Kamis, 24 Desember 2009

Pesona Kecantikan Pacing

Pesona Kecantikan Pacing



Pacing (Costus speciosa) terna bertahunan, dengan batang semu, beruas-ruas, dengan rimpang yang akan menjadi umbi. Daun tersusun secara spiral, helaian daun melanset sungsang-melancip. Perbungaan terminal, mahkota menabung, warna putih kemerah-merahan, bibir bunga melengkung, berbentuk terompet, putih. Buah merah cerah, merekah mengikuti jumlah rongga. Biji hitam dengan aril berdaging yang berwarna putih. Pacing merupakan bahasa Sunda, setawar sedangkan di Sumatra bernama setawar, dan di Jawa ada yang mengatakan tabar-tabar.
Jenis ini tersebar secara luas mulai dari India keseluruh Asia Tenggara termasuk Indonesia sampai Taiwan dan Australia. Kadang-kadang juga dibudidayakan dan tumbuh liar di daerah-daerah tropik lainnya seperti Amerika bagian selatan.
Costus speciosus hidup di tepi-tepi hutan dan tempat-tempat setengah terbuka, tempat-tempat yang agak basah, tetapi tidak di hutan yang bernaungan penuh, dengan ketinggian dapat mencapai 1000 m dpl. Perbanyakannya dapat dimungkinkan dari bijinya, potongan rimpang ataupun dengan kultur jaringan.
Tekstur daunnya tebal sedikit berambut dan tersusun melingkari batangnya aecara spiral. Itulah sebabnya la sering juga dlaebut "Spiral Ginger" Keindahannya semakin tampak manakala bunganya yang berwarna putlh, kuning atau merah menyala menyembul dart ujung batangnya.




Varietas pacing berbunga putih dengan kelopak merah dari spesies C. speciosus ini sering dianggap sebagai spesies lokal, padahal asalnya dari India Timur. Bunganya indah dan harum. Varietas pacing variegata, termasuk spesies lokal. Disebu: variegata karena warna daunnyz terdiri atas kombinasi hijau dan putih.
v Bunganya putih.
Varietas pacing berbatang melingkar ini termasuk spesies C. speciosa, Keindahannya terletak pada ujung batangnya yang bercabang melingkar. Bagi kalangan penggemar tanaman hias Indonesia, pacing bukan merupakan barang baru. Bahkan spesies Costus speciosa sudah dianggap sebagai spesies lokal. Belakangan, muncul varietas atau spesies baru yang didatangkan dari Ame-rika Latin, Thailand ataupun daerah lain di Indonesia. Pacing-pacing baru ini lebih elok dengan warna dan ben-tuk daun yang beraneka ra-gam. Ada hijau, hijau cerah, hijau dengan bagian bawah berwarna ungu kemerahan, serta warna campuran hijau
Ada pula yang daunnya hijau pada permukaan atas serta kemerahan di bagian bawahnya. Pacing jenis ini pernah menjadi juara dalam lomba tanaman hias berdaun indah pada Florikultura tahun 1991 lalu. Pacing ini berbunga merah cerah. Daunnya lebar, permukaannya berambut seperti beludru. Ini tergolong pendatang baru.


Demikian juga warna bunganya, ada yang merah, kuning ataupun putih dengan kelopak berwarna merah tua kecokelat-an. Selain lebih indah, bunga ini menyebarkan aroma yang harum.

v Mudah ditanam
Seperti jenis pacing yang sudah ada sebelumnya, yang baru ini juga mudah ditanam di pot sebagai penyejuk beranda ataupun di tanah sebagai penghias halaman.
Namun harus diupayakan agar ia tidak terkena sinar matahari langsung terlalu lama, sebab daunnya bisa gosong, kecuali pacing lokal yang cukup tahan.
Media tanamnya hanya campuran tanah dengan pupuk kandang. Namun akan lebih bagus lagi kalau ke dalam media itu dicampurkan pasir supaya drainasenya baik
Pemeliharaan pacing mudah. Penyiraman boleh dilakukan bila medianya sudah mulai kering, sedangkan pemupukannya hanya difakukan setiap 2 bulan sekali dengan NPK. Kalau ditanam dalam pot, media harus diganti setiap 6 bulan sekali. Untuk merangsang pembungaannya, bisa diberi TSP. Dosisnya sesuai dengan anjuran pada label.
Tanaman pacing mudah tumbuh clan cepat berkembang biak. Bila medianya cukup subur, dalam waktu 6 bulan pot sudah terisi penuh oleh tanaman. Perbanyakan tanaman ini bisa dengan rimpang atau setek batang yang bertunas. Tanaman pacing jarang sekali terserang hama ataupun penyakit.


Rimpang yang berumbi dapat dimakan pada saat paceklik, rimpangnya mengandung kurang lebih 66% karbohidrat, tetapi agak berserat. Batangnya yang empuk dapat dimakan sebagai sayuran. Rimpang dan bijinya mengandung diosgenin (1.25-3% dalam berat kering) dan B-sitosterol (sapogenin); biji juga mengandung minyak lemak berbau manis. Sari dari daun yang dihancurkan dan batang yang masih muda dapat digunakan sebagai obat luar penyakit mata dan telinga, sari dari rimpang yang masih segar dapat dipakai sebagai pencahar.
Di Malaysia, pacing merupakan tanaman yang sangat penting dalam upacara-upacara, sebagai tonik dan untuk penjernih. Rimpang yang dimakan dengan pinang dapat dipakai sebagai obat batuk, rebusan daun dan daun yang dihancurkan dapat dipakai sebagai obat luar penyakit kulit dan demam. Saponin dari rimpangnya mempunyai kasiat anti radang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar