lahan
Pengolahan tanah dilakukan untuk menjadikan tanah memiliki sifat yang memungkinkan berlangsungnya aerasi guna mendukung proses penyerapan zat hara oleh akar tanaman. Tahap awal, tanah digali sedalam 40 cm, sambil membersihkan gulma. Langkah selanjutnya, setiap meter persegi lapisan tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg, TSP 75 gr, KD 40 gr dan 60 gr Urea. Setelah itu dilakukan fumigasi menggunakan Basamid G dengan bahan aktif dazomet 98 % sebanyak 40 gram per meter persegi. Ini dilakukan untuk mematikan organisma pengganggu, sehingga dapat mengurangi serangan hama dan penyakit pada pertanaman selanjutnya.
Bila pengolahan tanahnya sudah selesai, dilanjutkan dengan pembuatan bedengan, ukuran lebarnya 1,2 m dan tinggi sekitar 15 cm. Sedangkan panjangnya disesuaikan keadaan lahan. Jarak antar bedengan dibuat sekitar 0,3 m.

v Penanaman
Pengaturan jarak tanam 30 x 30 cm akan mendapatkan bunga lebih banyak: Bunga yang mekarnya sudah sempurna bisa dipanen.
Gerbera, yang kita kenal saat ini, beraneka ragam warna bunganya, ukurannya pun besar-besar. Kenyataannya, di pasaran banyak dijumpai bunga berdiameter sekitar 8 cm. Padahal saat ini ada yang berhasil membudidayakannya dengan kualitas bunga yang prima, berdiameter 12,5 cm dan memenuhi standar ekspor. Berikut tehnik pembudidayaannya.
Sebagaimana tanaman hias yang lain, gerbera memerlukan kondisi lingkungan tertentu agar dapat tumbuh secara optimal. Kondisi yang coook akan menyebabkan tanaman tumbuh dengan normal. Bunga ini menghendaki daerah bersuhu sekitar 10-14 derajat celcius pada malam hari dan 16-18 derajat celcius di siang hari dengan
Penanaman dapat dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan lahan. Gunanya mencegah efek yang merugikan dari penggunaan pupuk kandang yang kurang masak. Setelah tanah siap tanam, buat lubang tanam sedalam 10 cm dengan menggunakan tugal. Bibit gerbera yang akan ditanam yang sudah mempunyai 4-5 helai daun dengan panjang 10-15 cm, perakaran dan penampakan fisik baik. Sedangkan jarak tanam 40 x 40 cm atau dapat juga sedikit rapat, sekitar 30 x 30 cm.

v Pemupukan
Selain pupuk dasar yang diberikan pada saat pengolahan tanah, tanaman gerbera juga dipupuk secara rutin untuk tujuan pemeliharaan tanaman. Pemupukan susulan ini baru bisa dilakukan setelah tanaman berumur 1 bulan, dan selanjutnya diulangi setiap satu bulan sekali. Pupuk yang diberikan berupa ZA sebanyak 45 gr, TSP 7,5 gr, KN03 dengan takaran 20 gr, dan 7 gr MgS 04, untuk setiap meter persegi lahan. Campuran pupuk susulan ini ditanam pada lingkaran luar tajuk, yaitu kira-kira berjarak 5-10 cm.

v Penyiraman, Penyiangan dan Pemanenan
Pengairan sangat perlu dilakukan untuk menjaga kelembapan tanah. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air melewati saluran drainase antar bedengan atau dengan cara menyiram tanaman. Penyiraman hendaknya dilakukan dengan memperhatikan kelembapan udara dan medianya. Umumnya pada musim ke marau, kita perlu menyiram dua kali sehari, sedangkan saat hujan dapat dilihat dari keadaan media tanamnya.

Yang juga perlu diperhatikan datam hal penyiraman, yaitu saat tanaman telah menghasilkan bunga. Pada kondisi demikian penyiramannya jangan rnengenai bunga, agar bunga terhindar dari pembusukan.
Kecuali itu langkah yang perlu diperhatikan adalah penyiangannya. Langkah ini dapat dilakukan tiap 2 minggu sekali atau tergantung dari kondisi gulma yang ada.

v Pengendalian hama
Serangan hama dan penyakit pada bagian vegetatif tanaman dapat menurunkan produksi, sedangkan serangan pada bagian generatif dapat menurunkan kualitas bunga. Trips adalah hama yang sangat merugikan. Hama ini menggesek lapisan epidemis daun dan helaian bunga, sehingga pada daun terdapat gejala keperak-perakan. Sedangkan helaian bunganya tampak kering kecokelatan dan ukuran bunga mengecil serta berubah bentuknya. Jika sudah demikian diameter bunga akan menjadi separo dari diameter normal.
Di samping itu, ada juga hama seperti Aphid, Heliothis, Spodoptera, pengorok daun, dan uret Coleoptera yaitu larva yang memakan jaringan akar tanaman. Semua ini dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida seperti Decis, Furadan, dan Basudin. Penyakit lain yang kerap menyerang garbera adalah Fusarium sp, Botrytis sp, dan penyakit bercak bakteri pada daun dan tangkai daun.
Pencegahannya, 1 minggu sekali tanaman disemprot dengan pestisida seperti Decia, Ripcord, Furadan, Basudin, Ben late, Dithane M 45, Phycosan, maupun Co box, dengan konsentrasi berdasarkan petunjuk pada kemasan. Bila hama dan penyakit terdapat di tanaman, maka jadwal penyemprotan perlu dipersingkat, misalnya 5 hari sekali dengan konsentrasi yang sama.
Pemanenan bunga gerbera dapat dilakukan pada saat tanaman berumur sekitar 3-3,5 bulan sejak tanam. Selanjutnya dapat dilakukan tiga kali seminggu. Syaratnya, bila bunga gerbera sudah mekar sempurna kira-kira berdiameter 8-12,5 cm sesuai jenis bunganya. Di samping itu, dapat pula dilihat dari adanya dua lingkaran kuning di bagian tengah bunganya. Pemanenan dilakukan pada pagi hari sampai pukul 15.00. Jika sudah lewat waktu itu kondisi mekarnya bunga tidak sempurna lagi.
Panenan dilakukan dengan memotes bagian pangkal tangkai bunga menggunakan tangan, kemudian tangkai bagian bawah dipotong sepanjang 2-3 cm guna menghilangkan jaringan yang keras hingga memudahkan penyerapan air. Setelah itu bunga diletakkan pada ember berisi air, agar tetap segar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar